Drama Pandhawa Seda versi Indonesia Part 2

Brian Pratama
Historical
3.25
527 kali
0 kali

not admin's choice

Babak 2 : Meninggalnya Resi Bhisma Tokoh     :
  • Bima
  • Nakula
  • Yudhistira
  • Sadewa
  • Arjuna
  • Dewi Amba
  • Resi Bhisma
    Di Padang Kurusetra terdapat Resi Bhisma. Dirinya sedang didatangi oleh seorang dewi dari khayangan, Dewi Amba namanya. Resi Bhisma          : Hai Amba mengapa kau datang menemuiku. Dewi Amba           : Saya mau menjemputmu ke khayangan. Resi Bhisma          : Iya baiklah, aku tidak mau membuat kesalahyan kepadamu untuk yang kedua kalinya. Tapi sebelum aku meninggal aku ingin bertemu dengan para Pandhawa cucuku. Dewi Amba           : Oh iya silahkan namun jangan lama-lama ya Bhisma. Resi Bhisma memanggil penjaga yang bertugas untuk mengantarkan pesan. Dia berpesan pada utusan itu untuk memberitahu kepada para Pandhawa di Hastina untuk menemuinya sekarang juga. Sesampainya tentara itu ke Hastina Yudhistira              : Oh anda mengapa kemari, ada apa? Tentara                  : Begini gusti prabu. Saya mau menyampaikan surat dari eyang Bhisma. Yudhistira              : oh Eyang Bhisma Tentara                  : silahkan suratnya prabhu Yudhistira              :Oh iya terima kasih banyak, kau noleh kembali sekarang. Yudhistira membaca surat tersebut dan memanggil adik-adiknya. Bima                       : yoy kanda ada apa kok manggil-manggil. Yudhistira              : ini adhik ada surat dari eyang bHisma, kita disuruh ke padang Kurusetra sekarang juga. Sadewa                  :  wah kalau begitu ayo langsung saja kita berangkat. Sesampainya di Padang Kurusetra. Eyang Bhisma       : halo cucuku eyang mau menceritakan sesuatu yang berguna bagi kehidupan cucuku. Begini critanya: Ada seekor burung Nuri yang hidup di atas sebuah pohon yang sangat subur dan tiap tahun pasti berbuah banyak dan segar-segar. Nuri itu tidak pernah pindah dari pohon tersebut karena semua kebutuhan Nuri itu pasti terpenuhi di pohon tersebut. Nah suatu hari datanglah seorang pemburu yang sedang memanah seekor rusa, namun luput dan malah menancap di pohon yang ditinggali oleh seekor Nuri tersebut. Karena anak panah tersebut dilumuri dengan racun maka pohon itu menjadi kering dan tak dapat berbuah lagi. Tetapi burung Nuri tersebut tidak pergi dari pohon itu dan dia setia pada pohon tersebut, meski kelaparan dan basah karena hujan.  Ketegaran hati sang burung itu hingga menggoncangkan Chandradimuka. Bathara Guru langsung memanggil bathara indra. Bathara indra datang ke mayapada dalam bentuk resi dan bertanya kepada burung nuri tersebut. “ wahai burung mengapa engkau tidak pergi dari pohon yang telah kering dan tidak memberikanmu makanan untuk kehidupanmu lagi, nanti lama-kelamaan kau akan mati juga” Tanya sang resi. Burung Nuri itu menjawab” jangan berkata bahwa saya ini bodoh atau apapun, saya hanya ingin berbalas budi kepada pohon ini, dulu saat buahnya masih lebat aku memakaninya dan sekarang saat pohon ini kering aku meninggalkanya apakah itu namanya balas budi” sang resi sangat kaget atas jawaban dari burung Nuri tersebut sehingga segera saja dia menyembuhkan pohon itu dan kini pohon tersebut menjadi seperti dahulu lagi.           Resi Bhisma          : Nah jadi cucuku artinya bahwa tanpa adanya budi pekerti yang luhur maka tak ada artinya harta sebanyak-banyaknya itu karena harta tidak membawa kita ke nirwana.         Resi Bhisma akhirnya menahan nafasnya dan meninggal dihadapan kelima cucunya. Akhirnya jasadnya disempurnakan.  Sekian

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top