Science Club Vs Math Club

nheily rozhaline
Part 2
Masculine
2.75
375 kali
0 kali

not admin's choice

Pagi datang, ayam berkokok tanda aku harus cepat-cepat mandi. Setelah aku siap untuk berangkat aku melupakan buku PR matematikaku dimeja belajar. Waktu sesampainya disekolah aku baru tahu jika buku Matematikaku tertinggal, dengan menyesal aku menemui Pak Muji sebelum bel masuk bunyi , aku berkata jujur jika buku PR matematikaku tertinggal jadi aku sangat minta maaf. Pak Muji hanya tertawa dan menyerahkan sebuah lembar kertas  yang berisi soal-soal PR itu, aku disuruh mengerjakannya di buku lain dengan cepat. Maklum aku sudah kenal Pak Muji dari kelas 3, dan Pak Muji hafal benar sifatku yang pelupa. Bel masuk bunyi, namun masih 2 nomor yang belum kuselesaikan, cepat-cepat aku masuk ke kelas dan melanjutkan sisanya dikelas. Saat pelajaran Pertama selesai,Pak Muji memanggilku dan menanyakan apakah sudah selesai aku mengerjakannya, aku jawab dengan senyuman sudah Pak!, lantas Pak Muji mengajakku untuk mengoreksi dan memberi nilai ulangan kelas 5 A dan B.  Anak sains yang melihat aku tersayang guru matematika terhebat itu, mereka langsung mengadukan kepada ketua club mereka. Sesudah aku mengoreksi, aku melanjutkan sisa istirahatku untuk melanjutkan PR yang tadi malam belum ku selesaikan, tiba-tiba aku terkejut karena ada yang memukul mejaku, ternyata itu adalah anggota salah satu dari science club. Aku lantas marah, dan berteriak didepannya, dia langsung berkata aku ini sangat bodoh sains, aku berkata apa urusanmu dengan kemampuanku dia hanya tertawa dan mengejekku, saat aku berdiri dan mulai mengepal tangan, dayu datang dan memarahi dia. Dia langsung pergi meninggalkan aku dan Dayu. Dayu berkata, “ sepertinya anak club sombong itu mau menantang club kita perang.’’ aku hanya diam dan langsung memasukkan bukuku ke dalam tas dan pergi ke halaman sekolah untuk berdiam diri, tiba-tiba datang ketua club sains dan duduk disebelahku dan mengajakku berkenalan. Beberapa lama kemudian dia pergi tanpa berkata apapun lagi sesudah berkenalan. “ Club mereka sangat menyebalkan.”, teriakku di halaman yang sepi itu, lalu aku baru sadar jika bel masuk sudah berbunyi, makanya itu ketua club sains pergi, cepat-cepat aku lari dan masuk kelas, didalam kelas ternyata sudah ada Pak Muji yang sedang mengajar Matematika, maklum sat itu memang pelajaran matematika. Aku dipanggil maju kedepan dan mengoreksi latihan PR teman sekelasku, aku tahu sebenarnya itu adalah hukuman aku masuk kelas terlambat. Akumaju kedepan kelas sambil menundukkan kepala karena malu, tapi saat beberapa buku sudah aku koreksi, aku melihat anak-anak sains itu banyak yang tidur, mengobrol sendiri, main hp/psp dan lain-lain, sebenarnya mereka memang tidak suka pelajaran matematika, dengan ide cemerlang aku membisikkan kelakuan anak-anak sains yang bermalas-malasan itu di telingan Pak Muji, Pak Muji langsung mengangguk dan membolehkan aku duduk ditempatku kembali, dan anak-anak itu asyik bermain hingga pelajaran matematika itu selesai. Setelah bel istirahat berbunyi, buku latihan dikembalikan kembali ke teman-teman, tan saat aku memasukkan buk latihanku tiba-tiba anak sains itu memarahiku , karena dikira aku yang menyalahkan semua jawaban mereka, hingga meraka mendapat nilai 5. Baru ku ingin menjelaskan tiba-tiba Intan datang memberi kabar bahwa semua anggota yang tadi tidak menyimak pelajaran dipanggil Pak Muji, lalu semua kaget dan langsung menemui Pak Muji. Aku menikmati sisa istirahatku didepan kelas Putri sambil memperhatikan anak so cute kemarin, tak sadar aku melamun dan tak mendengar bel masuk. Aku pun baru sadar saat dikejutkan Intan, dia bertanya padaku apakah aku ingin kenal Ridwan atau tidak, belum aku jawab Intan sudah berjanji mau kenalin anak itu besok. Saat dirumah aku, aku asyik berbincang dengan Putri lewat Handphone, maklum Putri temen yang paling deket, apalagi baru masuk kelas baru, pasti ada teman baru juga, karena malas mau deketin jadi temenan sama yang sudah ada saja. Aku cerita tentang anak sekelas Putri yang so cute itu, ternyata Putri tahu banyak tentang dia. Data yang aku temui dalam perbincangan saat itu, Ridwan anak yang keras kepala, rajin ngaji didempat ngaji yang bareng sama Putri dan Belinda, dan dia pernah pacaran sama Belinda dan pernah ciuman bibir dua kali. Malam semakin larut, aku masih mengerjakan PR ku sambil telfon-telfonan sama Putri, dan rupanya Putri berminat untuk ganti ekstrakulikuler bareng sama aku, yaitu di math club. Setelah mulai tengah malam, aku pun tidur dan berharap besok adalah hari ekstra yang kedua dengan menyenangkan. Pagi yang sangat ribut, karena alarm berbunyi keras dan adik dan kakakku yang berebut mandi duluan. Aku pun terbangun dan lekas mengambil handuk untuk antri kamar mandi, maklum aku hidup di rumah sederhana yang hanya memiliki satu kamar mandi, jadi harus sabar antri. Persoalan dirumah sudah selesai, jadi sekarang kita beralih kesekolah yang menyebalkan itu lagi. Pelajaran berjalan biasa namun lagi-lagi ruang club kita diambil alih oleh club musuh bebuyutan itu lagi, saat itu terjadilah peperangan, math club akhirnya harus mengalah dulu saat itu, karena kita yang kalah jumlah, memang sejak dulu banyak yang tidak tertarik dengan ekstra matematika. Jam sekolah usai, waktu pulang yang sangat menyebalkan gara-gara ditutup oleh keributan antar club yang ga mau kalah. Sesampai dirumah, aku langsung menelfon Putri, dan bercerita tentang masalah tadi pagi saat disekolah. Putri hanya tertawa, dan berkata “sorry aku ga bisa bantuin saat itu, aku lagi sakit.” karena tahu Putri sakit aku menutup pembicaraanku saat itu, untuk tidak mengganggu dia istirahat. Malam berlanjut, dan aku baru tahu janji Intan untuk mengenalkan aku dengan Ridwan. Aku pun tidur, dan berharap besok lebih baik dari keributan kmarin dan aku juga ingin menagih janjinya. Pagi datang, pagi sepi disekolah adalah yang paling mustahil, namun pada saat itu aneh memang bener-bener sepi, aku tiba-tiba diganggu oleh anak-anak club sains itu. Namun pada saat itu Yasmin datang dan menolongku, ia pun mengajakku ikut bergabung dengan Genknya, karena dia anak yang paling ditakutin sepertinya aku bisa memanfaatkannya buat balas dendam club sains itu, dan akhirnya aku tergabung dalam genk itu. Genk itu dianggotakan oleh: [b]Yasmin Mulia[/b], anak yang tomboy, punya banyak teman, punya 3 pacar sekaligus, dan paling lama besahabat 6 bulan. [b]Maharani Noor[/b],anak ini sebenarnya polos dan lugu. namun dia sedikit nakal semenjak berteman dengan Yasmin, punya pacar 2. [b]Adinda Astika[/b], anak pendek ini, lumayan tomboy, humoris, aktif, dan jarang punya pacar namun dia selalu direbutin cowok. Yamin mengangkatku menjadi wakil di genk itu. Dan aku menetapkan nama genk kita [b]D’Black Roller Dead[/b], kenapa dinamain ini, karena setiap orang yang punya masalah dengat genk ini akan masuk kedalam masalah besar. Hari-hari terus berlalu, semenjak aku tergabung dalam genk itu belum ada sama sekali anak club sains yang mau marahin aku.Aku mulai punya banyak teman, dan aku juga deket sama Ridwan semenjak ikut genk ini. Ga sia-sia aku manfaatin genk ini. Tidak kusadar sifatku mulai berubah mengikuti Yasmin, hingga disuatu pagi saat berangkat sekolah papaku menegurku, namun aku mencuekin saja. Aku mulai sangat bersahabat dengan 3 kawan terbaikku ini. Disekolah, genk kita ini ditambah Intan dipanggil ke ruang kepala sekolah, disana genk kita dimarahi Intan pun pula terkena marah Pak Kepala. Namun teguran Pak Kepala sekolah pun tak mempan bagi genk kita. Aku sangat berhutang dengan genk ini karena genk ini yang comblangin aku sama Ridwan hingga aku sama Ridwan pacaran. ~bersambung

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments


return to top