Fireworks of Heaven

azzwa chacha
Slice Of Life
0
142 kali
0 kali

not admin's choice

Hei, Ayah...

Coba katakan padaku; apakah di surga juga ada kembang api???

 

Ayah, bukankah Ayah selalu membawakan kembang api di malam pergantian tahun?

Ayah bilang, bukan pergantian tahunnya yang penting. Bukan pula kembang apinya. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi waktu-waktu yang terus bergulir menuju masa depan.

 

Ayah, kembang api yang Ayah bawakan tak pernah bisa sebagus yang ada di Jepang atau Singapura.

Bahkan dengan yang ada di Monas pun sudah sangat kalah jauh.

Tetapi, Ayah. Kembang api yang Ayah nyalakan untukku terlihat begitu berwarna-warni. Seperti pelangi.

Indah.

Sama seperti senyum Ayah yang mengembang saat melihatku tertawa karena kembang api yang begitu indah.

 

Ayah, ini tahun kedelapanku merayakan tahun baru tanpamu.

Aku melihat kembang api yang sangat besar disini.

Besar sekali bila dibandingkan dengan kembang api yang pernah Ayah nyalakan untukku.

Orang-orang tersenyum, terlihat begitu gembira melihat rona-rona merah hijau di langit kelam.

Namun aku hanya melihat sebuah kekosongan.

Aku tersenyum. Kepada langit hitam yang jauh di atas sana. Menggantung mendung menghiasi kelap-kelip cahaya kembang api.

 

Tahun berlalu lagi, Ayah.

Tanpamu.

Dan juga jauh dari Ibu...

 

Ayah..

Aku masih ingat masa-masa kebersamaanku denganmu, di tahun-tahun yang sudah berlalu. Aku masih ingat tempat-tempat yang sering kita kunjungi bersama, seolah semua itu baru terjadi kemarin, atau bahkan baru satu jam yang lalu.

Tetapi, itu semua sudah delapan tahun yang lalu. Sudah begitu jauh berlalu. Aku sudah bukan gadis kecil lagi.

Bukan lagi gadis kecil yang sering menggelayut manja di pundakmu. Bukan lagi gadis kecilmu yang pemarah tetapi juga pemalu.

 

Ayah, tahun ini aku tidak punya rencana apa-apa. Aku hanya ingin menyelesaikan studiku. Menjadi apa yang Ayah inginkan; seorang sarjana.

Seandainya impianku dan ayah terwujud, Ayah berjanji 'kan, Ayah akan datang melihatku mengenakan toga wisuda?

Ayah akan ada disana, 'kan?

Karena Ayah sangat ingin melihatku menjadi seorang sarjana...

 

Sekarang tahun 2012, Ayah...

Aku hanya ingin menunjukkan sebuah kembang api paling indah untuk Ayah...

Meski jauh, meski terhalang dimensi,

Aku berharap Ayah bisa melihatnya bersamaku...

Dulu, ketika aku masih kecil, Ayah-lah yang menyalakan kembang api untukku...

Sekarang, mulai tahun ini, biarkan aku yang menyalakannya untuk Ayah.

Karena sekarang aku sudah cukup besar untuk menyalakannya.

Biar aku yang mencipta rona di langit Ayah.

Agar Ayah tak merasa kesepian disana.

Biar aku yang melukis warna di langit Ayah.

Agar aku dan Ayah bisa selalu bersama-sama menikmati kembang api di temaramnya langit.

Biar aku yang mengirimkan kembang api-kembang api itu untuk Ayah di surga.............

 

 

 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top