Wed18May2011
Pencarian berakhir
Cinta tak harus memiliki mungkin kamut yang pantas untuk toni. Angie tak bisa lagi untuk menjadi kekasih angie karena perubahan toni.
Mungkinkah Riko dapat menghibur dan menghentikan pencarian yang dilakukan angie?
Bintang
aku selalu mencari dimana dia berada.Terkadang aku binggung apakah bintang itu
akan hadir dalam hidupku oh tuhan berikan cahaya bintang itu sedikit untukku
agar aku bisa melihat keindahan sang bintang.
“Hey angie ngelamunin apa?,”sapa tia
membuyarkan lamunan vio yang sedang menatap indahnya langit yang bertabur
bintang
“Eh kamu tia, aku cuma ngelihat
bintang,”menunjuk salah satu bintang yang bersinar terang diantara bintang yang
lain
“Oh..kamu tadi dicari’in sama
toni,”ungkap tia sembari ikut melihat keindahan langit diatas bukit ini angie tidak menggubris ucapan tia
saat tia memberi tahunya bahwa toni pacarnya sedang menunggunya di tenda.
“Kamu lagi ada masalah ya sama
toni?,”ucap tia pelan
Angie tertunduk lemas ketika
pertanyaan itu terlontar entah kenapa semakin hari dia merasa bahwa toni banyak
berubah,“Hey kamu kenapa.”melambai-lambaikan tangannya di depan wajah angie
yang terlihat lunglai.
“Eh aku ga apa-apa,”jawab angie
singkat
“Kamu bisa cerita sama aku.Aku
merasa kamu dan toni semakin jauh apa kalian ada masalah tidak baik jika
masalah dipendam sendiri,”ungkap tia merangkul sahabatnya yang tengah gundah
hatinya.
Angie melirik sahabatnya,“Aku..aku
tidak tahu apakah aku yang terlalu jauh darinya atau memang toni yang mengalami
perubahan.Aku binggung tia,” perlahan air mata angie jatuh ke pipinya.
“Tapi sudahlah aku hanya bisa
mencoba untuk memahami perubahan toni,” ungkap angie tegar
“Baiklah bagaimana kita nyanyi untuk
menghibur kesedihan kita,”ajak tia mengambil ipod disakunya
***
Pertengkaran hebat pun terjadi di
depan perpustakaan antara toni dan vio yang membuat gaduh seisi kampus,“Kamu
bilang apa vio..kamu mau putus dengan aku,”bentak toni
“Iya,”jawab angie lantang
“Kenapa?apa kamu sudah punya pacar
selain aku...jawab ngi?,”tanya toni menggoyang-goyangkan tubuh angie dengan
menahan sakitnya vio melepaskan tangan toni dari tubuhnya.
“Plis biarkan aku sendiri biarkan
aku untuk berpisah denganmu plis...,”
Toni menghentakkan tangannya diatas
meja lalu meninggalkan vio yang tengah terisak menangis sejujurnya angie tak
ingin berpisah dengan toni karena mereka telah berpacaran semenjak bangku sma
namun apa daya vio banyak perubahan di diri toni yang tak bisa ditoleransi oleh
angie lagi.
Ditaman belakang kampus angie menangis dan menatapi
foto-foto kebersamaan dia dan toni hati kecilnya saat ini begitu terluka
“Ini,” riko menawarkan sapu tangan
Angie melirik kearah sampingnya,“Terima
kasih,”balas angie menghapus air matanya dan mengatur aliran pernafasannya.Riko
menatap vio yang begitu sedihnya setelah pertengkaran hebatnya di perpustakaan
tadi.
“Ayo aku ajak kamu ke suatu tempat,”ajak
riko belum sempat angie bertanya riko telah menariknya. [i]Aku akan menghapus air mata yang telah kau jatuhkan hanya karena
dirinya [/i]ucap riko dalam batinnya.
***
Hari demi hari kedekatan angie dan
riko terjalin erat yang membuat toni semakin cemburu meski hubungan mereka
telah putus sejak dua bulan yang lalu tetapi dia masih belum bisa menerima
kenyataan tersebut.
“Maaf,”ucap riko membantu mengambil
buku vio yang berserakan dilantai
“iya ga apa-apa,”balas angie dan
tangan mereka berdua bersentuhan diatas buku mereka saling melempar tatapan
mata,getaran hati mulai terjadi satu pandangan yang akan mengubah semua
hari-hari riko dan angie mendatang.
“Maaf,”riko melepaskan tangannya
“Oa kamu ada kelas nanti?,”tanya
angie membereskan buku-bukunya
“Nggak memang kenapa?,”
“Bisa bantu aku ngebuat skripsi.
Plis bantu aku,”pinta vio dengan muka memelas.
“Ok,”
Riko dan angie langsung ke perpustakaan
untuk membantu angie membuat skripsinya.Riko senang karena dia dapat membantu
angie dalam pengerjaan skripsinya sebenarnya riko ingin mengutarakan isi
hatinya namun dia takut jika vio masih belum bisa mengobati luka dihatinya.
***
“Tunggu,”teriak toni mencegat riko
yang hendak keluar ruangan
“Ada apa?,”tanya riko santai
Tanpa basa-basi toni mendaratkan
pukulan ke pipi riko yang membuat dia terjatuh dan mengeluarkan darah semua
teman-temannya pun berkumpul untuk menyaksikan perkelahian diantara mereka
berdua.
Riko bangkit dan mengelap
darah,“Cuma segini kemampuanmu,”tantang toni dengan bangganya tidak ingin
terpancing riko hanya tersenyum simpul dan melewati toni dengan santai.
“Pecundang,”ejek toni membuang ludah
“Pecundang! Nggak salah yang kau
ucap ton,” ucap angie mendekati keduannya.Ekspresi toni berubah seketika saat
angie tengah mendekati riko,“Sejak kapan kau seperti preman ternyata benar kau
telah berubah engkau bukan lagi orang yang aku kenal dulu jujur sekarang aku
menyesal telah mengenal dirimu,”ungkap angie meninggalkan toni dan menggandeng
riko ke UKS.
Diruang UKS
“Kau tidak apa-apa?,”tanya angie
khawatir
“Tenang saja I’m fine,”balas riko
menahan perihnya terlihat sangat jelas dimata riko jika saat ini angie tengah
bersedih entah apa karena dirinya ditinju oleh toni atau karena dia masih merindukan
toni.
“Maafkan aku,”
“Untuk apa?,”
“Karena diriku kau seperti ini,”ucap
angie menitihkan air matanya dengan halusnya riko menghapus air mata angie dan
memeluknya dengan lembut,“Aku akan lalui semua ini dengan tegar asal kau ada
disampingku,”
“Terima kasih,”
***







































Post new comment