Tue19Jul2011
Ya-Tsu_Ndere.
Ya-Tsu_Ndere.
Original Story by: Sinta.
*opening*
Malam itu malam pengap yg disertai badai angin dan hujan megguyur
rumah Tara. Ditengah ia sedang menjahit boneka beruangnya yg terpenggal,
ia mendengar cekcok antar ortunya yg bgitu menusuk.
'Siapa yg km bicarakan?!' pekik ibu,
'lalu bagaimana dgn kamu?! Km selingkuh jugakan?!', jwab ayah,
'juga?! Hooo! Brarti itu benar kalau km selingkuh!!'
*blablablaaa**.
Mata Tara kosong sambil memgang jarum. Ia lalu berdiri mendekati
ortunya. Jalannya seperti org tak sadar diri, 'ortu seperti klian....
Tdk brguna... Tdk berguna...!', ia lalu mengmbil pisau yg ada di atas
meja dan ditengah amarah kedua ortunya, iapun menusuk ayahnya dr
belakang. Ayahnya melotot terkejut, mulutnyapun mengeluarkan darah,
perlahan ia melihat kebelakang, '... Ta... rr...aaa?...', lalu Tara
mendorong tusukannya hingga tembus kedalam, 'UAAARGH !!!', teriak
ayahnya goyah. Dengan cepat, Tara mencabut tusukannya dan menusuk
ayahnya lg berulang2. 'Aaargh!! Ughaaarg!!' teriak ayahnya tak karuan.
Ibu yg melihatnya cm bs mematung melihat suaminya dibacok anaknya dengan
brutal.
Setelah teriakan makin serat, ayahpun meninggal tergeletak
dengan darah bergitu banyak dilantai. Tara mengangkat dagunya, memasang
wajah dingin layaknya pembunuh. '... Aku muak...', ucapnya singkat.
'Ti... Tidaaaaak!!' teriak ibunya yg langsung berlari. Tara segera
melempar pisaunya yg tepat mengenai punggung ibunya hingga terjatuh. Ibu
yg gemetar dengan pisau masih menancap berusaha untuk bergerak. Tara
mendekat dan mencabut pisau itu. Lalu membalik tubuh ibunya dan duduk
diatasnya sambil memegang perut ibunya. '...Anak siapa ini...ibu?',
tanyanya dengan mata sendu. 'A-ah... ..ja.. Jangan... Jangan...!
Kumohooon!', ibunya begitu ketakutan, 'aku tanya... ANAK SIAPA INI?!!',
Jleb! 'UWAAAA!!!' , Tara menancapkan pisaunya diperut ibunya yg sedang
hamil dan menariknya hingga darah bermuncratan tiada henti, 'Asu
kalian!! Kalian sama saja seperti binatang!! Aku memang brengsek, tp
kalian lebih brengsek! Kalian itu tai! Taii!! Enggak lebih dari itu!!
Kubelah kamu! Kubelah perutmu ini!!!', pekik Tara yg benar2 membelah
perut ibunya hingga bayi dalam perutnyapun terlihat dlm keadaan masih
berselaput. Ibunya yg sekarat tak dpt berkata apapun menahan sakit.
Matanya mengeluarkan air mata bercampur darah.
Tara lalu mengambil bayi itu dan membawanya ke dapur. Ia menyemplung
bayi tsb ke dlm wajan berisikan air dan menghidupkan api kompor. 'Aku
rebus kamu! Pergilah ke alam baka!!', ucapnya yg lalu pergi meninggalkan
rumah itu dengan hanya membawa boneka beruangnya...







































Post new comment