Sup Ayam

2.666665
302 kali
0 kali

not admin's choice

[i]Cuma semacam sharing aja, iseng-iseng -.-. Mau dimasukin ke contest tapi ini draftnya dulu dah, kenapa malah ke kesehatan ya? Ngawur -.-, alasannya liat di chapter selanjutnya. Eh emang boleh cerita bersambung? o.o [/i] Hari ini adalah hari pertama aku PKL, atau Praktek Kerja Lapangan untuk tugas proyekku di SMK Bina Kesehatan. Biasanya, di SMK, pada kelas 2 ada tugas untuk PKL dan bekerja di kantor-kantor. Semua anak-anak sangat menantikan hal ini. Alasannya karena ..... Uang. Sayangnya mereka bukan aku. Aku memang suka dengan uang, tapi aku tak suka PKL di SMK, apalagi bidang kesehatan. Berada di rumah sakit, siang dan malam. Membayangkannya saja bisa bikin merinding (background kamar mayat). Aku lebih suka memasak di rumah, sambil makan-makanan buatanku sendiri. Sayangnya, aku tidak akan di rumah untuk beberapa tahun karena aku masuk asrama (background petir).                 "Kika, aku sudah minum asem buatanmu loh, enak banget." Mika datang, suaranya yang tadinya serek-serek lendir udah kembali "Padahal tadi suaraku habis, tapi habis minum, suaraku balik lagi."                 "Iya, memang asem itu bisa dipakai untuk menyembuhkan batuk kering."                 "Tapi, kadang asik juga yah, kalau suaranya abis, bisa buat nge-scream." Oke, dia udah mulai mengkhayal.                 "Waktu jam makan siang aja, Kika bisa memodifikasi makanan yang tadinya nggak enak tapi bisa jadi enak."                 "Ah nggak, aku cuma nambahin bumbu aja." Aku jawab sekenanya saja.                 "Kenapa nggak masuk ke SMK Tata Boga aja? Kayaknya Kika bakat masak?"                 "Ah Jauh." Sebenarnya sih mau aja masuk, tapi uang nggak punya, dan kalau masuk ke bidang kesehatan aku pikir bisa dapet uang lebih banyak. Dokter bisa dapet banyak duit. Yaaah sayangnya aku masuk ke jurusan yang salah. Aku malah masuk ke bidang Keperawatan =.=. Apa aku salah jalan? *** Mukanya sudah mulai pucat? Kenapa dia? Kalau begini dia harus masuk ke rumah sakit.                 "Bagaimana dokter?" Tanyaku. Aku sangat takut dia akan meninggal.                 "Dia terkena diabetes."                 Mukaku pun langsung pucat, ini semua salahku. Kalau bukan karenaku pasti dia tidak begini. Sambil memakan

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top