First Impression
Oke jadi ini bisa di bilang seri kedua gw... klo ada kslahan, mohon diampuni gra2 gw bkn nie crita malem2... sambil nnton 4 mata... jadi pkiran gw agak gak fokus,,
________________________________________
Di waktu aku berumur enam tahun, aku sudah masuk ke dalam organisasi Lazuardian. Organisasi Lazuardian menyediakan pendidikan yang diinginkan oleh sang anak. Seperti sekolah, tetapi di alam bebas.
Hanya saja waktu itu, aku belum menyadari siapa aku sebenarnya. Apakah aku manusia atau bukan? Tetapi setelah mengenal teman-temanku, aku menyadari sesuatu. Yang menjadi masalah adalah apa yang telah kau lakukan teman-temanmu. Tidak penting siapa dirimu yang sebenarnya, tetapi apa yang telah kau berikan.
Bukan hanya sekedar uang, emas, berlian, dan benda-benda berharga lainnya, tetapi sesuatu yang memiliki arti yang dalam. Kebahagiaan, kesedihan, kesakitan, rasa cinta, dan semua perasaan itulah yang harus diberikan temanmu. Rasakan kebahagiaan bersama, jangan menanggung kesedihan sendiri, ikutlah menanggung rasa sakit yang dirasakan sahabatmu, dan jangan malu menyatakan cinta. Hal-hal itulah yang selalu membuatku bertahan sampai sekarang.
"Hey, siapa nama loe?" tanya lembut seorang laki-laki kecil berdarah negro padaku.
"Namaku Ruka Boxitatsiu. Dan kau?"
"Aku Mike Kalparu! Senang bertemu denganmu!" jawabnya dengan senyum yang sangat ramah.
Tiba-tiba ada orang tidak jelas datang tiba-tiba.
"Hi, item! Lho, siapa si sipit ini?" (note; sipit = Ruka, item = Mike) sahut orang tersebut sembari menunjuk kearahku.
"Hush, gak sopan! Dia ini Ruka Boxitatsiu. Bukan sipit! Dasar loe... BULU KETEK REMBO!!!" sahut Mike dengan mata melotot.
"Iiiddiiihh!! Diieemm ajaa looee!!! MUKA HUTAN KEBAKARAN!!!". Terus tiba-tiba dia melihatku dan mengalihkan pembicaraan, "Oiya! gw lupa! Salam kenal cuuy! Gw Ornlu bin Khaleb, asli Palestina. Kalo loe?"
"Gw...", aku terdiam sejenak. Aku tidak tahu secara jelas dari mana aku berasal, jadi hal yang bisa ku lakukan saat itu adalah terdiam. "Gw gak tw."
Ngeliat reaksi gw, Ornlu dan Mike gak menertawakan aku atau menjelek-jelekan aku. Mereka seperti bisa menebak perasaanku, dan mereka memberitahukanku sesuatu yang membuatku tercengang.
"Nyante aja kaliii!!! Gak cuman loe yang gak tw status loe manusia ato bukan! Kita juga... Iya gak Mike?"
"Iya... gw juga sebenarnya gak benar-benar manusia yang berasal dari negro. Gw sebenarnya salah satu keturunan dari Titan. Karena adanya alat pengubah dna fisik, jadinya gw seakan-akan menjadi manusia. Nah, karena aku mirip orang negro, jadinya gw dikualifikasiin jadi orang Afrika. Nama asli gw klo jadi Titan tuh Borteux Eporist."
"Gw gak bener-bener asli dari Palestina. Gw ngomong kea gitu, biar gak ada yang tahu identitas gw. Tapi berhubungan kita semua sama di sini, gw ngomong aja sekalian. Gw salah satu keturunan dari naga. Cuman karena yang kea Mike ceritain, gw jadi mirip manusia. Tpi gini-gini gw punya darah palestina juga dari nyokap gw. Masih dibilang gw setengah manusia lah... Nama gw klo dah jadi naga tuh Draveic Reevesteign"
Gw yang dengar hal itu sebenarnya agak sedikit kaget, tapi juga senang bahwa tidak cuman aku yang setengah 'monster'.
"Oiya, loe mau gw kenalin ama yang lain gak??" tanya Mike kepadaku.
"Huh!?" jawabku bingung, karena belum pernah manusia lain selain mereka berdua.
Lalu Mike membawaku ke kelas untuk memperkenalkan diriku dengan yang lain. Sebelum aku masuk ke kelas, Mike mengatakan bahwa gak semua murid di kelas itu adalah manusia. Sebagian manusia, sebagian lagi monster berwujud manusia.
"Hey, Arlettine, Leah, Hazel, Aoso, smua yang ada di sini!!!!" teriak Ornlu sambil mengikuti gaya Inul bergoyang di atas meja tanpa rasa takut jatuh.
"Kenapa, lu??" tanya Leah penasaran.
"Kita dapat teman! Kita dapat teman! Kita dapat teman! Siapa namanya?? sahut Ornlu sambil nyanyi dengan gaya stefan di film blue clues dan menatap aku.
Jujur, aku cuma bisa tersenyum paksa melihat gaya bodohnya Ornlu saat itu.
"Aku Ruka Boxitatsiu. Salam kenal!"
"Oh, kamu anaknya si Pak Averster kan?? Mantan ketua organisasi ini. Aku Leah Befayyim. Asli orang Israel."
"Kalo aku Hazelinda Parahiangan, tapi cukup Hazel aja manggilnya. Orang asli Indonesia."
"Aku Arlettine Fofana. Asli negro."
Lalu si Ornlu menambahkan dengan suara yang keras, "Alias pacarnya Mike!!"
Jujur aku heran sama Ornlu. Anak sekecil ini sudah mengetahui hal-hal sepeti itu bagaimana besarnya nanti?
Dan Mike segera datang menjitak kepala si Ornlu.
"Kamu gak boleh kea gitu, Ornlu!"
Setelah itu pelajaran berlangsung dan tibalah saatnya istirahat. Mike, Ornlu, dan aku memutuskan untuk makan bersama. Lalu selama kami makan, kami mendengar orang yang sedang berbicara kasar.
"Shaddup! You son of th* bit#$!!!
"Holly sh**!!! Can u calm down for second!!!"
Setelah mendengar dua kata haram itu, aku dan Ornlu menerapkannya dalam pelajaran. Sementara Mike yang tidak peduli sama sekali dengan apa yang mereka ucapkan.
*keadaan Guru sedang mengajar...
"You son pf bit**!!!" teriak Ornlu tiba-tiba.
"Holly sh^%!!!" balasku.
"KAALLIIAANN!!! IKUT IBU KE RUANG GURU!!!"
Tanpa ku tahu salahku, tanpa ku tahu dosaku, guruku memarahi aku dan Ornlu semalam suntuk.
"SIAPA YANG MENGAJARI KALIAN BERBAHASA KASAR SEPERTI ITU!!!???" teriak guruku histeris.
Lalu aku dan Ornlu bertukar pandang.
"MIIIKKKKEEE!!!!"
*Akhirnya aku, Ornlu, dan Mike dihukum bawah terik matahari sambil mengangkat kaki satu dan tangan menjewer kupin masing-masing.
"Sialan loee...." desah Mike kesal, karena Mike sebenarnya tidak punya urusan dengan aku dan Ornlu.
"Habis kalo gak da loe gak seerruuu!!!" teriak Ornlu
"Seru si seru, tapi yang gak enak di gw!!!" teriak Mike kesal.
"Hehehehehe!!!" tawa ku dan Ornlu melihat betapa kasihannya dia.
*setelah masa penghukuman selesai, aku datang berlari mendatangi Mike.
"Mike... maafin gw... Gw gak bermaksud buat..." tapi omonganku terpotong dengan menepuk kepalaku.
"Gak papa... Kita kan temen... gw tadi ga beneran marah ko.." Lalu Mike berjalan untuk melihat matahari terbenam.
"Gw justru sebenarnya seneng karena itu berarti loe masih nganggap gw tu temen." tambah Mike sambil terus menatap matahari yang terbenam itu.
Lalu wajah Mike tersorot oleh cahaya matahari. Melihat wajah Mike yang seperti itu membuat aku menyadari bahwa ada sesuatu di dalam hatiku yang timbul. Perasaan cinta yang akan aku simpan mungkin... untuk selamanya...
Comments
-
ta usahain sist.. ato bro??
Submitted by prophet of warlock on 6 November, 2011 - 09:05.ta usahain sist.. ato bro?? cman skg lgi ga bsa bnyak tgas dri dosen (hehehe maba maba...)
Courtesy Waltocoria Severnaya ~ I will not lose my destiny over the wizard of fate -
I like it, lho... lanjutkan!!
Submitted by Nata Hime on 12 October, 2011 - 14:37.I like it, lho... lanjutkan!!
-
betuturnya lumayan
Submitted by boam on 18 January, 2011 - 09:43.komunikatif,
meski kurang dinamikanya... yah tapi lumayan
rate 2
"As a talented person with huge aspirations, it’s easy to get over-confident. you’re showcased online, and you think you’re a prodigy No, you’re not. There are thousands of brilliantly talented young illustrators out there and you’re just one of them Be -
lumayan
Submitted by kiky2hikaru on 16 January, 2011 - 14:29.lumayan juga storynya...
imajinasi dan kreatifitasnya dapat
KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI.....










































Post new comment