Friendship and Love

nheily rozhaline
(Chapter 3)
Slice Of Life
0
317 kali
0 kali

not admin's choice

"Taman bermain Blue Park? Apa itu?" tanya Souji polos—atau katro? "itu lho.. Taman bermain di kota Okina yang katanya seru banget! Kalo ngga salah, peresmian pembukaannya baru beberapa hari yang lalu! buat beli tiketnya aja katanya sampe setengah mati!" jelas Yosuke super antusias. "Wah, benarkah…? Lalu, apa kau mau mengajak [i][b]kami[/b][/i] ke sana,S atonaka?" tanya Souji lagi dengan wajah antusias seperti anak kecil. "E-eh.. Yaa.. Be-begitulah.." Chie terbengong-bengong mendengar kata "kami" yang ditekankan Souji tadi. Oh, ingin sekali rasanya Ia berkata 'Tidak! Aku Cuma ingin mengajak Seta-kun!' sekarang juga, namun tampaknya itu tidak akan membuat Souji senang, dan pasti Yosuke akan menduganya macam-macam setelah itu, atau lebih buruk, menyebarkan gossip ke seluruh sekolah bahwa seorang Chie Satonaka berani mengajak kencan sang murid pindahan yang super charming. Hell, tentu saja hal itu lebih buruk daripada mati! "ASYIIIKKK! TERIMAKASIH SATONAKAAAA! YAAAAYYY!" Yosuke bergembira layaknya anak kecil sambil memegang tangan Souji dan mengajaknya menari gembira, membuat lelaki berambut abu-abu itu double sweatdrop. "[i]Sebenarnya aku tidak mau mengajakmu tahu! Dasar rese!"[/i] batin Chie kesal. "S-sudahlah Chie,sepertinya Hanamura-kun sangat senang. Daripada sisa tiketnya tidak terpakai lebih baik begini kan? Lagipula beramai-ramai kan lebih asyik." bisik Yukiko yang (entah sejak kapan) sudah ada di belakang Chie. Chie mengangguk pasrah dan mengeluarkan satu tiket lagi dari dalam tasnya, lalu dilemparnya tiket berwarna biru itu ke arah Yosuke dengan kasar. "Tuh! Kita berangkat hari minggu di stasiun jam 11 pagi! Ingat ya! Telat sedikit saja kutinggal!" sahutnya kasar. Yosuke mengrnyitkan alis, kesal, dan mengambil tiket itu dengan wajah malas, "Cih.. Biarpun udah ngasih tiket gratis, cewek barbar tetap saja cewek barbar.." bisiknya. "Umm.. Lalu, Seta-kun.. Kamu juga, jangan telat ya." ujar Chie sambil menyerahkan selembar tiket lagi kepada Souji, dengan sikap yang 180° berbeda dari sikapnya ke Yosuke tadi dan masih dengan rona merah di kedua pipinya, tentu saja. Souji sweatdrop sambil menerima tiket yang diberikan Chie , namun tentu saja Ia tidak lupa mengucapkan Terima Kasih. "Kau berhasil,Chie!" bisik Yukiko ketika Chie kembali berdiri di sampingnya. Tentu saja, ucapan selamat itu juga dengan setengah hati. Chie hanya tersenyum malu-malu. Sementara dari kejauhan Yosuke mengamati tingkah laku kedua gadis tersebut dengan wajah kecut. Bel pulang sekolah akhirnya berdering tiga kali, sebuah tanda yang menandakan bahwa kegiatan siswa Yasogami Highschool di Sekolah itu sekarang sudah selesai. Tanpa mempedulikan nasihat guru untuk tidak berlarian di lorong sekolah, siswa-siswa yang tampak antusias itu berlarian keluar dengan wajah lega, menuju rumah masing-masing sambil berjalan dengan teman masing-masing. Pemandangan yang biasa dilihat setiap orang yang lewat daerah dekat situ pada jam pulang sekolah. Sementara, karena Chie terlalu malu untuk mengajak Yosuke dan Souji pulang bareng, akhirnya Yukiko turun tangan. masih banyak chapter yang belum dibaca .... baca juga donk

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top