Tue21Jun2011
Tetap Semangat
976 kali
0 kali
not admin's choice
Langit begitu cerah pagi ini tapi tak secerah kelas L yang dikata
hari ini akan pergi ke pulau KUHTA. Yah.. KUHTA.. singkatan aneh tapi
nyata. Sambil menyandarkan diri pada kursi pesawat Neil melihat kearah jendela dan melihat
semua anak-anak Kelas L sedang rebut. Neil pun melihat semua yang sudah
ada dipesawat sedang duduk asyik sambil ngobrol sana-sini. Tak berapa
lama kemudian ruang pesawat A sudah dipenuhi anak kelas L.
“Anak-anak coba diam sebentar” Kata Pak Hatami wali kelas di kelas L
“.....................” Semua anak diam
“Yah..begini..” Kata Pak Hatami agak resah
“Kenapa Pak?” Tanya Viena ingin tau
“Karena kami anak kelas JS diikutkan oleh kepala sekolah ke pulau KUHTA” Kata Wali kelas di kelas JS
“Ah.. begitulah” Kata Pak Hatami mencoba senyum
“Lho.. kok bisa? Bukannya kan pas lomba kemaren yang menang Vito kan?” Tanya Hazmi gregetan
“Perintah kepala sekolah yang memiliki CNI” Kata Wali kelas JS itu dengan muka tegas
Semua kelas L tampak resah dan tak terima tapi apa daya itu adalah perintah. Semua anak kelas JS pun menempati ruang B dan C
“Huft.. gimana Vit?” Tanya Hazmi
“Yah.. Parah” Kata Vito sambil mengusap kening
“Ayo kita absen” Kata Pak Hatami yang langsung mengabsen anak-anak
kelas L satu per satu dan diketahuilah 2 orang kelas L tidak ada
“Fifie sama Ishizuki kemana?” Tanya Pak Hatami
Semua anak menggeleng
“Coba kita cari dulu” Kata Pak Hatami
“Biar aku saja Pak yang cari” Kata Ryan
“Ya.. Silahkan” Kata Pak Hatami mempersilahkan
Huuuuu.. tumben kayak gitu mentang-mentang pada pacar gerutu Neil didalam hatinya
“Pak Aku ma Vito. Ikut nyari” Kata Hazmi
“Silahkan”
“Pak aku juga” Kata Niklaz
“Ah.. terserah”
Vito, Hazmi dan Niklaz pun mengejar Ryan
[i]Trio aneh! Bilang aja mao maen[/i] kata Neil dalam hatinya
Ditaman dekat bandara
“Fie.. kita telat?” Tanya Ishizuki pada Fifie sambil berjalan
“MUngkin” Kata Fifie
“Kalau gitu kita lari” Kata Ishizuki
“Hmn.. perasaanqu ga enak nih” Kata Fifie murung
“Ah.. entahlah” Kata Ishizuki sambil ikutmurung juga [Lho?]
“Hei Hei Hei.. Kalian anak kelas L ya..” Kata seseorang berambut
merah dengan gaya scream boy yang tengah berdiri didepan Fifie dan
Ishizuki
“Memangnya kenapa?” Tanya Fifie
“Nikmati saja hidup kalian saat ini” Katanya
“Hah?” Fifie tak mengerti
“Babaii” Katanya sambil pergi berlalu meninggalkan Fifie dan Ishizuki
“Hah?” Fifie tak mengerti apa-apa
“Gejeilendra FTW” Kata Ishizuki
“Hah?” Tanya Fifie yang semakin tak paham
“Lupakan lah yang tadi. Palingan cuman iseng” Kata Ishizuki dengan nada datar
“Iya” Kata Fifie
Terdiam ditempat tanpa suara
“WOY!! CEPETIN!!” Teriak Vito sambil berlari kearah Fifie dan Ishizuki
“Lama bener sih!” Seru Vito sewot. Fifie dan Ishizuki cuman senyum gaje kepaksa
“Jiah.. diem disini! Ayo cepetan!” Seru Ryan
“iya..” Kata Fifie dan Ishizuki pelan sambil berjalan pelan menuju bandara
“Ng?” Ryan, Vito, Hazmi dan Niklaz tak mengerti akan kelakuan Fifie dan Ishizuki
“Kalian takut ketinggian?” Tanya Ryan
“Iya” Kata Fifie dan Ishizuki
“Jiahahahha.. pantas lemot jalannya!” Ryan Tertawa begitu juga dengan yang lain
“Udah ayo. Yang lain lama nunggu” Kata Hazmi
“Iya”
Hazmi, Ryan, Niklaz, Vito, Fifie dan Ishizuki pun berjalan menuju bandara
Ketika sampai di dekat pesawat terlihat anak-anak kelas JS
“Lama amat sih!” Seru salah-seorang anak JS
“Biasa aja kale” Kata Hazmi sewot
“Lagian kelas L lama amat!”
“Kamu lagi” Kata Hazmi
“Sudah.. Sudah.. ayo cepet masuk” Kata Pak Hatami menengahi
Semua anak pun masuk kedalam pesawat
“Ng?” Fifie dan Ishizuki kebingungan mencari tempat
Mereka berdua pun terpaksa duduk dibelakang bersama anak-anak kelas JS
“Mama Tungguin” Kata Neil yang mengejar Fifie dan Ishizuki
‘Anak stres’ Kata yang lain
Jadilah Fifie, Neil dan Ishizuki duduk bertiga dibelakang bersama anak-anak kelas JS
“Neil.. kenapa kamu pindah?” Tanya Fifie
“Ndak asyik ah kalo ga ada kalian wkwkw” Kata Neil polos
Fifie dan Ishizuki saling berpandangan
“Lho.. kalian kenapa?” Tanya Neil
“Nggak apa-apa” Bohong Ishizuki
“Oh.. Oke deh. Siap-siap diperjalanan” Kata Neil
Fifie dan Ishizuki mengangguk
[b]PULAU KUHTA[/b]
Sesampainya dipulau KUHTA semua anak-anak baik kelas L maupun kelas
JS menyimpan semua peralatan di Vila dan kemudian bermain seru-seruan
dipantai. Ada yang main bola Volly, maen Pasir, atau cuman duduk diem
tak ada pikiran
“Volly Ball” Teriak Vito sambil berlari membawa bola Voly yang
kemudian disambut oleh anak-anak kelas L yang kemudian bermain Volly
bersama Vito. Ada juga sih yang cuman nonton dengan muka bego. Wkwkw dan
banyak lagi yang dilakukan anak-anak L. tetapi.. anak-anak kelas JS tak
seribut kelas L mereka berada diVilla dan entah apa yang mereka
kerjakan
Siang berganti Malam.. semua anak baik kelas L maupun JS berada di tengah Villa untuk makan Malam dan sedikit hiburan
“Enak” Kata Vito dan Hazmi bersamaan saat memakan makanan
“Hmn.. Lumayan juga sih..” Kata Viena
“Iya.. enak juga” Kata Mia
“Eh, katanya kita sekamar lho..” Kata Viena
“wah? Yang bener?” Tanya Mia antusias
“Iya.. lima orang dari kelas L dan lima Orang lagi dari kelas JS” Kata Vienna Menerangkan
“Iya.. Vienna.. Biar bapak saja yang ngejelasin” Kata Pak Hatami
“Semua perhatikan” Kata Pak Hatami dan semuanya pun memperhatikan Pak Hatami
“Ruangan kalian sekarang diubah lihat table ini” Kata Pak Hatami sambil memperlihatkan kertas besar/board kecil
[b]Di Ruangan 1 [/b]
Khusus Guru
*.Pak Hatami (Wali kelas L)
*.Pak Erald (guru PJOK kelas L)
*.Pak Osaka (Wali kelas JS)
*.Pak Ralfa (guru PJOK kelas JS)
[b]Di Ruangan 2[/b]
Kelas L+JS
*.Ryan
*.Mufty
*.Alb
*.Ant
*.Feddy
5 lagi kelas JS
[b]Di Ruang 3[/b]
Kelas L+JS
*.Kania
*.Vienna
*.Near(Mia)
*.Chisato
*.Fitri
5 Lagi kelas JS
[b]Ruangan 4.[/b]
Kelas L+JS
*.Vito
*.Hazmi
*.Nicklaz
*.Light’s
*.Ozae
5 Lagi kelas JS
[b]Ruangan 5.[/b]
Kelas L+JS
*.Shinigami/Neil
*.Fifie
*.Ishizuki
*.Ivana
*.Sarah
5 Lagi kelas JS
“Pak Hatami” Vienna mengacungkan tangan
“Apa Vienna?” Tanya Pak Hatami
“Anak-anak kelas L 20 orang toh” Kata Vienna
“Ya.. bgitulah yang terdaftar” Kata Pak Hatami
“Ohaha” Viena mengerti.
“Pak Hatami” Seru Mufty
“Apa Mufty?” Tanya Pak Hatami
“Kenapa nama anak-anak JS tak ditulis?” Tanya Mufty
“tak mengurusi” Kata Pak Hatami dangkal
“oh.. hahha.” Mufty tak puas dengan jawaban
“Sudah Malam segera tidur” Kata Pak Hatami
“Iya Pak” Semua anak kelas L masuk pada kamarnya masing-masing
“Kak Ty tidur?” Tanya Neil
“Iya, slamet tidur” Kata Ishizuki sambil menarik selimut
“Ndak rame kalau tidur!” Seru Fifie
“Iya betul” Kata Neil
“Kita mending dengerin kisah aja yu!” Seru Fifie
“Kisah apa? Kisah hantu?” Tanya Neil
“Iya! Ishizuki kamu..”
[b][i]ZzzZzzZ[/i][/b]
“Yah.. udah tidur” Pasrah Fifie
“gapapa ayo cerita” Kata Neil
Fifie, Neil, Sarah dan Ivana kemudian saling bercerita
[b]DILAIN TEMPAT[/b]
“Hei! Bantalnya empuk juga” Kata Nicklaz sambil memegang bantalnya
“Iya juga” Kata Hazmi
“Lha.. yang namanya bantal ya empuk” Kata Vito ikut nimbrung
“Huh.. dasar kampungan!” Kata Red anak kelas JS saat melihat kelakuan Nicklaz,Vito dan Hazmi
“Apa katamu?” Tanya Vito agak marah
“Kampungan!” Kata Red
“Sialan! Lo kira kami kampungan?” Tanya Nicklaz agak marah
“Ember” Kata Schilytuz anak JS lainnya
“APA!” Seu Nicklaz, Hazmi dan Vito bersamaan dengan Volume tinggi
“Memang kampungan banget! Main bantal” Kata Gdza anak JS lainnya
“Betul” Angguk Red dan Schilytuz anak JS
‘ArrrrRRRrrGGgg’ Nicklaz, hazmi dan Vito naik pitam
“Ngajakin berantem ya lu lu pade!” Kata Vito
“Iyelah.. anak kampung tau apa?” Tanya Red tajam
“HAJAAAAAAAAAAAAAAARRR!!!” Teriak Nicklaz, Hazmi dan Vito
“AYOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!” Teriak Red, Schilytuz dan Gdza bersamaan
[b]Nicklaz VS Red(Sartyo)[/b]
[b] [/b]
[b]Hazmi VS Schilytuz(Eru)[/b]
[b] [/b]
[b]Vito VS Gdza(Eza)[/b]
“Setan lu” Kata Vito sambil menendang kaki Gdza
“Lu Iblis!” Kata Gdza sambil menahan tendangan Vito
“Koplak”
“Sialan”
“Banci”
“Kampungan”
“OrGil”
“Setan”
“Iblis”
De el el.. kata-kata itu terucap begitu saja tanpa ada sensor sama
sekali, dan mereka berenam terus saja tawuran tanpa henti. Tending,
pukul, hantam, tahan terus saja mereka lakukan sampai tak sadar terluka
dan darah menetes.
“WOY!! BERHENTI!!” Teriak Light’s yang baru datang
“APA?” Tanya mereka ber enam sambil berhenti tawuran
“ADA APA?” Tanya mereka lagi
“Sudah Malam.. tawurannyan besok saja! Aku mau tidur!” Seru Light’s
“Oh iya, yaya” Kata Mereka ber enam sambil memisahkan diri dan kemudian duduk/tidur dikasurnya sendiri
“Terimakasih” Kata Light’s sambil tersenyum didalam hatinya Light’s
berkata ‘dasar aneh.. orang tawuran gampang banget berhentinya!’
[b]Malam harinya..[/b]
[b] [/b]
“Bangun Neil bangun” Kata Fifie histeris
“Ada apa fie?” Tanya Neil yang agak bingung dan masih ngantuk
“Kebakaran! Ada kebakaran! Ayo kita pergi!” Kata Fifie
“Yang Bener?” Neil bangun tiba-tiba dan melihat kobaran api yang
besar dan tak disadari Api pun mulai mengelilingi ruangan. Fifie dan
Neil histeris dan saling berpelukan
Dag Dig Dug.. Suara langkah kaki mendekat dan membuat Fifie dan Neil
semakin histeris. Terlihat didalam api ada sebuah bayangan sesosok
manusia dan tak lama kemudian terlihatlah Ishizuki yang berusaha berlari
tapi hanya sanggup berjalan pincang dengan badan yang penuh darah
“ISHIZUKIII” Teriak Neil sambil menyerbu IShizuki
“kenapa?” Tanya Neil yang terkejut dengan keadaan Ishizuki
“Ishi.. kenapa bisa begini?” Tanya Fifie histeris
“kalian cepatlah keluar dari Villa ini!” Seru Ishizuki yang kemudian batuk darah
“Ishizuki..” Fifie dan Neil Shok
Drap Drap.. Drap.. Terdengar suara langkah kaki lagi dan tak lama
kemudian terlihat bayangan manusia di Api dan tak lama juga datanglah
sesosok manusia yang membawa pedang yang penuh darah. Baik dipedang
ataupun disekujur tubuhnya bahkan dimulutnya pun ada darah yang
menetes-netes. Dia tersenyum tajam pada Fifie dan Neil yang kemudian
mengangkat pedangnya yang membuat Fifie dan Neil semakin histeris tak
berdaya.
“JANGAN BUNUH MEREKA!!” Teriak Ishizuki
“Hmn..” Dia tersenyum
“Fifie. Neil cepat pergi!” Seru Ishizuki
“takkan kubiarkan” Kata orang tersebut
[b]BLETZZZ..[/b]
[b] [/b]
Pedang itu menusuk Ishizuki dan kemudian Ishizuki terkapar dilantai
“ISHIZUKIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII” Teriak Fifie dan Neil histeris saat melihat kejadian itu
“Sekarang giliran kalian” Katanya
Fifie dan Neil mencoba kabur tapi ternyata terjebak dipojok ruangan.
Detak jantung Fifie dan Neil berdetak tak keruan seiring langkah kaki
orang yang membawa pedang mendekat
“Hen..hen.. hentikan..” Kata Ishizuki sambil duduk dan membuat
lingkaran disekeliling dirinya dengan keadaan yang mengenaskan penuh
darah
“Apa? Kau masih bisa bicara?” Tanya sang pembawa pedang sambil berjalan menuju Ishizuki
“Ishizuki jangan..” Kata Neil histeris
Ishizuki tersenyum dan berkata
“Aku ingin semuanya kembali seperti semua” Kata Ishizuki sambil tersenyum yang kemudian meneteskan air mata
“Ishizuki..” Kata Neil sambil berurai air mata dan mencoba menghalangin sang pembunuh tapi ditahan Fifie
“Jangan mati..” Kata Ishizuki pada Neil
“Ishi...” Neil meronta sambil berurai air mata dan Fifie juga menahan Neil sambil berurai air mata juga
“Saatnya kau mati” Kata sang pembunuh
Ishizuki tersenyum dan menutupkan matanya
[b]BLETZ[/b]
Sebuah pedang ditancapkan tepat pada jantung Ishizuki yang membuat Ishizuki Menutup mata dan kemudian terbakar api [amit amit]
“Ishizukiiiiii” teriak Fifie dan Neil
“Sekarang giliran kalian” kata sang pembunuh
“A...” Fifie dan Neil ketakutan
“Fifie..” Kata Neil pelan gemetaran
“Neil.. ah..” kata Fifie yang sama-sama Histeris ketakutan sambil melihat kesegala arah
“Jendela” Kata Fifie pelan
“Apa?” Neil bingung
“Lompat!” Kata Fifie sambil menarik Neil dan kemudian mendorong Neil agar melompat dari jendela
“Fifie..” Kata Neil sambil menangis
“Aaakhhhhhhhhh...” teriak Fifie karena sebuah pedang telah menancap dipunggung Fifie
“FIFIIIIIIIEEE!!!!!!!!!” teriak Neil yang ada dijendela
“Teruslah hidup” Kata Fifie
“Fifieee...” Neil menangis dan kemudian melompat dari jendela
Sebuah cahaya kemudian bersinar dari Ruangan saat Neil menjatuhkan
diri dari Jendelan yang kemudian membuat semuanya putih dan begitu
putih.. menghilangkan semua kegelapan yang ada..
Rosa.. Rosa.. sebuah suara terdengar disepanjang cahaya putih
“Ishi..” Kata Neil yang melihat sosok Ishizuki didepannya
“Rosa..”
“Ka Ishi...” Kata Neil sambil memeluk Ishizuki tapi tak sampai dan kemudian menangis tersedu-sedu begitu histeris
Neil... Terdengar suara Fifie
Neil.. Teruslah hidup!
“Fifie..” Kata Neil yang kemudian melihat bayangan Fifie tapi
kemudian kedua bayangan itu lambat laun menghilang dan kemudian
digantikan oleh bayangan dinding ruangan
“Ng? ini..”
[b]BRAK[/b]
Neil bangun dari tempat tidur dan melihat sekeliling. Ada Fifie, Sarah, Ivana dan..
“Ishizuki? Mana dia?” Tanya Neil agak resah
“Ng? Kau kenapa?” Tanya Ishizuki yang melihat Neil saat masuk ruangan
“Ah..” Neil terkejut yang kemudian dengan reflex memeluk Ishizuki
“eh.. kamu kenapa sih? Mimpi buruk?” Tanya Ishizuki
“I..iya..” Angguk Neil dengan raut muka yang sendu
“Ah.. iya.. tadi juga aku mimpi buruk lho..” Kata Ishizuki sambil duduk dikursi dan membumbui Mie yang tadi ia Seduh
“Mimpi?” Tanya Neil
“iya.. kau mau?” Tanya Ishizuki sambil memberikan garpuh ke Neil
“nggak” Kata Neil yang masih bermuka sendu
“Sudah duduk dulu” Kata Ishizuki
Neil menurut
“Coba deh..” Kata Ishizuki sambil memberikan Garpuh ke Neil
Neil menggeleng “ndak mau”
“Ayolah..” Kata Ishizuki memelas cikit
“Uh.. iyayaya” Akhirnya Neil pun ikut makan dengan Ishizuki
“Eh.. Sisain juga buatku!” Kata Ishizuki sambil merebut Mangkok Mie
“Ukh.. kan bukannya buat rosa?” Tanya Neil agak manja
“Heh.. berbagi dong! Semangkuk berdua! Kalau kamu mau kau bisa aku buatin” Kata Ishizuki
“Ah ndak usah Rosa pengen yang ini” Kata Rosa
“Eeeh.. Bagi aku!” Kata Ishizuki
Neil dan Ishizuki kemudian makan bersama dengan canda tawa
“Ishi..”
“Apa?”
“Tadi mimpi apa?” Tanya Neil ingin tau
“Entahlah.. aku mimpi aku membuat sebuah lingkaran dengan darah dan
kemudian aku menjadi Vampire lalu aku kelaperan, kemudian ke dapur bikin
Mie Seedap Kuah dan pas di Pintu kau memelukku dan menghabiskan ½ Mie
kuahku!” Kata Ishizuki yang menggabungkan mimpi dan Kenyataan
diceritanya
“Ukh.. Lagian Ishi yang ngasih!”
“ah.. terserah deh! Hus hush us”
“Apa?”
“Tidur sono!” Kata Ishizuki sambil mendorong Neil dan mengusirnya layaknya ayam
“Lheeee... ndak mau!” Kata Neil yang kemudian berlari menuju tempat tidurnya
“Dasar stress!” Kata Ishizuki agak pasrah
[b]JAM 9.00 PAGI[/b]
“Hoamz..” Light’s membuka mata dan terkesiap dengan apa yang ia lihat
“Ah.. selamat pagi all” Kata Light’s sambil turun dari tempat tidurnya
“Pagi” Jawab yang lain
[b]15 MENIT KEMUDIAN[/b]
[b] [/b]
“Hoamz..” Light’s masih mengantuk
“Ng?” Light’s Bingung
“.................”
“Heii.. sampai kapan kalian mau main lempar bantal?” Tanya Light’s sambil mengambil handuk
“Terssssssssseeeeeeeerrrrrrraaaaaaaaah...” Kata Vito kecapekan
“Ayayayaaaaaaaaaaaa” Kata Red sambil kemudian tidur dikasur
“Aneh” Kata Light’s yang kemudian keluar dari Ruangan tapi kemudian menengok sebentar ke Ruangan
“Makan Pagi sudah siap di Aula” Kata Light’s
“Oya?” Kata Semua yang ada di Ruangan
“Iya” Light’s mengangguk
“Serbuuuuuuuuuuuu” Kata ke enam anak Gaje rebut itu
[i]‘ah.. dasar memusingkan’[/i] Kata Light’s didalam hatinya
[b]DI RUANG MAKAN[/b]
“Delicious” Kata Ant ketika memakan hidangan Pasta
“Wew” Kata Ryan belagak terkezima dalam hatinya Ryan berkata [i]‘so pandai bahasa inggris lu’[/i]
“Gue emang pandai tau” Kata Ant pada Ryan
“wew” ==’ Kata Ryan Alfani
“Hei Kalian mau Sirup ini?” Tanya seorang cewek anak JS
“Mm.. sirup apa itu?” Tanya Ryan
“Ini Sirup anggur lezat lho.. ya.. meskipun banyak gula” Kata tu cewe
“Banyak gula?” Tanya Viena memotong pembicaraan
“iya” Angguk cewe JS itu
“Ah. Aku ndak mau. Aku diet” Kata Viena
“Oh, sayang sekali” Kata Cewek yang menawari syirup bermurung tapi
sejurus kemudian tersenyum lebar “Tak apa deh, aku juga tau kok rasanya
diet”
“Oya?” Tanya Viena bersemangat
“Iya.. ukh.. pokoknya tersiska tapi enak pas sudah selesai” Kata Cewe itu
Dan tak lama obrolan merekapun terhanyut pada masalah diet dan masalah kecewekan lainnya
“Semuanya seperti yang kalian tau jam 11 siang ini anak-anak dari kelas JS akan meninggalkan pulau KUHTA” Kata Pak Hatami
“Yes.. pergilah kau setan!” Kata Nicklaz pada ketiga anak JS
“Setan” Balas mereka
“Babaii” Kata Vito dan Hazmi bersamaan
“Yah.. nikmati saja hidup kalian” Kata Red dengan agak kesal tak bisa tawuran
“Sudah sudah... karena itu pagi ini kita makan-makan bersama untuk yang terakhir dengan anak kelas JS” Lanjut Pak Hatami
“Ok!”
Semuanya pun sibuk bercanda tawa ria sambil makan-makan
“Hei! Ayo kita minum Sirup Anggur ini!” Kata Seorang Cewek anak kelas JS semuanya pun mengangguk dan mulai ikut minum [mabuk???]
“Ukh.. aku gamau” Kata Viena sambil menjauhkan Gelas
“kamu ga mau?” Tanya Hazmi
“Iya”
“kalau gitu buat aku saja ya?” Tanya Hazmi sambil mengambil gelas milik Viena
“dasar.. tukang minum!” seru Viena sambil mendorong Hazmi pacarnya sendiri \(//0)/
“hehehe..” Hazmi tertawa
[b]DILAIN TEMPAT[/b]
“Hmn.. Anggur ini enak juga” Kata Mufty sambil bersandar didinding dekat jendela
“ya.. kau benar!” Seru Ryan
“Arrrgg... terlalu manis..” Kata Ishizuki sambil duduk disebelah tong sampah
“Heh. Kalau kau duduk disana kau bakalan disangka anak tong sampah!” Seru Ryan
“Huft.. L “ Ishizuki cemberut
“Ahaha.. tapi enak kan? Kau tak suka yang manis?” Tanya Mufty
“Ya.. aku tidak suka manis”
“Pantas saja kau asem” Kata Mufty sambil tertawa
“Hahaha kunyuk! Ahahaha” Ryan ikut tertawa
“Ukh.. enak aja aku udah mandi tau! Kalian tuh!” Seru Ishizuki berbalik menyerang
“Oo.. ndak bisa” Kata Mufty membantah tapi dihati lain [i]‘ya udah niat mandi cuman pas ke kamar mandi tau-tau penuh yaudah wudhu aja trus pake parpum’. Yah.. koplak juga gue!’[/i]
“Enak aja udah mandi tau” Kata Ryan yang kemudian berkata didalam
“Terserah akh..” Kata Ishizuki sambil pergi ke teras diluar
“Hei tunggu dulu..” Kata Ryan mengejar Ishizuki ke teras _____ [==’’]
[b]JAM 11.30 ANAK-ANAK KELAS JS PERGI[/b]
“Akhirnya pergi juga” Kata Hazmi
“Bener! Rasain!” Kata Nicklaz
“Memang pantas pergi mereka!” Kata Vito
Trio Ribut berbahagia saat anak-anak JS pergi
“Wah.. kalian bahagia banget ya..” Kata Viena yang melihat Trio itu bahagia
“Pasti dong!” Seru Hazmi
“Eh.. Hazmi, Viena mau main catur?” Tanya Nicklaz
“Catur? Dimana?” Tanya Viena bersemangat
“Di Ruang tengah kau mau?” Tanya Nicklaz
“Mau banget!” Seru Viena
Mereka pun kemudian bermain catur bersama di Ruang Tengah. Mereka
beradu otak dalam melangkah, dan menghancurkan musuh dalam catur
sampai-sampai tak sadar kalau dua jam telah berlalu
“Horee!! Aku menang!!” Seru Viena bahagia
“Uh.. kenapa kalah?” Tanya Nicklaz kesel
“Udah takdir lu!” seru Vito
“weh?”
“Udah sekarang giliran gue maen sama Viena” Kata Vito sambil mendorong Nicklaz
“eeh.. biasa aja kale!” Seru Nicklaz
“iyelah..” Kata Vito sambil duduk ditempatnya dan membereskan Papan catur “Ayo Vien..” Kata Vito
“Iya.. A.. ay.. akh..” Kata-kata Viena terpotong-potong yang kemudian
Viena jatuh dari Kursinya tapi Hazmi mencegah agar Viena tidak jatuh
diLantai
“Viena! Viena!” Seru Hazmi
“Hazmi..” Kata Viena yang kemudian tak sadarkan diri
“VIENA! VIENAA KAU KENAPA?” Tanya Hazmi dengan nada tinggi
Jantung Viena berhenti berdetak dan mukanya pucat beku
“VIEENNNNNNNNNNNAAAAAAAAAA!!!!!!!!!” Teriak Hazmi tak percaya dengan apa yang terjadi.
Semua anak-anak kelas L kemudian berdatangan ke Ruang tengah karena mendengar teriakan Hazmi
“viena” Kata Mia tak percaya
“Dia..” Kata Pak Hatami dengan nada murung
“kenapa?” Tanya Pak Erald
“Dies” Kata Pak Hatami
[b]“GA MUNGKIN!!”[/b] Teriak Hazmi tak percaya







































Post new comment