Mon21Mar2011
Sup Ayam
302 kali
0 kali
not admin's choice
[i]Cuma semacam sharing aja, iseng-iseng -.-. Mau dimasukin ke contest tapi ini draftnya dulu dah, kenapa malah ke kesehatan ya? Ngawur -.-, alasannya liat di chapter selanjutnya. Eh emang boleh cerita bersambung? o.o
[/i]
Hari ini adalah hari
pertama aku PKL, atau Praktek Kerja Lapangan untuk tugas proyekku di SMK Bina
Kesehatan. Biasanya, di SMK, pada kelas 2 ada tugas untuk PKL dan bekerja di
kantor-kantor. Semua anak-anak sangat menantikan hal ini. Alasannya karena .....
Uang. Sayangnya mereka bukan aku. Aku memang suka dengan uang, tapi aku tak
suka PKL di SMK, apalagi bidang kesehatan.
Berada di rumah sakit,
siang dan malam. Membayangkannya saja bisa bikin merinding (background kamar
mayat). Aku lebih suka memasak di rumah, sambil makan-makanan buatanku sendiri.
Sayangnya, aku tidak akan di rumah untuk beberapa tahun karena aku masuk asrama
(background petir).
"Kika, aku sudah minum asem buatanmu loh, enak
banget." Mika datang, suaranya yang tadinya serek-serek lendir udah
kembali "Padahal tadi suaraku habis, tapi habis minum, suaraku balik
lagi."
"Iya, memang asem itu bisa dipakai untuk
menyembuhkan batuk kering."
"Tapi, kadang asik juga yah, kalau suaranya
abis, bisa buat nge-scream." Oke, dia udah mulai mengkhayal.
"Waktu jam makan siang aja, Kika bisa
memodifikasi makanan yang tadinya nggak enak tapi bisa jadi enak."
"Ah nggak, aku cuma nambahin bumbu aja."
Aku jawab sekenanya saja.
"Kenapa nggak masuk ke SMK Tata Boga aja?
Kayaknya Kika bakat masak?"
"Ah Jauh." Sebenarnya sih mau aja masuk,
tapi uang nggak punya, dan kalau masuk ke bidang kesehatan aku pikir bisa dapet
uang lebih banyak. Dokter bisa dapet banyak duit. Yaaah sayangnya aku masuk ke
jurusan yang salah. Aku malah masuk ke bidang Keperawatan =.=. Apa aku salah
jalan?
***
Mukanya sudah mulai
pucat? Kenapa dia? Kalau begini dia harus masuk ke rumah sakit.
"Bagaimana dokter?" Tanyaku. Aku sangat
takut dia akan meninggal.
"Dia terkena diabetes."
Mukaku pun langsung pucat, ini semua salahku. Kalau
bukan karenaku pasti dia tidak begini. Sambil memakan







































Post new comment