nostalgila

nanjung110
Feminine Romance
2
258 kali
0 kali

not admin's choice

ini bukan surat cinta, tapi aku menunggu jawabanmu di tempat itu, di waktu yang persis sama seperti terakhir kali kita bertemu. kamu pasti tahu… setidaknya, aku berharap kamu akan tetap mengenang perjumpaan kita di sudut ingatanmu. 

karena aku masih ingat. dinginnya hari itu yang menggigit tulang, embusan angin petang yang mendesir di sela anak rambut dan telingaku yang membeku, serta asap rokokmu yang puntungnya nyaris habis terselip diantara bibirmu. kau membuangnya, padahal kamu belum habis mengisapnya. dan aku juga ingat tanganmu; menggenggam ragu ujung-ujung jariku yang membiru.

“ini yang terakhir,” katamu. 

aku ingin melihat wajah yang kausembunyikan dibalik mantel tinggi itu untuk yang terakhir kali, tapi kau kerap memalingkan muka, menolak balas menatapku. aku pura-pura tidak sadar betapa kamu malu dan terhina. kamu, lelaki tapi tak sanggup mempertahankan aku, wanitamu.

lampu jalan berkedip sesaat sebelum mengantarkan terang yang mengiluminasi wajahmu. lalu perlahan kamu melepaskan genggamanmu, berbalik dan melangkah menjauh tanpa lagi menoleh ke belakang. tidak apa-apa. kamu tahu mataku tidak pernah berpaling dari punggungmu.

tidak apa-apa. aku pasti baik-baik saja. seperti tahun-tahun sebelum aku mengenalmu.

ini bukan surat cinta, tapi aku menunggu jawabanmu di tempat yang sama. sudahkah kauminta izin istrimu untuk menemuiku? perjumpaan kita tidak akan makan waktu. sudah satu windu berlalu, wajar bila muncul rindu. toh aku hanya ingin bertanya apakah kau mau menggantikan aku dalam pertemuan orang tua murid jumat lusa. anakku penasaran ingin tahu wajahmu.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments


return to top