OSIS

0
257 kali
0 kali

not admin's choice

12.00 Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Bab 1. Osis dan anggotanya

 

Pagi yang tidak terang……

Sang bola api pun belum muncul…..

Indonesia masih terlelap dalam kegelapan….

 

Kring,Kring,Kring,Kring

 

Bunyi alarm yang menyebalkan. Selalu membangunkanku pada waktu para manusia masih terlelap.Gelap pun belum menghilang dari pandanganku. Karena sudah terbangun, tidak ada pilihan lain kecuali ke kamar mandi. Saat mandi Tubuhku disirami air panas yang keluar dari pancuran, peralatan mandi yang lain pun mewangikan tubuhku.

 

Kukeluar dari kamar mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.

“Nak. Udah siap sekolah ya??” Tanya Ibuku yang menyiapkan sarapan

“Ah iya. Sarapan hari ini jangan lebih gosong dari kemarin ya.”

“Ya,ya. Memang jadi OSIS zaman sekarang tidaklah segampang dulu”

“Itulah dunia. Berubah seiring waktu.”

“Walaupun dunia berubah. Belum tentu kita berubah”

 

Ibuku lalu tertawa dengan senang. Ia masih muda sekitar umur 19 tahun. Ia lulus kuliah dengan cepat dan sudah mengambil kerja menjadi guru. Mukanya pun masih menunjukan kecantikan remaja, rambut coklat yang panjang, tubuh yang ramping. Aku seperti bertemu seorang wanita yang diidamkan semua pria.

 

“Ah, kalian sudah bangun?. Kelvin, kau mau diantar kesekolah?”

“Jika ayah cepat. Aku ikut ayah.”

“Ah,ok,ok,ok sabar ya..”

Ayahku langsung menuju kamar mandi secepat kakiknya bisa membawanya

 

Oh.. Maaf aku belum memperkenalkan diri. Namaku Kelvin Lumargo Chandra, aku anak tunggal. Rambutku entah kenapa bewarna abu-abu pekat. Aku adalah ketua OSIS disekolahku. Ibuku bernama Yamada Yuuki. Dan ayahku bernama Leir von Manfrothven. Bisa dibilang aku lahir dengan darah Jerman Jepang untung namaku tidak berhuruf depan J. Kita tinggal di Indonesia karena Ayahku berkerja sebagai  pedagang saham dan ia terus mendapatkan uang dari sana karena peluang bisnis disini sangat besar. Ayahku adalah pria dengan tubuh tinggi dan kekar. Sangat pintar tetapi sangat gampang sakit hati. Mungkinkah karena itu ibu menikahi ayah??

 

Cukup basa-basinya. Aku harus selesaikan sarapanku dan berangkat kesekolah. Sarapan hari ini……

-Telur yang sudah gosong

-Roti jamuran

-Nasi kemarin

…………………………………..

“IBU MAU MERACUNIKU YA???!!!” kataku dengan keras.

“Maaf. Aku akan buatkan yang baru..”

“Enggak usah repot-repot bu. Biar aku beli makanan diluar”

Memang ibuku tidak handal memasak tapi biarkanlah, otaknya lebih brilian untuk semua mata pelajaran.

 

Ayahku siap berangkat dan akupun juga. Kita menaiki mobil yang tidak terlalu mewah semacam N**S*N

Kita menaiki mobil berwarna abu-abu yang interiornya sangatlah nyaman. Ayah mengendarai rumahku yang berwarna putih ditengah kompleks perumahan. Dengan khas pagar yang berwarna merah dan terdapat gambaran Anime ibuku didepan rumah.

 

Sebenarnya naik sepedapun bisa sampai ke sekolah. Cuma ayahku harus berangkat bersamaan dengan aku. Karena waktu adalah uang. Dan sesuatu yang hilang tidak dapat kembali lagi. Aku adalah ketua OSIS aku bersekolah disekolah yang cukup terkenal dan mewah, biasanya hanya orang-orang kaya yang bersekolah disana. Akupun terpilih karena akulah yang paling menakutkan di seluruh sekolah karena sifatku yang dingin dan juga pemarah ditambah dengan ketidaksabaran yang tinggi. Aku menguasai sekolah dengan rasa takut dan gurupun hampir tidak mau ikut campur dengan urusan OSIS

 

Rata-rata sekumpulan orang kaya ini hanyalah pecundang yang lebih lemah daripada kutubuku, mereka selalu berlaku sombong dan tidak tahu diri. Mereka tidak pernah mengetahui rendah hati. Sebagai ketua OSIS yang sangat jengkel dengan sifat mereka aku akan mengubah sifat mereka dengan segera karena ini hanyalah omong kosong yang sangat menyebalkan.

 

Sejenak heninganku terdiam.

 

“Kelvin, ini sekolahmu, semoga rencana OSIS mu berhasil!”

“Terima kasih atas tumpanganya pa.” akupun tersenyum kecil

 

Sekolahku. Para janitor pun sudah mulai membersihkan sekolah. Saat mereka melihatku datang mereka terlihat gugup dan langsung menyebar.

 

“KALIAN SEMUA!!!.!” Dengan nada jengkel pun aku berteiak dengan sangat kencang

“Kalian kira aku akan menyiksa kalian??, walaupun aku menakutkan tetapi aku masih punya kasih sayang!”.

 

Mereka sudah terlalu jauh untuk mendengarku. Hah, biarkanlah mereka berpikir aku bahwa aku semacamnya atau apa tetapi aku tetap aku karena dunia pun tidak akan pernah mengubahku sedikitpun. Ini dia sekolahku seluas 52 Hektar dan bertingkat empat terdiri dari 5 sektor. Di utara sekolah terdapat tempat parkir dan lapangan sebaguna lalu di selatan terdapat taman dan tempat lab botani. Lalu di barat terdapat ruang guru dan tempat tinggal sementara guru dan dibagian timur terdapat gedung-gedung untuk ekstrakulikuler. Dimana kelasnya? Tentu di sector terakhir ditengah semua sector terdapat lab dan kelas yang cukup menampung 2000 murid dan semuanya orang kaya, tidak hanya Indonesia tetapi orang luar negeri ada yang bersekolah di tempat ini.

 

Sebagai contoh. Mantan ketua OSIS yang dulu bernama Kuniumi Hasegawa yang berasal dari Jepang. Ia lah yang mendapat penghargaan ketua OSIS terbaik selama 12 angkatan ini. Aku berada dalam angkatan ke 13 aku pun duduk dibangku SMA kelas 3 jurusan IPA yang sulit sekali bagiku tetapi sangatlah menyenagkan saat anda bisa menyelesaikan semua soal.

 

Aku pun masuk ke ruangan OSIS ku mengambil kertas dan papanku dan mencatat, suasana hari inipun sangatlah tenang. Akupun mendapat sepucuk bunga pohon ceri yang bertebangan dan masuk ke ruangan OSIS. Terasa begitu damai, bahwa dunia inilah yang pantas kita perjuangkan tanah negeri inilah yang harus kita perjuangkan untuk cucu kita. Sejenak aku merasa sudah menjadi kakek-kakek……………

 

Terdengarlah suara pintu saat aku memeriksa berkas kejadian disekolah. Datanglah seorang dengan rambut dikucir dan rambutnya berwarna biru laut sekejap itulah wakil OSIS kita yang bernama Sandy Marhewaran Cassandra. Dipanggil Sandy tapi ingatlah walaupun namanya begitu feminim dia tetaplah laki-laki yang bertekad kuat walaupun wajahnya terlihat sangatlah imut dan sering disalahkan sebagai perempuan. Dengan modal begitu ia terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Ia mengembat beasiswa dari SD kelas 3 sebagai murid tepintar dan ia bisa bersekolah disini karena beasiswa yang ia dapat. Dia pun bersifat layaknya laki dan perempuan. Baik sekali seperti seorang ibu,sering ling-lung,pintar,pikun. Ia tidak pernah sombong dan selalu rendah hati iapun tidak pernah kehilangan percaya diri. Layaknya orang miskin yang selalu diejek. Ialah yang pantas aku lindungi dengan segenap hati karena ialah penentu bangsa.

 

Walaupun ia pendampingku ia tetaplah menjadi bahan ejekan. Memang benar mereka sangatlah membutuhkan perlakuan yang “sangat Spesial” dan “Sebuah hadiah” dari ketua OSIS yang sedang jengkel-jengkelnya denganku. Sandy hari ini datang pagi dan kukira hanya kebetulan.

 

“Tumben sekali kau datang pagi. Apakah laporan akutansi dan pengamatan lingkungan sudah selesai?”

Tanyaku dengan ramah dan senyum

“Oh, aku hanya ingin meniru ketua dan tumben hari ini ketua tersenyum dengan polos”

Wajahnya pun sekilas terlihat sangat-sangat senang

“Hahaahaha. Biarkanlah, bagaimana laporanmu?”

“Akutansi kas setiap kelas terus bertambah dan sekolah dikabarkan akan mendapatkan kas sejumlah lebih 700 juta dari orangtua para murid dilanjutkan dengan uang pun akan mengalir deras bulan ini dan bisa digunakan untuk menyelenggarakan festival. Sisa pengeluaran festival dibilang cukup besar untuk mencukupi semua kebutuhan kita 3 tahun mendatang”

Katanya dengan cepat dan jelas

“Bagus. Uang kas ini akan berguna bagi angkatan berikutnya. Lalu pengamatan lingkungan?”

Sandy mengubah wajahnya menjadi serius

“Semua bagus kecuali kelas 1B”

“Ada apa?” aku bertanya dengan sedikit penasaran

“Ditemukan mayat seorang gadis yang digantung mati dengan luka yang cukup parah. Semua OSIS datang lebih pagi hari ini daripada ketua hanya saja mungkin ketua tidak memeriksa lingkungan sekitar. Untung para janitor belum sempat membersihkan kelas, seksi kebersihan sedang melakukan pengambilan bukti dan membersihkan bau darah dan darahnya juga, seksi kesehatan sedang memeriksa mayat, seksi keamanan mengamankan orang yang masuk dan seksi perhubungan sedang berusaha menenangkan saksi yang melihat. Ia berada di UKS bersamaan seksi kesehatan”

Akupun tersenyum.

“Aku yakin ini semua komando kilatmu.”

Lalu wajahku berubah masam

“Sial ada saksi!!!.” Dengan kesal aku melempar papanku, Sandy pun terlihat takut denganku

“Biar aku yang memeriksa saksi!, Sandy!!!, kau tetap urus seksi-seksi itu, masalah ini harus cepat selesai!” Kataku dengan nada yang cukup pedas jika didengarkan orang, tetapi Sandy menerimanya dengan senyum ketakutan dan bergegas keluar.

 

Dengan cepatnya aku berlari menuju UKS dan membuka pintu dengan suara yang bisa mengagetkan dan mengakibatkan gagal jantung kepada seorang yang terkena penyakit jantung.

 

“Dimana Saksinya!?” aku berteriak sangatlah kencang. Mungkin terdengar satu sekolah

“Dia butuh ditenangkan. Dia butuh penangan mental jadi jangan ganggu dia!” kata ketua seksi kesehatan

Ketua seksi kesehatan bernama Elois Martinez Van Rofrendaz. Seorang keturunan Belanda yang sifatnya hampir sama dengaku, cuma ia memilih jalan yang lebih lembut. Ia berkacamata dan poninya kadang menutupi mata jadi dia harus memakai bando. Rambutnya kuning mengkilap dan melebihi leher, rambutnya Ia masukan ke dalam kerahnya.

“Kau!, aku perlu memaksa dia untuk…”

“Untuk membuatnya berkata dengan membentaknya??? Aku larang itu!! Itu hanya akan merusak mentalnya. Mayat yang ditemukan ialah saudara kembarnya yang dibunuh secara tragis dan dia dalam keadaan shock. Badanya juga kritis! Dia shock dan terkena demam!!!”

Elois atau yang kita bisa panggil Louis sangat marah denganku.

 

“Aku terima keadaan ini, bisakah aku melihat keadaan mayatnya?”

“Kau tidak akan muntahkan?”

“Kau anggap aku apa?

“Seorang yang akan kaget melihat mayatnya”

“Aku tidak akan”

Kita berdua pun menuju kedalam UKS, Elois adalah anak seorang anak dokter Belanda yang diasuh oleh orang Indonesia. Mungkin ayahnya menyadari semangat gelora Indonesia dan mensekolahkanya di Indonesia. Mukanya selalu serius seperti aku, dia tidak pernah tersenyum didepanku.

 

“Ini dia mayatnya.” Ia membuka penutup kain mayat

Terlihat dengan sangat jelas mayat ini ialah perempuan yang mendapat luka disekujur lehernya mungkin bekas digantung lalu luka ditubuh yang mempunyai banyak baretan dan……. Ada beberapa usus yang keluar dan kaki satunya lagi hilang.

 

“Dia sudah busuk?”

“Ya, mungkin sudah lama. Akan tetapi tidak mungkin dibunuh sejak kemarin pagi.”

“Betul. Bajunya juga bukan dari sekolah kita. Kemungkinan besar dia dari sekolah lain. Bajunya rapih pasti seperti sekolah kita”

“Tapi jika ini pembunuhan biasa pasti lukanya tidak separah ini”

“Betul Louis. Ini mayat yang ingin membunuh mental si gadis itu. Kebetulan nama saksi siapa?”

  Namanya Aisyah . Lalu saudara yang terbunuh bernamaFarah. Ia bilang itu dengan samar-samar.”

 

Lalu datanglah Ketua Seksi Perhubungan, Muhammad Hamzah Haidar. Ia berambut oranye terang dan rambutnya tajam kebelakang. Dia adalah cermin diriku. Ia begitu baik,ramah dan hampir tidak pernah marah, aku dan dia seperti terang dan gelap. Tingginya sama denganku, akan tetapi ia cukup bermasalah dalam membina hubungan dengan lawan jenis. Ia pun cukup pintar dalam pelajaran dan dia adalah atlet

 

“Saksi sudah dapat ditenangkan, eh Ketua! Kau sudah datang” ia langsung memeluku.

“Ok.. lepaskan aku!, bagaimana cara kamu menenangkanya?”

“Ia dibius.”

“Haidar!!! Kamu enggak bercanda kan!?” Kata Louis dengan panik.

“Tentu aku bercanda. Jangan dianggap serius. Aku menenangkan dia dengan membacakanya Al-Qur’an itu saja. Dia kan Islam jadi Al-Qur’an bisa jadi kuncinya”

“Kamu udah Khatam berapa kali?” Aku bertanya dengan penasaran

“10 kali. Tapi itu bukan yang dibahas. Jika kau ingin mengetahui lebih banyak informasi, ketua, sebaiknya kau Tanya saja langsung pada dia.”

“Terima Kasih Haidar.”

 

Kakiku beranjak ke ruangan perawatan yang terdapat banyak tempat tidur untuk pasien. Kebanyakan orang membolos dan tidur disini. Mungkin aku harus menempatkan security disini.

 

“Dimana saksinya?” aku bertanya dengan suara yang pelan.

“Aku disini.” Kata Aisyah sang saksi. Dia berkerudung dan wajahnya tampak sedih sekali. Tetapi wajahnya sudah mulai terlihat tenang dan dia berwajah pucat, mungkin karena sakit.

“Aku akan bertanya langsung. Kira-kira kapan terakhir kali kau diancam mati?”

Dia terkaget dan mulai takut.

“Maksudmu?”

“Apa perlu kuulangi?”

“Oh ya, aku bertemu dengan seorang yang berpakaian aneh layaknya bintang music. Ia berusaha merayuku tetapi aku menolak, saudara kembarku diculik dan dibawa sejak itu aku tidak pernah melihatnya.sampai hari ini. Orangnya pendek dan sekitar umur 21 tahun.”

“Maksudmu,dia adalah tersangkanya?”

“Ya”

“Terima kasih, jika kau ingin keluar dari sini kau harus menjaga rahasia antara guru dan orang lain. Jika sampai bocor kau akan mendapat sangsi besar”

“Baik”

Lalu aku mulai bertanya dengan satpam di sekolah ini.

“Ada apa??”

“Selama kemarin sore sampai malam ada yang mencurigakan?”

“Oh tidak, tetapi ada seorang tamu yang membawa kotak yang sudah membusuk”

“Lanjutkan.”

“Ia bilang ialah alumni sekolah ini dan ingin mengantarkan beberapa mainan untuk TK. Katanya mainan ini akan dicuci. Saat itu aku hanya bisa terdiam karena ia memiliki tanda pengenal OSIS

“OSIS?? Terima kasig atas informasinya. Jangan sampai ada kelalaian lagi pak.

“Oh.Ok nak”

 

 

Informasi telah kudapat. Saksi sudah akan diam, sekarang kita hanya perlu membereskan dan menyembunyikan mayat dan memeriksa barang bukti.

 

“Louis! Sembunyikan mayat sebelum ada yang masuk kesini. Dan Haidar panggil Sandy dan Ketua Seksi Kebersihan”

Louis dan Haidar serentak bilang “Siap Laksanakan” mereka pun melakukan tugasnya masing-masing. Dan 5 menit pun terlewat. Sandy sudah datang dengan tubuh yang sangat berdebu.

 

“Ada apa Ketua?” katanya dengan polos

“Dimana Seksi Kebersihan?”

“Ia masih memeriksa tetapi ia mendapat bukti menarik. Terdapat pin sekolah ini dan sebuah rambut rockstar, juga kacamata hitam dan anehnya sidik jari tidak diselidiki dan anehnya tidak ada pada tali dan darah. Yang ada sidik jari korban dan cara pemotonganya korban sangatlah seperti operasi.”

“Semacam Jack The Ripper ya?? Untung dia tidak memakai gergaji mesin. Mungkin dia rockstar lulusan kedokteran”

“Ya. Ini sepertinya berhubungan dengan rockstar”

“Iya”

Tiba-tiba Seksi Keamanan Dio Hafidz Otomo datang dan menyelak pembicaraan

“Apakah kalian sudah membereskan semuanya? Kami sudah lama menahan orang-orang diluar dengan alasan konyol. Dan apakah tersangkanya seorang rockstar?” katanya dengan penasaran.

 “Iya. Kita sudah membereskan semuanya jadi biarkan mereka masuk” kataku dengan pelan

“Tunggu jika ini mengenai Rockstar kita tidak akan ketempatnya kan?” kata Sandy dengan cemas.

“Ah. Benar juga kau mengingatkanku wakil. Umumkan semua ketua seksi dan kordinator untuk berkumpul di ruang rapat karena kita akan kesana.”

“Jangan ketua!! Jangan ini mimpi buruk”

“Kuasai ketakutanmu Sandy karena kasus ini harus selesai. Bubar jalan”

 

Semua anggota OSIS menyelesaikan tugasnya dan balik keruang kelas mereka. Ruang kelas dan corridor terlihat seperti sekolah jepang. Dan sangat besar, pelajaran hari ini tidak terlalu bermasalah hanya saja fisika dan kimia kadang membuatku kesal jika kerja kelompok karena mereka hanya mengandalkan aku.

 

 

 

 

Bab 2. Hitam dan Abu-abu

 

“Apakah semuanya sudah berkumpul?” Aku meng-check anggota

“Hadir” semua menjawab dengan serempak

“Wakil?”

“Disini Ketua” jawab Sandy dengan wajah takut

“Bagus ayo kita berangkat”

 

Anggota OSIS membanjiri pintu keluar dan berangkat dengan berjalan kaki. Kita berjalan kira-kira 20 menit dari sekolah ketempatnya. Saat sampai pasti kau menyadari itulah hanya rumah biasa bertingkat satu seperti sebuah rumah sewa tetapi inilah rumah yang paling rahasia bagi OSIS.

 

“Ini aku.” Akupun berteriak dengan kencang ke rumahnya

“Ah.! Sudah lama kita tidak bertemu”

Keluarlah sesosok pria bertubuh tinggi dengan badanya seperti perempuan, lalu rambutnya panjang berwarna hitam, dan dikucir dengan pita hitam. Bajunya pun berwarna hitam dengan hiasan mawar merah. Bagian tengah baju di jahit dengan benang hitam lalu bawahnya ia memakai sepatu bot dan celananya terlihat seperti rok.

“Sungguh Master, kau makin terlihat seperti perempuan”

“Aku anggap itu sebagai pujian”

Kau mau tahu siapa dia? Dia Kuniumi Hasegawa mantan ketua OSIS terdahulu ia sering ber-cosplay dan memainkan bandnya dengan cosplay. Anggotanya hanya empat orang. Pemain Gitar Anandito Putra Pratama sang mantan sekertaris,Pemain Drum Ananda Rafizh sang mantan bendahara dan Pemain Bass Gigih Putra Ichsan sang pengurus semua seksi. Mereka semua sudah setuju membentuk band. Perlu diketahui Kuniumi adalah anak orang kaya yang kabur saat lulus sekolah dan membentuk band dengan teman-temanya. Band ini sangat terkenal karena Kuniumi sendiri karena ia terlihat sangat menarik dihadapan semua orang. Penampilan Kuniumi sendiri pun sangat berbeda saat masih berada sekolah. Dia mempunyai rambut yang hanya sampai sepundak dan matanya sering tertutup satu sekarang ia seperti sebuah Lolita.

“Oh. Apakah kau membawa oleh-oleh Kelvin?”

“Maksudmu?”

“Sandy tentunya” dia pun tersenyum licik

“Dia tidak ikut”

“Lalu rambut cokelat Hazlenut itu?”

Dengan sedikit heran aku berusaha menghalanginya mendekati Sandy. Akan tetapi ia begitu kuat untuk menerobos kita semua hanya dengan sekali tabrakan.

 

“Ngapain kamu ngumpet?? Aku kan Seniormu” Kuni tersenyum puas

“Jangan lagi kak!! Aku udah enggak mau dipermalukan seluruh angota OSIS!! Tolong kak!!”

“Sebagai Senior yang baik aku akan membawamu ke kamar!”

“HAH??” kataku dengan wajah yang cemas.

 

Akupun teringat masa laluku saat MOS kebetulan Kuniumi ialah ketua yang sangat baik juga ia adalah Diktitator yang susah untuk dilawan. Saat aku dan Sandy melanggar peraturan MOS. Kuniumi langsung menghiasi kita dengan pakaian memalukan antara lain

-Miniskirt

-Wig ungu yang dipakaikan untuku dan wig biru untuk Sandy

-Pakainan Pelayan Wanita

-Dan beberapa hiasan perempuan yang bisa membuat kalian mengira kita perempuan

 

Lalu perintah sangat memalukan. Menemaninya seharian dengan memakai kostum itu!!. Tentu saja aku melawan tetapi ia tetap bernafsu untuk melihat kita berpakaian seperti ini. Dengan tawaran akan diperlakukan dengan baik oleh OSIS, jika menolak tawaran tetap sama. Dengan kemaluan yang tidak bisa ditahan kitapun berjalan layaknya pelayan perempuanya. Akan tetapi kita sama sekali tidak dikenali oleh banyak orang kecuali anggota OSIS mungkin ini adalah penyamaran yang sukses. Lalu maksud dari diperlakukan baik oleh OSIS adalah kita diperbudak selama 2 tahun dengan melaksanakan tugas-tugas OSIS bersama dan disuruh mengerjakan yang terberat, dengan ancaman foto saat MOS akan disebar melalu Website para Otaku dan blog dia sendiri yang sudah cukup terkenal sebagai cos-player.

 

Tetapi dari semua kerja Rodi dan Romusha ini sangat membantu kita dalam kehidupan. Misalnya perhitungan, para OSIS mengajari trik-trik yang sangat aneh. Kalau tidak salah, salah satu pengajarnya ialah Eva Ramadhani. Wakil ketua OSIS yang sekarang berkerja sebagai wartawan. Ia menciptakan rumusnya sendiri untuk membuat dia mengerti. Tetapi ia tetap mengusulkan untuk mengikuti rumus sekolah karena hanya salah rumus bisa mendapat tinta merah. Sementara untuk keurusan OSIS kak Dito dan Gigih yang mengajarkan. Mereka adalah tangan kiri dan kananya Kuniumi dalam mengerjakan berbagai hal mulai dari masalah sepele sampai kasus yang amat menyusahkan. Sekolah ini terkenal mempunyai banyak kasus pembunuhan kata para anggota OSIS. Tetapi belum satupun kasus diketahui oleh para guru dan polisi. Yang menjadi korban akan dilaporkan dengan laporan yang sangat meyakinkan polisi seperti ada seorang anak yang dibunuh secara tragis dengan memakai pisau. Tetapi OSIS melaporkan bahwa dia secara tidak sengaja terbunuh oleh sebuah orang gila dan dia terhanyut dalam sungai padahal dibalik semua kebohongan itu sang pelaku sudah dibuat amnesia dan dimasukan ke penjara dengan obat bius tingkat tinggi.

 

Kuniumi adalah orang yang bisa mengatur anak buahnya dengan baik tetapi ia sangat kejam bagi pelaku karena ia selalu memerintahkan untuk membuat semua pelaku amnesia entah itu dihajar habis-habisan atau dibius dengan dosis tinggi. Bahkan suatu ketika ia sedang kesal-kesalnya karena sang pelaku membunuh seorang janitor laki-laki yang mempunyai istri dan anak. Saking kesalnya ia langsung membunuh si pelaku dengan congkelan mata dia menghancurkan mental setiap anggota OSIS dan anehnya ia mendapat gelar menjadi ketua OSIS terbaik. Pasti alumni sekolah kita bersyukur karena sudah lulus.

 

Itulah penjelasan singkat antara bagaimana aku tertarik dengan OSIS disekolah ini karena aku akan mengubah sekolah ini. Pemerintahan tidak akan sekejam Kuniumi karena hanya akan menjadi mimpi buruk yang tak pernah berhenti

 

Cukup penjelasanya sekarang. Yang lebih penting lagi sekarang aku khawatir dengan Sandy apa yang mereka berdua lakukan dikamar. Setelah menunggu selama 1 jam diluar kami pun penasaran dan berusaha memasuki pintu yang sudah lusuh itu tetapi munculah sesosok badan yang besar dan kekar yaitu kordinator semua seksi Gigih

 

“Ada perlu apa??”

“Kami mau mengambil Sandy”

“Apa perlu kamu perlu dia?”

“Dialah teman baiku!” akupun akhirnya berteriak dengan kesal

“Jika kau menginginkanya begitu kuat. Bagaimana jika kita berlatih sebentar?”

 

Yang kuketahui selama ini ialah Gigih. Si  tukang hajar Kuni, Dia mengikuti banyak beladiri dan sering sekali menjadi senjata utama Kuni. Dia sangat setia kepada Kuni, sampai ada bekas 2 luka tembak. Untuk melindungi Kuni, ia selalu maju duluan dalam penggeledahan, ia maju seperti ksatria yang memakai armor. Pendampinya adalah Nanda yang ahli dalam berbagai senjata termasuk ketapel. Ia adalah anak sebuah Tentara yang dulunya adalah gangster. Rambutnya hitam dan selalu berdiri seperti seorang preman. Jika anda bersama mereka dan mereka menggeladah sebuah tempat. Jika anda masuk mereka sudah menghabisi siapapun yang bergerak didalam. Walaupun ada orang yang tak bersalah, mereka tetap kena hantaman keras mereka. Sungguh manusia yang kejam.

 

“Latihan?? Menurutku itu terdengar agak menakutkan”

“Menakutkan? Jadi ketua takut?? Itu tidak lucu” dia mengubah wajahnya menjadi sangat serius

“Bagaimana dengan ketuamu?”

“Dia begitu baik. Dia begitu berani berlatih denganku sampai ia dirawat dirumah sakit”

“Itu terdengar hebat. Sayangnya aku berbeda”

“Mau dicoba seberapa keberanianmu?”

“Gigih!!! Berhenti!!”

 

Terdengar suara yang sangat besar dari dalam dan keluarlah priaearphone  melekat pada telinganya. Rambutnya oranye terang dan ia berbaju sporty seperti seorang petinju dan rambutnya menghadang kebelakang.

 

“Dia bukan tandinganmu Gih. Lebih baik biarkan dia masuk dan memeriksa temanya”

“Hey. Jangan memerintahku Dito! Aku hanya ingin menentukan kualitasnya!”

“Kualitasnya bukan pada fisik tapi intelegensi”

Dito. Anggota OSIS yang mengetahui segalanya tentang anggota OSIS, dia mengetahui mulai dari tanggal lahir sampai kemampuan personalitas semua anggota OSIS.

 

“Kenapa kalian pada ribut?” Kuniumi akhirnya keluar dari kandangnya

“Dimana Sandy?”

“Oh….. Ini!!” dia menarik Sandy…..

Dia dipakai baju perempuan dan dipakaikan wig coklat walaupun susah untuk menentukan dia itu siapa.

“Master…. Dia Sandy?”

“Tentu! bukankah terlihat bagus untuk penyamaran!?” dia tertawa dengan keras.

“Em…. Master boleh aku lepas baju ini dan wignya?” Kata Sandy dengan suara pelan

“Boleh. Kembali ke permasalahan. Jadi…. Kelvin, ada yang perlu kuketahui?”

Wajah Kunipun mulai terlihat sangat serius

“Aku perlu jawaban. Sebaiknya kita masuk ke dalam. Jika tidak, mungkin informasi ini akan bocor”

“Baiklah. Gigih panggil Nanda untuk menemanimu berjaga. Dito pergilah ke sekolah untuk memeriksa semua yang mencurigakan”

Tanpa ada balasan dari mereka berdua. Mereka pun melaksanakan tugasnya.

“Kelvin. Masuk kedalam biarkan para anggota di ruang band kita. Jika perlu kita bicarakan ini berdua”

“Kenapa?”

“Pasti kau ingin bertanya tentang bintang music kan?”

“Darimana kau tahu?” Akupun terkejut tanpa disadari

“Sandy sudah memberitahuku. Ini urusan hebat, jadi kita arus berbicara empat mata”

“Baiklah”

 

Semua anggota OSIS masuk ke dalam tempat tinggal Kuni yang sangat sederhana tetapi sanagt nyaman karena desainya persis dengan sebuah bar. Dan terdapat kamar masing-masing dan aku diajak memasuki kamar Kuniumi. Isinya adalah kamar seorang desainer baju perempuan, lalu terdapat banyak gambaran karya Kuniumi sendiri dan sebuah laptop yang cukup tua untuk dilihat.

 

“Duduk dikasurku”

Akupun menduduki kasurnya yang sama nyamanya dengan kasur dirumahku

“Ada apa ini?” Kuniumi berubah jadi marah.

“Tunggu. Kenapa kau marah?”

“Sandy berkata bahwa ditemukan bukti barang yang aneh. Yang katanya mirip dengan hiasan di kamarku. Ini kacau, pasti ada yang mau mempermainkan aku juga korbanmu.”

“Kata Saksi ia pendek dan berusia 21 tahun”

“Pendek?? Lucu juga jika ada band saingan kita yang ingin mempermainkan kita.” Kuni tertawa kecil.

“Jadi apakah kau tahu Master?”

“Coba tanya band ini.”

Ia menyerahkan sebuah daftar nama band dan personilnya.

“Kelvin coba buka halaman 7 tentang band saingan kita”

Aku langsung melaksanakan apa yang diperintahkanya, dan melihat foto dan profil berbagai band saingan mereka.

“Coba lihat bagian kedua. Band Truth or Ruthless. Mereka mempunyai personil pendek dan band ini berjumlah 6, kebetulan aku ingin menghajar mereka bersama Gigih tetapi itu sudah menjadi cara ynag ketinggalan zaman.”

“Baiklah. Aku akan memberitahu kepada…”

“Jangan!. Ini harus rahasia antara kita dan kau karena banyak penggemar band itu. Jadi tutup mulutmu dan jangan sampai berkata apapun tentang ini mengerti?”

“Ok Master. Aku mengerti”

 

“Terdengar teriakan Dito dari luar dan kita keluar dari kamar dan menemui Dito.

“Jadi Kuni….. mau hidangan utama atau makanan pembuka?”

“Pembuka” jawab Kuni dengan yakin

“Aku hampir ditangkap security karena aku dikira membawa sesuatu yang aneh dan ada seorang anak perempuan yang berteriak kencang padaku”

“Pasti Aisyah.. sang korban” jawabku dengan yakin

“Hidangan utama?” tanya Kuni dengan serius.

“Ada dua barang menarik. Ini adalah ikon Truth or Ruthless yang sangat spesifik, mereka mungkin sengaja meninggalkan ini untuk, memancing kita. Tepatnya jebakan bodoh mereka atau sesuatu dan yang kedua kau pasti sangat senang karena aku menemukan sesuatu yang sangat berharga bagimu.”

“Maksudmu?” Kuni terlihat seperti orang yang tidak pernah kukenal, yaitu aku pertama kali melihat ia malu

“Sang Jurnalis sedang memeriksa sekolah kita untuk koranya dan kebetulan aku membawa dia kesini untuk mengetahui perkembangan kita.

“Kak Dito. Maksudmu sang wakil?” aku bertanya heran.

“Ya ia menunggu diluar” Dito menjawab dengan senyum

“Sejak kapan Master suka sama Kak Eva?”

“Sejak kelas 1 SMP, mereka selalu bersama” Kata Kak Dito dengan menggoda

Kuni wajahnya berubah menjadi merah padam.

 

“Sebaiknya kita tidak membiarkanya menunggu diluar.”

“Biar aku yang sambut dia” Kuni memberanikan diri keluar. Aku penasaran apa yang dilakukan selanjutnya jadi aku keluar bersama Dito

Saat kita bersama diluar kita lihat Kuniumi dengan wajah ketakutan berbicara pada Eva.

“Hai Eva….. lama enggak kete.mu….”

“Oh hai. Lama enggak ketemu juga. Aku mau bertemu anak OSIS itu”

“. Dia ada disana sang Kelvin yang kita perbudak dulu”

“Bukan kita tapi kamu.”

Eva pun mendekatiku dengan langkah tegap dan mengambil sebuah catatan

“Jadi kasus bagaimana bisa diatasi?, Pembunuhnya sudah ditemukan?”

“Bagaimana Kak Eva tahu kalau ada kasus pembunuhan?”

“Walaupun aku sudah lebih tua daripadamu aku masih memiliki intelegesi yang tinggi jadi bagaimana kasusmu?”

“Coba tanyakan kepada anggotaku didalam yang sedang dijamu makan, mereka tahu lebih banyak daripada aku”

“Baiklah kalau begitu”

 

Eva pun masuk ke tempat tinggal Kuni.

“Hey Kelvin.” Tanya Kuni.

“Apa?”

“Kita langsung ke band yang kita incar bersama Dito. Mungkin kau bisa mendapat informasi”

“Boleh aku ajak yang lain?”

“Dan membahayakan nyawa mereka? Begini jika mungkin mereka pembunuhnya dan dia mengincar temanmu juga itu bisa bertanda gawat dan berbahaya. Percayalah bahwa resikonya besar membawa temanmu”

“Baiklah”

“Kalau begitu. Dito siapkan peralatan kita. Kita naik mobilku untuk pergi kesana.”

“Peralatan?”

“Tak perlu dibahas ayo naik”

Aku mengikuti Kuni yang memaiki mobil Sol*na yang sudah dicat Hitam dan terdapat wallpaper band mereka, saat Dito sudah membawa sebuah tas Kuni langsung menancap gasnya menuju tempat mereka. Kuni mengendarai dengan cepat tapi stabil dan hampir menabrak sebuah mobil yang membuatku hampi copot jantungku.

 

“Tempatnya ini?”

Akupun bertanya karena aku melihat sebuah apartemen mewah yang diluar dijagai pengawal seperti bintang kelas atas

“Mereka memang kaya tapi tidak populer. Mereka terbiasa melakukan korupsi berlebihan sebaiknya kau masuk terlebih dahulu dan bertanya. Aku akan memerintahkan Gigih untuk memulangkan anak buahmu. Lalu Dito akan menjemput Gigih dan kita akan masuk. Jadi mobilnya dibawa dulu.

“Tapi pulangkan mereka dengan cepat karena aku sedikit mempunyai perasaan buruk”

“Kalau begitu masuklah dan bertanya. Bilang jika engkau fans beratnya lalu bilang hits terbaru mereka. -7 Terompet-.”

“Aku hafal beberapa liriknya karena sangat populer dikalangan anak murid”

“Kalau begitu masuklah kami akan menjemput Gigih dulu”

Mereke berdua pergi dengan mobil. Dan ada satu hal yang aku curigai. Tas yang mereka bawa sungguh mencurigakan. Apakah berisi itu atau apa. Sebaiknya aku focus dahulu kepada memasuki gedung ini.

“Hei! Kau bocah kau ingin bertemu dengan siapa?!”

“Aku penggemar mereka. Kebetulan aku ingin bertemu dengan seorang anggota personil yang baru. Katanya Ia pendek dan berusia sekitar 21 tahun.”

“Ia bukan personil baru,namanya Andika Prastetyawan. bagaiamana sih??. Tetapi ia jarang kedatangan fans. Apakah kau ingin melihatnya?”

“Dengan senang hati.”

Sang penjaga membukakanku pintu dan mengawalku ke dalam. Diantara mereka ada 3 orang yang sedang bermain biliar lalu 2 orang sedang mengobrol diruangan, lalu aku langsung menghampiri Andika dengan tatpan seorang penggemar.

“Kak Andika! Aku penggemarmu. Bisa kita bicara sebentar di suatu ruangan?”

“Tak kusangka ada penggemarku. Kira-kira kenapa harus diruangan privat?”

“Aku mau mengetahui rahasiamu sedikit saja.”

“Baiklah. Demi fansku akan kulakukan apapun untukmu”katanya.

Aku agak sedikit jijik mendengar kata-kata itu.kita akhirnya masuk ke ruang kantornya yang isinya adalah tempat banyak kertas bersereakan denagn tembok berwarna biru. Dan meja yang indah.

“Jadi ada apa fansku?”

“Aku Kelvin Lumargo Chandra.”

“Ah sang ketua OSIS dari sekolah yang penuh pamor itu. Kenapa dan ada apa?

“Kau tahu Aisyah beserta saudara kembarnya?”

“Dia! Ya aku ingat mereka yang mendatangi mereka saat dibelakang panggung. Mereka fans kita.”

“Lalu bagaimana dengan saudara kembarnya?”

“Dia lumayan cantik baguslah jika kita bisa berhubungan tetapi ia menolak”

“Jadi kau cinta dengan dia?”

“Ya”

“Cinta macam apa?”

“Cinta satu koin. Aku menyukainya sementara ia tidak menyukaiku. Ia lebih suka vokalis utama yang sombong itu”

“Lalu kenapa ia meninggal?”

“Maksudmu?” wajahnya terlihat setengah kaget.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments


return to top