LOVE from the PAPER part IV

Drama
0
214 kali
0 kali

not admin's choice

Part IV: it’s a  long road to learn it   memasuki SMA.. aku di masukkan kedalam pesantren.. tahu kenapa? Karena pada brosurnya ada ekskull komik.. tapi yang ku temukan di sana.. hanya sebuah eksull tanpa pembimbing yang berisikan 4 orang termasuk diriku.. sejak saat itu.. aku mulai muak berada di sana,, tetapi.. Ada sesuatu  yang  istimewa di sana.. aku tidak pernah memiliki teman sebanyak itu.. yah.. walau tidak ada opal.. Minggu-minggu pertama, aku sangat depresi karena aku merasa di kucilkan.. dan merasa di jadikan mainan.. karrena sifatku yang sangat kekanak-kanakan.. bahkan mereka menyebutku BANCI.. yah mungkin sifat itu tidak baik… tetapi aku tak suka cara mereka.. beberapa kali aku marah, justru malah jadi bahan lawakan bagi mereka.. Walau begitu ada beberapa teman yang bisa menerimaku.. dan yang paling dekat padaku waktu itu adalah MUHAMMAD ARIEF BUDIMAN yang biasa di panggil MABUD… lalu RIZKA ADITYA.. TEGAR …dan FATHAN… mereka unik dengan cirri khas masing masing… aku mulai belajar dari mereka sedikit demi sedikit.. dan.. semua itu di mulai dari bagian, dimana aku harus mulai berbicara “LU-GUA”.. blah.. susahnya  bukan main… aku sudah memakai “AKU-KAMU” sejak kecil dan harus merubah hal itu saat ini.. saat pertama kali mengucapkannya, aku merasa sangat berdosa.. entah kenapa…. Yah mungkin karena tak biasa.. Yah.. berbulan-bulan berlalu.. kata-kata “LO-GUA” udah menjadi password untuk berbicara dengan mereka yang lain… aku mulai bisa menerima ejekan mereka.. dan mereka juga sudah bosan mengejekku.. biar bagaimana.. aku tetap belom bisa bergaul.. aku masih seperti member jarak pada siapapun,,, dan seakan tak mau di sentuh… aku malu.. karena aku tak mengerti apapun yang mereka bicarakan.. mereka, bicara tentang bola, music, berita.. sedang yang ku tahu Cuma manga dan anime.. itupun hanya beberapa…  dan aku tidak menyukai berita tentang bola, music dan sebagainya… aku hanya menikmati ketika menemui dan berinteraksi dengan hal tersebut.. Dan.. bicara tentang bola… aku bebreapa kali mengalami luka parah kerena bola.. yang pertama.. saat aku bermain bola saat hujan gerimis.. lapangan yang terbuat dari semen itu menjadi licin seperti lapangan es.. aku terjatuh saat mengajar bola.. dan terseret sejauh 5 meter.. kepalaku pusing.. dan saat ku raba gigi depan dengan lidah ku.. ku merasakan bahwa gigi ddepan ku patah… dan teman-teman ku bilang kalau kelopak mataku berdearah.. yang ternyata robek.. aku langsung di bawa ke rumah sakit, dan di jahit … hal yang membuatku takut.. bukan karena harus di tusuk-tusuk jarum.. tetapi karena di depan mata!!.. jarum suntik itu menyuntik dalam di depan mata… aaaaa aku histeris… Dan yang kedua… kakiku… entah kenapa… saat jatuh walau tak sakit pada hari itu.. tiba-tiba saja kakiku tak bisa di gerakkan… aku panic.. apa aku cacat? Berminggu-minggu aku menunggu sembuh.. di urut.. di rendam air hangat.. dan masih belum bisa… aku mulai putus asa… tak bisa bermain… sholatpun susah.. bahkan tidurpun tak bisa di luruskan… aku pincang… Orang tua ku lalu membawaku ke tukang ahli patah tulang dan terkilir… katanya kakiku taka apa.. hanya ada urat yang terjepit… lalu kakiku di kop dan darahnya keluar!! Waaaa aku tambah panic… katanya itu darah kotor.. lalu aku di beri salap… dan dalam waktu kurang lebih 2 bulan… aku sudah bisa berlari lagi.. senangnya… Dan kini.. masalah gigi patah ku.. karena sarafnya muncul.. maka rasa sakitnya gak ketulungan… makan bubur pun kesakitan.. jangankan begitu.. tertiup angin pun ngilu!! Aaa… maka lagi-lagi aku harus pulang untuk berobat.. aku datang ke dokter gigi… dokternya serem… hal ini membutuhkan waktu 1 bulan.. dan selama itu aku harus bolak-balik tiap minggunya dari pesantren (suka bumi) ke Jakarta… setelah satu bulan jadilah gigi buatan itu… dan mereka bilang.. ini harganya 4 juta.. mendengar itu adikku langsung bilang… “aaa gigi nya cabut lagi aja… tuker sama x-box”,….. weh enak saja.. Aku mulai sadar.. kalau itu semua mengingatkanku bahwa aku punya kaki, mata, gigi yang sehat.. dan seharusnya aku bersyukur.. di tambah lagi.. aku memiliki orang tua yang sangat sayang padaku.. sering aku kesal karena peraturan mengikat mereka.. yang sesungguhnya itu adalah tanda kasih sayang mereka… aku mulai untuk mendengarkan kata-kata mereka… Satu semester berlalu, Aku mulai menyukai hidup pesantren.. namun.. sayang nilai ulanganku hancur.. aku harus di remedial lebih dari 5 kali untuk mendapat nilai 7… orang tuaku khawatir.. sangat khawatir.. maka ayahku membawaku kepada sebuah seminar.. di sana ada pembicara yang bernama ADAM KHOO.. ia datang dari singapura .. singapoe di sebutnya .. aku di ajari tentang cara untuk belajar.. tapi.. itu memuakkan.. sebelum aku ikut.. aku mendengar bahwa biayanya sangat mahal.. 8 kali lipat spp ku.. aku meminta kepada orang tua ku agar tak mengikutkan ku.. “bagaimana jika aku gak bisa jadi seperti apa yang ayah dan ibu ingikan?”, Tanya ku pada mereka.. tetapi..mereka memaksaku… Lalu aku mengikutinya… begitu berat inggris di mana-mana.. aku tidak tau mau bicara apa.. untungnya pembimbing tiap kelompok adalah orang Indonesia.. namanya ADITYA.. dan RIEKE.. mereka membuatku tersenyum.. mereka seperti kakak bagiku… aku masih menyimpan surat dari mereka sampai saat ini.. mereka yang di kelompokku belajar cara belajar.. tetapi tidak untukku.. Apa yang ku pelajari jauh lebih abstrak.. aku belajar tentang semangat.. mimpi.. dan menyayangi diri sendiri.. tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.. itu yang ADAM KHOO katakan.. dan itulah kata-kata yang paling menempel di kepalaku.. ADITYA adalah orang yang sangat menghargai bakatku.. aku senang.. dia simply.. kesusahan pada bahasa inggris juga.. sama seperti ku.. tetapi lebih lancar.. RIEKE perhatian.. seperti seorang kakak.. dia membuatku tenang.. Dan tak ku sangka.. seminar ini membuat ku lebih dekat dengan orangtua ku.. ini hadiah yang tak terbayarkan.. bahkan untuk uang 8 juta.. yang di gunakan dalam seminar ini.. terima kasih ADAM KHOO, RIEKE dan ADITYA.. Jauh setelah hari itu.. orangtua ku berniat menyekolahkan ku ke singapur.. dan meminta ku untuk bilang kepada kepala sekolah agar aku bisa pindah.. dan beruntungnya ia tidak marah.. dan malah membantuku.. walaupun ia sebelumnya meminta ku untuk berfirir dua kali… aku tau dia membina pesantren itu dengan kasih sayang.. bukan hanya uang.. Aku berusaha agar aku tidak di pindah kan.. orang tuaku tetap memaksa.. dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk tidak memindahkanku ke singapur… Tetapi…… GLOBAL MANDIRI..

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top