Sat02Jul2011
LOVE from the PAPER part IV
214 kali
0 kali
not admin's choice
Part IV: it’s a long
road to learn it
memasuki SMA.. aku di masukkan kedalam pesantren.. tahu
kenapa? Karena pada brosurnya ada ekskull komik.. tapi yang ku temukan di
sana.. hanya sebuah eksull tanpa pembimbing yang berisikan 4 orang termasuk
diriku.. sejak saat itu.. aku mulai muak berada di sana,, tetapi..
Ada sesuatu yang istimewa di sana.. aku tidak pernah memiliki
teman sebanyak itu.. yah.. walau tidak ada opal..
Minggu-minggu pertama, aku sangat depresi karena aku merasa
di kucilkan.. dan merasa di jadikan mainan.. karrena sifatku yang sangat
kekanak-kanakan.. bahkan mereka menyebutku BANCI.. yah mungkin sifat itu tidak
baik… tetapi aku tak suka cara mereka.. beberapa kali aku marah, justru malah
jadi bahan lawakan bagi mereka..
Walau begitu ada beberapa teman yang bisa menerimaku.. dan
yang paling dekat padaku waktu itu adalah MUHAMMAD ARIEF BUDIMAN yang biasa di
panggil MABUD… lalu RIZKA ADITYA.. TEGAR …dan FATHAN… mereka unik dengan cirri
khas masing masing… aku mulai belajar dari mereka sedikit demi sedikit.. dan..
semua itu di mulai dari bagian, dimana aku harus mulai berbicara “LU-GUA”..
blah.. susahnya bukan main… aku sudah
memakai “AKU-KAMU” sejak kecil dan harus merubah hal itu saat ini.. saat
pertama kali mengucapkannya, aku merasa sangat berdosa.. entah kenapa…. Yah
mungkin karena tak biasa..
Yah.. berbulan-bulan berlalu.. kata-kata “LO-GUA” udah
menjadi password untuk berbicara dengan mereka yang lain… aku mulai bisa
menerima ejekan mereka.. dan mereka juga sudah bosan mengejekku.. biar
bagaimana.. aku tetap belom bisa bergaul.. aku masih seperti member jarak pada
siapapun,,, dan seakan tak mau di sentuh… aku malu.. karena aku tak mengerti
apapun yang mereka bicarakan.. mereka, bicara tentang bola, music, berita..
sedang yang ku tahu Cuma manga dan anime.. itupun hanya beberapa… dan aku tidak menyukai berita tentang bola,
music dan sebagainya… aku hanya menikmati ketika menemui dan berinteraksi
dengan hal tersebut..
Dan.. bicara tentang bola… aku bebreapa kali mengalami luka
parah kerena bola.. yang pertama.. saat aku bermain bola saat hujan gerimis..
lapangan yang terbuat dari semen itu menjadi licin seperti lapangan es.. aku
terjatuh saat mengajar bola.. dan terseret sejauh 5 meter.. kepalaku pusing..
dan saat ku raba gigi depan dengan lidah ku.. ku merasakan bahwa gigi ddepan ku
patah… dan teman-teman ku bilang kalau kelopak mataku berdearah.. yang ternyata
robek.. aku langsung di bawa ke rumah sakit, dan di jahit … hal yang membuatku
takut.. bukan karena harus di tusuk-tusuk jarum.. tetapi karena di depan
mata!!.. jarum suntik itu menyuntik dalam di depan mata… aaaaa aku histeris…
Dan yang kedua… kakiku… entah kenapa… saat jatuh walau tak
sakit pada hari itu.. tiba-tiba saja kakiku tak bisa di gerakkan… aku panic..
apa aku cacat? Berminggu-minggu aku menunggu sembuh.. di urut.. di rendam air
hangat.. dan masih belum bisa… aku mulai putus asa… tak bisa bermain… sholatpun
susah.. bahkan tidurpun tak bisa di luruskan… aku pincang…
Orang tua ku lalu membawaku ke tukang ahli patah tulang dan
terkilir… katanya kakiku taka apa.. hanya ada urat yang terjepit… lalu kakiku
di kop dan darahnya keluar!! Waaaa aku tambah panic… katanya itu darah kotor..
lalu aku di beri salap… dan dalam waktu kurang lebih 2 bulan… aku sudah bisa
berlari lagi.. senangnya…
Dan kini.. masalah gigi patah ku.. karena sarafnya muncul..
maka rasa sakitnya gak ketulungan… makan bubur pun kesakitan.. jangankan
begitu.. tertiup angin pun ngilu!! Aaa… maka lagi-lagi aku harus pulang untuk
berobat.. aku datang ke dokter gigi… dokternya serem… hal ini membutuhkan waktu
1 bulan.. dan selama itu aku harus bolak-balik tiap minggunya dari pesantren
(suka bumi) ke Jakarta… setelah satu bulan jadilah gigi buatan itu… dan mereka
bilang.. ini harganya 4 juta.. mendengar itu adikku langsung bilang… “aaa gigi
nya cabut lagi aja… tuker sama x-box”,….. weh enak saja..
Aku mulai sadar.. kalau itu semua mengingatkanku bahwa aku
punya kaki, mata, gigi yang sehat.. dan seharusnya aku bersyukur.. di tambah
lagi.. aku memiliki orang tua yang sangat sayang padaku.. sering aku kesal
karena peraturan mengikat mereka.. yang sesungguhnya itu adalah tanda kasih
sayang mereka… aku mulai untuk mendengarkan kata-kata mereka…
Satu semester berlalu, Aku mulai menyukai hidup pesantren..
namun.. sayang nilai ulanganku hancur.. aku harus di remedial lebih dari 5 kali
untuk mendapat nilai 7… orang tuaku khawatir.. sangat khawatir.. maka ayahku
membawaku kepada sebuah seminar.. di sana ada pembicara yang bernama ADAM
KHOO.. ia datang dari singapura .. singapoe di sebutnya .. aku di ajari tentang
cara untuk belajar.. tapi.. itu memuakkan.. sebelum aku ikut.. aku mendengar
bahwa biayanya sangat mahal.. 8 kali lipat spp ku.. aku meminta kepada orang
tua ku agar tak mengikutkan ku.. “bagaimana jika aku gak bisa jadi seperti apa
yang ayah dan ibu ingikan?”, Tanya ku pada mereka.. tetapi..mereka memaksaku…
Lalu aku mengikutinya… begitu berat inggris di mana-mana..
aku tidak tau mau bicara apa.. untungnya pembimbing tiap kelompok adalah orang
Indonesia.. namanya ADITYA.. dan RIEKE.. mereka membuatku tersenyum.. mereka seperti
kakak bagiku… aku masih menyimpan surat dari mereka sampai saat ini.. mereka
yang di kelompokku belajar cara belajar.. tetapi tidak untukku..
Apa yang ku pelajari jauh lebih abstrak.. aku belajar
tentang semangat.. mimpi.. dan menyayangi diri sendiri.. tidak ada yang tidak
mungkin di dunia ini.. itu yang ADAM KHOO katakan.. dan itulah kata-kata yang
paling menempel di kepalaku.. ADITYA adalah orang yang sangat menghargai
bakatku.. aku senang.. dia simply.. kesusahan pada bahasa inggris juga.. sama seperti
ku.. tetapi lebih lancar..
RIEKE perhatian.. seperti seorang kakak.. dia membuatku
tenang..
Dan tak ku sangka.. seminar ini membuat ku lebih dekat
dengan orangtua ku.. ini hadiah yang tak terbayarkan.. bahkan untuk uang 8
juta.. yang di gunakan dalam seminar ini.. terima kasih ADAM KHOO, RIEKE dan
ADITYA..
Jauh setelah hari itu.. orangtua ku berniat menyekolahkan ku
ke singapur.. dan meminta ku untuk bilang kepada kepala sekolah agar aku bisa
pindah.. dan beruntungnya ia tidak marah.. dan malah membantuku.. walaupun ia
sebelumnya meminta ku untuk berfirir dua kali… aku tau dia membina pesantren
itu dengan kasih sayang.. bukan hanya uang..
Aku berusaha agar aku tidak di pindah kan.. orang tuaku
tetap memaksa.. dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk tidak memindahkanku
ke singapur…
Tetapi……
GLOBAL MANDIRI..







































Post new comment