Mon01Aug2011
Friendship an Love
295 kali
0 kali
not admin's choice
"Hanamura-kun, Seta-kun, kita pulang
bareng yuk!" ucapnya dengan nada gembira. Yosuke dan Souji yang memang
sudah mengambil tasnya masing-masing dan baru saja akan keluar kelas
sama-sama menengok kea rah dua gadis itu,
Souji mengangguk seraya tersenyum, "Boleh saja. Ayo!"
"Sekalian kita bicarakan soal hari minggu yaaa….!" Yosuke berkata dengan antusias.
" Seperti tidak pernah ke Taman Bermain saja… Dasar [b]norak[/b]!"
Chie lagi-lagi mengejek Yosuke. Balas dendam, sepertinya. Sementara
lawan bicaranya hanya merengut. Takut kalau dia membalas ejekan Chie,
rencanannya pergi ke taman bermain hari Minggu akan batal karena ulah
cewek itu.
Yukiko sweatdrop, "Jangan bilang begitu,Chie. Kita semua teman kan? Ayo kita pulang sekarang!"
Dengan ajakan dari gadis berambut hitam tersebut, keempat remaja itu berjalan beriringan, menuju Gerbang Sekolah.
"Baiklah, mulai dari sini Seta-kun jalan bareng Chie ya! Arah kalian
sama-sama ke kanan kan? Aku dan Hanamura-kun lewat arah kiri. Kita
berpisah disini saja, oke? Sampai jumpa besok! " ucap Yukiko tiba-tiba
saat mereka sampai di salah satu persimpangan jalan, seenaknya
memutuskan.
"!" Yosuke entah kenapa terlihat agak kaget dengan ucapan Yukiko yang tiba-tiba.
"Yu—Yukiko!" Chie kaget, tentu saja dalam hati senang.
"Hm? Memangnya rumahmu dimana, Satonaka-san?" tanya Souji, tidak
curiga sama sekali. Sejak kapan Souji jadi sepolos ini, author sendiri
tidak tahu. -_-
"Ehh.. Emm, di jalan Amefuto-shi 2-15-00" ucap Chie pelan, seperti
biasa. Anehnya Souji sama sekali tidak mempertanyakan kenapa suara
gadis itu selalu berubah pelan dan lembut jika ada di hadapannya.
"Wah,dekat dengan rumahku dong! Kalau begitu, baiklah! Sampai jumpa
besok, Amagi-san dan Yosuke! Ayo,Satonaka-san!" Souji melambaikan
tangan kepada lelaki berambut coklat dan gadis berambut hitam itu
sebelum mengisyaratkan pada Chie untuk berjalan bersamanya.
"Sampai jumpa!" Yukiko melambaikan tangan ke arah mereka berdua,
mencoba terlihat tulus. Sementara dari kejauhan Chie juga melambaikan
tangannya, bermaksud mengucapkan terimakasih, yang tentu saja disadari
Yukiko.
Setelah kedua orang tersebut sudah tak terlihat lagi dan Ia dan
Yosuke sudah melangkah kea rah sebaliknya, tanpa pernah diperkirakan
oleh Yukiko, tiba-tiba Yosuke berkata dengan raut muka serius, dengan
suara pelan yang juga tidak seperti Yosuke yang biasanya.
"Satonaka, benar-benar menyukai Souji ya?"
"Eh?" Yukiko terkejut. Dilihat dari sikapnya,mungkin semua orang
bisa tahu kalau Chie menyukai Souji. Namun ia tidak menyangka Yosuke
akan menanyakannya terang-terangan kepadanya. Bagaimanapun, dia sahabat
Chie. Dan lagi, raut wajah Yosuke itu.. sepertinya dia benar-benar
serius menanyakannya.
"Iya tidak?" tanya Yosuke sekali lagi, kali ini sambil menatap
Yukiko , dengan wajah tanpa senyuman atau cengiran seperti biasa
"Errr… Bagaimana ya… Kau janji takkan mengatakan ini pada siapapun?"
Yosuke mengangguk.
Yukiko berpikir sesaat. Rasanya tidak ada alasan untuk
menyembunyikannya dari Yosuke. Toh sepertinya dia sudah sadar sendiri.
Lagipula karena dia sahabat Souji, siapa tahu dia bisa ikut membantu
menjodohkan mereka berdua bukan?
"..Baiklah… Chie memang menyukai Seta-kun.."
Yosuke tak terlihat terkejut sesaat, ekspresi yang sudah diperkirakan Yukiko. Namun setelah itu, Ia terlihat agak sedih.
Tanpa menyadari raut wajah yang sedih itu, Yukiko mengentikan langkahnya.
"…Emmm… Karena kau sudah kuberitahu, maukah kau membantuku?"
" Membantu apa?"
"Tolong Bantu aku menjodohkan mereka berdua!"
"!"
Yosuke tidak berkata apa-apa,tapi dari raut mukanya ia terlihat kaget.
"Umm..maaf bicara begini tiba-tiba.. So-soalnya.. Aku merasa kalau
aku sendiri takkan bisa menjodohkan mereka, apalagi dengan sifat Chie
yang pemalu, kau sudah lihat sendiri kan pendekatannya seburuk apa?
Dan.. Karena kamu dekat dengan Seta-kun, kupikir akan lebih mudah…"
Yosuke masih terdiam. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu.
Sementara Yukiko tidak menyangka Yosuke akan langsung terdiam
seperti ini. Rasanya ia seperti telah berbuat sesuatu yang salah, dan
sangat fatal. Ia tidak mengerti kenapa, yang Ia tahu, sepertinya Ia
harus meminta maaf.
"Eehh.. Ta-tapi kalau kau tidak mau tidak apa-apa kok..! Maaf, aku hanya.."
"..Sejak kapan Satonaka menyukai Souji?" Yosuke memotong ucapan Yukiko.
"Ah? Emm…sejak pertamakali ketemu,mungkin?"
"Begitu ya…"
Yosuke terdiam kembali. Yukiko yang pada dasarnya memang tidak bisa memahami situasi, kembali bertanya pada Yosuke,
"Jadi.. Hanamura-kun, kau mau bantu aku atau tidak?"
"….."
"Hanamura- kun?"
"! Ah! Maaf.. Tadi aku bengong! Eh? Apa kau bilang?
Ah,iya..menjodohkan mereka ya! Hahahha..dari awal aku sudah sadar kalau
Satonaka sepertinya menaruh hati pada Souji! Ahahahaha, ternyata cewek
seperti itu bisa suka sama cowok juga yaa.." jawab Yosuke akhirnya.
Terbata-bata, namun Yukiko menganggap itu sebagai kata 'Ya' untuk
pertanyaannya tadi. Setidaknya Yosuke sudah menunjukkan wajah cerianya
lagi.
"Be-benarkah? Terimakasih Hanamura-kun! Aku tahu kau memang bisa diharapkan!"
Sebenarnya, alasan Yukiko ingin Yosuke membantunya juga, adalah
karena ia tidak yakin bisa terus melawan rasa cemburu di hatinya setiap
melihat mereka berduaan mesra. Ia pikir,jika ada orang lain yang
membantunya, mungkin rasa itu bisa teratasi. Yah, Ia pikir. Mungkin ini
yang biasa dikatakan orang, pikiran manusia itu sempit.
tinggal lagi 1 chapter.... di baca ya...







































Post new comment