Extra Story 2: Atlantis... Look What You Have Become!

0
338 kali
0 kali

not admin's choice

Oke!! Jadi ini cerita terinspirasi waktu gw lagi mandi (eee jgan mikir macem2 ya? XDD), dan entahlah imajinasiku paling gampang ku dapat kalo lagi mandi. Bagaimana dengan kalian XDD?? Sebenarnya gw sendiri kepikiran kalo dulu Indonesia pernah diperkirakan sebagai bagian dari atlantis (katanya XD). Jadi enjoylah cerita ini!! Smile Dan satu lagi1! Ini internet gw yang rada error ato emang website storyny yg rda error?? soalnya waktu neken tombol panah, kok kagak bsa?? Hehehe ____________________________________________________________________________________

Setelah 10 tahun aku hidup sebagai orang negro... Timbulah keinginanku untuk mengunjungi tempat terindah yang dahulu pernah ada... Sebelum peperang itu terjadi... "Ornlu... Ruka... Boleh kita berbicara sebentar?" kataku sambil duduk di atas sofa apartemenku.

"Wah! Ada apa, Mike!? Tumben sekali kau memanggil kita ke sini!", sahut Ruka sambil menepuk lengan atasku. Ruka Boxitatsiu... Setelah 10 tahun berlalu, ia tumbuh menjadi anak yang cantik... Kulit putih mulus... Senyum manisnya... Dan rambut pirangnya yang panjang danlemas dan matanya yang berwarna kuning (terjadi karena kesalahan sewaktu perubahan genetik padanya, karena orang jepang sewajarnya tidak pirang, kecuali blasteran.)... Tidak heran kalau dia populer di sekitar sini... Sekarang dia sudah lulusan S2 kedokteran spesialis bedah, mengikuti jejak kakek buyutnya Anubis.

"Aku ingin pergi ke Atlantis..."

"Apa? Atlantis?", sahut Ornlu dan Ruka kaget. Lalu Ornlu menambahkan, "Waduuh! Mimpi loe, Mike! Mana ada lagi tempat kayak gitu di dunia ini!".

"Ada, kok!", sahut Ruka. "Bukankah ada perkiraan kalo Atlantis berada di negara-negara tertentu!". Lalu Ruka melihatku lagi, "Tapi untuk apa kau mau ke sana??"

"Aku... ingin kembali lagi ke sana... tempat indah yang dahulu pernah tempat tinggalku..." sahutku sedih.

"Baiklah! Tapi gw gak gitu tau lokasinya, Mike!", jawab Ruka jujur.

"Memang kamu gak tw, Mike?", tanya Ornlu.

"Sudah ribuan tahun lamanya setelah kematianku sebagai Titan terjadi. Aku bahkan tidak ingat lagi dimana lokasinya." Lalu Ornlu pun menjawab, "Oke! Coba gw tanya sama temen gw! Siapa tau gw dapet tentang Atlantis ini..."

"Makasi banyak, lu!", sahutku. ____ Setelah Ornlu bertanya-tanya pada temannya, Ornlu mendapati ada beberapa negara yang dipercaya sebagai Atlantis. Contohnya; Turki, Australia, Inggris, Indonesia, Swedia, dan masih banyak lagi negara-negara lain yang diperkirakan sebagai Atlantis. Dan mengetahui hal ini pun, Ornlu memutuskan untuk bertanya padaku tempat manakah yang akan diyakini sebagai Atlantis.

"Indonesia... Aku akan ke sana..."

"Yakin, Mike?", tanya Ornlu heran luar biasa.

"Tempat itu... Aku masih merasakan ada aura dewa-dewa Olimpus di tempat itu..." Dengan menghela nafas berat, Ornlu dan Ruka pun mengiyakan kemauanku.

 

_____ Jakarta, pukul 12.47 am.

 

"Wow, tempat ini macet banget ya?", sela Ruka berada di dalam taksi.

"Well, itulah Jakarta, Ruka! Emang kayak di Perancis, bebas hambatan?", ledek Ornlu.

"Yah, tapi gak apa-apa lah! Demi temen kita yang satu ini!", jawab Ruka sambil menyikut Mike.

"Hehe... Makasi banyak ye...", jawabku santai. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang janggal, "Pak! Pak! Berhenti!", teriakku sambil menggetarkan jok pengemudi. Kemudian aku turun dan membayar argo taxi, "Makasi ya, pak!"

"Iyo!", sahut si supir taksi. Lalu taksi itu pergi bersamaan dengan arah angin...

Lalu kita berjalan-jalan keliling sejenak di tempat kita turun sebelumnya... "Uhmm... Mike! Di sini banyak banget sampah! Terus banyak banget gelandangan yang berada di sini!", selidik Ornlu.

"Mike, kenapa loe menurunkan kita di sini?", tanya Ruka penasaran. Akan tetapi, Ruka tercengang melihat kesedihan yang ada di dalam mukaku. Lalu dengan perasaan khawatir Ruka bertanya, "Mike?".

"Ini...", kataku tercengang melihat apa yang terjadi di hadapanku.

"Aku bisa merasakannya... Ini adalah tempat dimana istanaku berada..." kataku sambil melihat tumpukan besar sampah di depanku. Lalu aku menambahkan, "Oh, Atlantis... Kau dahulu adalah tempat yang sangat indah! Sekarang, Lihatlah apa yang telah terjadi padamu!", seru Mike sambil menangis dan berlutut di atas tumpukan sampah. Yah... Tempat yang sangat kukagumi... Tempat tinggalku... Sekarang berubah menjadi tempat pembuangan sampah akhir. Tempat yang tidak lebih dari tempat timbunan sampah yang tidak bisa ditampung di tempat lain. Tempat dimana dewa-dewa menikmati pemandangannya sekarang berubah menjadi tempat yang hanya dipijaki oleh pemulung-pemulung.

"Well, Mike! Sudah ribuan tahun semenjak kematianmu di dalam peperangan dewa itu! Pasti sudah banyak yang terjadi, khan?", kata Ornlu mencoba menjelaskan.

"Iya, aku tahu! Hanya saja, untuk mengetahui hal ini...", kemudian aku terdiam untuk menahan tangisku. "Ini benar-benar di luar dugaanku..."

"Sudah, Mike...", kata Ruka.

"Jangan menangis di tempat ini... Malu diliatin orang!", sahutnya sambil melihat orang sekelilingnya yang mulai memperhatikan mereka.

"Ayo, Mike! Kita pergi dari sini, sebelum disangka orang gila kita... hehe", kata Ornlu bercanda. Kemudian aku menghentikan kesedihanku dan berdiri tegak,

"Ayo, kita pergi!"

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top