Siapakah Dia??? Ditengok Lenyap!

Brian Pratama
Others
3
297 kali
0 kali

not admin's choice

Saat itu hari Jumat siang yang melelahkan, aku masih duduk di bangku kelas 5 SD sebagai murid di sekolah SD Laboratorium UNESA Ketintang. Hari itu aku dijemput oleh mamaku pulang dari sekolah. Sempat ku bercerita tentang hal yang menyenangkan di hari itu, seperti nilai ulanganku yang baik, pujian guru, dan lain sebagainya. Kalian pasti tahu kan Masjid Agung!. Nah disitulah semuanya terjadi. Saat itu mobilku berbelok ke kiri. Di pinggir jalan aku melihat seseorang yang minta-minta dengan bajunya yang usang dan sungguh kotor. Orang itu cacat fisiknya, kakinya buntung satu hingga disangga oleh sebatang kayu, tangannya hanya satu yang kanan saja, keriput lagi. Wajahnya tak begitu terlihat jelas karena tertutup oleh topi usangnya, ditambah lagi kumis dan janggutnya yang lebat dan beruban. Mamaku dan aku pasti terharu melihat keadaanya. Lalu segera saja mobilku dihentikan di depan orang itu beberapa meter jauhnya. “ Sayang ini kasih ke orangnya ya, kasihan sekali orang itu “ kata mamaku dengan memberikan uang 10.000 Rupiah. Dengan berbekalkan uang itu, aku turun dari mobil. Entah kenapa saat mendekatinya perasaanku tenteram, kesejukan terasa di badanku padahal kendaraan pembawa racun berlalu lalang di sebelahku. Aku menatapnya ragu, namun aku berusaha. Saat berhasil kulihat wajahnya yang tak begitu jelas itu kedamaian terasa menyelimuti, namun rasanya aku tak ingin lama-lama melihat wajahnya itu. Perlahan-lahan tangan kananku memberikan uang itu ke tangan keriputnya. Betapa senangnya dia saat kuberi uang, dia berterima kasih sebesar-besarnya sambil mendoakanku, “ Terima kasih banyak nak, semoga kamu besarnya sukses, selalu diberi jalan sama Tuhan YME “. Aku mengiyakan. Dengan tak tanggung-tanggung aku berlari kecil masuk kembali ke mobilku, lama-lama menatapnya tak enak juga perasaanku. Sampai di mobil aku bercerita kepada mamaku tentang peristiwa bahwa aku didoakan oleh pengemis itu. “ Yah itulah gunanya kau bersedekah “ jawab mamaku sambil mulai berjalan dan dia menyuruhku menengok ke belakang. Betapa kagetnya aku saat kutoleh ke belakang pengemis tadi hilang, bagaikan tertelan bumi. Kuperiksa ke seluruh penjuru jalan kecil itu namun tak kutemukan sama sekali. Segera saja kubalikkan badanku dan berkata kepada mamaku “Ma pengemis tadi hilang! “ mamaku sih percaya gak percaya “ Ah masak sih gak mungkin kan. Pasti kamu salah lihat!” sangkanya. Aku menyuruh mamaku melihat sendiri, alangkah kagetnya ternyata pengemis itu memang tidak ada. di dekat pengemis itu pun tak ada gang atau belokan apapun. Sungguh ajaib. Sesampainya di rumah kuceritakan pengalaman ini ke papaku. “Ternyata benar yang dikatakan Al-quran, yang kau temui itu adalah seorang utusan Allah alias malaikat yang menguji kebaikan manusia“ jawab papaku penuh religiuisme. Sanpai saat ini kupercaya bahwa pengemis itu adalah malaikat yang menjelma menjadi orang miskin dan menuntut kebaikan dari kita. Alhamdulillah akulah salah satunya, sungguh beruntung!

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments

  • Crow's picture

    well something like that is

    2

    well something like that is really happening in human's life..
    i dont really want to comment on yoour story telling skill since i dont think it is needed..
    well good luck for the next..

    I am not person worthy of your concern

return to top