Choosen people

2.75
465 kali
0 kali
Cerita ke-10 Tidak terasa sudah dua tahun waktu berjalan... Melewati hari-hariku di pedesaan tempat para warlock tinggal. Dan sekarang aku sudah mahir dalam menguasai ilmu warlock. Dan dengan terpaksa aku melewati kemampuan Miathra (hehehe maaf Miathra!). Dan sekarang bola tongkat sihirku yang sudah terkumpul berjumlah dua bola. Itu artinya energi yang dapat kukumpulkan dari sekitarku sebanyak dua bola. Kalau dibandingkan sudah hampir sama dengan kekuatan bom TNT. Well, singkat cerita aku melewati hari-hariku dengan baik. Hingga suatu saat aku sedang bermain-main bersama Miathra, aku mendengar ada orang terkenal yang datang ke perkampungan kami. __________________________________________ "Eh, kalian dengar gak? Berita pagi ini?" tanya seorang anak laki-laki ke temannya. "Emang... kenapa?" "Prophet Erastmus Headcold mau datang ke sini!" "Benarkah?" tanya temannya tidak percaya. "Iya! Bener!" Mendengar percakapan mereka, aku menjadi penasaran dan aku bertanya pada Miathra. "Miathra...Prophet itu apa?" "Masa kamu gak tau? Padahal sudah dua tahun kamu di sini!" "Ya gimana lagi? Aku kan gak pernah denger apa-apa soal prophet ini?" "Ya deh! Prophet itu adalah utusan dari dewa atau tuhan yang tertinggi. Mereka mempunyai kemampuan seperti peramal yang bisa melihat masa depan seseorang. Dan biasanya mereka itu hidupnya nomaden suka berpindah-pindah, karena mereka biasanya pergi untuk memberitakan injil atau menyampai peringatan bagi mereka yang dalam bahaya. Yang menarik lagi, mereka bisa menciptakan sesuatu besar dan hebat yang hampir tidak dilakukan oleh penyihir lainnya. Contohnya, membelah laut, membangkitkan gunung berapi, menurunkan hujan, menyebarkan bencana dan kutukan, atau bahkan menyebarkan berkat dan anugerah. Dan orang-orang seperti itu sangat dihormati dan disegani di mana-mana, bahkan di tempat kakekmu sekali pun." "Wow! Darimana kekuatan mereka sehingga bisa melakukan mukjizat sehebat itu?" "Gampang... Dari tuhan atau dewa yang mereka sembah." "Oh... Mereka keren ya? Bisa seperti itu." "Memang! Mau ke sana gak?" "Kemana?" "Ke tempat prophet itu datang." "Memang boleh, Miathra? Kan gak enak sama kakek Stedd..." "Udahlah! Lagian aku juga penasaran sama keadaan kakek Erasmust. Ayo!" Akhirnya aku pergi bersama Miathra ke tempat prophet Erastmus berada. Rupanya dia berada di ruang tamu gedung kepala desa. "Wah, saya tersanjung dengan kedatangan prophet Erasmust! Pasti capek sekali untuk bisa berada di sini! Silahkan duduk!" sapa kakek Stedd kepada prophet Erasmust. "Terimakasih banyak!" "Oh, iya! Ada gerangan apa tiba-tiba anda datang ke sini? Bukannya anda masih punya misi untuk diselesai kan?" "Saya ke sini untuk bisa menyampaikan injil pada anak-anak di sini. Boleh tidak?" "Wah, baik sekali! Kenapa tiba-tiba anda ingin menyampaikan injil di sini?" "Entahlah! Saya tiba-tiba mendapat wahyu dari dewa tertinggi untuk mengajar di sini. Jadi saya akhirnya berada di sini." "Oh, begitu!" Tok-tok! "Permisi... apakah kakek Erastmus ada-" kemudian Miathra langsung memeluk kakek Erastmus. "Kakek! Sudah lama tidak berkunjung ke sini! Kenalkan! Ini Waltocoria Severnaya!" "Panggil saja Walto. Senang berjumpa dengan anda!" sahutku. "Maaf! Pemimpin!" Sahut penjaga yang mencegat kami. "Saya berusaha melarang mereka tapi mereka memaksa..." "Hahaha... Raphie, Raphie, kamu ini tetap kaku ya?" sahut kakek Stedd sambil bercanda. "Ah, kenapa?" tanya penjaga tersebut. "Seharusnya biarkan anak-anak ini mendekat pada prophet Erastmus! Jangan kau halang-halangi! Karena bagaimana pun kau berusaha menghalangi mereka, mereka akan tetap memaksa. Lagian mereka kan masih anak-anak, mereka tidak akan melukai pak Erastmus. Benar tidak pak Erastmus?" "Hahaha benar sekali!" "Maaf komandan!" sahut penjaga itu. "Sudah tidak apa-apa! Kau sudah boleh kembali!" perintah kakek Stedd. "Baik! Komandan!" Untuk sesaat aku memerhatikan prophet Erastmus, ada beberapa hal yang unik dari Prophet. Pertama, mereka begitu ramah terhadap anak-anak. Dan yang kedua, jubah hitamnya yang menutupi mukanya dan tongkat kayunya yang usang. Sangat ironi sekali, mendengar betapa hebatnya mereka dengan betapa lusuhnya penampilan mereka. Yang terakhir, mereka bergerak berdasarkan perintah dari dewa atau tuhan mereka. Yang terakhir ini sangat menarik mengingat bahwa aku yang keturunan dewa atau tuhan pun tidak pernah berkomunikasi dengan tuhan itu sendiri. Teng-teng-teng-teng! Bunyi bel lonceng tanda waktu istirahat sudah selesai. "Miathra! Walto! Pelajaran sudah dimulai. Ayo, kembali ke kelas kalian masing-masing!" sahut salah satu penjaga di tempat itu. "Tapi aku masih ingin bersama pak Erastmus!" terak Miathra. Secara cepat, penjaga itu kemudian menjitak kepala Miathra dan aku pun yang tak bersalah ikut dijitaknya. Jadi teringat saat aku mengerjai Mike. Mungkin itu juga yang ia rasakan sewaktu aku mengerjainya.Kemudian penjaga itu menyeret kami keluar hingga masuk ke kelas kami masing-masing. "Oh iya! Aku menjadi teringat sesuatu!" tambah nabi Erastmus pada kakek Stedd. "Dan apa itu?" jawab kakek Stedd sambil menyesap tehnya yang dihidangkan oleh pelayannya. "Aku kesini untuk mencari orang untuk ikut bersamaku dalam perjalananku." "Kiranya siapa itu?" Lalu nabi Erastmus mengeluarkan batu amethyst dari saku jubahnya. "Entahlah, tapi yang jelas jika batu bersinar kedap-kedip ketika berada di dekat orang kucari tersebut." "Memangnya kenapa kau menginginkan orang tersebut untuk ikut denganmu?" "Karena dewa kami menginginkan kami untuk membawa orang ini agar bisa menjadi nabi yang handal. Nabi yang dapat menyebarkan anugerah yang luar biasa, yang dapat menjatuhkan kutukan kepada orang-orang biadab, mewujudkan mukjizat yang tak pernah di dunia ini, dan membawa berita kebahagiaan kepada orang-orang sedih dan memberikan peringatan kepada orang-orang yang tersesat di jalan." "A... apa?" sahut kakek Stedd gelagapan. "Ka..lau begitu... kau sudah menemukannya daritadi...." "Hah?" "Sewaktu Miathra dan Walto datang tadi, aku melihat cahaya kedap-kedip di sakumu. Tadinya aku mau mengatakannya padamu secara langsung, tetapi karena kau sibuk dengan anak-anak tadi jadinya aku diam saja." "Aduh, Stedd! Kebiasaanmu terlambat untuk berbicara tidak pernah hilang ya? Sama waktu kau menyukai Kyrie dahulu. Giliran Kyrie sudah hampir menikah dengan Levathrone, baru kau menyatakan cintamu." "Haaah... itu sudah terjadi beberapa abad yang lalu. Lagipula, kalau memang bukan mau bagaimana lagi? Di lain waktu aku, Miathra, dan anak-anak lainnya sedang belajar tentang wilayah sejarah dari sihir. Sementara guru sedang mengajar, aku mengajak Miathra untuk membicarakan profesi prophet /nabi ini. "Psst, Mia!" bisikku pada Mia sembari menghadapkan kepalaku ke buku. "Apa, Walto?" jawab Miathra yang tidak kalah pelannya denganku. "MMmm... Bisa gak ya? Aku menjadi nabi kayak mereka..." Dan tanpa ditunggu-tunggu lagi Miathra langsung tertawa terbahak-bahak sampai terdengar ke kelas paling ujung. "Walto..." sembari memegang pundakku. "Tidak mungkin kau bisa menjadi nabi atau prophet. Karena hanya orang-orang terpilihlah yang bisa menjadi nabi! Dan lagipula-" "KALIAAAN BERDUUAA! JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN! SEKARANG PERGI KALIAN KE LAPANGAN! DENGAN KAKI DIANGKAT SATU DAN TANGAN KALIAN BERADA DI TELINGA!" potong guru kami, saat Miathra ingin melanjutkan pembicaraan kami. Entah mengapa mendengar hukuman guru kami, aku merasa [i]de javu[/i]. "Eluu si, Wal!!" "Apaan si!? Orang elu yang ketawa-ketawa kea [i]speaker[/i]!" Akhirnya, beginilah kami. Terkurung di tengah-tengah lapangan, kepanasan, dengan tangan kami di telinga. Itu semua gara-gara Miathra. Terimakasih banyak Miathra, pikirku geram. "Eh, Mia! Tadi loe ngomong 'lagipula...', 'lagipula' apa maksud loe?" "Tau ahh!" sahut Miathra sambil memasang muka jutek. "Iiiiih! Loe mah, orang elu juga yang ketawa-ketawa kea setan!" "Hehehe... iye... iye... Gue cuman bercanda. Tadi ntuh gw mo nambahin bahwa dewa-dewa itu tidak menghendaki orang-orang yang mengandalkan kekuatannya selain dari dewa-dewa itu sendiri untuk dijadikan seorang nabi atau [i]prophet[/i]. Dan kita termasuk orang-orang yang tidak mengandalkan kekuatan mereka. Kita menggunakan kekuatan yang ada di alam ini untuk menjadi kekuatan kita." Saat kita sedang asik ngobrol, tiba-tiba Raphie sang pengawal yang terlihat dari kejauhan sedang mendatangi kami dengan terburu-buru. "Raphie, kenapa kamu terburu-buru sekali?" "Begini! Tadi Pemimpin Stedd memerintahkan saya untuk menemui kalian dan membawa kalian ke tempat rapat pemimpin Stedd dan nabi Erastmus. Ayo!" perintah Raphie pada kami. "Tapi kami masih-" ucapku terpotong saat aku ingin memberitahukan bahwa kami masih di hukum. "Psst! Udah biarin aja! Loe mau panas-panasan di sini? Lumayan ngadem di gedungnya." sahut Miathra sembari lari bersama-sama menuju ruangan rapat. Sesampainya aku di depan pintu ruangan rapat tersebut, Raphie menyuruh kami untuk menunggu sebentar. Rupanya, dia memanggil nabi Erastmus untuk menemui kami berdua. "Maaf mengganggu kalian di saat pelajaran sedang berlangsung..." kata nabi Erastmus pada kami. "Oh, tidak apa-apa kok Malah kami senang sekali dipanggil!" sahut kami berbarengan sambil tersenyum jenaka. "Hmmm.... Baguslah kalau begitu!" Kemudian nabi tersebut mengeluarkan batu amethyst dari kantungnya dan mengarahkannya pada kami satu-persatu. Lalu saat batu itu mengarah padaku, timbul sinar kedap-kedip dari batu itu. "Walto! Kau harus ikut denganku!" kata nabi Erastmus dengan tatapan serius.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments

  • prophet of warlock's picture

    arti kata

    prophet artinya kea nabi... tpi kayaknya demi kbutuhan pmbaca gw gampangin deh kata2nya...

    Courtesy Waltocoria Severnaya ~ I will not lose my destiny over the wizard of fate
  • kiky2hikaru's picture

    agak berat

    agak berat nih pemakaian bahasanya...

    kata2 prophet juga,,,

    KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI.....
  • Crow's picture

    i am waiting

    this is getting interesting..

    is this prphet guy will fight one of them...

    what kind of power does he had,,

    your story ttelling increase..nice

    I am not person worthy of your concern
  • WisangGeni's picture

    salah lagi

    dari judulnya "Choosen People" kirain bakalan nyeritain si Ruka alias Walto yg uda dewasa n menjadi orang yang terpilih utk mengancurkan sorcerer/kakeknya

    N bener juga koment si Rock, bahasanya dibikin lebih sante lagi kalo bisa.

    if the devil is real, so God must be real too -devil's-
  • zearrock's picture

    GOOD JOB! I LOVE THE STORY >.<

    ini temanya fantasy kan ya?

    kayanya lebih menarik kalau bahasanya lebih santai, gag kaku kaya novel terjemahan kom.

    lebih menarik pasar kalau bahasanya lebih mudah di serap sama anak muda

    #hanyamenyarankan lho


return to top