kau dan aku
Pulang ke rumah, Putri masih teringat ciumannya (yang ga jadi) tadi. Putri sih udah deg-degan banget, eh taunya ada yang ganggu!
“Sialan!” umpat Putri. “First kiss gue ga jadi deh!! Huwaa...!!!”, Putri kecewa berat.
“Putri....!!!” panggil ibunya dari bawah.
“Apa,ma?”
“Jangan ribut!! Udah malem, cepetan tidur!!!”
“Iya, ma..” jawab Putri malas.
Putri mengintip dari balik tirai jendela kamarnya. Di seberangnya adalah kamar Egi. Dilihatnya kamarnya begitu gelap. Mungkin kamar itu akan terus-terusan seperti itu selama beberapa bulan ke depan, begitu pikir Putri. Huh..., besok adalah hari terakhirnya bersama Egi. Selamat tidur, ujar Putri dalam hati. Putri pun tertidur lelap akibat kelelahan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesoka harinya, dengan terburu-buru Putri bergegas pergo ke badara Internasional. Jalanan yang macet membuat perjalanan menjadi lebih lama ditambah lagi dengan penampilan “extraordinary”nya yang berlari-lari menggunakan rok hitam selutut dan sepatu ber-hak 5 cm. Akhirnya, Putri menemukan Egi dengan kedua ortunya lagi ngobrol di kursi duduk di dekat gerbang keberangkatan. Dilihatnya, orangtuanya yang telah meninggalkannnya duluan juga ikut menyampaikan salam perpisahan mereka (ini akibat kebiasaan Putri yang bangun ngaret sampai-sampai ortunya dah males bangunin). Egi pun melihat Putri dari kejauhan dan melambaikan tangannya. Putri berhenti berlari dan mendekati Egi.
“Hah.. hah.. hah.. “ napas Putri ngos-ngosan. “Aku ga terlambat kan?”
“Ngga, kamu datang lebih awal...” Egi memperhatikan penampilan Putri yang hadir lebih feminim hari ini, lebih cantik daripada biasanya (sebenernya minus rambut yang acak-acakan gara-gara abis lari-lari).
“Fiuh...” Putri benapas lega.
“Cantik..”, gumam Egi.
“HAH?”, Putri kaget.
Melihat gelagat anaknya yang salah tingkah dan malu-malu, Ayah Egi, Om Panji, mengambil inisatif. Ayahnya menarik Egi dan membisikkan sesuatu kepadanya dan itu membuat Egi menjadi salting. Orangtua Egi pergi duluan menuju pesawat dan meenyuruh Egi segera menyusulnya.
“Best of luck, kid!” seru Om Panji sambil memberikan boarding pass nya pada petugas bandara.
“Bye, Pap! Ntar aku nyusul!!” jawab Egi.
Kini Egi ditinggal bersua sama Putri, Putri merasa senang kini hanya ada dirinya dan Egi (orangtua Putri masih melambaikan tangan pada kedua orangtua Egi). Egi tersenyum dan Putri pun membalasnya.
“Apa kabar?” tanya Putri kaku.
“Hah??!! ‘Apa kabar?’ Napa sih? Gugup ya.. kamu bisa liat kan aku baik-baik aja!”
“Hehe.. Oh ya, ntar disana jangan selingkuh ya ama bule-bule, jangan maka terus ntar jadi gendut. Rajin-rajin kirim kabar ya..” Putri terus berbicara sehingga Egi menempelkan jari telunjuknya pada bibir Putri.
“Ssstt...” bisik Egi lirih. Putri merasa wajahnya mulai memerah. “dengerin dulu aku ngomong..” Egi melepaskan jari telunjuknya dan berganti dengan memegang pundak Putri dengan tangannya.
“Hari ini aku pergi tapi pasti aku balik lagi kesini”, Egi berkata dengan serius. “Awas selingkuh, ya!” Egi memegang pundak Putri lebih keras sehingga Putri kesakitan.
“Oh, sorry!!” Egi melepaskan tangannya dari pundak Putri.
“Gapapa”, jawab Putri sambil mengelus-ngelus pundaknya.
Egi memasang wajah memelasnya. Saat Egi melakukannya, dia terlihat lucu sekali, seperti anak kecil yang memhon dibelikan permen oleh ibunya. Putri curiga, saat-saat seperti ini biasanya Egi meminta...
“Put, mau ‘kiss’..”, ucap Egi lirih.
“Maksud kamu, disini?”, Putri melihat orang-orang di sekitarnya. Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Tak ada yang memperhatikan mereka.
“Cepaetan! Mumpung ga da yang liat...!!!”
“Ogah ah! Malu tau..!! Sana, sana!!” Putri berupaya mengusir Egi.
Egi kecewa, ia pun meninggalkan Putri dengan lemas.
“Egi!!”, panggil Putri lagi.
Egi berbalik, “Apa lagi....”
Belum sempat berkata-kata lagi, Putri berlari ke arah Egi dan mencium pipinya. Ia merasa banyak orang yang memperhatikannya. Egi pun pergi dengan penuh keceriaan. Ini pertama kalinya Putri menciumnya. Dia pun tak lupa mengucapkan salam perpisahan.
Comments
-
ok
Submitted by kiky2hikaru on 24 April, 2011 - 15:57.ok...ditunggu ya
KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI..... -
hatur tengkyuuu
Submitted by miwawow on 21 January, 2011 - 22:41.thanks 4 critizing me!
hope it can force me 2 do my best in the next chapter..
XD
-
-,-
Submitted by boam on 18 January, 2011 - 09:10.lil bit boring, hhe...
sorry to say, but u've got talented to write, dont give up
"As a talented person with huge aspirations, it’s easy to get over-confident. you’re showcased online, and you think you’re a prodigy No, you’re not. There are thousands of brilliantly talented young illustrators out there and you’re just one of them Be -
ya! saya usahakan untuk
Submitted by miwawow on 16 January, 2011 - 11:13.ya! saya usahakan untuk belajar menulis n bikin cerita yg lebih bagus n menggreget lagi!
-
ya juga
Submitted by ddum_RyuZentju on 16 January, 2011 - 08:56.perlu ditingkatin lagi,
ayo latihan utk bisa lebih baik lg
-
simple
Submitted by kiky2hikaru on 16 January, 2011 - 08:55.ceritanya masih simple....KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI..... -
romance
Submitted by ddum_RyuZentju on 16 January, 2011 - 07:30.cerita romance akhirnya keluar lg,
cerita bergenre seperti ini yg plg aku sukai
-
plain and simple
Submitted by Crow on 16 January, 2011 - 00:09.i know not much about stoey writing but..just dont give up
I am not person worthy of your concern











































Post new comment