Wed28Sep2011
Football's Spirit!! Part1 - It's Awesome!
216 kali
0 kali
not admin's choice
Part I – New game!
Berawal dari sebuah kota kecil di Indonesia yaitu Bogor, Robust Cazador seorang anak lelaki yang memiliki badan yang besar seperti kingkong. Umurnya 15tahun dan masih berada di SMP, yaitu SMP Sei Bogor. Robust anak laki-laki yang berbadan besar, entah itu adalah lemak, atau daging, atau otot. Membuatnya malas berolahraga, sehingga daging ini menjadi penuh dengan lemak bertumpuk. Satu-satunya olahraga yang dia bisa hanyalah berenang, karena dengan badannya yang besar membuatnya seperti pelampung. Tapi suatu saat, semua berubah ketika dia menemukan makhluk-makhluk gila layaknya para iblis dari neraka yang sedang memainkan permainan aneh di koridor kelas paling pojokan lantai atas.
“Man, tangkap!” teriak seorang anak laki-laki yang melempar sebuah telur paskah kecil kepada temannya.
“Sip, Ver! Catch Pertamax!” teriak anak yang menerima lemparan tadi. Yang ternyata adalah teman sekelasku, kelas 9A juga, yaitu Hanuman. Dia pun berlari melewati seorang anak hitam, dan seorang anak bermuka iblis. Dan berteriak, “Touch Down!”.
“Touch Down? Bukankah itu yang ada dalam American Football?” pikir Robust sambil mengingat Eyeshield 21 Yang kebetulan itu adalah komik dan anime favoritenya.
Kemudian Hanuman pun melihat pada Robust dan berteriak, “Hei Robust! Cepat kesini!”.
“Ah iya. Lagi ngapain man?” jawabku dan menghampirinya.
“Ah ini lagi iseng main lempar-lemparan, cerita sih American Football” jawab Hanuman.
“Nah loh, kok pakai telur paskah, bukannya pake bola American Football?” tanya Robust lagi.
“Ya mau gimana lagi, kita kan ga ada duit, kita kan bukan orang-orang elit” jawab Hanuman dengan enteng.
“Yah iya juga sih” ujar Robust.
“Mau ikut memainkannya bust? Ya ini, lemparan-lemparan telor paskah plastik. Lumayan kan ngisi waktu luang.” Ucap Hanuman.
“Boleh juga deh, dari pada bosan” jawab Robust.
“Oke. Oh iya kenalin ini teman-temanku sekaligus ade kelas kita. Yang tadi melemparkan bola padaku adalah Ver. Yang disana, yang hitam seperti areng, dekil seperti gembel, dan gelap seperti malam, dia adalah Leopard. Dan satu lagi, yang mukanya kayak iblis, jelek, burik itu bernama Velnias. Uu aa uu aa.” Hanuman mengenalkan teman-temannya itu dengan meledeki mereka sambil memasang muka seperti monyet.
“Ggrrrrrr! Monyet kau, Hanuman! Kubunuh kau! Apa-apaan menghina kami di depan orang yang baru kau kenalkan! Jangannya membuat citra seseorang menjadi buruk di depan orang dong!” teriak Leopard dan Velnias sambil mengejar Hanuman seperti orang gila.
“Monyet? Ko tahu? Itu memang aku, karena aku memang suka makan pisang, aku suka manjat pohon dan segalanya, aku suka menggaruk kepala sambil menggaruk bokongku, aku juga suka dengan wanita walaupun mereka mungkin tak menyukaiku kekeke, uu aa. Kejar aku bila kalian bisa dan rebut telur paskah ini uu aa.” jawab Hanuman dengan enteng dengan gaya seperti monyet.
“Aaaaaaarrgh! Sini kau! Kalau kau tertangkap, ga akan kami biarkan kau masih hidup! Akan kami cincang dan di jadikan monyet goreng, gulai monyet, atau pun sate monyet!” teriak Leopard dan Velnias sambil meningkatkan kecepatannya untuk mengejar monyet gila itu dengan memasang muka kesal mereka.
“Leopard, ayo kita tunjukan jurus kita!” teriak Velnias dengan semangat.
“Baiklah, ayo!” jawab Leopard.
“Inilah kami, Devil Brother!” Teriak Leopard dan Velnias. Leopard pun melompat dan kemudian Velnias memegang kaki Leopard dan memutarkan badannya. Setelah lama berpuat, Velnias melepaskan pegangannya pada kaki Leopard dan melemparkannya ke arah Hanuman.
“Heeeeeeeeeeeeeeeeeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!” teriak Leopard sambil meluncur dengan memasang gaya sok suparman.
“Hiiiiii! Gawat kalau aku tertangkap bisa mati aku.” ucap Hanuman dalam hati dan kemudian dia melihat sebuah pohon besar tidak jauh di depannya. “Kekeke, ide bagus! Rasakan kalian! Huuuup.” ucap Hanuman lagi dan lalu dia pun melompat dan memanjat pohon besar tadi.
“Ah noooooooooooooo! Arrrrgh!” teriak Leopard dengan memasang muka aneh dan pasrah akan menabrak sebuah pohon besar. “Brruuuuuug!” bunyi keras menubruk pohon.
Setelah itu Hanuman berputar-putar di dahan pohon dan meluncur ke arah Velnias dengan mengarahkan kakinya ke depan.
“ Rasakan ini! Tendangan maut monyet pencakar langit kebelet pipis! Ciiaaaaaaaaaaaat!” teriak Hanuman dengan gilanya.
“Gebrug!” bunyi Velnias yang tertendang oleh Hanuman dan terjatuh ke tanah dengan kerasnya.
“Awawaw... Aduuuuh.. Sakit sekali, badanku semua sakit, mukaku, leherku, pinggangku, bokongku, dan semuanya.” keluh Velnias sambil memegangi badannya yang kesakitan karena jatuh tadi.
“Kau pikir kau saja. Aku juga merasakan sakit yang sama. Mukaku ini menabrak pohon dengan keras tahu. Bisa-bisa mukaku ini jadi jelek.” keluh Leopard sambil memegangi wajahnya yang terlihat sedikit memar sambil menghampiri Velnias.
“Najis! Kau ini ga nyadar ya?! Mukamu itu memang sejak dilahirkan sudah begitu, sudah jelek, butek, burik, item, hidup lagi! Ga usah sok ganteng bodoh!” teriak Velnias dengan muka kesalnya.“Heuh, seenaknya saja mengataiku jelek. Sadar ga kau ini lebih jelek dariku. Sejelek-jeleknya diriku, aku tidak mau menjadi sejelek dirimu.” ucap Leopard membalas teman baiknya itu.
“Kekeke, sudahlah, kalian memang bodoh ya seperti monyet. Sampai kapanpun kalian ga akan bisa menangkapku semudah itu, jangan remehkan aku ya. Dasar monyet-monyet bodoh!” ucap Hanuman kepada dua bocah yang berkelahi satu sama lain itu.
“Yang monyet itu kan kau! Bukan kami!” teriak Devil Brother dengan kesalnya.
“Eh aku ya? Hahahahhahahahaha!” tawa Hanuman mengakak dengan puasnya.
“Kau ini! Nyari ribut ya? Menyebalkan!” teriak Velnias dengan nada menantang.
“Engga ah, aku ngajak makan pisang. Kalian mau? Kekeke” jawab Hanuman dengan menyebalkan.
“Sudah, sudah. Kalian jangan berkelamin. Tidak enak kan diliat sama teman baru kita yang satu ini” ucap Ver kepada mereka bertiga.
“Ah ga, ga masalah ko. Lumayan kan tontonin tiga orang gila ini kejar-kejaran dan berkelahi. Mumpung gratis. Hahahahaha” ujar Robust yang semenjak tadi terbengong menonton ulah Hanuma, Leopard, dan Velnias.
“Bisa saja kau haha. Kalau begitu salam kenal, senang bertemu denganmu Robust” ucap Ver sambil mengulurkan tangannya ke arah Robust, mengajaknya untuk berjabat tangan.
“Ya, senang bertemu dengamu juga Ver” balasku sambil melemparkan senyum padanya.
Robust dan Ver berdiam diri, dalam keadaan yang sunyi dan sepi, mereka tetap dalam keadaan berjabat tangan tanpa melepaskannya.
“Hei, sudah cepat lepaskan tanganmu Ver” ucap Robust mulai merasa kesal karena Ver tak kunjung melepaskan tangannya dari Robust. Dan dia pun mulai merasa jijik ketika melihat muka Ver yang terlihat mesum dan seperti seorang gay.
“Robust, cepat menjauh dari Ver! Kepribadiannya telah berubah! Cepat lari!” teriak Hanuman, Leopard, dan Velnias dengan kompak memperingati Robust agar cepat menjauh dari Ver.
“Berubah?” pikir Robust dan lalu melihat lagi muka Ver. “Hiiiiiiiiiiiii!” Robust terkaget melihat mimik muka Ver yang makin menggelikan dan langsung melarikan diri darinya.
“Iiiiiiiiih, bang Robust! Jangan tinggalin aku dong. Cepat kembali kesini!” ucap Ver sambil berlari seperti seorang banci atau pun waria.
“Gamauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!” teriak Robust sambil memasang muka jijik melihat Ver yang seperti itu.
Tak lama kemudian terdengarlah suara Adzan magrib yang menandakan bahwa malam hari telah tiba. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing dengan senang bercampur aduk dengan rasa lelah yang mereka rasakan.
Comments
-
wahaha, makasih kk yo, ane
Submitted by Robust on 30 September, 2011 - 18:07.wahaha, makasih kk

yo, ane jg pencinta eyeshield dan american football haha
oke kk -
liat kata2 lemak langsung
Submitted by QuSoSek4i on 29 September, 2011 - 21:47.liat kata2 lemak langsung buka deh..
wkwk.. kata2nya lucu... n bahas amefuto! i love eyeshield~!
lanjut~








































Post new comment