Tue21Jun2011
FANFIC code geass : Satu Langkah Menuju Kemenangan
434 kali
0 kali
not admin's choice
[i]*Lokasi : halaman samping Ashford academy[/i]
Lelouch sedang sibuk
mengetik handphonenya sambil berjalan menuju halaman belakang Ashford Academy.
“Gzz, dasar! Mengapa wanita – wanita itu selalu memintaku untuk menemui mereka
di halaman belakang!”, Lelouch mengeluh karena banyak wanita yang ingin
menyatakan perasaan padanya dan memintanya untuk menemui mereka di tempat yang
sama, yaitu “halaman belakang”. Sambil terus mengetik handphonenya ia
mempercepat jalannya, tiba – tiba ada sebuah bayangan yang menyamai langkahnya.
Lelouch segera menengok ke arah pemilik bayangan itu. Dan tak salah di salahkan
lagi pemilik bayangan itu adalah C.C. “Yo!”, C.C menyapa dengan santainya.
“Untuk apa kau ada di sini?”, Lelouch menyipitkan mata pertanda tidak suka C.C
berada bersamanya sekarang. “Oh, tadinya aku ingin mangajakmu bermain. Tapi
sepertinya kau sedang diare, aku pergi saja ah!”, C.C membalikkan badan dan
segera pergi bagaikan ‘penyihir’ yang datang tak di jemput dan pulang tak di
antar. Lelouch tak ambil peduli dan segera memainkan hp-nya kembali. “Entah
kenapa jalan ke halaman belakang ini terasa begitu lama”, ucap Lelouch sambil
terengah – engah. Dengan kepintarannya berjalan, ia pun sudah sampai ke
‘halaman belakang’ Ashford Academy.
[i]*Lokasi : halaman belakang Ashford Academy[/i]
Tampak sesosok
wanita berambut coklat – coklat oranye panjang membelakangi Lelouch.
“Sepertinya aku kenal wanita ini”, batin Lelouch dalam hati. “Hei, kau! Siapa
namamu?”, pertanyaan tidak mutunya Lelouch ini membuat wanita itu berbalik.
“Hai, Lelouch. Aku Shirley yang memintamu datang ke halaman belakang ini”,
wanita itu menjawab dengan senyum yang manis di wajahnya. “Shirley? Aku kira
siapa. Ada urusan apa memanggilku ke sini?”, Lelouch tampak terburu – buru.
Shirley berjalan perlahan mendekati Lelouch dan berkata, “Kok kamu gitu banget
sih, aku kan Cuma mau ketemu kamu..”. Entah mengerti atau hanya setengah
mengerti Lelouch pun mengangguk. “Baiklah, kita mulai saja. Hm..begini,
sebenarnya selama ini aku memiliki peraasaan terpendam padamu. Aku selalu saja
memikirkanmu, tidak siang, malam, sore, pagi, makan, tidur dan saat – saat aneh
lainnya. Sebelumnya aku tidak tau ini perasaan apa ini. Tapi begitu aku
bertanya pada teman – teman, mereka bilang ini sebuah perasaan wanita yang
wajar. Dan semua itu .. [i]bla – bla.. [/i]”,
Shirley menjelaskan (yang bernama lain ceramah) panjang lebar selebar
rambutnya. Lelouch yang sudah bosan dari tadi mulai memainkan handphonenya
kembali. “Dan maka dari itu Lelouch, aku suka padamu!!”, inilah akhir dari
ceramah Shirley. Lelouch sedikit terkejut dengan akhir dari ceramah tersebut.
“Lelouch, maukah kau.. bersamaku?”, Shirley menutup matanya karena takut
kelilipan. Eh, maksud saya takut melihat ekspresi Lelouch dan jawaban dari
pernyataannya. “Shirley, kau boleh juga”, Lelouch pun berbalik dan pergi sambil
bermain hp dengan meninggalkan jawaban yang sudah tidak bisa di bilang
menggantung lagi, tapi sudah mati!!!
[i]*Lokasi : ruang OSIS[/i]
“Rivalz, ayo kita
buat festival yang menarik untuk hari valentine yang sudah dekat!!”, kobaran
api yang membakar ruang osis menjadi background ucapan Milly yang sangat
semangat ini. “Apakah tidak apa – apa kalau yang hadir rapat di ruangan ini
hanya kita berdua?”, jawab Rivalz sambil membaca majalah yang baru saja keluar
hari ini, menit lalu dan detik yang lalu. “Ahh, kalau begitu ku kerjakan
sendiri saja!”, Milly segera menuju meja kerja ketua OSISnya.
[i]Greeekk~,[/i] pintu ruang OSIS terbuka. Lelouch
masuk dengan masih memainkan handphonenya. “Hey, wakil ketua OSIS! Kau
terlambat 5 menit!”, seru Rivalz yang sudah kesal menunggu Lelouch. “Hanya 5
menit terlambat juga tidak masalah. Apa yang kau dapat selama 5 menit itu?”, Lelouch
tidak mau kalah dengan Rivalz. “Fufu~ ini yang ku dapat!”, Rivalz menunjukkan
sebuah halaman di majalah terbarunya itu dengan wanita sexy. “Kau ini ngidam
bantal ya?”, Lelouch tak ambil pusing dan kembali mengetik. “Bantal?”, Rivalz
tampak bingung dan segera melihat halaman yang di tunjukkannya pada Lelouch.
Ternyata dan nyatanya, ia memperlihatkan seorang wanita berberat badan lebih
dari normal yang sexy. “Ah, kenapa berubah begini?!”, Rivalz menutup majalah
dan membantingkan kepalanya ke bantal (bantal yang sebenarnya) yang dari tadi
di pangkunya.
“Hei ketua, kau
sedang apa?”, Lelouch bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar
handphonenya. “Membuat jadwal s-e-n-g-s-a-r-a-m-u!! Hahaha~”, Milly tertawa
membahagiakan dirinya dan yang merasa bahagia. “Mainan apa lagi itu?”, Lelouch
kebingungan untuk merespon. “Tidak hanya kau wakil ketua, Lelouch. Tapi juga
anak OSIS lainnya! Kita akan kerja lembur untuk menjaga jalannya festivalku
kali ini~”, Milly kembali menulis pada kertas di atas meja kerjanya. “Lembur?
Seberapa lama acaramu ini? Satu hari penuh?”, dengan tetap melihat pada layar
handphonenya Lelouch kembali bertanya. “Cukup lama, sekitar 30 menit”, wajah
Milly berubah menjadi wajah senyum bodoh anak SMA. “Dasar bodoh”, Lelouch
menjawab disertai dengan senyuman manisnya. “Oh iya, wakil ketua! Kau mendapat
pesan dari Suzaku, kau di tunggunya di lapangan Ashford Academy”, ucap Rivalz
setelah ia ingat pesan dari Suzaku 1 jam yang lalu. “Baiklah, aku kesana
sekarang”
[i]*Lokasi : lapangan Ashford Academy[/i]
“Suzaku! Kau masih
hidup?!!”, Lelouch berlari menuju gundukan jamur yang berbentuk manusia. “Ya..
kurasa ..”, suara Suzaku melemah dan semakin lemah seperti kucing kehilangan
induknya. “Maaf aku telat datang, sudah berapa lama kau menunggu?”. “Sekitar ..
1,5 jam yang lalu”, dalam sekejap mata Suzaku kembali cerah secerah senyum
Euphimia. “Ada apa memanggilku kemari?”, Lelouch kembali bermain dengan
handphonenya. “Begini, Gino dan Kallen sedang berkencan. Sebenarnya aku tak mau
mengganggu mereka, tapi aku ingin tau perkembangan mereka. Tapi jangan salah
paham! Aku hanya ..”, tiba – tiba Suzaku menghentikan kalimatnya setelah ia
melihat ekspresi kaget Lelouch yang berlebih. “GINO DENGAN KALLEN??!!”, Lelouch
kaget setengah hidup. Tapi tak di sangka Suzaku kaget lebih dari setengah hidup
melihat ekspresi Lelouch itu. “Ayo cepat kita ‘lihat’ mereka!”, segera Lelouch
menggeret tangan Suzaku menuju ke arah Gino dan Kallen berada. Tapi langkah
Lelouch terhenti di awal. Ia segera berbalik dan bertanya, “mereka ada dimana
ya?”. “Dasar kau ini, asal seret orang saja!”, Suzaku balas dendam dengan
menarik tangan Lelouch ke arah Gino dan Kallen berada.
Setelah berjalan
berputar – putar mengelilingi gedung Ashford Academy, Lelouch sudah capek dan
ingin istirahat. “Suzaku, dimana mereka berada? Kenapa tidak sampai – sampai?
Kita sudah berputar –putar mengeliligi halaman – halaman di sekitar Ashford
Academy. Apa benar mereka kencan di area sekolah?”, Lelouch mulai kehabisan
tenaga untuk berjalan. “Ah! Itu dia! Mereka ada di sana!”, Suzaku menunjuk ke
arah taman yang berada TEPAT di samping lapangan tempat Lelouch menemui Suzaku
tadi. “Apa?! Ternyata hanya di sebelah lapangan?! Mengapa kita harus berputar
jauh~ sekali hanya untuk kembali ke tempat awal?!”, Lelouch kesal karena merasa
Suzaku mengerjainya. “Psst! Yang penting lihat mereka!”, Suzaku kembali
mengfokuskan diri pada kencan Gino dan Kallen. “Benar juga sih. Ah! Sedang apa
mereka?! Kenapa mereka mendekatkan wajah??”, Lelouch histeris sendirian melihat
2 sejoli sedang berkencan. “Kau ini cerewet sekali ya”, Suzaku merasa malu
berteman dengan orang itu. “Lihat mereka, dan komentarlah di akhir cerita
nanti!”, seru Suzaku pada Lelouch.
[i]*Lokasi : taman yang kata Lelouch ada di sebelah lapangan
Ashford Academy[/i]
“Kallen, dekatkan
wajahmu ..”, Gino menyentuh pipi Kallen. “Jangan terlalu dekat, nanti tidak
terlihat ..”.”Kalau kau tidak dekat, tidak akan menyentuh bibirmu”. “Diamlah,
biar kulakukan sendiri! Ini memang pertama kali aku melakukannya!”. Perlahan
Kallen mendekat. .mendekat. .dan akhirnya bibirnya sampai pada lipstik yang di
hadiahkan Gino padanya yang manis itu. “Ah, aku tak yakin akan sanggup
memakainya”, Kallen menyudahi usahanya memakai lipstik dan membuat penonton
kecewa. “Kau harus berusaha memakainya! Aku ingin melihatnya!”, wajah mesum Gino
terlihat sangat jelas di hadapan Kallen. “Yah, yah, sesukamu saja”, Kallen
seperti seorang kakak perempuan yang mempunyai adik kecil. Gino memulai aksinya
dengan mengalungkan tangannya pada bahu Kallen. Kallen hanya diam saja. Tiba –
tiba hati Kallen terasa berdebar. [i]Plak![/i]
ternyata Kallen berdebar karena ada seseorang menapuk tangan Gino yang
melingkar di bahu Kallen. “Aw! Ada apa?!”, Gino berteriak kesakitan. “Gino!
Beraninya kau mendahuluiku!”, Lelouch memarahi Gino sambil terus memainkan handphonenya.
“Hei, aku hanya mengencani gadisku!”, Gino membela diri. “Siapa yang gadismu?
Aku hanya milik Zero seorang”, Kallen asal bicara yang membuat Gino sakit hati.
“OKE! Kalau itu maumu, maka .. aku akan menjadi Zero!!”, Gino pun lari
meninggalkan mereka bertiga (maksudnya Lelouch, Kallen, Suzaku). Lelouch
sedikit tersipu mendengar ucapan Kallen.
“Ah, ternyata hanya milik Zero ya ..”, Lelouch mendekati Kallen dengan tersipu
dan masih memainkan handphonenya. Satu – satunya orang yang penasaran dengan pengetikan
Lelouch itu hanya Kallen. “Apa ada sesuatu di handphonemu itu?”. “Ah, ini. Puisi
yang kubuat untuk seseorang”, jawab Lelouch sedikit tersipu. Suzaku kaget
mendengarnya. “Untuk siapa?”, Kallen bertanya mendahului Suzaku. “Untuk ...
kalian berdua”, Lelouch tersenyum pada sahabat – sahabatnya itu. Suzaku dan
Kallen yang senang mendengarnya spontan berteriak memanggil satu sama lain
bersamaan, “Kallen!”, “Suzaku!”, “Kita adalah Knight of Zero!”. “Fufu~”,
Lelouch ber-smirk ria dan tetap bermain tiada henti.
[i]*Lokasi : ruang kelas[/i]
Bermain dan bermain
hp, Lelouch sampai lupa akan samudra. Kallen dan Suzaku terdiam karena tak ada
bahan pembicaraan. “Kallen, apa benar kau jalan bersama Gino?”, Suzaku membuka
topik. “Ya, ada apa? Tadi kau melihatku jalan bersamanya kan?”, Kallen memasang
wajah dinginnya. “Jadi, kau ada apa – apa dengannya??”, wajah Suzaku terlihat
sedikit cemas. “Sudahlah, lupakan saja! Misi kita adalah melindungi Zero, The
99th Emperor of Britannia!”, semangat Kallen berkobar – kobar bagaikan bendera
yang berkibar. “Ah, kata – katamu bagus Kallen!”, sahut Lelouch tanpa menoleh.
“Terima kasih, Zero-sama!”, Kallen tampak senang dan berseri. “Kallen,
sebenarnya aku sangat menyukaimu ..”, wajah Suzaku tertunduk. Kallen tak
menanggapi kata – katanya. Ia masih sibuk memperhatikan Zero-samanya bermain
dan bermain handphone. Lelouch yang mendengar pernyataan Suzaku itu sedikit
tersipu karena Suzaku mengatakan perasaannya pada seorang gadis di depan
sahabatnya sendiri. “Suzaku, kau seorang gentleman!!”, Lelouch bangga dan
mengacungkan ibu jarinya tepat di depan wajah Suzaku.
“Ya! Aku menyukaimu
Kallen! Saat kau mengendarai Guren, aku sangat suka! Rasanya aku ingin
melawanmu lagi! Gurenmu sangat hebat! Aku menyukaimu!! Skill-mu itu!!”,
semangat Suzaku ini membuat Lelouch terdiam. Ternyata Suzaku bukan menyukai
Kallen sebagai wanita, melainkan sebagai pilot knightmare Guren yang sangat
hebat. “Suzaku, kau bukan seorang masochist kan?”, ucap Lelouch sambil menoleh
ke arah Suzaku. Kesempatan ini di gunakan Rolo dan Anya utuk merebut handphone
Lelouch. [i]Greb![/i] “Dapat!”, seru Rolo yang
berhasil merebut Hp Nii-samanya pada Anya. “Good job boy!”, Anya menjawab
dengan muka super datarnya. “Rolo! Berhenti! Ada yang mau kubicarakan!”,
Lelouch berusaha menghentikan lari Rolo yang cepat. “Nani, Nii-sama?”, Rolo
menoleh dengan tampang innocent ala Nunnaly. “Ini sangat penting! . . . Ayo, kembalikan
Hpku”, tanpa ekspresi apapun Lelouch meminta Hpnya kembali. “Rolo! Jangan
berikan! Cepat baca puisi Nii-samamu! Yang keras ya?!”, Anya tidak mau di
tinggal ngobrol. “Eh?! Jadi kalian menguping pembicaraan kami tadi ya?!”, ucap
Kallen dan Suzaku bersamaan. “Tiiidaaakk~”, Lelouch berteriak ala Spongebob. “Oke!”,
segera Rolo melihat ke layar Hp Nii-samanya. Dan yang terlihat adalah. . . . layar
handphone. Dan di layar itu terdapat sesuatu yang membuat Rolo terdiam tanpa
kata. Anya yang tak sabar sedikit mendorong tangan rolo, dan tak sengaja ia
memencet sebuah tombol. Wajahnya menjadi pucat dan spontan membaca sebuah kata
yang muncul. “YOU LOSE!”, Rolo kebingungan dengan semua itu. Tapi jawabannya
sudah dapat di lihat dari ekspresi wajah Lelouch yang terpuruk. “Kau tau?! Dari
tadi aku bermain catur sampai ke tahap yang paling tinggi! Aku sudah mencapai
final, hanya tinggal bergerak 1 langkah lagi maka aku akan menang! Tapi kau
sudah menodai usahaku hanya dengan merebut Hpku?!!”, Lelouch merasa sangat
kalah dalam sebuah Chess-game di Hpnya.
“Jadi .. kau bermain
catur dan bukan membuat puisi untuk kami?”, Kallen mewakilkan Suzaku untuk
bertanya. “Ya”, jawab Lelouch singkat. “Catur mangalahkan pesona kami di mata
Zero-sama?! Tidak~”, Kallen dan Suzaku semakin sehati untuk berteriak secara
bersamaan. “Maaf, tapi .. aku cinta catur!”, Lelouch pun mengambil Hpnya dari
Rolo dan mengetik atau dengan kata lain ‘bermain’ catur kembali.
[i]~end~[/i]







































Post new comment