Thu23Jun2011
Science Club Vs Math Club
375 kali
0 kali
not admin's choice
Pagi datang, ayam berkokok tanda aku harus
cepat-cepat mandi. Setelah aku siap untuk berangkat aku melupakan buku PR
matematikaku dimeja belajar. Waktu sesampainya disekolah aku baru tahu jika
buku Matematikaku tertinggal, dengan menyesal aku menemui Pak Muji sebelum bel
masuk bunyi , aku berkata jujur jika buku PR matematikaku tertinggal jadi aku sangat
minta maaf. Pak Muji hanya tertawa dan menyerahkan sebuah lembar kertas yang berisi soal-soal PR itu, aku disuruh
mengerjakannya di buku lain dengan cepat. Maklum aku sudah kenal Pak Muji dari
kelas 3, dan Pak Muji hafal benar sifatku yang pelupa.
Bel masuk bunyi, namun masih 2 nomor yang belum
kuselesaikan, cepat-cepat aku masuk ke kelas dan melanjutkan sisanya dikelas.
Saat pelajaran Pertama selesai,Pak Muji memanggilku dan menanyakan apakah sudah
selesai aku mengerjakannya, aku jawab dengan senyuman sudah Pak!, lantas Pak
Muji mengajakku untuk mengoreksi dan memberi nilai ulangan kelas 5 A dan B.
Anak sains
yang melihat aku tersayang guru matematika terhebat itu, mereka langsung
mengadukan kepada ketua club mereka. Sesudah aku mengoreksi, aku melanjutkan
sisa istirahatku untuk melanjutkan PR yang tadi malam belum ku selesaikan,
tiba-tiba aku terkejut karena ada yang memukul mejaku, ternyata itu adalah
anggota salah satu dari science club.
Aku lantas marah, dan berteriak didepannya, dia
langsung berkata aku ini sangat bodoh sains, aku berkata apa urusanmu dengan
kemampuanku dia hanya tertawa dan mengejekku, saat aku berdiri dan mulai
mengepal tangan, dayu datang dan memarahi dia. Dia langsung pergi meninggalkan
aku dan Dayu.
Dayu berkata, “ sepertinya anak club sombong itu mau
menantang club kita perang.’’ aku hanya diam dan langsung memasukkan bukuku ke
dalam tas dan pergi ke halaman sekolah untuk berdiam diri, tiba-tiba datang
ketua club sains dan duduk disebelahku dan mengajakku berkenalan. Beberapa lama
kemudian dia pergi tanpa berkata apapun lagi sesudah berkenalan.
“ Club mereka sangat menyebalkan.”, teriakku di
halaman yang sepi itu, lalu aku baru sadar jika bel masuk sudah berbunyi,
makanya itu ketua club sains pergi, cepat-cepat aku lari dan masuk kelas, didalam
kelas ternyata sudah ada Pak Muji yang sedang mengajar Matematika, maklum sat
itu memang pelajaran matematika. Aku dipanggil maju kedepan dan mengoreksi
latihan PR teman sekelasku, aku tahu sebenarnya itu adalah hukuman aku masuk
kelas terlambat.
Akumaju kedepan kelas sambil menundukkan kepala
karena malu, tapi saat beberapa buku sudah aku koreksi, aku melihat anak-anak
sains itu banyak yang tidur, mengobrol sendiri, main hp/psp dan lain-lain,
sebenarnya mereka memang tidak suka pelajaran matematika, dengan ide cemerlang
aku membisikkan kelakuan anak-anak sains yang bermalas-malasan itu di telingan
Pak Muji, Pak Muji langsung mengangguk dan membolehkan aku duduk ditempatku
kembali, dan anak-anak itu asyik bermain hingga pelajaran matematika itu selesai.
Setelah bel istirahat berbunyi, buku latihan
dikembalikan kembali ke teman-teman, tan saat aku memasukkan buk latihanku
tiba-tiba anak sains itu memarahiku , karena dikira aku yang menyalahkan semua
jawaban mereka, hingga meraka mendapat nilai 5. Baru ku ingin menjelaskan
tiba-tiba Intan datang memberi kabar bahwa semua anggota yang tadi tidak
menyimak pelajaran dipanggil Pak Muji, lalu semua kaget dan langsung menemui
Pak Muji.
Aku menikmati sisa istirahatku didepan kelas Putri
sambil memperhatikan anak so cute kemarin, tak sadar aku melamun dan tak
mendengar bel masuk. Aku pun baru sadar saat dikejutkan Intan, dia bertanya
padaku apakah aku ingin kenal Ridwan atau tidak, belum aku jawab Intan sudah
berjanji mau kenalin anak itu besok.
Saat dirumah aku, aku asyik berbincang dengan Putri
lewat Handphone, maklum Putri temen yang paling deket, apalagi baru masuk kelas
baru, pasti ada teman baru juga, karena malas mau deketin jadi temenan sama
yang sudah ada saja. Aku cerita tentang anak sekelas Putri yang so cute itu,
ternyata Putri tahu banyak tentang dia. Data yang aku temui dalam perbincangan
saat itu, Ridwan anak yang keras kepala, rajin ngaji didempat ngaji yang bareng
sama Putri dan Belinda, dan dia pernah pacaran sama Belinda dan pernah ciuman
bibir dua kali.
Malam semakin larut, aku masih mengerjakan PR ku
sambil telfon-telfonan sama Putri, dan rupanya Putri berminat untuk ganti
ekstrakulikuler bareng sama aku, yaitu di math club. Setelah mulai tengah
malam, aku pun tidur dan berharap besok adalah hari ekstra yang kedua dengan
menyenangkan.
Pagi yang sangat ribut, karena alarm berbunyi keras
dan adik dan kakakku yang berebut mandi duluan. Aku pun terbangun dan lekas
mengambil handuk untuk antri kamar mandi, maklum aku hidup di rumah sederhana
yang hanya memiliki satu kamar mandi, jadi harus sabar antri.
Persoalan dirumah sudah selesai, jadi sekarang kita
beralih kesekolah yang menyebalkan itu lagi. Pelajaran berjalan biasa namun
lagi-lagi ruang club kita diambil alih oleh club musuh bebuyutan itu lagi, saat
itu terjadilah peperangan, math club akhirnya harus mengalah dulu saat itu,
karena kita yang kalah jumlah, memang sejak dulu banyak yang tidak tertarik
dengan ekstra matematika.
Jam sekolah usai, waktu pulang yang sangat
menyebalkan gara-gara ditutup oleh keributan antar club yang ga mau kalah.
Sesampai dirumah, aku langsung menelfon Putri, dan bercerita tentang masalah
tadi pagi saat disekolah. Putri hanya tertawa, dan berkata “sorry aku ga bisa
bantuin saat itu, aku lagi sakit.” karena tahu Putri sakit aku menutup
pembicaraanku saat itu, untuk tidak mengganggu dia istirahat.
Malam berlanjut, dan aku baru tahu janji Intan untuk
mengenalkan aku dengan Ridwan. Aku pun tidur, dan berharap besok lebih baik
dari keributan kmarin dan aku juga ingin menagih janjinya.
Pagi datang, pagi sepi disekolah adalah yang paling
mustahil, namun pada saat itu aneh memang bener-bener sepi, aku tiba-tiba
diganggu oleh anak-anak club sains itu. Namun pada saat itu Yasmin datang dan
menolongku, ia pun mengajakku ikut bergabung dengan Genknya, karena dia anak
yang paling ditakutin sepertinya aku bisa memanfaatkannya buat balas dendam
club sains itu, dan akhirnya aku tergabung dalam genk itu.
Genk itu dianggotakan oleh: [b]Yasmin Mulia[/b], anak yang tomboy, punya banyak teman, punya 3 pacar
sekaligus, dan paling lama besahabat 6 bulan. [b]Maharani Noor[/b],anak ini sebenarnya polos dan lugu. namun dia sedikit
nakal semenjak berteman dengan Yasmin, punya pacar 2. [b]Adinda Astika[/b], anak pendek ini, lumayan tomboy, humoris, aktif, dan
jarang punya pacar namun dia selalu direbutin cowok.
Yamin mengangkatku menjadi wakil di genk itu. Dan aku
menetapkan nama genk kita [b]D’Black Roller
Dead[/b], kenapa dinamain ini, karena setiap orang yang punya masalah dengat
genk ini akan masuk kedalam masalah besar.
Hari-hari terus berlalu, semenjak aku tergabung dalam
genk itu belum ada sama sekali anak club sains yang mau marahin aku.Aku mulai
punya banyak teman, dan aku juga deket sama Ridwan semenjak ikut genk ini. Ga
sia-sia aku manfaatin genk ini.
Tidak kusadar sifatku mulai berubah mengikuti Yasmin,
hingga disuatu pagi saat berangkat sekolah papaku menegurku, namun aku
mencuekin saja. Aku mulai sangat bersahabat dengan 3 kawan terbaikku ini.
Disekolah, genk kita ini ditambah Intan dipanggil ke
ruang kepala sekolah, disana genk kita dimarahi Intan pun pula terkena marah
Pak Kepala. Namun teguran Pak Kepala sekolah pun tak mempan bagi genk kita. Aku
sangat berhutang dengan genk ini karena genk ini yang comblangin aku sama
Ridwan hingga aku sama Ridwan pacaran.
~bersambung
Comments
-

XUtsbp skizxglbacim
Submitted by ltokrrcvtbb (not verified) on 20 July, 2011 - 20:30.XUtsbp skizxglbacim
-

Big help, big help. And
Submitted by Missi (not verified) on 20 July, 2011 - 10:52.Big help, big help. And superaltive news of course.







































Post new comment