Fri09Sep2011
Tentang cinta : sebuah esai
714 kali
0 kali
not admin's choice
Bagi orangtua, cinta adalah mendidik dan mengasuh anak-anak mereka dengan baik. Hingga mereka tumbuh besar dan berguna bagi semua. Imbalan buat mereka cukup senyum bahagia di wajah anak-anak mereka.
Bagi beberapa orang, cinta adalah terlarang. Mereka tak ingin masyarakat tahu ada rasa yang tak biasa di balik hubungan mereka.
Bagi anak SMA yang sedang dimabuk asmara, cinta adalah berdua bersama yang didamba. Entah itu belajar bersama, nonton di bioskop berdua, atau sekedar SMS-an dengan si dia.
Bagi para istri simpanan, cinta adalah sejauh apa pengorbanan suami agar hubungan mereka tidak menarik curiga istri tua.
Bagi si pengkhayal yang percaya akan Fairy tale, cinta adalah luar biasa. Cinta bisa membebaskan kutukan. Cinta adalah sangat indah, seolah dunia dipenuhi kepakan sayap kecil para peri, labu berubah menjadi kereta kencana, dan berdansa dengan Pangeran yang berparas rupawan, berakhir dengan happily ever after
Bagi yang baru patah hati, cinta adalah pedih yang luar biasa, bagaikan luka terbuka yang disiram air garam. Bukankah cinta itu indah?Namun mengapa cinta bisa sesakit ini!
Bagi si tuna netra, cinta adalah seseorang yang bisa membuat ia melihat indahnya dunia secara batin, walau secara lahir mereka tak mampu.
Bagi si tuna rungu, cinta adalah melodi yang indah. Terlalu indah sehingga tidak semua orang dapat mendengarnya—walaupun telinga mereka berfungsi secara normal.
Bagi saya, cinta adalah abstrak. Cinta adalah distorsi perasaan. Cinta dapat melemahkan sekaligus menguatkan. Hati saya belum cukup rela untuk membagi cinta dari Tuhan untuk dia—yang membawa rusuk saya. Maka itu Tuhan tidak mengijinkan saya untuk jatuh cinta lagi, paling tidak bukan sekarang.









































Post new comment