Sang Kodok
not admin's choice
Sekelompok kodok melakukan perjalanan menembus hutan.
Dua kodok terjerumus ke dalam lubang yang dalam. kodok-kodok yang lain segera berkerumun di sekitar mulut lubang. Mereka mengamati kedalaman kubang itu, lalu berteriak kepada kodok yang sial itu bahwa mereka tidak akan pernah bisa keluar, Kedua kodok tidak mengacuhkan pendapat mereka. Mereka berdua mulai melompat-lompat untuk keluar dari lubang. Kodok-kodok yang di atas terus berteriak memberi tahu mereka berdua agar berhenti berusaha, Kodok yang satu terpengaruh ucapan mereka. Ia terjatuh dan mati. Kodok yang lain terus berusaha melompat sekuat tenaga. Sekali lagi, kumpulan kodok di atas beerteriak kepadanya agar berhenti bersusah payah. Kodok itu justru melompat lebih kuat sehingga akhirnya ia berhasil keluar dari lubang. Kodok tuli itu selamat berkat teriakan teman-temannya. Ia mengira teman-temannya terus menerus memberinya semangat agar berusaha lebih keras.
Dalam cerita ini terkandung dua pelajaran :
1. Ucapan bersemangat kepada seseorang yang sedang putus asa dapat membangkitkan semangat orang
itu dan membuatnya mampu menjalani hari hari sulit.
2. Ucapan destruktif kepada seseorang yang sedang putus asa dapat mematikannya. Karena itu, hati-hati
dengan ucapanmu.
*dikutip dari buku Hikmah dari seberang (pustaka zawiyah)
Comments
-
MANTAAAPPPP...
Submitted by garuda on 30 January, 2012 - 21:50.MANTAAAPPPP...
" aku mungkin tak seUnyu yang kalian pikirkan.. " - pak Dullah, 1967 - 2010 - -
INI BARU KEREN NIH NIH
Submitted by Kyo Agito on 30 January, 2012 - 21:27.INI BARU KEREN NIH NIH COOOYY... SINGKAT JELAS PADAT DAN BERMAKNAAAA.. AKAKAKAKAKAKAKAKAKA... XDDDDD









































Post new comment