Fingerprint

3
168 kali
0 kali

not admin's choice

Normal 0 false false false EN-US JA X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

“ Tidaaaaaaaaak!! Jangan dekati aku!! “.

“ Berisik! Aku haus, bodoh!! “.

“ Pergi! Menjauh dariku!! “.

GREPP

“ Kena kau. “

“ KYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! “.

Tiga orang remaja tampak berkumpul bersama di sudut kelas. Satu cewek dan dua cowok. Yang cewek berambut panjang sepunggung dan dikuncir model Lucy di Fairy Tail, warnanya honey blond, sementara matanya berkilau bak Aqua. Satu cowok memiliki rambut acak-acakan warna merah, kontras dengan matanya yang seperti Sapphire. Satu cowok lagi berambut cokelat yang disisir rapi, matanya tegas laiknya Siam.

“ Hei, kalian udah denger belom, soal vampire yang ngebunuh di deket mall? “, tanya si cewek.

“ Udah, itukan yang kemaren di TV. “, jawab cowok bermata siam.

“ Kita bisa nggak ya, mecahin tuh kasus? “, tanya si cewek lagi.

“ Tapi kan kita gagal terus. “, sanggah cowok bermata sapphire.

“ Tapi gak ada salahnya dicoba, kan? “, desak cowok bermata siam.

“ Menurutku, kayaknya kita bisa nyelesein kasus ini deh. “, tambah cewek itu optimis.

“ Tapi – “, cowok bermata sapphire tampak ingin menyela lagi.

“ Rheon, jangan pesimis dulu napa! Coba aja dulu, kan ntar ketauan hasilnya! “, paksa cewek itu.

Cowok bermata sapphire yang dipanggil Rheon itu Cuma diem.

“ Kalo gitu, ajak satu orang lagi sama kita! Baru aku mau ikut! “, seru Rheon.

Cewek bermata aqua itu bernama Tiara Guardians, cowok bermata sapphire itu bernama Rheon Michael, sementara cowok bermata siam itu bernama Adrian Gabriel. Mereka membuat kelompok detektif bernama Demons, namun mereka selalu gagal memecahkan kasus-kasus yang diterima.

“ Kalo gitu, ajak Rena aja!! “, tiba-tiba Tiara menarik tangan sesosok gadis berambut bob hitam lurus dengan poni yang menutupi mata.

“ Ide bagus!! “, seru Ad, sapaan Adrian.

“ Eh... E-eto... “, Rena gelagalapan.

“ Yak! Kalo gitu, sudah diputuskan! Ntar pulang sekolah, kita ketemu di perpus, oke?! “, timpal Tiara.

Rena Lilith a.k.a. Rena yang tadi ditarik sama Tiara, Cuma bisa cengo. Kemudian, berlari keluar kelas, menuju toilet.

“ Haaah... Haaaah... Haaah... Dasar... “, katanya ngos-ngosan.

Rena menatap cermin toilet sekolahnya. Disibakkannya poni yang menutupi matanya pelan. Tampak refleksi gadis berambut bob hitam lurus bermata lavender. Itu refleksi dirinya, tapi entah kenapa Rena merasa asing dengan sosok itu. Mungkin karena itu bukan sosok aslinya.

“ Beruntung sekali aku, bisa berkaitan dengan makhluk itu lagi... “, desisnya sambil tersenyum.

Skip timeeeee ke waktu pulang sekolah, di perpustakaan!

“ Nih liat! Aku udah ngumpulin data-data soal kasus itu! “, Tiara datang sambil membawa setumpuk kertas dan buku.

“ Aku baca sekilas sih, di tubuh korban selalu ada bekas gigitan di leher. Nggak kayak di komik Kindaichi, darahnya nggak sampe habis. Terus, kadang-kadang, mayat yang ditemukan itu sering hidup lagi, padahal denyut nadi dan segala macemnya itu sudah nggak ada pas pertama kali ditemukan. Itu terjadi di kasus-kasus pertama. Sesudahnya, bila para polisi menemukan mayat dengan bekas gigitan begitu, maka akan langsung ditembak. Polisi yang berani nembak Cuma satu, kalo gak salah namanya Daniel Cerberus. Liat, nih fotonya pas mayatnya ditembak. “, jelas Tiara.

“ Coba sini aku liat. “, pinta Rheon, sementara Ad langsung ngambil satu koran di depannya.

Setelah terdiam begitu lama, akhirnya dua cowok itu meletakkan koran yang dibacanya. Nggak ngerti kayaknya. Nggak nemuin apa-apa.

“ E-eto, b-boleh aku l-lihat? “, tanya Rena gugup.

Tiara yang lagi serius membaca hanya bisa mengangguk.

Rena melihat Koran di tangannya. Belum puas, dia mengambil satu Koran lagi dan membandingkan berita pembunuhan vampire itu. Dia melihat foto-foto korbannya, dan menemukan satu kesamaan. Tidak, dua. Dan bertambah lagi jadi tiga. Dari matanya yang tidak tampak karena poni, semuanya seakan terbeber jelas di depan matanya.

“ Benar-benar kasus yang mudah... “, gumam Rena.

“ HEH?! “, teriak Tiara, Rheon, dan Ad bersamaan.

“ Ah... E-eto... “, Rena gelagapan.

“ Kamu sudah mecahin vas bunga – Eh, maksudku sudah mecahin kasusnya?! “, Rheon teriak-teriak gaje.

“ E-eto... I-ini perpust-takaan... “, kata Rena lirih.

“ Oh iya ya “, mereka bertiga pun mengecilkan suaranya. Kenapa jadi jayus begini?

“ Jadi, kamu sudah memecahkan kasusnya? “, tanya Ad.

“ I-iya... K-kira-kira b-begitu... “, jawab Rena gugup.

“ Bisa jelasin nggak? “, tanya Rheon.

“ E-eto... M-mungkin lebih baik kita l-langsung menangkap p-pelakunya... “, jawab Rena pelan.

“ Ooooooh!! Kedengerannya keren!! “, seru Ad hiperbola.

“ Ssssst!! “, Tiara mendesis.

“ S-sori. “, Ad langsung tertunduk.

“ Kapan kita bisa mulai? “, tanya Rheon.

Skip timeeeeeee pas malem hari jam 9, di sekitar mall yang kemaren jadi TKP kasus pembunuhan!

“ Ng-ngerti? I-itu r-rencana kita... “, tanya Rena.

“ Yosh!! “, Rheon dan Ad mengepalkan tangannya.

Seorang gadis berambut hitam panjang sepinggang lurus dengan poni menutupi mata berjalan sendirian di sebuah gang sempit. Sepasang mata mengiringi langkahnya, giginya bergemeletuk kesal. Gadis itu menyadari keberadaan orang itu, mempercepat langkahnya. Ketika dia menoleh ke belakang, sosok itu dekat sekali dengannya, menyeringai.

“ Kau makananku selanjutnya. “

Gadis itu bergidik mendengar kata ‘makanan’ yang diucapkan orang itu. Namun, semakin cepat dia berlari, orang itu semakin mengikutinya.

“ Tidaaaaaaaaak!! Jangan dekati aku!! “.

“ Berisik! Aku haus, bodoh!! “.

“ Pergi! Menjauh dariku!! “.

GREPP

“ Kena kau. “

“ KYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! “.

Orang itu menggenggam erat tangan gadis itu, lalu membantingnya ke tanah. Gadis itu bisa melihat sesuatu yang diacungkan padanya. Bentuknya tabung dengan jarum di ujungnya.

“ Sudah kuduga. Kamu pelakunya. “, gadis itu tersenyum menyeringai, lalu bangkit berdiri. Orang di depannya hanya bisa mematung melihat wajah gadis yang sebelumnya tertutup poni itu. Begitu angkuh. Dan wajah itu adalah wajah milik Rena. Mata lavendernya menajam. Dengan cepat tangannya menepis tangan orang itu, yang mulai menghujamkan benda yang dipegangnya.

“ Kau mau menyuntikku dengan tetrodotoxin, eh? Sebelum menyuntikku, kau mau mencuci otakku dulu kan? Setelah itu, kau buat tanda gigitan vampire di leherku dengan bolpoin itu kan? Heh, kau memanfaatkan legenda yang hebat untuk pembunuh amatir sepertimu... “, kata Rena lancar, “ Makanya, kalo bikin lubang gigitan jangan pake bolpoin, tapi pake jarum rajut! Lebih gede tau! Dasar polisi gebleg! “.

“ Kau... Bagaimana kau tau?! “, tanya orang itu.

“ Pertama, wahai Daniel Cerberus, yang sangat kentara adalah kau yang selalu menembak para korban. Dan korban yang bangkit lagi itu akan dicurigai sebagai vampire karena bekas gigitan vampire. Menurut cerita-cerita yang beredar, jika kau digigit vampire, kau juga akan jadi vampire kan? Tetrodotoxin adalah racun yang terdapat pada ikan buntal, fungsinya adalah membuat orang mati suri. Sama seperti Juliet di dalam cerita Romeo and Juliet. Sebelum itu, kau cuci otaknya dan membuatnya hilang ingatan. Aku hampir lupa kalau gendam dan cuci otak lebih mudah dilakukan di masa sekarang. Karena itulah korban yang pertama kali kau temukan bersama kesatuanmu terlihat seperti orang linglung. Karena sudah terprovokasi oleh cerita vampire, maka tidak ada orang yang berani menembaknya. Di cerita, vampire adalah makhluk abadi, kan? Karena itu, kau yang menembaknya. Dengan begitu, kau tidak terlihat seperti membunuh karena kejahatan, tapi karena kebaikan. Sama seperti orang Amerika yang menyembunyikan kenyataan tentang legenda vampire dan drakula. “, Rena kembali menjelaskan.

“ S-sialan!!! “, Daniel melayangkan tinjunya pada Rena.

“ Heitt!! Cukup sampe di situ!! “, tiba-tiba Rheon muncul dan mengunci pergerakan tangan Daniel. Oh, apa author lupa menuliskan kalau Rheon adalah ahli bela diri? Abaikan.

“ K-kenapa... “, Daniel terlihat kaget.

“ Haaaaaaah... Kau terlalu memberi kami petunjuk yang jelas... Makanya, jangan selalu mengincar cewek berambut panjang lurus, dong! Udah gitu, poninya lurus semua lagi! Kalo mau balas dendam jangan di sini deh mas! “, kata Tiara cerewet.

“ Aku sudah telepon polisi. Sebentar lagi mereka akan menangkapmu, Pak Polisi. “, ujar Ad.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya polisi datang juga. Mereka langsung membawa kami sebagai orang yang akan dimintai keterangan bersama Daniel.

“ Hei, kapan kau muncul? “, desis Rena sambil melepas wig panjangnya itu dan menatap bulan dari mobil polisi yang melaju, “ Runa Vladimir... “.

Sementara itu, di TKP yang sedang diperiksa polisi, sesosok gadis berambut pony tail hitam bermata peridot berbaur dengan orang-orang yang penasaran dengan pembunuhan vampire itu.

“ Haaaaaaaah... Vampire memecahkan pembunuhan vampire... Tapi, vampire jadi-jadian gini sih, gampang aja buat dia. “, gumamnya, “ Aku, Runa Vladimir, sudah berada di sini, Rena Lilith... “.

Tak lama kemudian, sosok gadis pony tail itu sudah menghilang.

=======================================================================================================================

Author's Bacot Area

Ah, errrr... Ini cerita yang diminta emonichi. Karena Recchan ketakutan setengah mati waktu baca legendanya yang asli, jadi Recchan cepet-cepet bikin dan nyelesein nih cerita. Gak tau apakah nih cerita bakal Recchan jadiin serial... Mengingat legenda aslinya sangat mengerikan... Ada hubungannya sama Perang Salib yang mengakibatkan jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan Eropa (itu yang Recchan inget pas pelajaran kelas VIII)... Be te we, bikin komik detektif itu gampang-gampang susah ya... Tapi karena ada fantasy-nya, jadi Recchan bisa menyelesaikannya. Maafin Recchan atas munculnya cerita abal seperti ini.

Segitu aja ABA kali ini. Gak tau apa cerita ini bakal lanjut ato nggak. See ya in the next story! (>u<)v

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments

  • Arheef deZavent's picture

    hmmm lg2 renaxruna

    3

    hmmm lg2 renaxruna y....

    sebegitukah ketatnya rivalitas kalian...

    kayakny bagus jg yg beginian dijadiin komik....

    AdZ the Blue Thunder

return to top