Rose Poupee Chapter 37

5
105 kali
0 kali

not admin's choice

Normal 0 false false false EN-US JA X-NONE

Chapter 37: Rena Shimizu VS Kaito Lightning.

Rena menelusuri dinding ruangan itu dengan matanya yang bercontact lens oranye. Tubuh kecil itu akhirnya menemukan sebuah pintu di satu sisi dinding. Kaki kecilnya yang jenjang berjalan tanpa suara menuju pintu itu, lalu menempelkan telinga mungilnya di pintu itu.

“ uwaaaaaaaaaaaaaaa!! “.

“ aaaaaaaaaaaarrghh!! “.

DOR!

DOR!

..

..

..

..

SIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING

Rena berpikir kalau suara-suara jeritan kecil yang samar-samar itu disebabkan oleh rekan-rekannya yang datang menyelamatkannya. Dia menjauhkan telinganya dari pintu, lalu berpindah ke lubang kunci.

“ -----arrgh “.

Rena berdecak kesal, kalau suaranya putus-putus begitu, berarti pintunya terkunci. Tangan mungil itu melepaskan semua hair pin di poninya yang berantakan, lalu memasukkan 2 buah hair pin itu bersamaan ke dalam lubang kunci. Jempol dan telunjuknya menjepit 2 hair pin itu, sementara jemari tangan kirinya memasukkan sebuah hair pin lain di sana.

..

..

CKLEK

Yes!

Jerit Rena senang, dalam hati.

Pintu itu dibukanya perlahan, tanpa suara. Dengan celah kecil di pintu itu, sebelah matanya melirik ke kanan dan kiri. Tampaknya di depan ruangan itu adalah lorong.

Rena melebarkan pintu di depannya, lalu melangkah ke luar dengan pelan-pelan. Dia celingak-celinguk sebentar, lalu berlari tanpa suara menuju ujung lorong.

Rena terus berlari sampai...

“ Mau kemana, Honey Blond? “, sapa seseorang.

Rena langsung tau kalau itu Kaito. Dia mencoba melebarkan Ailes Noires miliknya, namun entah kenapa tidak bisa. Rena sampai menahan nafas selama satu menit waktu ingin mengeluarkannya.

“ Ailes Noires-mu tidak akan bisa dikeluarkan kalau kamu masih dalam wujud seperti ini. Des Nuages De Pluie memang hebat “, puji Kaito. Entah memuji atau mengejek, hanya dia yang tau.

“ Oooh. Aku kaget “, balas Rena dengan nada arogan seperti biasa. Tapi tetap saja, wajahnya tetap tak berubah, tetap tenang sambil menunjukkan senyum angkuh itu.

Aku masih punya M1911, pikir Rena. Aku harus memanfaatkan peluru-pelurunya dengan baik.

SRET!

SRAAKKK

DOR!

DOR!

Rena dan Kaito saling melontarkan peluru dari senjata api masing-masing. Rena dengan M1911 miliknya, Kaito dengan revolver peraknya.

DOR!

DOR!

DOR!

DOR!

Suara muntahan dari masing-masing senjata api kembali terdengar, bahkan eksistensinya semakin bertambah dibanding sebelumnya. Terus bertambah seiring bergesernya jarum detik ke kiri. Rena terus menghindar, kebiasaannya saat menjadi pembunuh bayaran yang selalu menghindar, kemudian menyerang dengan mematikan tetap ada. Namun kali ini tidak semematikan dulu, karena poninya yang terlalu panjang itu menutupi wajahnya.

CKLEK!

CKLEK!

“ Eh? “, gumam Kaito saat mendapati peluru di revolver peraknya habis. Sebenarnya peluru Rena sudah habis juga, namun wajahnya masih tetap angkuh seperti biasanya.

“ Sepertinya kita sama-sama dalam situasi yang buruk, iya kan? “ tanya Kaito.

“ Aku tidak yakin “, jawab Rena pelan.

“ Aku juga tidak yakin “, balas Kaito lagi, “ Stalker lainnya akan segera datang ke sini setelah menghancurkan boneka-boneka kesayanganmu itu “.

Rena menyipitkan matanya, “ Maksudmu, orang-orang yang sekarang bertarung melawan Rose Poupee adalah semua Stalker itu? “.

“ Termasuk Kuro Ookami yang sekarang ini sedang berusaha membunuh Corbeau Satan “.

“ Sehebat apa dia? “.

“ Entahlah, tapi dia sangat kuat. Leader organisasi kami hanya bilang kekuatannya sama dengan Corbeau Satan “.

“ Apa kau lupa? “ tanya Rena serius.

“ Lupa apa? “ Kaito balik bertanya.

“ Kau lupa kalau masih ada Kei-sama di sana? “ tanya Rena sinis, “ Jangan remehkan Kei-sama hanya karena dia bukan pembunuh bayaran, ingat itu “.

“ Aku meremehkannya “.

“ Menurutku, Kaito-nii. Kau benar-benar dalam masalah besar kalau kau meremehkan Kei-sama semudah itu “, Rena tersenyum sadis, sekaligus mengejek Kaito dengan embel-embel ‘Kaito-nii’. Ukuran tubuhnya memang kecil karena efek obat gak jelas itu, tapi dia tetap Rena Shimizu yang berusia 13 tahun. Oh, 14 tahun di 3 April mendatang.

Kaito menggemeletukkan giginya, lalu tiba-tiba merangsak maju dan langsung memukul pipi kanan Rena. Rena yang tidak terbiasa dalam pertarungan jarak dekat, hanya kaget dan selanjutnya berusaha menepis dengan tangannya. Tapi Rena juga tidak terbiasa dengan badan anak kecil seperti ini, jadi dia juga agak kewalahan menerima serangan jarak dekat dari Kaito.

BUAKKH!!

Satu tendangan telak mengenai diafragma perut Rena. Alhasil, gadis kecil itu tersungkur beberapa meter dan memuntahkan semua isi perutnya.

“ Uhk... “ Rena tersedak muntahannya sendiri.

DUKK

“ Kalau kupecahkan kepalamu sekarang, kamu bisa menyusul boneka-boneka kesayanganmu. Begitu pula 2 partner-mu itu “ kata Kaito setelah menginjak kepala Rena.

“ ... Kau terlalu meremehkan mereka. Kau tidak tau apa-apa tentang 4 Rose Poupee lainnya, kan? Termasuk Kotaro dan Amagumo “, Rena menyeringai.

Kaito menggeram, lalu mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Kemudian, menghujamkannya langsung ke kepala Rena. Tapi...

TEPP

“ Jangan sentuh Nona Rena lagi, bodoh. Atau kau akan menerima kemarahanku “ ujar sosok kecil dengan dua cepol di kepalanya. Bajunya cheongsam kuning berenda-renda, dan sorot matanya merah semerah darah. Kaki Kaito terselip di antara jempol dan 4 jari lainnya.

“ Kau... “, Rena melotot takjub melihat pemandangan di depannya, “ ... Decimal...? “.

“ Kami datang, Nona “, kata Decimal sambil tersenyum kepada Rena.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments

  • faathir95's picture

    mantap

    5

    mantap

    maaf saya masih amatiran

return to top