Pagi ini Yukiko datang ke sekolah lebih cepat dari biasanya.
Kelasnya terlihat kosong, Ia murid pertama yang sampai disana pagi
itu. Sambil memperhatikan ruangan kelas 2-2 yang agak kotor itu dari
tempat duduknya, Ia terus merenung, tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"[i]..Jangan sentuh dia! Atau kalian akan rasakan akibatnya!"[/i]
Kata-kata Souji k
emarin masih terngiang-ngiang di telinganya.
"…Seta-kun…." kini, sebuah rona merah dapat terlihat di wajah halus gadis tersebut.
Yukiko menepuk kedua pipinya.
"Ti-tidak boleh! Yukiko,apa yang kau pikirkan? Jangan pikirkan
Seta-kun lagi! Jangan khianati kepercayaan Chie padamu! Kau sudah janji
untuk membantu Chie kan?" ujarnya dalam hati.
Namun,sekeras apapun Yukiko berusaha, tetap saja ia tak dapat
melupakan hal yang ia alami bersama Souji kemarin. Saat Souji
menemaninya bicara, dan saat Souji melindunginya dari geng bermotor,saat
Souji menunjukkan senyum manisnya itu hanya untuknya, Ia merasa….
sangat.. bahagia.
"YUKIKOOOO! SELAMAT PAGIIIII!"
"W-whoa! Chie?"
Tanpa ia sadari, Chie sudah berada di depannya, membuyarkan
lamunannya dalam seketika dan hampir saja membuat gadis berambut hitam
itu terjatuh dari kursinya.
"Chie.. Kau mengagetkanku…" protes Yukiko kesal.
"Ahaha, maaf! maaf! Habisnya kamu bengong gitu sih! Kok tumben datangnya pagi sekali?"
Yukiko hanya tersenyum, sebuah senyum yang dipaksakan. Namun 'toh Chie tidak menyadarinya. "Ung…Cuma kepagian bangun.."
Chie tertawa kecil, lalu duduk di bangku di belakang Yukiko. Tanpa
banyak basi-basi, Ia segera memasukkan tangannya ke dalam tas di
belakangnya dengan wajah antusias, dan dalam hitungan menit,
mengeluarkan beberapa tiket berwarna biru, dan ditunjukkannya pada
sahabatnya itu. "TA-DAAA-! Lihat! Lihat!"
Yukiko terdiam sejenak, mencerna. "Apa itu?"
"Itu lho! Tiket masuk taman bermain 'Blue Park' yang baru dibuka di
kota sebelah! Ibuku ikut undian dan dapat 4 tiket gratis kesana! Karena
dia tidak tertarik ke Taman Bermain, jadi semuanya diberikan padaku!"
ujarnya penuh semangat.
Yukiko hanya tersenyum kecil, "Hee, begitu.. Sepertinya seru.."
Chie menggembungkan pipinya, menandakan kalau dia sedikit kesal,
"Kok kamu kelihatan ngga antusias gitu sih? Gimana kalo kita ke sana
hari Minggu ini?"
"Eh? Cuma berdua saja?"
bagaimana kelanjutannya? baca chapter 2 nya juga donk... coment juga yah..
Post new comment