Order of Heaven Book 01 - Amulet Arwah : Chapter 10

kawamata
Order of Heaven
Mystery
2.5
154 kali
0 kali

not admin's choice

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

CHAPTER 10

Keadilan, Toleransi dan Cinta

 

Begitu datang, Marid melihat keadaan sekeliling. Betul-betul sebuah medan perang di kota yang tenang.

            “ kalian benar-benar membantai seratus Ogre yang kabur dari neraka.” Kata Marid kepada keenam Pillar yang ada disitu. Dia lalu memandang Flame. “ Manusia, kau sudah menemukan benda berharga ku?”

            “ Ada di tangan kakak ku. Itu dia.” Flame menunjuk ke Violet.

            Marid ganti memandang Violet. “ Dimana benda itu?”

            “ Disini.” Violet menyerahkan Amulet arwah yang dibawanya ke Marid.

            “ Dan pencurinya…” Marid melanjutkan tanpa mengubah nada bicara.

            “ Aku pencurinya. Aku menyuruh seekor shapeshifter untuk merubah menjadi Flame dan mencuri Amulet itu dari istana mu.”

            “ Mengesankan, jadi seorang gadis kecil berhasil mencuri benda berharga milik bangsa Djinn dan membuat kekacauan di dunia. Hanya seorang gadis kecil padahal.” Marid tampak tertarik dengan pengakuan Athena.

            “ Bawa aku, aku sudah siap diadili.” Athena pasrah.

            “ Tentu saja. Aku akan membawa mu kehadapan tetua Djinn dan mengadili mu seadil-adilnya. Tapi sebelum itu, aku ingin Tanya alasan kamu melakukan semua ini gadis kecil.”

            Athena menghela nafas sejenak, lalu memandang Flame. Di kejauhan, Flame menganggukkan kepala. Athena lalu menjawab pertanyaan Marid.

            “ Aku terbakar amarah. Perasaan cinta ku ditolak oleh salah seorang keluarga Kawamata. Dan saat itu, ada suara-suara dihatiku yang menyuruh aku untuk balas dendam. Membuat keluarga Kawamata juga merasakan apa yang aku rasakan. Rasa sakit, sedih, dan putus asa yang memenuhi jiwa ku. Lalu aku lakukan semua itu. Berkat kemampuanku untuk keluar dari raga duniawi ku, aku bisa menangkap seekor Shapshifter dan memperbudaknya. Lalu aku menyuruhnya mencuri Amulet arwah, dan mulai membuat kekacauan.”

            Terlihat Marid mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh Athena.

            “ Cerita selanjutnya, tentu kau sudah tahu kan.” Kata Athena kepada Marid, mengakhiri pengakuan nya.

            “ Lalu, saat ini, apakah kamu masih punya keinginan untuk balas dendam?”

            “ Tidak, aku sadar, seberapa marahnya aku, sebenarnya aku tidak mau melihat Flame terluka. Dan dia telah menolongku. Menyelamatkan nyawaku dengan mengorbankan dirinya. Dan dirinya bahkan sama sekali tidak marah, ataupun membenci ku setelah apa yang aku lakukan kepadanya.”

            “ Jadi kau sudah tidak punya rasa dendam terhadap mereka?”

            “ Tidak sama sekali.”

            “ MEMBOSANKAN!!!,,….setelah semua yang aku prediksi berjalan sesuai rencana, ternyata ada satu bocah nekat yang bisa merusaknya.”

Tiba-tiba terdengar suara dari angkasa. Lalu muncul sebuah kilat menyambar tanah, tepat ditengah-tengah area dimana Pillar dan Djinn, serta Athena berada.

            “ Hello semua. Apa kabar, terutama kau. Marid.” Kata Suara yang keluar dari kilat barusan.

            Semua orang menatap kilat itu. Kilat itu berubah menjadi sesosok Demon wanita berambut hitam sepantat. Telinganya runcing dan panjang seperti telinga Elf. Kulitnya putih pucat, dan tubuhnya hanya tertutup sehelai kain merah panjang yang melingkar dari leher sampai ke paha. Dan sisa kain merah itu membentuk sepasang sayap lebar.

            Demon itu memiliki sepasang tanduk kecil berwarna hitam di dahinya. Dia juga, berwajah cantik. Lebih cantik dari siapapun didunia ini. tapi kecantikan itu menyembunyikan sifatnya yang licik dan manipulator.

            Semua orang yang ada di situ tahu siapa yang mereka hadapi. Salah satu dari tujuh pangeran neraka yang mewakili salah satu dosa besar. Dan dosa itu berhubungan dengan Athena.

            “ Asmodeus. Demon yang mewakili nafsu.” Kata Tyo.

            “ Kau kenal aku juga ternyata,..tampan.” Jawab Asmodeus.

            “ Tadi kau bilang ini semua adalah rencana mu. Apa benar begitu?” Tanya Violet.

            “ Ohohoho..benar sekali. Melihat kalian yang sekarang ini sudah tidak berdaya. Umm…lima pillar yang kelelahan, tenaga tidak ada setengahnya. Satu Pillar yang sekarat. Lima puluh anggota yang kemampuanya bahkan tidak sepadan dengan hembusan nafasku. Dan satu Djinn air yang sok jago. Oh ya, tambah lagi, satu gadis manis yang sudah tidak punya keinginan untuk hidup. Kalian jelas-jelas tidak bisa mengalahkan aku.” Kata Asmodeus merendahkan lawan-lawan nya.

            “Asmodeus….aku tahu keadaan kami tidak menguntungkan. Dan sekarang kamu bisa berbuat semaumu. Tapi sebelum itu,…aku ingin menghilangkan rasa penasaranku.” Kata Flame mengumpulkan keberanian.

            Kelima Pillar mundur memberi tempat kepada Flame dan Asmodeus. Flame kali ini berdiri, tapi masih bersandar pada tembok. Di depannya, Asmodeus berkacak pinggang.

            “ Aku gak tahu ada demon se seksi itu Sishou.” Kata Rodney kepada Violet.

            “ Hush….” Violet menyuruh Rodney diam.

            “ Kita tahu, kita saat ini tidak punya kemampuan untuk mengalahkanya. Aku harap Flame punya akal.” Kata Erick.

            “ Saat kita akhirnya tahu siapa yang bekerja dibalik semua ini, kenapa kita tidak punya kekuatan untuk menangkapnya. Apa kita akan membiarkan seorang cewek yang hanya menjadi pion, dihukum mati oleh golongan Djinn, karena Demon ini?” Sesal Wahyu.

            “ Kakak semua, tenang, Chika yakin ANATA punya rencana.” Kata Chika menenangkan keempat kakaknya.

            Asmodeus maju dua langkah mendekati Flame. Dia memandang Flame. Lalu tersenyum kecil.

            “ Kau cukup cantik juga sebagai seorang cowok. Aku berharap bisa mendapatkan mu setelah kau mati sebentar lagi.” Asmodeus berbalik untuk berjalan menjauh.” Dan melihat keadaanku yang diatas angin, aku tidak keberatan menjawab semua pertanyaan mu. Manusia.”

            “ Oke, aku mulai, pertama, apa benar kamu yang mempengaruhi Athena untuk membalas dendam kepada ku?”

            “ Benar.”

            “ Apa benar kamu yang merencanakan semua kekacauan yang ada karena amulet arwah itu?”

            “ Benar.”

            “ Jadi kamu yang membuat Athena berubah menjadi jahat?”

            “ Benar lagi.”

            “ Kamu juga yang membunuh keempat orang di kota ini dan membuat kami semua, membantai arwah dan makhluk gaib disini?”

            “ Kau hebat juga cantik. Betul lagi.”

            “Jangan panggil aku cantik. Aku alergi dengan itu.” Kata Flame dalam hati, sambil mengatupkan giginya sekeras mungkin. Menahan amarah. “ Oke, pertanyaan terakhir. Jadi kamu yang bertanggung jawab terhadap semua kejahatan, kesalahan, kekacauan, pembunuhan, dan kerusakan yang dialami dan dilakukan oleh semua orang yang ada di area ini terkait dengan amulet arwah yang dicuri oleh Athena?”

            “Correct…aku yang bertanggung jawab atas semuanya, dari awal hingga akhir. Hahahahha” Asmodeus tertawa terbahak-bahak…

            “ Gotcha.” Flame tertunduk sambil tersenyum.

            “ Apa yang lucu bocah?”

            Flame memandang Asmodeus dengan cengiran lebar. Rencananya sudah berhasil. Bahkan Demon sekelas pangeran pun bisa tertipu.

            “ Kalangan Demon ternyata memang benar-benar tidak lebih dari sampah. Kalian begitu kuat, sekaligus begitu bodoh.” Kata Flame.

            “ Apa katamu!? Kubunuh kau Bocah.” Asmodeus marah, dia menerjang kearah Flame.

            “ Marid!!!! Bawa pendosa ini untuk diadili dan bebaskan Athena!!!” teriak Flame.

            Marid yang dari tadi memperhatikan, segera bergegas menciptakan gelombang air untuk mementalkan Asmodeus keudara. Dia lalu memanggil Djinn api Efreet untuk  membantunya menangkap Asmodues.

            Efreet muncul dari udara, tubuhnya berwarna merah terbalut api, kepalanya bertanduk, satu tanduk besar yang mencuat. Nafasnya juga berupa api. Wajahnya garang, rambut panjang berantakan tumbuh dikepalanya. Sayapnya juga terbuat dari kobaran api, dan kakinya, ….. kakinya terlihat seperti kaki domba. Dia menangkap Asmodeus yang meronta-ronta.

            “ Lepaskan aku. Dasar Djinn rendah!!!”

            “ Satu Djinn memang tidak bisa mengalahkanmu. Tapi kalau dua. Kekuatan kita seimbang.” Kata Marid.

            Efreet membuka gerbang ke dunia Djinn. Tapi Amodeus berhasil lolos dengan cara mengalirkan aliran listrik untuk memecah bentuk fisik sang Djinn api. Marid yang menyerang Asmodeus, ditendang hingga jatuh ketanah. Air setinggi satu meter muncrat kesegala arah karena tabrakan Marid dengan tanah.

            “ Kau ini sudah sombong, masih keras kepala pula.” Flame berkata sambil kedua matanya memancarkan warna merah maroon.

            Sebenarnya dari tadi Flame sudah pulih total. Tapi dia menyembunyikan itu karena ingin mengungkap kelicikan Asmodeus. Dia ingin demon itu melihat keadaanya yang terluka parah, sehingga demon itu yakin kalau dirinya bisa berbuat semaunya tanpa ada yang menghalangi.

            “ Kau tadi bilang kalau gabungan kekuatan kami semua tidak bisa mengalahkan mu kan?” Flame berjalan kearah Asmodeus yang sudah kembali ketanah. “ Sebenarnya tidak dibutuhkan semua orang untuk membunuh Demon seperti kamu.” Flame tersenyum. “ Cukup aku saja yang maju.”

            Di kedua tangan Flame muncul dua buah katana yang selama ini menjadi senjatanya.

Flame lalu menghilang dan muncul tepat didepan Asmodeus, kedua hidung mereka sampai menempel. Amodeus yang kaget segera mengeluarkan gumpalan energi listrik untuk menghempaskan Flame. Tapi Flame dengan cepat menebaskan katana nya ke kedua tangan Asmodeus untuk menghentikan usahanya.

            Tangan Asmodeus berhasil selamat, dan Asmodeus mundur untuk menjaga jarak. Dia memusatkan tenaganya dan menciptakan meteor yang terbuat dari listrik, lalu menghempaskanya kearah Flame.

            “ Demon, kau akan tahu, kenapa aku disebut sebagai Pillar terkuat saat ini. Diantara kesepuluh Pillar yang pernah ada.”

            Pupil Flame menghilang, kini kedua matanya hanya berwarna merah maroon. Dia membelah meteor yang dibuat oleh Asmodeus dengan sebelah tangan. Lau dia menggabungkan kedua katana miliknya dan menebas Asmodeus dari jarak dua meter.   

            Tercipta tekanan angin yang dahsyat, sehingga Asmodeus yang berkekuatan besar pun tidak sanggup untuk menahannya. Dia semakin terdorong mundur.

            “ Efreet!!!... buka gerbangnya!!” Teriak Marid.

            Efreet kembali membuka gerbang ke dunia Djinn. Kali ini gerbang muncul di belakang Asmodeus. Asmodeus yang sudah tidak kuat menahan serangan dari Flame, terlempar masuk kedalam dunia Djinn. Lolongan panjang terdengar bersamaan dengan hilangnya sosok Asmodeus ditelan gerbang dimensi.

            Setelah gerbang itu menutup, Efreet menghilang untuk membawa Asmodeus ke pengadilan Djinn. Marid mengucapkan terimakasih kepada orang-orang disitu, dan melepaskan Athena, karena tahu kalau Athena hanyalah pion yang diatur oleh Asmodeus. Setelah itu sang Djinn air juga ikut menghilang.

            “ AAHHHHH…….Capeknya malam ini. Kalian semua, anggota Order of Heaven, subdivisi Indonesia cabang Malang, kalian bisa bubar sekarang. Pertunjukkan gulat sudah selesai.” Kata Violet membubarkan kerumunan orang yang ada.

            “ Violet, siapa yang akan membereskan semua kekacauan ini?” Tanya Wahyu.

            “ Ya Erick lah….dia kan Trickster. Jadi dia pasti bisa membuat keadaan disini kembali seperti waktu kita pertama datang. Iya kan Erick.” Violet memandang Erick dengan senyuman lebar.

            “ Iya iya…..bagian yang susah-susah, aku terus yang jadi korban.” Jawab Erick.

             Tyo beserta kelima puluh anggota Oder pergi dari tempat itu. Tyo pergi untuk membawa mobil dan mengangkut kelima saudaranya dan juga Athena.

            “ ANATA, Chika bangga punya kakak yang bisa berfikir cerdik, dan bisa menipu Demon sekelas Asmodeus. Nyaaa” kata Chika kepada Flame.

            “ Iya donk…siapa dulu kakak mu.” Jawab Flame sambil tersenyum.

            Athena datang mendekati Flame. Dia terlihat malu. Karena semua hal yang telah dia lakukan. Wajahnya makin merah ketika memandang Flame.

            “ Chika tinggal kalian berdua disini ya. Chika mau ikut kak Tyo mengambil mobil.” Kata Chika menghindar.

            “ Oke Chiii…” jawab Flame yang sudah tahu maksud Chika.

            Violet, Wahyu, dan Erick pun juga ikut meninggalkan area. Menyisakan Flame dan Athena ditengah reruntuhan dan kobaran api sisa peperangan barusan.

            “ Flame…” Athena memulai pembicaraan.

            “ Iya.”

            “ Terimakasih ya. Sudah mau menolongku dan menyelamatkan nyawa ku.”

            “ Ah, tidak apa-apa kok. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan.”

            “ Aku tahu aku salah,…makanya aku..”

            “ Sudah, jangan diteruskan. Aku sudah tahu siapa yang patut dipersalahkan. Kamu hanya korban. Korban dari nafsu yang tidak bisa kamu kuasai.”

            Athena memadang Flame. Senyum menghiasi wajah cantiknya.

            “ Terima kasih Flame.”

            “ Umm…soal perasaanmu, maaf, aku tidak bisa menerimanya.”

            “ Aku tahu. Aku tahu kau bukan tipe orang yang mudah mengubah pendirian.”

            “ Athena, kamu itu cantik, pintar, semua hal yang diinginkan cowok ada padamu. Tapi kamu bukan untukku. Aku yakin,ada seseorang yang benar-benar cocok untukmu. Entah itu di Indonesia. Atau di negara lain.”

            Athena hanya diam saja.  Flame melanjutkan perkataannya.

            “ Aku harap kamu bisa mengerti.”

            “ Aku mengerti Flame. Akan tiba waktunya bagiku untuk bisa menemukan belahan jiwaku diluar sana.”

            “ Jadi kita akhiri masalah kita?”

            “ Iya. Tanpa dendam.”

            Athena dan Flame saling pandang. Mereka sama-sama tersenyum. Masalah diantara mereka sudah terselesaikan. Kini mereka bisa berteman kembali seperti sedia kala.

            Dikejauhan, sudah tampak Tyo menyetir mobil sedan hitam milik Violet. Flame dan Athena berjalan kearah mobil itu. Mobil kedua milik Erick mengikuti dibelakang mobil sedan. Setelah semua Pillar dan Athena masuk, kedua mobil itu meninggalkan lokasi. Tapi ditengah jalan kedua mobil itu berhenti. Dan terlihat Erick ditendang keluar oleh Violet.

            “ Mau pergi ya? Bereskan dulu kekacauan tadi!!” Kata Violet marah-marah.

            “ Iya iya,,, aku bereskan.” Jawab Erick sewot.

            Erick melambaikan tangan kirinya kearah jalan Sumbersari yang rusak parah gara-gara perang besar antara Order of Heaven melawan Ogre. Dan seketika itu jalan Sumbersari kembali seperti semula. Tidak ada tanda-tanda pernah terjadi pertempuran dan pembantaian disitu. Jalan itu kembali bersih, tanpa meninggalkan jejak pertempuran.

            “ Sudah kan. Sekarang kita pulang.” Erick kembali memasuki mobil dan kali ini mereka benar-benar melaju meninggalkan kota Malang.

 

@@@@@

 

            Keesokan harinya, semua kembali ceria seperti semula. Tyo, Wahyu, dan Erick kembali ke wilayah mereka masing-masing. Chika sudah mulai kuliah di salah satu Universitas Swasta di Surabaya. Violet sudah sibuk dengan kegiatan operasi dan bedah di Rumah Sakit. Flame, seperti biasa, menghabiskan hari-hari dengan bermacam kekonyolan yang dilakukannya dengan Andre, Jimmy, dan Yuuki.

            Chika tetap lengket dengan Flame, walau hal itu tidak bisa membuktikan kalau mereka pacaran, karena meraka adalah saudara kembar. Tapi setiap ada waktu, Chika pasti ada disisi Flame. Entah itu hanya keluar makan, ataupun jalan-jalan di malam minggu.

            Andre, seperti yang diharapkan Yuuki dan Jimmy, ditolak oleh Athena. Tetapi Andre tidak terlihat sedih, malah dia makin ceria. Mungkin karena dia tahu kalau dia akan ditolak. Jadi dia tidak begitu mempermasalahkanya. Atau dia sudah punya incaran baru? Tidak ada yang tahu.

            Athena kembali menjalani aktifitas kuliah seperti biasa, dia tetap bersahabat dengan Flame dan kawan-kawan. Dengar-dengar, beberapa minggu setelah kejadian di Malang, dia akrab dengan salah satu mahasiswa dari jurusan kedokteran. Semoga saja mereka bisa menjadi pasangan yang cocok.

            Selama kurang lebih dua bulan, Keluarga Kawamata di Surabaya bisa beristirahat. Tidak ada tugas aneh-aneh yang berhubungan dengan makhluk gaib, yang memaksa mereka untuk memforsir tenaga sampai kecapean. Walaupun tugas-tugas menyangkut karma manusia tetap datang silih berganti seperti air mengalir. Tapi paling tidak mereka bisa menyelesaikannya dengan santai. Apalagi dibantu dengan satu orang cewek centil calon Pillar nomor sebelas.

 

@@@@@

 

            Tiga bulan berlalu sejak insiden amulet arwah. Violet mendapatkan surat undangan di sebuah pagi yang cerah di hari Jum’at. Surat undangan itu berasal dari Kakak sepupunya di Jepang. Setelah membaca tulisan yang tertera didalamnya, Violet mendatangi Flame dan Chika yang saat itu sedang asyik main game di ruang keluarga.

            “ Flame, kamu kemarin bilang mau menonton movie Kamen Rider Decade yang All Rider VS Dai Shocker ya?” Tanya Violet.

            “ Iya, memang ada apa kak?” Jawab Flame tanpa mengalihkan pandangan dari layar televisi.

            “ Ini ada surat dari Deka.”

            “ Surat dari Bibi Deka, Chika sudah lama tidak bertemu, Chika kangen.” Chika ikut masuk ke pembicaraan.

            “ Apa katanya kak?” Tanya Flame

            “ Dia mau ada acara nonton bareng Anime di Tokyo. Ada empat Tiket, jadi dia mengajak kita bertiga untuk kesana.”

            “ Asyik asyik…kapan kak?” Tanya Chika antusias.

            “ Bulan depan.” Jawab Violet sambil tersenyum.

            “ Bulan depan, bukanya bulan depan juga bulan yang sama movie Decade tayang di bioskop?”

            “ Yups….jadi gimana? Datang tidak?”

            Flame dan Chika memandang Violet dengan nyengir lebar. Mereka sudah menantikan kesempatan seperti ini.

            “ Sudah jelas kan…” Kata Flame.

            “ hehehehe…oke, bulan depan, kita berangkat ke Jepang.” Jawab Violet sambil berjalan menutup pintu depan rumah keluarga Kawamata di jalan Kaliasin Pompa, Surabaya.

 

@@@@@

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments

  • new york car insurance's picture

    Paki, aunque con retraso, te

    2

    Paki, aunque con retraso, te comunico que todos los que lo solicist teis a trav s de los coemntarios est is admitidos/as

  • auto owners insurance's picture

    Paki, aunque con retraso, te

    3

    Paki, aunque con retraso, te comunico que todos los que lo solicist teis a trav s de los coemntarios est is admitidos/as

  • car insurance's picture

    Paki, aunque con retraso, te

    Paki, aunque con retraso, te comunico que todos los que lo solicist teis a trav s de los coemntarios est is admitidos/as

  • ultram cheap tramadol's picture

    Paki, aunque con retraso, te

    3

    Paki, aunque con retraso, te comunico que todos los que lo solicist teis a trav s de los coemntarios est is admitidos/as

  • viagra's picture

    Paki, aunque con retraso, te

    2

    Paki, aunque con retraso, te comunico que todos los que lo solicist teis a trav s de los coemntarios est is admitidos/as

  • auto insurance's picture

    Kevin was very special to

    Kevin was very special to Elaine and me from the first sesshin we attended 6 or 7 years ago to the most recent a few weeks ago, when he came in during an evening sitting walking slowly with his cane and friends in support. I'll miss his humor and his dedication.

  • cialis's picture

    When I translate to Japanese,

    When I translate to Japanese, Did you forget the ending . ? is appeared,but in Japanese, end punctuation is ? .Can you fix or add disable option for Japanese?

  • Nihla's picture

    Thanks tnaggapannya

    Thanks tnaggapannya bro..tuker link yah, linknya sdh sy pasang bs lngsung dicek sob..


return to top