Diari Nata Baka -- Diari 4

Nata Hime
Diari
Comedy
0
178 kali
0 kali

not admin's choice

Diari 4

            Gue sangat enggak setuju kalo film horror ‘harus ada’ adegan Bokep!!

            Ya jelaslah! Kalo ada adegan bokep yah mending nggak usah jadi film horror aja sekalian! Dasar sutradara film horror idiot!! Kan gag baek buat citra Indonesia tercinta.

Trus nonton film bioskop Indonesia bukan lagi menjadi kesukaan gue. Ngelihat judulnya aja gue udah ogah. Masa ada tuh yang judulnya “Suster Keramas”?? Kayak gak ada nama yang lebih bagusan aja. Masa film-film yang mengandung unsur porno menjadi suatu unsur yang “Harus Ada” dalam setiap film bioskop Indonesia?? Seharusnya film-film Indonesia itu bersifat membangun. Bukan menjatuhkan. Bahkan film buatan kita ini sama sekali gak tanggung-tanggung memperlihatkan adegan seksual yang seharusnya hanya cocok untuk dilihat orang dewasa. Kenapa juga para Sutradara harus menyewa artis Boker bangsanya Miyabi?? Kenapa? Bukankah saya juga bisa jadi boker bak Miyabi? *heheheh, bercanda kok. Tolong jangan salah paham ya*

Lanjut! Kasusnya Ariel Peterpan dan Cut Tari misalnya. Kenapa juga masih ada pedagang CD yang masih-masih aja menyebarluaskan adegan gak pantes tersebut ke CD bercover Upin-Ipin! Gue sedih banget waktu tau anak tetangga gue gak sengaja ngelihat adegan tersebut saat membeli kaset Upin-Ipin. Padahal niatnya mau nonton film Upin-Ipin, eh gak taunya malah lihat adegan suami istri lagi mendesah-desah. Oeek!

Bukannya gue mau sombong atau apa. Tapi hal ini bener-bener mempermalukan bangsa negara kita sendiri. Bukankah negara kita ini negara Demokrat? Negara yang sangat menjunjung tinggi hukum? kalau negara kita seperti ini terus. Mau dibawa kemana negara Indonesia?

Lalu, kemana rasa Moralitas kita? Kemana bentuk kepedulian pemerintah pada rakyat-rakyat kecil? Kemana bentuk kepedulian DPR? Kemana kebijakan Presiden?? Kemana?? Mana rasa hormat kita pada pahlawan Indonesia yang sudah bersusah payah memerdekakan Indonesia? Kalau sekarang mengibarkan bendera mah gampang tinggal tarik aja Maaang!! (lho kok?), lha dulu pas jamannya Belanda ama Jepang? Kita mau mengibarkan bendera merah putih aja pasti bawaannya pengen nyumpahin Jepang. “Kok Hiroshima gak meledak-meledak juga toh, Amerika lagi ngapain sieh?”. Akhirnya para pejuang Indonesia berperang ke Jepang bersenjatakan mercon tikus lalu merdeka setelah meledakkan Hiroshima dan Nagasaki. (Lho? Kok ceritanya jadi menyimpang dengan sejarah IPS?)

Bagiku, negara tercintaku ini hanyalah sarangnya para Korupsi. Sarangnya para buronan. Sarangnya orang-orang menderita. Sarang Haeyo? (lho, ini gak nyambung)

Kenapa semua petinggi negara hanya bisa diam, makan dan menyaksikan semuanya dari jauh? Padahal jauh diluar sana banyak para rakyat kecil yang bahkan untuk makan sehari-hari saja susah. Apakah mereka puas melihat kita seperti ini? Tak adakah rasa kasihan? Kenapa mereka tak berusaha memperbaiki kekacauan yang ada? Kenapa saat negara kita sedang kacau-kacaunya mereka masih bisa bersantai? Kemana tanggung jawab mereka?

Lalu para Koruptor! Para koruptor hanyalah manusia-manusia bejat yang silau akan harta dan menyamakan diri mereka sendiri dengan Curut negara. Korupsi itu bejat dan Tamak! Martabak mereka, eh salah, martabat mereka sekarang dianggap rendah oleh rakyat. Hilanglah rasa percaya rakyat pada mereka.

Para Demokrator. Kenapa semua masalah harus diselesaikan dengan berdemo? Kenapa harus dengan cara kekerasan? Tidakkah bisa diselesaikan dengan kepala dingin? Kenapa mereka sangat egois dan tamak. Kenapa mereka harus jadi bentrok lalu merobek-robek bendera negara kita lalu membakarnya beramai-ramai? Tidakkah mereka sadar atas apa yang mereka lakukan? Kemana rasa terima kasih mereka pada pahlawan negara kita yang bersusah payah menaikkan berdera Indonesia keujung tiang kemerdekaan??

Betapa perihatinnya kita bahwa teroris pemboman masih saja berkeliaran di negara kita. Betapa sedihnya kita ketika para saudara-saudara kita dan orang tak berdosa menjadi korban pengeboman? Kemana para aparat perlindungan negara kita? Kenapa mereka tidak sanggup menghadapi para buronan tersebut? Kemana mereka? Kenapa??

Kenapa negara kita jadi sangat menyedihkan?? Kenapa?? Kenapa??

Doaku untukmu Indonesia, semoga kedepannya negara Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik. Amin.

NB :Maap banyak kata yang gak mengena. Namanya juga Nata Bakka!

w Diari Nata Bakka w

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

return to top