Surat Perpisahan Misterius

Shelin766HI
2.75
523 kali
0 kali

not admin's choice

Aku ingat hari itu. Hari Jumat yang sedikit kelabu karena mendung yang menggantung. Untunglah hujan belum turun ketika aku pulang dari sekolah. Ah ya. Hari ini memang hari paling melelahkan. Ada Try Out dari sekolah (karena sekarang aku kelas 6 SD), ditambah kegiatan ekstrakurikuler. Jadilah aku pulang pukul 16.30. Sesampainya di rumah, aku segera mengganti seragamku dengan baju rumah. Mama sedang asyik menonton TV di ruang tengah.  "Abi udah makan?" sapanya sambil menoleh ke arahku. "Sudah, Ma." "Mama mau pergi ke rumah teman jam 8 malam, kamu hati-hati di rumah ya," kata Mama. "Papa ikut, Ma?" tanyaku. "Iya. Kak Ola juga ikut. Walaupun ada Mbak Rina, kamu tetap hati-hati ya, " sahut Mama lagi. Kak Ola adalah kakakku satu-satunya. Aku mengangguk, mengiyakan. Asyik, berarti aku bisa bermain komputer sepuasnya!

[b]***[/b]

Aku menyalakan komputer.

Setelah komputerku menyala, aku langsung membuka web browserku. Kemudian aku membuka akun Facebook.

Hmm.... 13 notifications... dan.... 1 message? Aneh. Biasanya aku jarang mendapat message.

Dengan cepat kuklik message itu. Surat? Dari Michael Timothy Renata. Dia temanku yang paling dekat, meskipun aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya. Aku hanya mengenalnya dari dunia maya. Dari sebuah situs fanfic, kemudian berlanjut ke facebook.

Dia sudah kuanggap sebagai ayahku sendiri. Bahkan aku sering memanggilnya "Otousan" kalau sedang chat. Yah, memang umurnya sama denganku. Tapi melihat comments yang ia berikan dan status-statusnya, aku menyimpulkan kalau dia sifatnya jauh lebih dewasa.

Hmm... Aku membaca surat itu dengan teliti. Baris per baris... dan aku sedikit terkejut.

[i]To: Abigail Annastasia. [/i]

[i]From: Michael Timothy Renata.[/i]

[i]Abi sayang (jiaah...).. Maksudnya, Abi sahabatku yang paliiinggg baikk.... Pertama-tama, Timo mau minta maaf sama Abi. Karena Timo tiba-tiba mengirim message ini. Mungkin Abi bakal kaget membacanya. [/i]

[i]Timo akan men-deactive akun Facebook Timo ini. Begitu juga dengan akun Facebook Sherlia, kakak Timo. Ingat kan, kakak perempuan Timo yang paling gak jelas itu lho... Hehehe... [/i]

[i]Oke, to the point aja. [/i]

[i]Timo nggak bisa memberitahu Abi kenapa Timo harus men-deactive akun Facebook ini. Alasannya bisa dikatakan rahasia. Lagipula, Timo rasa Abi belum saatnya mengetahui yang sebenarnya. Mungkin suatu saat Abi akan lebih mengerti. Mungkin ya...[/i]

[i]Abi, Timo sadar kalau Timo memang nggak sopan tiba-tiba menghilang begini. Tapi ini demi kebaikan Abi. Juga demi kebaikan Timo. Dan demi kebaikan semuanya. Tolong sampaikan ke teman-teman yang lain ya, kalau ada yang menanyakan keberadaan Timo.[/i]

[i]Abi ingat Lyshia? Teman lama Timo. [/i]

[i]Timo minta Abi jagain Lyshia ya. Maksudnya, Timo ingin Abi jadi teman baik Lyshia. Tenang aja, Lyshia orangnya baik kok. Dia pasti care sama Abi. Hehehe... Oh ya, Timo nggak memberitahu Lyshia tentang ini. Nanti terserah Abi, bagaimana menjelaskan kepada Lyshia. Tolong ya, Abi. Timo minta maaf kalau Timo punya banyaaaaaakkkkkk banget salah sama Abi. Sip ya? ;)[/i]

[i]Tetap semangat dalam belajar! [/i]

[i] [/i]

[i]Sekali lagi Timo minta maaf kalau Timo punya banyak salah sama Abi. [/i]

[i]Salam sayang. Salah deh, salam hangat, [/i]

[i]Timo[/i]

[i]:) [/i]

Dahiku berkedut-kedut membacanya. Surat Perpisahan yang sangat misterius. Membingungkan malah.

Perasaanku.... Antara sedih dan bingung. Timo memang misterius. Aku bahkan tidak pernah melihat wajahnya seperti apa. Dia tidak pernah memasang satupun foto wajahnya di Facebook. Tapi aku percaya, dia orang baik-baik. Dia sahabatku, dia mengerti diriku. Dia bahkan sering menasihatiku. Dia baik. Dia benar-benar baik.

Entah apa alasan yang sebenarnya ia sembunyikan.

Aku tetap percaya padanya. Aku akan tetap menjalankan 'amanat' darinya, untuk menjadi teman Kak Lyshia, yang lebih tua setahun dariku. Kurasa, mungkin Timo menyukai Kak Lyshia.

Mungkin kata-katanya benar. Suatu saat aku pasti akan mengerti. Suatu saat aku akan tahu.

Sekarang kami tidak pernah berkomunikasi lagi. Akun Facebooknya tidak ada. Alamatnya aku tidak tahu. Nomor telepon apalagi. Akun Twitter ada, tapi dia tidak pernah menge-[i]tweet [/i]lagi. Benar-benar misterius.

Yah, mungkin saja kami bertemu. Mungkin saja.

Aku mengharapkan keajaiban dapat mempertemukan kami.

 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top