Mendung

youlee kawai
Slice Of Life
0
334 kali
0 kali

not admin's choice

 

Mendung

Mendung tak akan nampak secerah ini jikalau aku tak bersamamu eman. Hari itu kali pertama kau mengajakku jalan-jalan. Entah apa yang merasuki pikiranmu raut wajahmu saat itu menyiratkan tanda tanya besar, seakan-akan ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku namun tak dapat terungkapkan. “Eman aku bahagia bisa mengenalmu membingku belajar gitar, mendengdangkan musik yang sama, membantuku melewati fase2 suram yang menggelayutiku. Apakah kau bahagia mengenalku?” Tanya alia “Akupun merasakan hal yang sama kau juga membuatku kembali bermangat dalam bermusik, entah apa yang terjadi jika ku tak mengenalmu. Mungkin saja aku salah pergaulan” jawabnya tegas namun kikuk “Apa ada sesuatu yang mengganjal fikiranmu eman?” Tanya ku seraya khawatir sesuatu yang buruk menimpanya. “Maafkan aku y alia jikalau hal ini akan menyakitkan bagimu, namun dirimu telah terpatri di hatiku. Kesederhanaanmu kepolosanmu semangatmu semua itu membuatku kagum akan dirimu…” jawabnya “Lalu apa yang membuatmu bersalah akan hal itu? Bukankah mencintai dan dicintai adalah anugerah.” “Itu semua karena… umm… sebenarnya…” dia terdiam sambil memandangi langit mendung yang kala itu masih terasa cerah bagiku. “Ada apa sebenarnya eman?” hatiku pun merasakan hal yang sama namun apa yang membuatmu merasa bersalah akan hal itu. “ Sebenarnya aku sudah mempunyai kekasih yang tak mungkin kutinggalkan karena dia adalah penyelamatku.” Jawabnya lirih seakan tak mau mengatakannya namun itulah yang harus dilakukannya yaitu jujur. Hati ini terasa ditimpa berton-ton batu dan langit mendung menjadi sangat sangat kelabu. “Oh, thanks ya udah membagi kisah ini denganku. Kisah yang tak akan terlupakan tentang seseorang yang special di hati ini, namun harus ku simpan rapat-rapat dan tak bisa ku umukan pada dunia ‘dia adalah kekasihku’.”

sesaat sebelum beranjak dari tempat kita mengobrol dia menarik tanganku dan tiba-tiba saja menciumku tepat di bibir yang seharusnya kuberikan untuk suamiku. Bukannya memarahinya aku malah menangis di depannya “apa kau puas melakukan hal ini” bahkan dengan ciuman saja cinta ini tak akan cukup bagiku. Yang aku ingin kan hanyalah hidup tua bersamamu.

Hari-hari telah berlalu sejak kejadian itu aku tak pernah melihatnya lagi, kutanya pada teman karibnya ia pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. Dalam hatiku mungkin saja ia pulang ke kampong halamannya karena ia juga sama sepertiku hanya pendatang di tempat ini. kebahagiaan saat bersamamu semua itu hanyalah kenangan bagiku saat ini. Walau bagaimanapun aku ingin bertemu denganmu, memelukmu dan ingin tidur dipangkuanmu. Mungkin saja kau memang terutus untuk menceriakan kehidupan ku yg suram di masa lalu. Dan kau tahu aku bahagia walaupun bahagia dalam sakit karena telah mengenalmu dan akupun tak menyesalinya karena kau hanyalah fase dalam hidupku. Jika kau bisa mendengar kata-kata di dalam hatiku aku ingin meneriakan ‘ Jangan pergi, aku merindukanmu walau bersamamu akan menyakitkan bagiku tapi kuharap kau ada disisi ku.’ Dan anginpun seakan membawa pesan itu. 

mendung

komentari dengan Facebook (klik disini) - komentar

youlee kawai's picture

Note: ini bukan cerita fiksi

Note: ini bukan cerita fiksi namun tempat dan keadaan sedikit diubah namun masih mengikuti garis besar true story'a. dan kata alia rasa itu kini telah pudar di makan zaman. maklum alia ini sudah berumur hehe Tongue

return to top