FANFIC code geass : Satu Langkah Menuju Kemenangan

melonlord
Slice Of Life
0
434 kali
0 kali

not admin's choice

[i]*Lokasi : halaman samping Ashford academy[/i] Lelouch sedang sibuk mengetik handphonenya sambil berjalan menuju halaman belakang Ashford Academy. “Gzz, dasar! Mengapa wanita – wanita itu selalu memintaku untuk menemui mereka di halaman belakang!”, Lelouch mengeluh karena banyak wanita yang ingin menyatakan perasaan padanya dan memintanya untuk menemui mereka di tempat yang sama, yaitu “halaman belakang”. Sambil terus mengetik handphonenya ia mempercepat jalannya, tiba – tiba ada sebuah bayangan yang menyamai langkahnya. Lelouch segera menengok ke arah pemilik bayangan itu. Dan tak salah di salahkan lagi pemilik bayangan itu adalah C.C. “Yo!”, C.C menyapa dengan santainya. “Untuk apa kau ada di sini?”, Lelouch menyipitkan mata pertanda tidak suka C.C berada bersamanya sekarang. “Oh, tadinya aku ingin mangajakmu bermain. Tapi sepertinya kau sedang diare, aku pergi saja ah!”, C.C membalikkan badan dan segera pergi bagaikan ‘penyihir’ yang datang tak di jemput dan pulang tak di antar. Lelouch tak ambil peduli dan segera memainkan hp-nya kembali. “Entah kenapa jalan ke halaman belakang ini terasa begitu lama”, ucap Lelouch sambil terengah – engah. Dengan kepintarannya berjalan, ia pun sudah sampai ke ‘halaman belakang’ Ashford Academy. [i]*Lokasi : halaman belakang Ashford Academy[/i] Tampak sesosok wanita berambut coklat – coklat oranye panjang membelakangi Lelouch. “Sepertinya aku kenal wanita ini”, batin Lelouch dalam hati. “Hei, kau! Siapa namamu?”, pertanyaan tidak mutunya Lelouch ini membuat wanita itu berbalik. “Hai, Lelouch. Aku Shirley yang memintamu datang ke halaman belakang ini”, wanita itu menjawab dengan senyum yang manis di wajahnya. “Shirley? Aku kira siapa. Ada urusan apa memanggilku ke sini?”, Lelouch tampak terburu – buru. Shirley berjalan perlahan mendekati Lelouch dan berkata, “Kok kamu gitu banget sih, aku kan Cuma mau ketemu kamu..”. Entah mengerti atau hanya setengah mengerti Lelouch pun mengangguk. “Baiklah, kita mulai saja. Hm..begini, sebenarnya selama ini aku memiliki peraasaan terpendam padamu. Aku selalu saja memikirkanmu, tidak siang, malam, sore, pagi, makan, tidur dan saat – saat aneh lainnya. Sebelumnya aku tidak tau ini perasaan apa ini. Tapi begitu aku bertanya pada teman – teman, mereka bilang ini sebuah perasaan wanita yang wajar. Dan semua itu .. [i]bla – bla.. [/i]”, Shirley menjelaskan (yang bernama lain ceramah) panjang lebar selebar rambutnya. Lelouch yang sudah bosan dari tadi mulai memainkan handphonenya kembali. “Dan maka dari itu Lelouch, aku suka padamu!!”, inilah akhir dari ceramah Shirley. Lelouch sedikit terkejut dengan akhir dari ceramah tersebut. “Lelouch, maukah kau.. bersamaku?”, Shirley menutup matanya karena takut kelilipan. Eh, maksud saya takut melihat ekspresi Lelouch dan jawaban dari pernyataannya. “Shirley, kau boleh juga”, Lelouch pun berbalik dan pergi sambil bermain hp dengan meninggalkan jawaban yang sudah tidak bisa di bilang menggantung lagi, tapi sudah mati!!! [i]*Lokasi : ruang OSIS[/i] “Rivalz, ayo kita buat festival yang menarik untuk hari valentine yang sudah dekat!!”, kobaran api yang membakar ruang osis menjadi background ucapan Milly yang sangat semangat ini. “Apakah tidak apa – apa kalau yang hadir rapat di ruangan ini hanya kita berdua?”, jawab Rivalz sambil membaca majalah yang baru saja keluar hari ini, menit lalu dan detik yang lalu. “Ahh, kalau begitu ku kerjakan sendiri saja!”, Milly segera menuju meja kerja ketua OSISnya. [i]Greeekk~,[/i] pintu ruang OSIS terbuka. Lelouch masuk dengan masih memainkan  handphonenya. “Hey, wakil ketua OSIS! Kau terlambat 5 menit!”, seru Rivalz yang sudah kesal menunggu Lelouch. “Hanya 5 menit terlambat juga tidak masalah. Apa yang kau dapat selama 5 menit itu?”, Lelouch tidak mau kalah dengan Rivalz. “Fufu~ ini yang ku dapat!”, Rivalz menunjukkan sebuah halaman di majalah terbarunya itu dengan wanita sexy. “Kau ini ngidam bantal ya?”, Lelouch tak ambil pusing dan kembali mengetik. “Bantal?”, Rivalz tampak bingung dan segera melihat halaman yang di tunjukkannya pada Lelouch. Ternyata dan nyatanya, ia memperlihatkan seorang wanita berberat badan lebih dari normal yang sexy. “Ah, kenapa berubah begini?!”, Rivalz menutup majalah dan membantingkan kepalanya ke bantal (bantal yang sebenarnya) yang dari tadi di pangkunya. “Hei ketua, kau sedang apa?”, Lelouch bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya. “Membuat jadwal s-e-n-g-s-a-r-a-m-u!! Hahaha~”, Milly tertawa membahagiakan dirinya dan yang merasa bahagia. “Mainan apa lagi itu?”, Lelouch kebingungan untuk merespon. “Tidak hanya kau wakil ketua, Lelouch. Tapi juga anak OSIS lainnya! Kita akan kerja lembur untuk menjaga jalannya festivalku kali ini~”, Milly kembali menulis pada kertas di atas meja kerjanya. “Lembur? Seberapa lama acaramu ini? Satu hari penuh?”, dengan tetap melihat pada layar handphonenya Lelouch kembali bertanya. “Cukup lama, sekitar 30 menit”, wajah Milly berubah menjadi wajah senyum bodoh anak SMA. “Dasar bodoh”, Lelouch menjawab disertai dengan senyuman manisnya. “Oh iya, wakil ketua! Kau mendapat pesan dari Suzaku, kau di tunggunya di lapangan Ashford Academy”, ucap Rivalz setelah ia ingat pesan dari Suzaku 1 jam yang lalu. “Baiklah, aku kesana sekarang” [i]*Lokasi : lapangan Ashford Academy[/i] “Suzaku! Kau masih hidup?!!”, Lelouch berlari menuju gundukan jamur yang berbentuk manusia. “Ya.. kurasa ..”, suara Suzaku melemah dan semakin lemah seperti kucing kehilangan induknya. “Maaf aku telat datang, sudah berapa lama kau menunggu?”. “Sekitar .. 1,5 jam yang lalu”, dalam sekejap mata Suzaku kembali cerah secerah senyum Euphimia. “Ada apa memanggilku kemari?”, Lelouch kembali bermain dengan handphonenya. “Begini, Gino dan Kallen sedang berkencan. Sebenarnya aku tak mau mengganggu mereka, tapi aku ingin tau perkembangan mereka. Tapi jangan salah paham! Aku hanya ..”, tiba – tiba Suzaku menghentikan kalimatnya setelah ia melihat ekspresi kaget Lelouch yang berlebih. “GINO DENGAN KALLEN??!!”, Lelouch kaget setengah hidup. Tapi tak di sangka Suzaku kaget lebih dari setengah hidup melihat ekspresi Lelouch itu. “Ayo cepat kita ‘lihat’ mereka!”, segera Lelouch menggeret tangan Suzaku menuju ke arah Gino dan Kallen berada. Tapi langkah Lelouch terhenti di awal. Ia segera berbalik dan bertanya, “mereka ada dimana ya?”. “Dasar kau ini, asal seret orang saja!”, Suzaku balas dendam dengan menarik tangan Lelouch ke arah Gino dan Kallen berada. Setelah berjalan berputar – putar mengelilingi gedung Ashford Academy, Lelouch sudah capek dan ingin istirahat. “Suzaku, dimana mereka berada? Kenapa tidak sampai – sampai? Kita sudah berputar –putar mengeliligi halaman – halaman di sekitar Ashford Academy. Apa benar mereka kencan di area sekolah?”, Lelouch mulai kehabisan tenaga untuk berjalan. “Ah! Itu dia! Mereka ada di sana!”, Suzaku menunjuk ke arah taman yang berada TEPAT di samping lapangan tempat Lelouch menemui Suzaku tadi. “Apa?! Ternyata hanya di sebelah lapangan?! Mengapa kita harus berputar jauh~ sekali hanya untuk kembali ke tempat awal?!”, Lelouch kesal karena merasa Suzaku mengerjainya. “Psst! Yang penting lihat mereka!”, Suzaku kembali mengfokuskan diri pada kencan Gino dan Kallen. “Benar juga sih. Ah! Sedang apa mereka?! Kenapa mereka mendekatkan wajah??”, Lelouch histeris sendirian melihat 2 sejoli sedang berkencan. “Kau ini cerewet sekali ya”, Suzaku merasa malu berteman dengan orang itu. “Lihat mereka, dan komentarlah di akhir cerita nanti!”, seru Suzaku pada Lelouch. [i]*Lokasi : taman yang kata Lelouch ada di sebelah lapangan Ashford Academy[/i] “Kallen, dekatkan wajahmu ..”, Gino menyentuh pipi Kallen. “Jangan terlalu dekat, nanti tidak terlihat ..”.”Kalau kau tidak dekat, tidak akan menyentuh bibirmu”. “Diamlah, biar kulakukan sendiri! Ini memang pertama kali aku melakukannya!”. Perlahan Kallen mendekat. .mendekat. .dan akhirnya bibirnya sampai pada lipstik yang di hadiahkan Gino padanya yang manis itu. “Ah, aku tak yakin akan sanggup memakainya”, Kallen menyudahi usahanya memakai lipstik dan membuat penonton kecewa. “Kau harus berusaha memakainya! Aku ingin melihatnya!”, wajah mesum Gino terlihat sangat jelas di hadapan Kallen. “Yah, yah, sesukamu saja”, Kallen seperti seorang kakak perempuan yang mempunyai adik kecil. Gino memulai aksinya dengan mengalungkan tangannya pada bahu Kallen. Kallen hanya diam saja. Tiba – tiba hati Kallen terasa berdebar. [i]Plak![/i] ternyata Kallen berdebar karena ada seseorang menapuk tangan Gino yang melingkar di bahu Kallen. “Aw! Ada apa?!”, Gino berteriak kesakitan. “Gino! Beraninya kau mendahuluiku!”, Lelouch memarahi Gino sambil terus memainkan handphonenya. “Hei, aku hanya mengencani gadisku!”, Gino membela diri. “Siapa yang gadismu? Aku hanya milik Zero seorang”, Kallen asal bicara yang membuat Gino sakit hati. “OKE! Kalau itu maumu, maka .. aku akan menjadi Zero!!”, Gino pun lari meninggalkan mereka bertiga (maksudnya Lelouch, Kallen, Suzaku). Lelouch sedikit  tersipu mendengar ucapan Kallen. “Ah, ternyata hanya milik Zero ya ..”, Lelouch mendekati Kallen dengan tersipu dan masih memainkan handphonenya. Satu – satunya orang yang penasaran dengan pengetikan Lelouch itu hanya Kallen. “Apa ada sesuatu di handphonemu itu?”. “Ah, ini. Puisi yang kubuat untuk seseorang”, jawab Lelouch sedikit tersipu. Suzaku kaget mendengarnya. “Untuk siapa?”, Kallen bertanya mendahului Suzaku. “Untuk ... kalian berdua”, Lelouch tersenyum pada sahabat – sahabatnya itu. Suzaku dan Kallen yang senang mendengarnya spontan berteriak memanggil satu sama lain bersamaan, “Kallen!”, “Suzaku!”, “Kita adalah Knight of Zero!”. “Fufu~”, Lelouch ber-smirk ria dan tetap bermain tiada henti. [i]*Lokasi : ruang kelas[/i] Bermain dan bermain hp, Lelouch sampai lupa akan samudra. Kallen dan Suzaku terdiam karena tak ada bahan pembicaraan. “Kallen, apa benar kau jalan bersama Gino?”, Suzaku membuka topik. “Ya, ada apa? Tadi kau melihatku jalan bersamanya kan?”, Kallen memasang wajah dinginnya. “Jadi, kau ada apa – apa dengannya??”, wajah Suzaku terlihat sedikit cemas. “Sudahlah, lupakan saja! Misi kita adalah melindungi Zero, The 99th Emperor of Britannia!”, semangat Kallen berkobar – kobar bagaikan bendera yang berkibar. “Ah, kata – katamu bagus Kallen!”, sahut Lelouch tanpa menoleh. “Terima kasih, Zero-sama!”, Kallen tampak senang dan berseri. “Kallen, sebenarnya aku sangat menyukaimu ..”, wajah Suzaku tertunduk. Kallen tak menanggapi kata – katanya. Ia masih sibuk memperhatikan Zero-samanya bermain dan bermain handphone. Lelouch yang mendengar pernyataan Suzaku itu sedikit tersipu karena Suzaku mengatakan perasaannya pada seorang gadis di depan sahabatnya sendiri. “Suzaku, kau seorang gentleman!!”, Lelouch bangga dan mengacungkan ibu jarinya tepat di depan wajah Suzaku. “Ya! Aku menyukaimu Kallen! Saat kau mengendarai Guren, aku sangat suka! Rasanya aku ingin melawanmu lagi! Gurenmu sangat hebat! Aku menyukaimu!! Skill-mu itu!!”, semangat Suzaku ini membuat Lelouch terdiam. Ternyata Suzaku bukan menyukai Kallen sebagai wanita, melainkan sebagai pilot knightmare Guren yang sangat hebat. “Suzaku, kau bukan seorang masochist kan?”, ucap Lelouch sambil menoleh ke arah Suzaku. Kesempatan ini di gunakan Rolo dan Anya utuk merebut handphone Lelouch. [i]Greb![/i] “Dapat!”, seru Rolo yang berhasil merebut Hp Nii-samanya pada Anya. “Good job boy!”, Anya menjawab dengan muka super datarnya. “Rolo! Berhenti! Ada yang mau kubicarakan!”, Lelouch berusaha menghentikan lari Rolo yang cepat. “Nani, Nii-sama?”, Rolo menoleh dengan tampang innocent ala Nunnaly. “Ini sangat penting! . . . Ayo, kembalikan Hpku”, tanpa ekspresi apapun Lelouch meminta Hpnya kembali. “Rolo! Jangan berikan! Cepat baca puisi Nii-samamu! Yang keras ya?!”, Anya tidak mau di tinggal ngobrol. “Eh?! Jadi kalian menguping pembicaraan kami tadi ya?!”, ucap Kallen dan Suzaku bersamaan. “Tiiidaaakk~”, Lelouch berteriak ala Spongebob. “Oke!”, segera Rolo melihat ke layar Hp Nii-samanya. Dan yang terlihat adalah. . . . layar handphone. Dan di layar itu terdapat sesuatu yang membuat Rolo terdiam tanpa kata. Anya yang tak sabar sedikit mendorong tangan rolo, dan tak sengaja ia memencet sebuah tombol. Wajahnya menjadi pucat dan spontan membaca sebuah kata yang muncul. “YOU LOSE!”, Rolo kebingungan dengan semua itu. Tapi jawabannya sudah dapat di lihat dari ekspresi wajah Lelouch yang terpuruk. “Kau tau?! Dari tadi aku bermain catur sampai ke tahap yang paling tinggi! Aku sudah mencapai final, hanya tinggal bergerak 1 langkah lagi maka aku akan menang! Tapi kau sudah menodai usahaku hanya dengan merebut Hpku?!!”, Lelouch merasa sangat kalah dalam sebuah Chess-game di Hpnya. “Jadi .. kau bermain catur dan bukan membuat puisi untuk kami?”, Kallen mewakilkan Suzaku untuk bertanya. “Ya”, jawab Lelouch singkat. “Catur mangalahkan pesona kami di mata Zero-sama?! Tidak~”, Kallen dan Suzaku semakin sehati untuk berteriak secara bersamaan. “Maaf, tapi .. aku cinta catur!”, Lelouch pun mengambil Hpnya dari Rolo dan mengetik atau dengan kata lain ‘bermain’ catur kembali.

[i]~end~[/i]    

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top