Sat18Jun2011
Setitik Cahaya
336 kali
0 kali
not admin's choice
Dimulai saat tahun 1992 dibulan Januari.
Saat itu hujan lebat, Reyga seorang perempuan yang tomboy duduk di depan jendela kamarnya, menatap keluar jendela memperhatikan setiap titik hujan yang berjatuhan. Reyga memegang dadanya sambil menahan rasa sakit. Saat itu umurnya berkisar 16 tahun.
Pagi datang menjelang. Terdengar suara kicauan burung. Ibu reyga memanggil reygha untuk makan bersama di bawah. Secepat mungkin reyga turun, karena dia jarang sekali mendapat kegiatan makan bersama dengan ibunya, maklum ibunya selalu di luar kota, jadi itulah yng menbuat reyga begitu semangat karena ibunya baru pulang dari luar kota. Saat umur rey 5 tahunm ayahnya meninggalkan dirinya dan ibunya demi istri barunya.
"Reyga, makan yang banyak ya.", pinta ibunya kepada reyga yang sudah duduk manis di meja makan.
"Pasti ma.", reyga mengancungkan jempol kepada ibunya.
Ibunya duduk di depan reyga, dan hanya tersenyum.
Reyga hanya terdiam dan makan sayur terong kesukaannya.
"Rey..", desah ibunya pelan.
"Iya ma?" , balas reyga.
"Hari ini mama ada tugas ke luar kota lagi." ucap ibunya.
"Hari ini ma?", balas reyga dengan wajah penuh kecewa.
"Iya rey. maafin mama ya sayang", jawab ibunya hampir menangis.
"Iya sudah lah ma, lagian mama lakukan itu juga untuk aku." jawab reyga dengan senyum kebohongan.
Ibunya hanya tersenyum.
sarapan usai. Ibunya lekas mengambil tasnya dan pergi dengan mobil merahnya.
reyga hanya melambaikan tangannya.
Bi Ayu. Pembantu di keluarga reyga yang setia, dia sudah menjadi pekerja dirumah itu sejak reyga umur 2 tahun. Reyga sudah menganggapnya ibu kedua yang selalu ada di sampingnya.
"Bi, aku berangkat ya bi" ucap reyga teriak dari bawah.
"Iya, non." jawab bi ayu sambil menuruni tangga.
[b]~Di sekolah[/b]
selesai pelajaran..
"Rey!" sapa Randy teman laki laki terdekat rey.
"Hapah?" jawab reyga galak.
"Ah, elu. ee, gimana DVD yang kemaren aku kasih. bagus kan?" tanya Randy.
"Belum sempat aku tonton." jawab Reyga datar.
"Uda sana pergi." sambung Reyga.
Reyga lantas berlari ke toilet. Ia pergi ke washtafel dan memuntahkan darah.
Reyga cepat cepat membersihkan darah di mulut dan tangannya.
Dan ia langsung ke kelas, dengan wajah yang tidak merasakan apa apa.
"Dari mana lu?" tanya Randy yang sudah ada di kelas.
"Nda dari mana mana." jawab Reyga marah.
Randy menatap Reyga aneh, dan menghampiri Reyga.
"Lu habis muntah lagi Rey?"
"Nda!" jawab Reyga menghentaknya.
Randy mendorong Reyga hingga Reyga tersandar di tembok.
"Lu apa apaan?"teriak Reyga
waktu tu kelas sepi.
Randy menunjuk darah yang ada di kerah baju Reyga.
"Apa ini!"
"bukan apa apaan?" jawab reyga pasrah.
Randy menarik kerah baju Reyga, berteriak di depan wajahnya, "Lo tau ga.! gw ini terlalu khawatir ama lo! lo sadar donk, mash ada gw disisi lo.! lo anggap gw apa? hah?"
Reyga hanya menahan tangis.
Randy langsung mendekap Reyga di pelukannya.
"Maafin aku Ran. justru aku ga mau km khawatir." ucap Reyga terbata bata dalam tangisnya.
"Di rumah lo ada siapa sekarang?", tanya Randy.
"Cu cuma ada bibi." jawab Reyga sambil menangis menjadi jadi.
"Malam ini gw nginep di rumah lo.!" jawab Randy tegas.
"Buat apa?", tanya Reyga melepaskan pelukan Randy.
"Gw mau jagain lo, gw tau lo kesepian. gw bakal tidur di ruang tengah kok, sambil numpang nonton DVD yng kemarin, hehe", seru Randy tersenyum.
"gw anter lo pulang ya, ntar sore jam 4 aku dateng ke rumah lo. oke?", sahut Randy menyambung.
Reyga hanya mengangguk.
~sesampainya di rumah reyga.
"daa, rey", sahut randy dari dalam mobil.
[i]tak kusangka, sudah lebih dari 6 tahun aku selalu bersamanya[/i] [i]Reyga sudah mulai berubah dari sifatnya yang dulu. Hehe jadi teringat waktu nyolong mangga bareng Reyga waktu masih SD. aku juga masih inget waktu dia kerumahku ngajakin main layangan, dulu dia laki banget, haha mungkin aku kalah macho sama dia waktu itu. waktu SMP dia malah lebih cool, dari aku. tapi kenapa sekarang dia jadi lemah begitu.. tapi aku tetap sayang padanya, walau dia begitu.,, [/i]Ucap Randy dalam hatinya.
~Malam tiba.
"Hiya! hiya hiya! goolllll!!!!!!", teriak Randy yang lagi asik nonton bola di ruang tengah rumah Reyga.
"Ssssssttttt!!!! jngan teriak teriak," ucap Reyga sambil melempar kacang pada Randy.
"AHahaha. emang kenapa?" tanya Randy.
"Bi Ayu uda tidur, kasian jgn di ganggu.", jawab Reyga sambil cekikikan.
"Ah, elu!" jawab Randy sambil memukul pelan kepala Reyga.
Tiba tiba.
" Reyga!!!", ucap Randy kaget.
"Hah kenapa?" tanya Reyga.
"Elo mimisan!", ucap Randy sambil memegangi hidung reyga.
dan...
Dukk..!!
Reyga jatuh ke lantai dan pingsan.
~Pagi datang.
Randy terlihat sangat eksis dengan bajunya yang keren.
"Hoaaammmbbb...", bunyi desah nguapan Reyga yang baru bangun.
"Hey, cung!" jawab Randy meledek.
"Apa lu bilang?". Reyga bergegas turun dari tangga dan memukul kepala Randy.
"AWW,, ah lu jadi cewe kejam bangt" kata Randy sambil memegangi kepalanya.
"Jalan yuk!" pinta Randy ke Reyga.
"Yuk! Tapi ajak Bibi, kasian, sendirian di rumah, kemarin kan ada Mas bejo si tukang bakso tapi sekarang ga da kan kasian bi ayu.", pinta reyga.
"mmm,,,,, oke lah." sahut Randy mensetujui.
"Tidak usah non," sahut bi ayu tiba tiba.
"nanti temen bibi juga pada kesini kok, mereka mau belajar bikin kue, jadi bibi ga kesepian kok non. non rey jalan aja sana sama mas Randy." ucap bi ayu bohong.
"Yaudah deh, tapi aku mandi dulu ya.," kata Reyga.
~Setengah jam kemudian.
"Yuk.." ucap Reyga
"Sudah siap?" jawab Randy
"Uda,, daa bi.." ucap Reyga sambil melambaikan tangan.
~di dalam mobil
"Kita mau kemana?" tanya Reyga
"Ke tempat idaman ku" sahut Randy
"ooooo...." jawab Reyga singkat.
~sesampainya.
randy langsung menarik tangan Reyga keluar dari mobil dan mengajaknya ke sebuah jembatan yang indah. " Kita disini sampai malam ya, ada yng mau aku tunjukin" pinta Randy.
"hah? iya deh terserah mu aja." jawab Reyga santai.
berjam jam, mereka hanya terdiam menatap langit sambil tidur tiduran di atas rerumputan hijau.
~malam tiba.
[i]Ini malam terakhir ku unutk mu Reyga, Ku harap kau mengerti maksud dari hal yang aku lakukan ini.Teruslah melangkah, lawan rasa sakit mu itu, aku yakin kamu bisa sembuh. aku rela memberikan hidup ku untuk dirimu, teruslah hidup. aku ingin kau untuk berjanji pada ku. [/i]Ucap Randy dalam hati, sambil tersenyum kepada Reyga..
"Hey reyga, lihat." ucap randy sambil menunjuk langit.
"Iya aku lihat." Jawab Reyga.
"kamu tau tidak, bintang bintang itu berbentuk apa?" tanya Randy.
"ntah lah." jawab reyga datar.
"itu bentuk kupu kupu." ucap Randy sambil tersenyum.
"Kuharap kamu bisa seperti kupu kupu, terbang kemana pun kau suka, mencari arti hidup mu sesungguhnya."lanjut randy.
"Aku tak mengerti maksudmu" jawab reyga dengan wajah bingung menatap randy.
andy
~ke esokkan harinya.
saat di sekolah. Reyga tidak melihat Randy.
reyga mencoba menghubungi rumahnya, dia sudah tak ada.
dan reyga akhurnya memutuskan untuk ketempat semalam ia bersama randy.
namun... tak ada pula.
[b]Setahun Kemudian..[/b]
Ibunya Rey, memilih untuk berwiraswasta. agar tidak pindah pindah kota.
Reyga menjalani hidupnya dengan memikirkan Randy.
Hingga Reyga tidak memikirkan dirinya sendiri.. keadaannya semakin parah. Wjahnya memucat.
Ibunya panik, dan memilih membawanya ke rumah sakit.
Dokter mencoba mengobati Reyga.
namun,, tak bisa. Dokter menyarankan ntuk membawa Reyga ke Singapore, untuk pengobatan lebih lanjut.
Ibu rey, menyanggupinya. Reyga di bawa ke rumah sakit di Singapore.
2 hari Reyga di rawat inap.
hingga saat hari ketiga.
Seorang dokter, memeriksanya dan mulai mengoperasi kangker otak yang dialamu reyga.
operasi berjalan sukses, reyga belum bisa di jenguk. karena perawatan yang masih harus di itensifkan.
5 hari setelah operasi, rey sudah bisa terbangun, walau kemana mana harus di dorong di kursinya.
"Nurses, let me alone that brings the patient." pinta seorang dokter.
Reyga hanya terdiam, mentap serius dokter itu.
"well, the doctor," sahut suster itu
Reyga di bawa ke taman di Rumah sakit itu.
"Gimana kabar mu?" tanya dokter itu.
"Agak lumayan dok." sahut Reyga.
"Hey ada kupu kupu, lihat itu!" ucap dokter itu.
"Kuharap kamu bisa seperti kupu kupu, terbang kemana pun kau suka, mencari arti hidup mu sesungguhnya.", lanjut dokter itu
Reyga tersentak, dan lantas memandang wajah dokter itu.
Namun tak ada yang dia ingat.
Reyga menarik lengan baju donkter itu, " ualngin perkataan mu tadi", pinta reyga.
"Kuharap kamu bisa seperti kupu kupu, terbang kemana pun kau suka, mencari arti hidup mu sesungguhnya.", ucap randy mengulangi.
lagi...
"Kuharap kamu bisa seperti kupu kupu, terbang kemana pun kau suka, mencari arti hidup mu sesungguhnya.", ucap randy mengulangi, karena bingung
.
Reyga menangis dan langsung memeluk dokter itu.
"Randy.. sekarang kamu sudah berhasil menjadi dokter yang kamu cita citakan", ucap Reyga sambil menangis.
"Kau masih mengingatku ternyata." Randy mengelus punggung Reyga.
"Setelah kau sembuh, mau kah kau menjadi istriku?", tanya Randy.
"Hah? apa kamu bilang" ucap Reyga sambil memukul kepala Randy dan langsung tertawa.
Randy hanya diam, dan tersenyum.
"Iya, aku mau..", jawab Reyga.
Ibu dan bibi ayu, hanya tersenyum terharu melihat mereka dari balik tiang rumah sakit.
Comments
-
ahahahaha,,, ni cuma cerita
Submitted by nheily rozhaline on 20 June, 2011 - 12:51.ahahahaha,,, ni cuma cerita khayalan ku ajh..
kikikikikiki








































Post new comment