Sun13Mar2011
Siapakah Dia??? Ditengok Lenyap!
297 kali
0 kali
not admin's choice
Saat itu hari Jumat siang yang melelahkan, aku masih duduk di bangku
kelas 5 SD sebagai murid di sekolah SD Laboratorium UNESA Ketintang.
Hari itu aku dijemput oleh mamaku pulang dari sekolah. Sempat ku
bercerita tentang hal yang menyenangkan di hari itu, seperti nilai
ulanganku yang baik, pujian guru, dan lain sebagainya.
Kalian pasti tahu kan Masjid Agung!. Nah disitulah semuanya terjadi.
Saat itu mobilku berbelok ke kiri. Di pinggir jalan aku melihat
seseorang yang minta-minta dengan bajunya yang usang dan sungguh kotor.
Orang itu cacat fisiknya, kakinya buntung satu hingga disangga oleh
sebatang kayu, tangannya hanya satu yang kanan saja, keriput lagi.
Wajahnya tak begitu terlihat jelas karena tertutup oleh topi usangnya,
ditambah lagi kumis dan janggutnya yang lebat dan beruban.
Mamaku dan aku pasti terharu melihat keadaanya. Lalu segera saja
mobilku dihentikan di depan orang itu beberapa meter jauhnya. “ Sayang
ini kasih ke orangnya ya, kasihan sekali orang itu “ kata mamaku dengan
memberikan uang 10.000 Rupiah. Dengan berbekalkan uang itu, aku turun
dari mobil. Entah kenapa saat mendekatinya perasaanku tenteram,
kesejukan terasa di badanku padahal kendaraan pembawa racun berlalu
lalang di sebelahku. Aku menatapnya ragu, namun aku berusaha. Saat
berhasil kulihat wajahnya yang tak begitu jelas itu kedamaian terasa
menyelimuti, namun rasanya aku tak ingin lama-lama melihat wajahnya itu.
Perlahan-lahan tangan kananku memberikan uang itu ke tangan keriputnya.
Betapa senangnya dia saat kuberi uang, dia berterima kasih
sebesar-besarnya sambil mendoakanku, “ Terima kasih banyak nak, semoga
kamu besarnya sukses, selalu diberi jalan sama Tuhan YME “. Aku
mengiyakan.
Dengan tak tanggung-tanggung aku berlari kecil masuk kembali ke
mobilku, lama-lama menatapnya tak enak juga perasaanku. Sampai di mobil
aku bercerita kepada mamaku tentang peristiwa bahwa aku didoakan oleh
pengemis itu. “ Yah itulah gunanya kau bersedekah “ jawab mamaku sambil
mulai berjalan dan dia menyuruhku menengok ke belakang. Betapa kagetnya
aku saat kutoleh ke belakang pengemis tadi hilang, bagaikan tertelan
bumi. Kuperiksa ke seluruh penjuru jalan kecil itu namun tak kutemukan
sama sekali. Segera saja kubalikkan badanku dan berkata kepada mamaku
“Ma pengemis tadi hilang! “ mamaku sih percaya gak percaya “ Ah masak
sih gak mungkin kan. Pasti kamu salah lihat!” sangkanya. Aku menyuruh
mamaku melihat sendiri, alangkah kagetnya ternyata pengemis itu memang
tidak ada. di dekat pengemis itu pun tak ada gang atau belokan apapun.
Sungguh ajaib. Sesampainya di rumah kuceritakan pengalaman ini ke
papaku. “Ternyata benar yang dikatakan Al-quran, yang kau temui itu
adalah seorang utusan Allah alias malaikat yang menguji kebaikan
manusia“ jawab papaku penuh religiuisme. Sanpai saat ini kupercaya bahwa
pengemis itu adalah malaikat yang menjelma menjadi orang miskin dan
menuntut kebaikan dari kita. Alhamdulillah akulah salah satunya, sungguh
beruntung!
Comments
-
well something like that is
Submitted by Crow on 12 April, 2011 - 22:50.well something like that is really happening in human's life..
i dont really want to comment on yoour story telling skill since i dont think it is needed..
well good luck for the next..I am not person worthy of your concern








































Post new comment