Rivert City

mage95
Slice Of Life
2.666665
281 kali
0 kali

not admin's choice

Didit beserta keluarga baru saja pindah ke Rivert City itu adalah kota yang sangat damai yang berada dekat Gunung Fuji, awalnya didit sangat canggung dalam memulai sekolahnya. Dan juga Didit selalu mengeluh kepada orang tuanya agar pindah ke Indonesia lagi. Tidak heran bahasa Inggris Didit masi agak patah-patah karena dia baru 3 hari pindah ke kota itu, dan gaya bicaranya-pun berbeda dengan gaya bicara orang inggris biasanya. Hal ini pun yang membuat Didit sulit sekali mendapatkan teman di sekolahnya yang baru, tiap di ajak kenalan dia menanggapinya dengan wajah yang sangat bingung dikarenakan bahasanya yang susah dimengerti itu. Beberapa haripun berlalu dan Didit pun sedikit-sedikit dan Diditpun akhirnya mendapatkan seorang kenalan bernama Renton. Lalu Budi dan Renton pun selalu bermain bersama setiap harinya. Renton pun tidak risih akan bahasa Didit yang masih “belepotan” itu dan seringkali Renton membetulkan apa yang di ucapkan Didit. Hari demi haripun mereka jalani bersama dengan senang dan gembira sampai pada suatu saat. Didit pun di ajak kerumah Renton. “jangan malu datanglah kerumahku” Renton berkata denagn senyuman kecil “oke lah kapan nih aku kerumahmu ton?” Didit pun membalas “gimana kalo jam 5. Ok dit? “ akhirnya mereka pu sepakat akan ke umah Renon pada jam 5 sehabis kegiatan ekstrakulikurer masing – masing. Pada saat di perjalanan Didit pun sangat tidak sabaran untuk melihat rumah Renton seperti apa. Sesampainya dirumah Renton terkejut karenarumah Renton sangatlah besar seperti di istana saja. “wih, besar sekali rumahmu ton.” “ ya gak juga kok ini mah rumahnya masih tergolong kecil dari pada rumah teman-teman di sekolah” balas Renton dengan tertawa kecil. Mendengar itupun Didit sanagt malu Karena dia hanya tinggal di sebuah apartemen kecil di pinggiran kota. Lalu saat masuk pun Renton mengenalkan didit pada ibunya “mom, ini teman baru saya yang aku ceritakan kemarin namanya Didit.” Kata renton “oooh.. ini teman mu yang baru pindah dari Indonesia itu ya?? Perkenalkan saya mommy Renton” sapa Ibu Renton dengan hangat. “ iya tante nama saya didit salam kenal tante.” Balas Didit dengan ramah sambil agak malu. Lalu Renton pun mengajak Didit ke halaman belakangnya. Dan betapa terkejutnya Didit karena halaman belakang rumah Renton sangatlah luas seperti lapangan bola saja. Di halamannya itu banyak sekali mobil berjejer. Lalu merekapun ber-main. Tak lama kemudian sebuah perpecahan pun muncul. “dit, gimana baguskan rumahku??” Tanya Renton. “BAGUS , bagus banget ton kagum aku akan kekayaanmu” balas Didit yang agak sedikit gugup. “ya udah deh aku mau pulang dulu ya! Dadah” sambung Didit sambil berlalri keluar” “loh ada apa….?” Balas Renton lalu Diditpun tidak sempat menjawabnya dan langsung berlalari keluar rumah didit dengan sedikit tangisan. Beberapa haringpun berselang tetapi pertemanan mereka bukannya tambah deat tetepi semakin berjauhan seperti orang yang tidak kenal saja. Didit pun di sekolah hanya menyendiri saja setiap ada yang mengajaknya bermain dia hanya diam saja lalu pergi mencari tempat yang sepi sendirian saja karena dia sangat canggung di karenakan dia hanya orang miskin. Seperti budaya di Indonesia orang yang miskin biasanya tidak di temani teman – temannya ynag kaya padahal tidak seperti itu budaya yang ada di Rivert City. Renton pun sangat bersedih di karenakan teman terbaiknya itu tiba – tiba menyendiri dan tidak mau bermain dengan dia lagi, lalu beberapa hari kemudian Didit tidak masuk sekolah dan juga tidak ada keterangan kenapa dia tidak masuk. “Aduuh.. kemana sih si Didit itu kok gak masuk terus ya??” tanya Renton dalam hati. Kejadian itupun terus baerlangsung dalam ber- hari– hari . ketika itu juga Renton pun mengambil inisiatif untuk mencari rumah Didit. Denagn bertanya denagn wali kelas . lalu saat didatangi rumahnya Renton pun terkejut karena rumahnya Didit sangatlah kecil bahkan besarnya seperti kamar tidur renton. Lalu iapun bertanya pada ibunya Didit. Kemana Didit menghilang lalu ibunya tidak tahu menahu kenapa dia pergi bahkan sudah 2 hari dia pergi dari rumah. Mendengar itupun Renton terkaget-kaget. Lalu segera pergi untuk mencari Didit. Dia pun sampai kewalahan mencari Didit dimana sampai Hujan turun deras di kota itu. Dan walau Hujan pun dia tetap saja mencari Didit tidak peduli dirinya akan sakit karena hujan atau tidak. “ DIDIT…..DIDIT!!!! DIMANA KAMU???” hanya kata itu saja yang keluar dari mulu Renton saat mencari Didit… lalu pada saat dia sampai di Tengah kota .. dia kecapan dan duduk di halaman kota sambil menangis. “Didit.. dimana kamu?? Hikss… aku sangat menyesal telah memamerkan kakayaanku kepada mu maaf kan aku Dit.” Lalu terdenagr suara kecil di sebelah Renton “benarkah itu ton? Kamu akan menganggapku sebagai teman walau aku miskin” ternyata itu suara Didit. “IYA.. Iya aku akan menganggapmu sebagai teman terbaikku kenapa kau tiba-tiba menjauh dari ku Dit? “ “kukira kamu tidak mau berteman denganku jika kamu tahu aku ini orang miskin” sejenak merekapun terdiam tanpa kata untuk beberapa menit lalu Rentonpun berkata “Pertemanan itu tidak mengenal Usia, Harta, Ras, dan lain-lain tetapi pertemanan itu sangatlah didasari oleh rasa saling mengerti iya kan? “ lalu mereka pun bermaafan dan berbaikkan lalu merekapun dapat bersekolah dan bermain dengan riang bersama teman-temannya yang baru juga

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments

  • Crow's picture

    the storyline doesnt seems

    1

    the storyline doesnt seems ok..i think it lacks something..maybe thee stroy telling skill or the description..well it is depends on what kind of genre you are writing tough...
    but i think this one is just..fine to read, sad tough

    I am not person worthy of your concern
  • Garuda Alit's picture

    ada yg aneh

    3

    tiba2 kok bisa muncul nama si budi yah??

    Akulah Sang Garuda Isyana Terakhir
  • kiky2hikaru's picture

    kenapa

    3

    kenapa gak di buat chapter 2 nya...
    lumayan lho klo ada lanjutannya...

    KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI.....
  • kiky2hikaru's picture

    wew...

    3

    koq sekarang banyak komik n story yg beredar di komikoo ada jepang2nya nih....
    awalnya kan semua berbau indonesia banget,,,,

    yg pertama jepang2an kan gw...wekekekekkee,,yg salah gw juga deh Tongue

    ceritanya bagus lho

    KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI.....
  • mage95's picture

    waaaah waaaaah makasih

    waaaah waaaaah makasih komenarnya motivasinya didit dan renton itu maksudnya apa niih bung administrator ? tapi makasiih yaaah komentarnya Smile

  • Damantine's picture

    hmm... pemberi semangatt

    3

    SEMANGATT^^ ditunggu karya berikutnya ^^~

    Let's Try Our Best and don't forget to Praying ~~
  • administrator's picture

    cerita pendek yang temanya

    3

    cerita pendek yang temanya bagus Smile mungkin bisa dieksplor lagi latar belakang masing-masing karakter, kenapa didit pindah ke kota itu, dan motivasinya didit dan renton. *btw ini hanya IMHO, saya juga gak jago nulis cerita kok.. haha*

    we come in peace

return to top