terajana

alvlove
alv_CRT01
Drama
0
137 kali
0 kali

not admin's choice

Aku ≠ Sempurna
¬¬¬¬¬
Perkenalkan, aku Lulu. Gadis remaja biasa, dengan rambut ikal sebahu yang selalu diikat, berkacamata (kanan min 1,5 kiri min 1), berkulit sawo matang, dengan bentuk wajah seperti gadis remaja indonesia kebanyakan. Tidak ada yang spesial, dari penampilan rasanya sulit membuat orang jatuh cinta pada pandangan pertama......
    Hai, namaku Alamsyah Mohabbatein. Aku pria tampan yang mapan...(yah,,, walaupun kemapanan turun temurun). Aku menganggap akulah pria sempurna (semua orang iri padaku), mudah membuat wanita mencintaiku,, hahaha.........(tertawa dengan bibir terangkat sebelah). Satu yang tak ku suka pada diriku,,, nama ku?. Nanti kuceritakan  kenapa aku tak menyukainya.....
    Ini adalah daerah yang sempurna untuk menggambarkan indonesia,,, hmmm tidak.. bukan hanya indonesia, bahkan dunia.....(aku sengaja merahasiakan nama wilayahnya, tak ingin tempat ini nantinya penuh oleh kunjungan kalian... ).
    Sudah perkenalannya,, sekarang aku akan mulai kisahnya, tapi sebelumnya silahkan kalian bayangkan wajah kami,,,  oh iya,, yang menceritakan kisah ini adalah Lulu,, ini sesuai pandangan ku, pendapat Alamsyah Mohabbatein biar dia yang menceritakannya nanti.

    Seperti pagi kemarin, dua hari yang lalu, 2 bulan yang lalu, 2 tahun yang lalu, jam 05.00 sesudah adzan subuh aku berjalan keluar kamar. Ambil wudu, sholat, membaca 1 lembar Ayat-Ayat CintaNya, ambil selimut, kemudian tidur lagi..... hahahahahaha...... jangan tiru kebiasaan pagi ku yang terakhir ya teman . Bukannya aku malas, hanya saja tidak ada aktifitas penting di pagi hari. Kegiatan harian ku baisanya baru dimulai pukul 7, jadi aku masih punya 2 jam atau paling tidak 1 jam untuk memanjakan diri di pulau terindah setiap umat, Pulau Kapuk . Trrreeetttttttttt,,, tttrrreeeettttttttt,,,alarm berbunyi, waktu menunjukkan pukul 06.00, aku siap-aku siap (ala Spongebob). Ambil handuk, berlari ke kemar mandi, berpakainan rapih, pergi ke warung teteh, sarapan sambil nonton gosip, lalu berangkat.... 1 jam cukup untuk menyelesaikan semua kegiatan itu. Hahahaha...... super kilat,, (ala biasa karena biasa). Berjalan semangat menyusuri gang kosan yang lebarnya tidak cukup dilalui mobil, gang khas daerah “Istimewa”.
Dalam waktu kurang dari 10 menit aku tiba di kampus “Negeri Daerah Istimewa”, dengan semangat yang tetap menggebu aku berjalan menyusuri koridor yang masih sepi menuju ruang 3.05, kuliah perdanaku semester ini dimulai. Pagi ini kelas terasa sangat sepi, beberapa orang telah duduk di dalam, tapi tak satupun yang berinteraksi, kedatangan ku pun rasanya tidak begitu berpengaruh, memang seperti inilah kelas ku. Semua bilang mereka adalah orang pilihan, yang hidup dengan segala keberuntungan makhluk bumi (hhmmmmmmfffttt Sempurna), tapi taukah kalian aku tak pernah merasa bersyukur menjadi “bagian dari mereka, bahkan sampai detik ini aku masih tak menyangka menjadi ”bagian” dari mereka. AKU BENCI.
Tak ada yang memperhatikan ketika tadi pagi aku datang, tapi.... 5 menit perkuliahan dimulai, pria itu datang, pria yang sempurna penampilannya #clinnkk,,clinnnk,, semua memperhatikan, terpana, terdiam,,, “Assalammualaikum” pria itu bersuara, “maaf pak saya terlambat, tadi saya bingung mencari ruangan ini. Perkenalkan saya mahasiswa baru pindahan, mana saya Alamsyah Mohabbatein, saya akan sangat berterima kasih jika kalian mau memanggil saya Ame”.
Begitulah awal ku mengenal, ah bukan melihat Ame. Dia mengagumkan, aku sebagai gadis remaja Indonesia kebanyakan yang menyukai “pemandangan indah” tentu tidak bisa mengelak pesonanya. Ingin kenal lebih jauh, pindahan dari mana? Kenapa pindah? Sekarang tinggal dimana? Wah... aku ingin berbicara banyak, karena hatiku bilang dia adalah pria yang cocok untukku. Tapii,,,,,,,, aku malu, aku tidak seagresif dan secantik Lona, Maya dan Restu. Yasudahlah, nanti saja bicaranya,, jika mereka tidak ada, tidak masuk karena menghadiri acara TalkShow di TV (jadi penonton aja kok... ). Hari pertama melihatnya berlalu, tapi aku tak boleh puas hanya dengan mengetahui namanya saja, pasti ada jalan mengenalnya lebih dekat, karena sungguh dia adalah jawaban dari pengharapanku selama ini.hehehe..... Terima kasih ya Allah, Kau jawab Doaku.
“assalammualaikum,,Pagi”, sapa mahasiswa baru,yup Alam eh bukan Ame, walaupun baru sekali mendengar suaranya tapi aku sudah sangat mengenalnya. Aku diam,, malu untuk hanya sekedar menjawab sapaannya, toh ku pikir dia tidak khusus menyapa pada ku. “haii,, pagi” sapanya lagi, ku lihat sekeliling, dan ternyata hanya ada aku di kelas, situasi yang sungguh jarang terjadi. Wah,,,, sekali lagi Terima Kasih Ya Allah, kau tunjukkan jalan padaku. Dengan senyuman termanis aku menoleh ke arahnya “ ehh, hai, walaikum salam,, pagi” suaraku terdengar gugup,, aduh, malunya aku (suara dalam hati). Hening. Sepertinya dia tidak tertarik bicara dengan ku. Ah,, tidak boleh berburuk sangka, tidak boleh putus asa, aku yang harus memulai, “hai, nama ku Lulu” kuulurkan tangan kearahnya. “hai, gw Ame. Udah tw kan? Hmmm sorry gw emang keren, tapi gw gak mau loe banyak berharap. Karena gw udah punya cewe”. Gubbbrraaakkkkkkkkkkkkk...................... jawaban apaan tuh????. Hancur, remuk redam. Bukan hati ku tapi semua kekaguman ku. Tanpa pikir panjang lagi, kuambil tas, keluar kelas, pergi ke kantin, dan mesen es jeruk asem tanpa gula.
Mungkin aku memang bukan wanita cantik, tidak menjadi idaman para pria, tapi yang barusan aku alami sungguh.............TERLALU !!!!!!!.
Karena aku sedang tidak sibuk maka, mari aku jelaskan “kesempurnaan” kelas yang tadi aku ceritakan. Jika aku golongkan “kesempurnaan“ manusia di kelas ku, maka akan ada 3 golongan, pertama mereka yang “sempurna” karena dikaruniai wajah tampan, cantik, serta memiliki orang tua yang super duper mapan, yang hartanya tidak habis dipakai foya-foya tujuh turunan, bahkan mungkin mereka masuk dalam jajaran orang terkaya se-Indonesia (entah bagaimana dulunya pendahulu-pendahulu mereka bekerja keras.....). kedua adalah mereka yang “sempurna” karena kecerdasan dan kecemerlangan otaknya dalam belajar, mereka mampu memahami pelajaran meskipun tertidur di kelas, mereka mampu fokus saat ulangan meskipun malamnya dugem dan baru pulang jam 3 pagi, mereka sungguh jenius no.1, dengan kecerdasannya mereka mampu menjadi manusia terbaik ataupun manusia terjahat (mereka bukan tipe kutu buku yang berkaca mata tebal dan berdandan kolot, mereka sangat stylish.... benar-benar manusia cerdas abad-21). Dan yang ketiga adalah mereka yang “sempurna” karena kebaikan mereka, jika terpaksa memilih maka ini adalah golongan ku, kami sangat baik, ramah, bahkan tak segan menjadi “pembantu” di kelas, kami cukup pandai, keuangan kami juga cukup mapan pokoknya hidup kami serba cukup (karena semua orang di sini memiliki sifat ter- maka kami sebut diri kami terlalu baik).
Ame adalah orang super pintar, super tampan, super kaya, tapi dia tidak masuk golongan manapun, sejak kejadian kemarin bagiku dia masuk dalam golongan pencilan no.1 golongan ter-Amit2. Maaf Ame, satu detik saja kau mampu menarik perhatian ku, mengalihkan duniaku, membuatku berpikir tak ada yang lain selain dirimu,,,, seiring berjalannya waktu arti hadirmu semakin mendalam di hatiku, siang-malam hanya namamu, wajahmu, suaramu, sungguh kau mengajarkan aku rasa yang baru....  Tapi kurang dari satu detik kau hancurkan segalanya.... AKU BENCI PADAMU..!!!!
Ku buka hari yang baru, tanpa Ame dipikiranku...tapi sulit . “tidak adil, sifat dan kebiasaan yang telah aku pupuk selama ini hancur lebur karena pria ANEH itu, pria yang tiba-tiba muncul” sambil menikmati es potong Bang Oman aku terus bergumam, menyesali kehadiran Ame. “jika kau menyukainya, maka perjuangkan. Tidak ada yang salah dalam cinta” bisik penghuni surga. “sudahlah, lagi pula apa yang bagus dari dia. Lupakan. Balas perlakuannya padamu kemarin..!!” terdengar suara dari pintu neraka. “ingat, dia tak pernah minta kau menyukainya, lagipula kemarin dia sudah peringatkan, dia punya pacar. Jika kau masih menyukainya, itu baukan salahnya” surga terus bersuara. “sudah cukup sikap baik mu pada dia dan mereka, sekarang saatnya tunjukkan siapa dirimu, mereka tidak bisa selamanya memandang mu rendah dan meremehkanmu” lagi-lagi neraka bersuara. AaaaGgGhHHhH.... “sudah-sudah, membuatku makin pusing saja” segera aku berlari, menghindari suara-suara menyebalkan itu.
“Aku meyukainya, bukan karena dia tampan, melainkan karena dia jujur padaku, dia setia pada gadis yang dicintainya” dengan yakin aku menetapkan pilihanku kali ini “aku akan berjuang, menunjukkan perasaan ku, menyadarkannya bahwa aku ada. hasilnya seperti biasa aku serahkan pada Mu”. Maka dengan wajah ceria, aku berjalan dari kosan menyusuri gang senggol, jalan pintas menuju kampus. “lalala... aku gadis ceria..lalala....”. “ pagi semua..” sapa ku ketika memasuki kelas kuliah kami pagi ini. Beragam reaksi ku terima, “pagi Lu...” jawab si golongan tiga, “tumben, pake salam segala” kata si golongan petama, sementara golongan dua hanya nengok sebentar lalu kembali dalam kesibukan mereka. Aku alihkan pandangan pada Ame, dia tidak merespon, menengok pun tidak. “yah.. liatlah dia sedang mendengarkan musik, mungkin dia tidak mendengar salam mu” bisikan meluncur ke kuping kanan. “lihatlah betapa menyebalkannya dia, apakan kamu masih berminat padanya” bisikan terdengan di kuping kiri. “wuuusshhh,,, huusshss..” ku gelengkan kepala, tak ingin mendengan bisikan dari manapun dan siapapun.
Langkah pertama, “assalammuallaikum” dengan yakin aku menyapa Ame, “Wa’alaikumsalam” pintar juga dia, menyapaku dengan salam mungkin itu yang ada dalam pikiran Ame. “aku yakin kamu suka yang jujur dan to the point, makannya aku mau bilang. I Love You.” Deg-deg... deg-deg. “kemaren kan gw udah bilang klo...”, “aku gak peduli, aku tetep cinta sama kamu” potong ku cepat. “oh iya, ini aku bawain roti bakar isi selai kacang, aku tahu banget kamu suka kacang” senyum singkat kemudian aku menjauh 100 meter darinya. “Hihihi..... misi hari ini sukses, muacchhh”.
Langkah kedua, “hai, hari ini aku ulang tahun. Hhhmmm aku mau traktir kamu makan siang, yuk ke kantin bareng?” sapa ku cepat setelah kuliah selesai.”maap udah ada janji, mau langsung balik” dengan suara datar Ame menjawabnya.
Langkah ketiga, “halo, bisa bicara dengan Ame. Ini Lulu teman kuliahnya”, “sebenter saya panggil” suara lembut menjawab di ujung telepon.”halo” suara yang ku kenal terdengar malas menjawab.”halo Ame,, lagi ngapain?” pertanyaan pertama ku “lagi tidur, sebelum lo telpon dan ganggu gw” jawaban pertama Ame.”maaf ya ganggu, hmmm udah ngerjain tugas?” pertanyaan kedua ku. “bagus klo sadar, yawdah gw mau tidur lagi” jawaban kedua Ame. ”hmmm, yawdah met malem ya... sampai ketemu disekolah” sapaan penutup malam ini. ”hemm,, dah...” respon penutup malam ini.
Langkah keempat, “Ame.... kemaren aku abis jalan. Trus liat gantungan lucu, pasangan gitu yaudah aku beli. Buat kamu satu neh...” dengan semangat ku serahkan gantungan berbentuk kunci. “jadi kamu megang kuncinya dan aku.....” CRIIINNGG “gw gak suka gantungan lo, udah gw bosen, capek denger lo mulu, liat lo mulu” dengan marah Ame meninggalkan kelas.
Langkah kelima....
Langkah keenam.........
Langkah ketujuh...............
.
.
.
.
.
.
Langkah ke 65, udah hampir 1 semester ini hidup gw Cuma tentang Ame. Mungkin ini usaha terakhir gw sebelum UAS. “hai Ame,” sapa ku dengan semangat yang mulai memudar “hai” sapaan yang sama sekali tidak berubah seperti awal ku menyapanya. “mau” ku tawarkan kripik tempe, oleh-oleh Pak De. “gak” jawaban singkat lagi. “heeeemmm enak tw Me, kriiiuuk...kriukkkk...” aku coba menggoda dengan kripik. “ribet banget seh..!!!” jawaban yang tidak hanya singkat, tapi juga ketus luar biasa.
31 Juli, hari dimana aku bangun dari mimpi. Mimpi memiliki Ame, pria sempurna yang aneh yang aku cinta. Selama ini tidak ada yang membantu ku tapi juga tidak ada yang menghalangiku termasuk Lona, Maya dan Restu. Kelas ku memang “sempurna”, mereka tahu bagaimana menghargai, termasuk meghargai lawan, aku tidak tahu kenapa aku bisa ada diantara kalian tapi aku tahu kalian begitu “menyenangkan”, memberiku banyak pelajaran. Sekarang aku sudah putuskan, Cukuplah usahaku enam bulan ini, cukuplah semua perhatian ku, cukuplah kesabarannku, cukuplah cintaku. Tak ada yang spesial yang pernah kita alami. Aku wanita, aku butuh yang mencinta. Terima kasih, sudah membiarkan aku berusaha selama eman bulan. Aku putuskan melupakanmu, melupakanmu sebagai orang tercinta, melupakanmu sebagai teman, bahkan melupakan bahwa kita saling kenal. Aku tidak sempurna, terima kasih telah menyadarkanku.
_Lulu dan Angga_
hehehe... itulah masa depanku. Aku yakin. 31 juli tahun berikutnya kami saling kenal dan... sekali lagi aku yakin, ku temukan yang aku mau.............. TERIMA KASIH ALLAH


 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top