Rose Poupee Chapter 12
not admin's choice
Normal 0 false false false EN-US JA X-NONE
Chapter 12: Meeting Begins.“ Kami juga ikut? “, tanya Prima.
“ Tentu saja, kalian kan bagian dari Messagers de la Mort “, Rena tersenyum.
Rena dan 4 Rose Poupee-nya berjalan menuju ruangan bawah tanah mansion itu. Di sanalah rapat akan berlangsung. Akhirnya setelah 3 menit berjalan, akhirnya mereka sampai di pintu besar berwarna cokelat. Walaupun dirancang kedap suara dari dalam maupun dari luar, tapi telinga Secura mampu mendengar kalau di dalam sana sudah terisi 12 orang. Dengan kata lain, Rena terlambat ke rapat.
TOK TOK TOK
“ Sumiasen[1] “, kata Rena, walaupun dia yakin tidak akan didengar.
CKLEK
Rena segera masuk setelah menunggu 7 detik. Memang benar, di sana hanya tersisa 5 kursi untuk Messagers de la Mort. Pendengaran Secura memang tajam.
“ Anata wa teokuredesu[2] “, kata Arubino yang duduk di bangku paling ujung.
Bahasa Perancis tidak lagi digunakan oleh Rena karena mereka ada di pertemuan. Hitung-hitung rasa cinta tanah air.
“ Moshiwake arimasenga[3]. Aku tersesat di sebuah jalan bernama kehidupan “, Rena mencontek perkataan Kakashi di anime Naruto.
“ Alasan itu lagi... “, kata Burakku sambil memukul jidatnya.
“ Ki ni shinaide[4]. Yang penting dia sudah ada di sini “, Purinsesu memainkan rambutnya.
“ Cepat duduk, Messagers de la Mort “, perintah Purinsu.
“ Kau berisik, Bombe Humaine “, protes Rena.
“ Jangan bertengkar! “, Kodomo menghentikan pertengkaran yang baru saja akan dimulai.
“ Sudah, cepat mulai rapatnya, Albino Reine “, potong Gaku.
“ Baru saja akan dimulai, sabar sedikit, Violin Fantome “, sanggah Seiryoku.
“ Kalian ini bawel! “, Kami menutup telinganya.
“ Bisa diam, tidak?! “, Nokoro berteriak dengan suara lemah gemulai.
BZIIIT
Semua langsung tenang seketika. Bukan karena pengaruh perkataan Nokoro si banci kaleng, tapi karena aura setan Raitoningu yang lebih sering dipanggil Raiton muncul lagi. Terasa gloomy dan menakutkan... Padahal itu Cuma aura setannya aja, belum tatapan menusuknya. Ternyata pembunuh bayaran juga punya rasa takut.
“ Baiklah, kita mulai rapat kali ini “, Arubino memulai pembicaraan, “ Kuro, jelaskan “.
“ Subete no kenri[5] “, Kuro berdiri, “ Pertama, yang akan kita bahasa adalah tentang jumlah penaikan ranking kalian “.
Rena menegakkan kepalanya. Semuanya jadi serius mendengar pokok pembicaraan ini.
“ Fille Aveugle membunuh 722 jiwa selama setahun ini. Couteau en Argent membunuh 899 jiwa. Les Cheveux Bruns membunuh 977 jiwa. Black Cat membunuh 999 jiwa. Blanc Sakura membunuh 983 jiwa. Messagers de la Mort membunuh 1321 jiwa. Bombe Humaine membunuh 1013 jiwa. Bats-Rouge membunuh 1333 jiwa. Violin Fantome membunuh 1723 jiwa. Corbeau Satan membunuh 1997 jiwa “, baca Kuro.
“ Posisinya naik-turun. Kalau kita susun ulang dari ranking terakhir, Fille Aveugle, Couteau en Argent, Les Cheveux Bruns, Blanc Sakura, Black Cat, Bombe Humaine, Messagers de la Mort, Bats-Rouge, Violin Fantome dan Corbeau Satan. Black Cat dan Messages de la Mort naik peringkat “, kata Arubino.
“ Kedua, kita akan membahas mengenai analisa hasil pembunuhan Messagers de la Mort “, Kuro membaca lagi.
“ Aku meminta Messagers de la Mort untuk membunuh Chugoku Memeshii. Tapi, ada banyak orang yang berhubungan denganku juga yang meminta bantuannya. Itu anehnya “, komentar Kei.
“ Yeah. Pertama, Chugoku Memeshii membunuh keluarga Kei-san. Kedua, Suuiton Henkan yang menjadi pacar Kei-san, sementara Kuro-san, yang aku ketahui adalah sahabat baik Kei-san. Ketiga, Howaito Purinsesu adalah murid sekolah tempat Kei-san mengajar, sementara Jigoku Noon’nanoko Gaakuma adalah adik angkat Kei-san. Kelima, Purinsesu Nogosuto adalah karyawan perusahaan Kei-san, sementara Burakku Pijon adalah sepupu Kei-san. Chugoku, Suuiton, Howaito dan Purinsesu Nogosuto adalah targetku, sementara sisanya adalah pemohon “, Rena menjelaskan.
“ Lalu, Kei-san akan dicalonkan menjadi leader Organisations Enfer cabang Jepang, kan? Di sanalah password-nya “, Prima melanjutkan.
“ Kalau Kuro-san minta Suuito dibunuh karena mengkhianati kepercayaan Kei sebagai pacar, artinya Suuito... “, Secura menggantung kalimatnya.
“ Ya. Suuito adalah mata-mata Organisations Ciel “, perkataan Kuro langsung membuat 9 orang di sana terperangah, “ Dia sendiri yang bilang waktu sedang mabuk. Mata-mata yang tidak profesional “.
“ Sebentar. Kalau Suuito adalah mata-mata Organisations Ciel, kenapa dia tidak melawan waktu Messagers de la Mort membunuhnya? “, Burakku menyela.
“ Aku mengambil senjatanya. Ada sebuah pistol dan stun gun di sela-sela bajunya. Dan mungkin Suuiton sendiri tidak sempat melawan Messagers de la Mort “, Kuro menjelaskan.
“ Hanya Chugoku yang tidak mencurigakan. Tapi mengingat dia minta dilenyapkan oleh Kei-kun, artinya dia membahayakan perusahaan Raitoningu, kan? “, tebak Rena.
“ Yeah “, Kei melipat tangannya di atas meja, “ Di peristiwa kebakaran itu, dia mengambil mata kiriku. Kalau saja ‘laki-laki itu’ tidak mendonorkan matanya untukku, maka aku tidak mungkin bisa melihat dengan normal seperti sekarang “.
“ Lalu, apa hubungannya dengan perusahaanmu? “, Purinsesu menopang pipinya.
“ Dia ternyata menyelundupkan diri menjadi salah satu karyawanku untuk mengorupsi uang perusahaan “, jawab Kei.
“ Target ketiga kami adalah Howaito. Kei-san, kamu juga jadi guru, kan? Aku tidak tau pasti apa relasimu dengan Howaito, tapi adik angkatmu yang meminta Howaito dibunuh. Sepertinya dia balas dendam karena dijahili di sekolah “, jelas Rena.
“ Jigoku? “, Kei menyebut nama adik angkatnya, “ Dia membunuhnya atas persetujuanku. Howaito adalah mata-mata Organisations Ciel di sekolah Jigoku, karena Jigoku adalah adik angkatku. Masih ada satu mata-mata lagi di sekolah Jigoku, tapi dia pintar menyembunyikan diri. Hanya aku yang mengetahui fakta ini. Adikku tidak akan kubiarkan masuk ke organisasi ini “.
“ Wah, ternyata kamu cukup baik juga, ya? “, sindir Seiryoku.
“ Purinsesu Nogosuto yang merupakan target terakhir kami, adalah karyawanmu juga, kan? Ada apa dengan Burakku Pijon, sepupumu itu, sampai Purinsesu Nogosuto juga harus dibunuh? “, tanya Rena.
“ Purinsesu Nogosuto mengetahui rahasia Organisations Enfer, dan aku baru diberi tahu Burakku Pijon kalau Purinsesu Nogosuto mengetahui tentang Organisations Enfer. Bukannya itu keputusan tepat? “, Kei balik bertanya.
“ Yah, kalau dia mengetahui Organisations Enfer sih, sepertinya itu keputusan tepat. Kita bisa tamat kalau Justice des Etats cabang Jepang mengetahui keberadaan kita “, kata Gaku.
“ Kalau melihat pergerakan mata-mata Organisations Ciel... “, Kuro membalik-balik kertas di tangannya.
“ Sepertinya mereka mulai bergerak... “, sambung Purinsu.
“ Kita juga harus bergerak untuk menyamai ritme mereka “, usul Gaku a la Akaba di Eyeshield 21.
“ Ada yang mau jadi penyusup? “, tiba-tiba Raiton ikut berkomentar.
Sontak semua anggota rapat minus Raiton dan Arubino terdiam. Antara takut dan ragu-ragu. Tapi bagaimanapun juga ini demi kelangsungan hidup mereka sebagai pembunuh bayaran, sih. Masing-masing orang sibuk dengan pikirannya sendiri.
“ Kalau begitu, biar aku saja “, Rena mengangkat tangannya.
“ Rena...? “, Purinsesu memandang gadis itu tidak percaya. Tumben sekali tidak menggunakan nama-nama aliasnya.
“ Kenapa? Keberatan? “, Rena menatap Purinsesu.
“ Memangnya kamu bisa menyusup? “, tanya Burakku meragukan.
“ Kalau belum dicoba, nggak bakal tau kan? “, Rena menyilangkan tangannya di depan dadanya.
“ Kata-kata yang bagus, Ange de la Mort “, puji Arubino.
“ Kalian setuju? “, tanya Kei.
Tidak ada jawaban.
“ Diam berarti ‘iya’. Oke, setuju semua “, kata Arubino.
“ Kalau rencana gagal dank au jatuh ke tangan mereka, aku harap kau berusaha untuk tidak mati “, timpal Kei.
“ Yeah, karena kau adalah anak yang diharapkan di dunia pembunuh bayaran “, lanjut Kami.
“ Terima kasih “, kata Rena pelan.
Pertemuan segera bubar. Tentu saja karena hal ini menyangkut eksistensi Organisations Enfer cabang Jepang. Jangan sampai mereka kalah oleh Organisations Ciel yang juga musuh Organisations Enfer pusat.
Organisations Enfer adalah sebuah organisasi pembunuh bayaran dunia yang berpusat di Paris, Perancis. Tiap Negara diambil 10 nama pembunuh bayaran terbaik, selain itu di setiap Negara di seluruh belahan dunia pasti ada cabang dari Organisations Enfer.
Organisations Ciel adalah sebuah organisasi pemburu hadiah, yang berpusat di Jepang. Organisations Ciel ini mengincar Organisations Enfer dan para kelompok mafia. Organisasi ini cenderung bertindak ke arah yang baik, mereka berusaha menghilangkan keresahan masyarakat tentang para mafia dan pembunuh bayaran yang bisa datang kapan saja.
Justice des Etats adalah sebuah organisasi pemerintah PBB yang bergerak dalam rangka memusnahkan para pembunuh bayaran, dengan kata lain Justice des Etats juga memasukkan Organisations Enfer ke blacklist mereka. Untungnya, pergerakan Justice des Etats tidak terlalu terpusat pada Organisations Enfer karena anggota Organisations Enfer pintar menyembunyikan jejak. Dalam kasus ini Organisations Ciel lebih cerdas melacak keberadaan Organisations Enfer dibandingkan Justice des Etats.
[1] Permisi.
[2] Kau terlambat.
[3] Maaf.
[4] Sudahlah.
[5] Baik.







































Post new comment