Mon29Aug2011
Di Ujung Maut (Sabhara)
276 kali
0 kali
not admin's choice
Masih dini hari yang dingin. Sirene mengaung-ngaung keras, puluhan mobil polisi ngebut di jalanan yang masih sepi, diikuti satu ambulan putih. Kencang melintasi jalanan menuju kediaman Arya Sadewo dan keluarga.
Puluhan orang telah ramai mengerumuni rumah duka itu. Ketua RT sibuk melarang warganya yang ingin melihat ke dalam rumah. Beberapa orang yang dipercaya mencoba memberi bantuan, namun akhirnya hanya bisa diam menyaksikan apa yang telah terjadi. Darah yang membanjiri lantai, tubuh yang telah tergeletak tak bernyawa membuat suasana dini hari itu semakin pilu. Teriakan histeris keluarga dekat kian menyuramkan hati.
Polisi dan ambulan tiba. Garis pengaman polisi segera dibentangkan, jenazahpun diangkut ke ambulan. Sirene meraung-raung keras kembali, membawa tubuh-tubuh tak bernyawa itu ke rumah sakit, polisi memerlukan otopsi guna penyelidikan.
Tubuh Arya Sadewo belum sepenuhnya meninggalkan dunia ini. Medis menemukan masih ada denyut nadi yang lemah. Selang oksigen, suntikan infus serta usaha penghentian pendarahan segera diberikan. Sementara, anggota keluarga lainnya bernasib tragis, mereka telah mati.
Setibanya di rumah sakit, tubuh Arya Sadewo segera dilarikan ke ruang gawat darurat. Operasi untuk mengeluarkan puluhan peluru yang bersarang ditubuhnya segera dilakukan. Berkali-kali detak jantungnya sempat terhenti, dan berkali-kali pula pengejut listrik singgah di dadanya yang masih berlumuran darah.
Operasi selesai, denyut nadi yang tadi lemah, kini perlahan-lahan mulai menunjukkan grafik normal. Detak jantung Arya Sadewopun mulai berangsur normal, namun masih lemah. Keajaibanlah yang bisa membuat Arya Sadewo bertahan dalam kondisi seperti itu. Mungkin karena fisiknya yang telah terlatih dan menjadi kuat atau mungkin juga karena semangatnya sebagai seorang prajurit. Seorang prajurit yang pantang menyerah, pun kepada takdir.
| Attachment | Size |
|---|---|
| 2.jpg | 78.5 KB |
Comments
-
ceritanya bagus,,,tapi
Submitted by kiky2hikaru on 13 September, 2011 - 09:44.ceritanya bagus,,,tapi terkadang agak lebay juga sihh tentang peluru bersarang itu

ayoo ditambah lg porsi ceritanya

rate 3KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI.....








































Post new comment