Fri17Jun2011
Tetap Semangat
301 kali
0 kali
not admin's choice
Pagi ini sungguh cerah sekali.. Dengan bosan Neil
membuka buku catatannya. Neil berharap catatannya itu buku Death Note
asli. Akan tetapi.. itu cuma mimpi
[i]‘Huh.. Camp Nostalgia Student Indonesia ancur! Aku berharap
mendapat teman baru bukannya satu ruangan dan satu kelas yang isinya
anak DNSD semua (==’) payah bener.. Tempat tidur
sekarang berubah satu camp untuk 4 orang. Wah.. Alb bahagianya luar
biasa tapi.. ach.. aku satu camp dengan Fitri, Chisato dan Ivana wah..
bosannya.. kenapa nggak satu camp sama Fifie ato Ishizuki sih? Ndak asek
kalo orang-orang penghuni camp 222 isinya orang-orang yang ngebosenin!
Yah.. tak apalah.. di camp 221 Ishizuki ada disana.. jadi bisa maksiat
bareng Xixixiixxii~ yah.. bener-bener berbeda dari kemaren! Sekarang ada
aktifitas belajar di kelas! Wah wah.. dalam satu kelas 20 Anak sebagian
kukenal dan sebagiannya lagi tidak! (==b) parah banget sih!’[/i] Runtut Neil didalam hatinya
“Hoamz.. pelajaran ngebosenin” Kata Neil pelan sambil menahan kening seolah gaya berfikir
Neil melihat keseluruh tempat di kelas, Neil terpaku dengan
pemandangan itu dan kemudian tertawa kecil sambil berkata dalam hati
kalau semuanya stress!
“Anak-Anak. Sekarang pemilihan ketua kelas, siapa yang mau menjadi ketua kelas L ?” Tanya Pak Guru Hatami
“Aku” Kata Ryan Alfani
“Ya Ryan” Kata Pak Hatami sambil menulis nama Ryan di whiteboard
“Siapa lagi yang mau mencalonkan sebagai ketua kelas?” Tanya Pak Hatami
“Saya.. Tidak mau menjadi ketua kelas” Kata Vito
“HuUuUuUuUuUuUuuuuUUuUuU” Sora anak-anak kelas L
“Gubrak dasar anak stress” Kata Nick
“Heh. Kalu nggak mau jadi ketua kelas jangan ngomong dong!” Kata Vienna sewot juga
“Hehehe..” Vito cengengesan
“Sudah-sudah sekarang yang bener ! siapa yang mau jadi calon ketua kelas?” Tanya Pak Hatami
“Aku saja Pak” Kata Mufthy
“Oke Mufthy” Pak Hatami Menulis nama Mufthy
“Siapa lagi?” Tanya Pak Hatami
[b]“..........................” Semuanya diam[/b]
“Saya Pak” Kata Ant. Sekilas aku lihat Ishizuki menahan kening seolah
berkata ‘anak stress seperti itu kalau jadi ketua kelas bisa-bisa ancur
ni kelas’
“Oke Ant” Pak Hatami menulis nama Ant lalu membagikan kertas pada semua anak
“Sekarang pemungutan suara. Silahkan kalian menulis pilihan kalian pada kertas yang telah Bapak bagikan tadi” Kata Pak Hatami
“Iya Pak” Seru Anak-anak kelas L
Stelah kami selesai menulis kami menggulung kertas dan mengumpulkannya pada sebuah box
“Oke kita mulai pemilihannya” Kata Pak Hatami
“Ryan” Kata Pak Hatami. Kania kemudian menulis angka 1 di baris Ryan
“Mufty”
“Ryan”
“Ryan”
“Ant”
“Ryan”
“Coba Lagi”
“eh? Coba Lagi?” Tanya Pak Hatami yang kemudian memperlihatkan
kertas dengan tulisan Coba Lagi dan semua anakpun lantas tertawa
terbahak-bahak
“Hahahaha... Parah banget tuh yang nulis! Pantas ditiru!” Seru Neil
“Haha.. dasar stress” Kata Mufthy
“Parah!” Kata Ryan
“Haha.. sudah-sudah ayo kita lanjutkan lagi” Kata Pak Hatami
[b]Pemungutan suarapun dilanjutkan dan hasil akhirnya..[/b]
[b] [/b]
[b]Ryan 9 Suara[/b]
[b] [/b]
[b]Mufthy 8 Suara[/b]
[b] [/b]
[b]Ant 1 Suara[/b]
[b] [/b]
[b]Coba lagi 1 Suara[/b]
[b] [/b]
[b]Golput 1 Suara[/b]
“Nah.. yang menjadi ketua kelas Ryan dan wakilnya Mufthy. Sekarang Ketua Kelas silahkan memberi pidatonya” Kata Pak Hatami
“Iya Pak” Kata Ryan
“Sst” Bisik Ishizuki yang kemudian meleparkan secuil kertas pada Neil
“Ng?” Neil bingung dan kemudian membaca secuil kertas itu
“Parah banget sih! Bukannya pidato dulu sebelum jadi KM” Kata Ishizuki Pelan yang kemudian tertawa kecil
“Ah.. takdir!” Seru Neil pada Ishizuki
“Ryan ayo pidato” Kata Pak Hatami
“Iya Pak” Angguk Ryan
“Ass..” Ryan Mengucapkan salam tapi...
[b]TENG TONG...[/b]
[b]>[/b]Bel Istirahat berbunyi[b]<[/b]
“Wah-wah.. rupanya Bel. Anak-anak kelas cukup sampai disini nanti kita lanjutkan besok” Kata Pak Hatami
“Iya Pak” Angguk Semua Anak
Pak Hatami pun keluar dari kelas dan langsung saja semua anak tertawa
“hahaha.. kasihan banget” Kata Mufthy
“Ach.. terserah” Kata Ryan pasrah
“Selamet Ryan” Kata Ant sambil menyalami Ryan.
“Selamet Ryan kamu tak pidato wkwkwkwkkw” Tambah Ant
“Kunyuk”
“Koplak”
“Taplak”
“Eitss.. bahasa paan ntuh? Taplak bahasa apaan itu?” Tanya Ant
“Bahasa ??” Ryan tak dapat ngomong
“Heh?” Ant Bingung
“Ndak boleh tau..”
“Iyelah. Aku juga..” Kata Ant Pasrah
[i]‘Hmn.. aneh-aneh banget nih anak-anak kelas L pada jam Istirahat!
Viena ma Hazmi pacaran mulu, Mia, Fifie, Sarah dan Chisato makan-makan
dikantin lho.. kok nggak ngajak-ngajak sih? You wes lah, Nick sama Vito
parah banget! maen gapleh dikelas.. busyet.. ati-ati lho kalo ketauan
guru! Ishizuki ma Ivana cuman diem dikelas sambil membuka-buka buku
paket yang tak jelas membaca apa. Yah.. bahkan ada yang mejeng di Mesjid
Sekolah Jiah.. parah!!’[/i] Kata Neil didalam hatinya
“Hei. Ega kamu lagi ngapain?” Tanya Neil
“Lagi SMSAN” Kata Ega
“Ke kantin yuk!” Seru Neil
“nggak ah males” Kata Ega
Neil pasrah lalu mengajak kania
“Kania Ke kantin yuk?” Ajak Neil
“Ng? Maaf ya.. aku mau ke Perpus” Kata Kania
“ah yayaya” Kata Neil tak lama kemudian..
“SIAPA YANG MAU MENGANTARKU KE KANTIN???” Teriak Neil
“Aduduh Stress nie bocah!” Kata Alb saat mendengar teriakan Neil tapi tetep memainkan gapleh bersama yang lain
“Iya. Ayo” Kata Ivana
“Ayo” Kata Ishizuki
“Hore.. ada juga yang mau nganter” Kata Neil
“Habis males banget ngedenger kamu teriak” Kata Ivana
“Iya bener” Kata Ishizuki mendukung Ivana
“Jahat” Kata Neil
“Hmn.. sudah dari pada banyak ngomong ayo ke kantin aja!” Seru Ivana
“Oke”
Neil, Ivana dan Ishizuki pun pergi ke kantin
[b] [/b]
[b]TING TONG.. MASUK KEKELAS[/b]
Semua anak masuk kekelasnya masing-masing
Karena di kelas L pelajaran Olahraga jadi semua anak dikelas L saling bercepet-cepet kelapangan >Pastinya dah ganti baju<
“Ah.. Olah raga” Desah pasrah Nay
“Haduduh... kok gitu sih Misa?” Tanya Hyuga
“Lagian kan emang males” Kata Nay
“Yah.. Beb, cuman satu pelajaran tenang aja! Kayaknya cuman lari deh.” Kata Hyuga
‘Waduduh... Pacaran mulu kalian! Lari bukan pacaran mulu!” Seru Mufty yang kebetulan melihat Nay dan Hyuga
“Huh.. kamu aja cuman wakil KM” Kata Nay
[b][i]>[/i][/b][i]Lha.. kalau begini terlalu banyak tokoh! yang baca bisa ngambek tuh! Cut! Cut![b]<[/b][/i][b] [/b][ucapan pengarang]
“Halo Semuanya sekarang kalian lari dua puluh putaran” Kata Guru Olah raga yang baru saja datang
“hah? Lho kok gitu Pak?” Protes Vito
“Oke buat kamu 30 Putaran” Kata guru Olahraga
“Wah.. nggak mau pak” Protes Vito lagi
“Kalau Gitu 50 Putaran” Kata Guru Olah raga
“Nggggaaaaaaaaaaakkk!!!!” Kata Vito ogah
“100 putaran”
“Ng? 20 udah cukup pak” Kata Vito pasrah
“Bapak mau kamu lari 100 putaran”
“Bapak Please.. pak please... nanti kakiku bengkak pak..” Kata Vito
merana sambil meronta-ronta memegang celana Pak Erald Coil agar dia tak
lari sebanyak itu
“Pak”
“Nggak”
“PAK GURUU” Vito Semakin meronta
“Sekali nggak tetep nggak” Pak Erald Olah Raga tetap kukuh
“BAPAAAAAAAAAAAKKK”
[b]BRAKKKK[/b]
Celana Pak Erald melorot karena ditarik Vito
“Heh?”
[b] [/b]
[b] [/b]
[b]PLETAKK[/b]
“Anak stress, sudah kalian lari 100 putaran!” Kata Pak Erald Olahraga
dengan sewotnya sambil memegang celananya agar tak melorot lagi
“Khihihihihi” Semua anak cekikian
“Kalau begini tak apa lah lari 100 putaran juga!” Seru Mufty sambil ketawa ngakak
“Koplak!” Seru Vito dan Ant bersamaan
“HEI KALIAN NUNGGUIN APA? CEPAT LARI!” Teriak Pak Erald Olah Raga
“IYA PAK” Semua anak pun berlarian keliling lapangan dengan agak cekikikan
“Khihihi~ Guru Olahraga itu siapa sih namanya?” Tanya Ishizuki
“Ndak tau tuh” Kata Sleepy Boy dengan senyum yang mewarna [ceileh paan tuh?]
“Xixixixi.. beneran stress si Vito!” Kata Neil sambil ketawa cekikikan
“hehe” Vito cengengesan
“eh tadi kamu liat ga motiv celana dalem guru olahraga tadi?” Tanya Neil [Otak Hentai]
“hahahaha.. motiv bunga-bunga hahahhaha” Kata Vito sambil ketawa ngakak
“Yiah.. parah.. celana dalem Vito aja polos” Kata Mufty
“Wow Xixixi” Kata Neil
“What? Tau dari mana?” Tanya Vito
“Wow.. ngaku ternyata! Xixixii” Neil ketawa ngakak lagi
“Alamak keceplosan” Kata Mufty
“MUFTY......!!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Vito
Mufty pun berlari menjauhi Vito tapi Vito mengejar dan terjadilah aksi kejar-kejaran
[b] [/b]
[b]Setelah 55 Putaran[/b]
“ndak kuat..” Kata Neil yang kemudian tiduran dilapangan
“Sama” Kata Ishizuki yang kemudian melakukan hal yang sama
“Huh.. 45 putaran lagi...” Kata Vito yang kemudian jatuh dan tiduran di lapangan
Dan akhirnya karena anak-anak kelas L kelelahan setelah lari 55
putaran hampir semuanya jatuh dan tidur dilapangan layaknya acara tidur
bersama Khihihihi~
“Woy.. huh-hah-hoh...” Kata Sang ketua kelas Ryan Alfani tapi karena
kelelahan tadi terpotong dengan suara nafasnya yang hah-heh-hoh karena
kelelahan telah berlari 55 putaran
“Aduduh.. nggak kuaaaat..” Kata Mufty
Melihat hal tersebut (melihat semua anak kelas L pada tidur
dilapangan) maka Ryan Alfani sang ketua kelas menyetel sebuah music
[i]*Back Sound[/i]
[b]Lagu Tetap Semangat[/b]
[b]Woy Maju tak gentar[/b]
[b]Membela yang benar[/b]
[b]Tetap Semangat[/b]
[b]Huhu...[/b]
[b] [/b]
[b]Wooy..[/b]
[b]Pantang Menyerah[/b]
[b]Terus Melangkah[/b]
[b]Tetap Semangat..[/b]
[b] [/b]
[b]Yeyey...[/b]
[b]Ayo kawan lihat kedepan......blablablablabla[/b]
“ayo! Maju Tak Gentar!” Kata Ryan Semangat tapi yang lainnya pasrah
“WOOOYY!!! Maju tak gentar!! Ayo kita melangkah!! Tetaplah semangat!
Ayo kita brantas Korupsi,kolusi dan Nevotisme! Ayo Kawan! SEMANGAT!!”
Kata Vito semangat layaknya prajurit yang akan ikut berperang melawan
penjajah belanda
[i]==” apa hubungannya lari 100 putaran dengan KKN? Parah nie anak!’[/i] seru Ryan dalam hatinya
“SEMANGAT!!” Teriak Ant dan Mufty bersamaan
Mereka bertiga pun berlari sambil mengangkat tangan kanan yang mengepal
“wah..wah.. trio stress.. Ayo kita lagi Cinta” Kata Ishizuki
“Ayo Bebep” Kata Neil
[i](==b)MaHo??’[/i] Tanya Ryan didalam hatinya
Semuanya pun kembali semangat dan berlari lagi dengan penuh keceriaan
dan canda tawa sampai-sampai mereka tak sadar berlari telah melebihi
100 putaran
“aduduh.. cape.. ini kan sudah melewati 100 putaran” Kata Fifie kecapekan
“Hm apa itu benar?” Tanya Sleepy Boy
“Iya” Angguk Fifie
“Woy! Ryan!” Seru Sleepy Boy memanggil sang ketua kelas
“apa?” Ryan nyahut
“Ini sudah melewati 100 putaran” Kata Sleepy Boy memberitahu
“Oiyakah?” Tanya Ryan
“Iya..”
“Hei Semuanya berhenti!” Seru Ryan dan semuanya pun berhenti berlari
“Hei! Siapa yang menyuruh berhenti?” Kata Pak Erald Erad Coil (Guru Olah Raga)
Semuanya pun menunjuk Ryan
“Pak ini kan sudah melewati 100 putaran” Kata Ryan
“yayaya... bapak tau. Nah untuk kalian kelas L diundang untuk lomba lari sore ini” Kata Pak Erald
“Lho.. sore ini?” Tanya Ryan tak percaya
“ya.. coba tebak hadiahnya?” Tanya Bapak
“Celana dalam” Kata Vito tiba-tiba
[b]PLETAK[/b]
[i]Pak erad melemparkan spidol ke kepala Vito[/i]
[i] [/i]
“Lari 10 putaran lagi” Kata Pak Erad
“Iya Pak” Kata Vito sambil lari kembali
“Eh pak hadiahnya apa sih?” Tanya Ryan
“Hadiahnya Liburan seminggu di pulau KUHTA”
“Waw? Belum pernah denger” Kata Ryan
“==b sudah. Kalian siap-siap aja jam 3” Kata Pak Erad
“Lho.. Jam 3? Itu kan 3 jam lagi dari sekarang pak” Protes Ryan
“Lha.. berarti kalian mau dikalahin ma anak-anak kelas JS rupanya” Kata Pak Erad
“????” tak ada yang paham
“Yaudah lah.. tunggu aja disini 3 jam lagi” Kata Pak erad sambil berlalu begitu saja
[i](==”) wew.. guru stres’[/i] Pikir Ryan
[b]JAM 8 MALAM[/b]
[b] [/b]
"Ryan ada yang aneh tidak?" Tanya Mufty pada Ryan
"Ng? Apanya?" Tanya Ryan
"Pulau KUHTA"
"Ng.. aku tak pernah denger" Kata Ryan sambil berfikir "Seperti sebuah singkatan"
"Singkatan?" Tanya Mufty
"Iya.. KUHTA.. tapi.. entah lah" Kata Ryan sambil menduduki tasnya yang telah selesai ia siapkan
"aku jadi curiga" Kata Mufty sambil berhenti menyiapkan peralatan
"Ya.. kita harus waspada saja" Kata Ryan
"Oke" Kata Mufty
[b]DITEMPAT LAIN[/b]
[b] [/b]
“Ishizuki” Teriak Mia
“Apa?” Tanya Ishizuki
“Kamu sudah siap-siap belum?” Tanya Mia
“Sudah..” Kata Ishizuki
“Kalau gitu keluar gih tanyain anak-anak kelas L lainnya!” Seru Mia
“Nanya apa?” Tanya balik Ishizuki
“Mereka sudah siap belum ma besok jam berapa berangkatnya” Kata Mia panjang lebar
“Iya-iya.. aku mo keluar nih” Kata Ishizuki yang sudah berada diambang pintu
“Yah.. dari pada kamu cuman duduk merhatiin jendela mending keluar
sana! Dari pada kesambet” Kata Mia sambil menyiapkan segala-sesuatu
Dengan bosan Ishizuki keluar dari tempatnya Camp 221 lalu pergi ke
Camp 222. Setibanya disana Ishizuki disambut meriah oleh orang-orang
yang sedang sibuk berbenah. Sejenak Ishizuki berpikir [i]‘kok repot banget sih? Aku saja secukupnya saja’[/i] kata Ishizuki dalam batinnya
“Ishizuki mau apa kesini?” Tanya Chisato yang sedang memasukan Air Aqua kedalam tasnya
“Aku disuruh nanya sama Mia” Kata Ishizuki
“Nanya apa?” Tanya Chisato
“Besok kumpul jam berapa?” Tanya Ishizuki
“Jam 6 Pagi di Aula CNI” Jawab Fitri tiba-tiba yang nongol gitu aja
“Oh.. oke kalau gitu aku ke super market saja. Bye” Kata Ishizuki yang kemudian pergi berlalu keluar dari Camp 222
“Ty.. tunggu aku” Kata Neil yang berlari mengejar Ishizuki
“Ng? Kenapa?” Tanya Ishizuki keheranan
“Aku juga mau ke Super Market” Kata Neil
“Oh.. oke ayo kita bareng saja” Kata Ishizuki sambil tersenyum
“Yoyoii.. aku mau beli air, permen, snak, mie sama ice cream..” Kata
Neil sambil menghitung jari mencoba mengingat-ngingat apa yang harus
dibeli. Ishizuki hanya senyum
“O iya. Aku juga mau beli minyak angin” Kata Neil lagi dan Ishizuki tetap hanya memberikan senyuman
“Aes.. kenapa sih?” Tanya Neil
“Ng? apa?” Tanya Ishizuki pelan
“Kayak yang lagi bingung” Kata Neil
“Ahaha.. ga juga.. cuman kepikiran aja” Kata Ishizuki
“Kepikiran apa? Tuyulmu kah?” Tanya Neil
“Kamu lagi! Tuyulku kan sudah kutitipkan dirumahmu selama sebulan” Kata Ishizuki sambil tertawa sebentar
“Oalah.. kalau gitu kepikiran apa toh?” Tanya Neil
“ya.. itutuh Pulau KUHTA kok ada ya.. nama pulau yang kayak gitu?” Tanya Ishizuki bingung campur resah
“Ng.. nggak tau tuh..” Kata Neil yang juga merasakan keanehan dari nama pulau itu
“Yah.. mungkin cuman perasaan doang” Kata Ishizuki sambil melihat kelangit
“Ng.. mungkin”
“Oya kau ingat tidak muka anak-anak kelas JS? Pas kalah lari dengan Vito?” Tanya Ishizuki
“Ng.. iya. Emg kenapa?” Tanya Neil
“Ya.. aneh tau.. mereka kalah tapi mereka tidak kesal! Yang ada
mereka menepuki Vito” Kata Ishizuki yang ingat saat perlombaan tadi sore
“Wah.. keren tuh mungkin aja mereka emang kayak gitu kale!” Kata Neil
“Yeah.. Coba deh liat kelangit..” Kata Ishizuki sambil melihat kelangit. Neil pun kemudian melihat kelangit seperti Ishizuki
“Bintang” Kata Neil
“aku ingin sekali berada ditempat dimana aku bisa melihat
bintang-gemintang itu dengan jelas dan kemudian bermimpi sambil berkata
kalau ‘Keajaiban tidak pernah mati’ andai saja hal itu dapat terwujud
walaupun hanya satu kali seumur hidupku” Kata Ishizuki sambil tersenyum
pada Neil
“Ah.. kau membuatku merinding” Kata Neil. Ishizuki tertawa
“hahaha.. sudah deh.. tuh Super Marketnya ada didepan! Ayo kita balapan!” Seru Ishizuki sambil berlari mendahului Neil
“Curaaang... Ty curang!!” Seru Neil sambil berlari mengejar Ishizuki
“Hahaha.. emang gua pikirin?” Tanya Ishizuki sambil terus berlari. Ishizuki dan Neil pun saling kejar mengejar
[i]‘Ty.. aku tak tau dengan apa yang kau katakana.. tapi aku harap
tak ada hal yang terjadi.. aku tak mau jika suatu hal yang buruk
datang.. aku harap semua kehawatiranmu lenyap.. aku harap..’[/i] Kata Neil didalam batinya sambil melihat Ishizuki yang berlari didepannya.
[b]To Be Continue[/b]







































Post new comment