Satu Tujuan

SalSabila F. S.
part 1
Drama
3.25
559 kali
0 kali

  “hmm…ah ada! Ada!. Asyikk dapat peringkat lima!” kata seorang cewek di depan papan pengumuman. “selamat ya ketua kelas! Kamu dapat peringkat lima, pararel lagi!” kata seorang temannya, “iya nih, ketua kelas kita emang pinter” kata temannya lagi. “wah…wah kalian terlalu memuji aku” kata cewek itu, “tapi ini memang kenyataan kok” kata seorang temannya lagi. “hmm…siapa yang mendapat peringkat akhir ya” katanya sambil mengecek daftar peringkat, “eh? Dia lagi? Apa dia emang se-bego itu” katanya. Lalu dia menghampiri anak yang mendapat peringkat akhir itu untuk member semangat. “hei, hei jangan bersedih gitu dong Grey, masih ada kesempatan lho tahun depan. Jadi jangan tutup wajahmu gitu dong” katanya, tapi cowok itu tetap tidak merespon. “hei, ayo jangan bersedih lagi” kata ketua kelas tapi tetap juga tak ada respon, lalu ia memberanikan diri melepasnya tapi ternyata… “groook…” suara dengkuran Grey terdengar pelan. “grrr, dasar kau!!. Aku sudah berusaha menyemangatimu tapi kau malah tidur! Dasar bego!” kata ketua kelas itu sambil menjitak kepala Grey, “aduh…apaan sih kau, lagi enak-enak tidur di bangunin!” serunya. “kau itu bukannya menyesal malah enak-enakan tidur. Aku bingung sama dirimu huh” keluh cewek itu. “emang apa urusanmu hah? Dasar ketua kelas tukang ikut campur” kata Grey, “aku bukannya ikut campur tahu!! Aku Cuma prihatin sama kau!! Ya sudahlah tidur saja sampai mati” katanya sambil pergi meninggalkannya.

  Sepulang sekolah gadis itu pulang dengan sahabatnya dari kecil yaitu Dimas. “hei Lucy, kenapa mukamu keliatan lagi marah gitu?” Tanya Dimas, “ah gak apa-apa kok, aku Cuma lagi sebel aja sama temen di kelasku” jawab Lucy. “jika ada masalah beritahu aku dong” kata sahabatnya itu, “iya deh, tapi yang ini gak penting kok” kata perempuan tersebut. “oh ya, katanya kamu masuk peringkat 5 besar pararel ya? Kita rayakan yuk sekali-kali” ajak cowok itu, “sekali-kali? Perasaan tiap kali aku masuk peringkat itu, selalu dirayakan” katanya sambil berlagak mikir. “oh kalau gitu kita tetap rayakan” kata Dimas dengan tersenyum. mereka pun merayakannya di rumah Lucy malam-malam.

  Keesokan harinya di sekolah. “aduh hari ini pembagian kelas nih, untungnya aku berangkat pagi” ujar Lucy. “selamat pagi teman-teman” sapa cewek itu dengan ramah, “selamat pagi” jawab mereka secara begantian, “ini daftar nama anak-anak kelas ini, hafalkan ya” kata Risa teman kelas barunya, “sip deh!” jawabnya. “hoaah” tiba-tiba seseorang datang dari depan pintu dengan wajah muram. “sial, kenapa sekelas sama anak itu lagi” keluh Lucy. “eh itu Grey kan? Wuah..kerennya” kata sekelompok anak perempuan di belakangnya. “hah? Kalian itu bodoh ya? Kok orang bego kayak gitu di bilang keren” Tanya Lucy, “ih kau ini tidak tahu betapa kerennya dia. Kyaa!” jawab mereka. “keren dari mana? Perasaan tampangnya bego gitu kok” kata Lucy dalam hati. “eh…ehm maaf mengganggu. Maukah kau menerima kue ini? Aku sudah susah payah membuatnya untukmu. Aku menyukaimu” kata seorang gadis di hadapan Grey dan menodongkan sebuah bingkisan. “hih siapa sih tuh orang, beraninya dia menembak Grey” kata gerombolan cewek itu lagi, “eh?” kata Lia bingung melihat situasi itu. Lalu Grey pun menjawab “maaf…aku sudah ada orang yang kusukai”, “oh begitu ya?, maaf aku mengganggumu” kata cewek yang menembak Grey itu dan langsung pergi. “hahaha, kasihan sekali dia, ditolak sama Grey” kata seorang cewek dari kelompok itu. Lucy masih terbengong-bengong melihatnya, ia tidak percaya apa yang dilihatnya dan mencubit pipinya sendiri untuk memastikan mimpi atau bukan. “eh...eh lihat itu! Mereka kan kelompok dari artis sekolah kita The Moon Girl!” kata seorang teman kelasnya, “mereka itu benar-benar cantik dan seksi ya” kata cowok teman sekelas Lucy juga. “waduh muncul lagi yang aneh-aneh di kelas ini deh” keluh Lucy sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “selamat pagi semuanya” kata Siska, pimpinan kelompok The Moon Girl, “hei Grey, ternyata kamu di kelas ini juga ya?” Tanya Siska. “huh” jawab Grey malas. “eh kok dia tahu Grey?” Tanya Lucy pada Risa, “eh kamu gak tahu ya? Siska itu kan teman SMPnya Grey, mereka udah lama deket lho. Aku jadi iri sama Siska, abis mereka cocok sih” jawab Risa, “cocok dari mana sih? Coba liat si Siska dia itu cantik dan seksi sedangkan Grey dia itu bego dan tak tahu diri” sela Lucy. “jangan jelek-jelekin Grey lagi dong” keluh Risa. “abis kenyataan sih” kata Lucy lagi.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments


return to top