The Camp of non-human- Prolog-Part1

QuSoSek4i
Fantasy
2
232 kali
0 kali

not admin's choice

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

The Camp of non-human

Prolog

 

 

Bau darah yang menyengat

Tanganku...darah...

Darah dimana-mana......di tanah...dirumput...di pohon... dibatu... di tubuhku.... dan...

dirambutku...

 

Diwajahku...

 

Kusadari sekelilingku penuh darah. Aku berada dihutan yang sangat gelap. Tak ada suara apapun. Tak ada angin. Dan aku disini tak merasakan hangat ataupun dingin, di rerumputan berwarna merah terbaring tak berdaya, tak dapat bergerak. Yang kusadari hanyalah bau darah. Bau darah yang menyengat, busuk. Memenuhi kepalaku. Aku tak dapat bergerak.. Aku seperti patung bersimbahkan darah.

Aku...

Jangan-jangan ini darahku?

aku tak tahu apa aku bernafas atau tidak, tetapi aku sadar. Mataku bergerak walaupun tak melihat dengan jelas. Aku bergetar... aku...sebenarnya gemetar. Baru kusadari itu.

Aku di hutan yang mengerikan ini..

 

Kenapa?

 

“-”

Tiba-tiba..

Suara pertama yang kudengar. Seperti telah sangat lama sekali waktu berlalu.  Suara itu muncul begitu saja. Suara yang dingin. Sangat dingin bagai menusuk. Tetapi aku seperti menantinya. Mungkin karena rasa kesepian panjang yang kurasakan di hutan ini. Suara dingin yang menusuk jangtungku.

“TERTANGKAP” kata suara dingin itu.

ZRAAAAAAT

 

 

 

One

Pertemuan

 

 

“dia sudah sadar!” suara wanita yang sangat.. masih sulit  kudeskripsikan. Tapi, sepertinya orang baik. ”Bvharuto!air! cepat!”

“ya ya” suara langkah kaki yang kecil mendekat. Suara anak lelaki. “ini.“

Wanita bersuara aneh itu menuangkan air kemulutku. Tetapi aku terlalu lemah untuk merespon. Aku terlalu lelah dan sangat lemah.

“pelan-pelan makhluk kecil... pelan-pelan” kata wanita itu lembut. Ia menopang kepalaku agar sedikit miring sambil memberiku minum sesuatu yang sangat pahit. Tentu saja aku juga terlalu lemah untuk menolak meminumnya.

GLEK

“Apa dia baik-baik saja, Larchgrina?” kata sang anak lelaki. “non-Human kecil yang malang”

“Aku tak yakin. Tergantung ketahanan tubuhnya,” suara aneh wanita berhati mulia itu mengecil dan sang anak lelaki, ..suara anak lelaki itu sepertinya sedih. Andaikan aku bisa menjawabnya saat ini.”Kita harus tetap teguh dan berdoa”

“ya” anak lelaki itu memegang tanganku. Sepertinya aku sudah bisa ‘merasa’. “berjuanglah makhluk kecil” katanya memberiku semangat.

‘Iya, aku akan berjuang. Terima kasih...’ aku ingin mengucapkan kata-kata itu, tetapi tak bisa. Dan aku kembali kedalam kegelapan.

 

>mata terbuka< (masih samar)

Dimana aku? Badanku terasa lemah. Perutku lapar..Sudah berapa hari aku tak makan?.

Pelan-pelan aku menegakkan tubuhku agar dapat melihat jelas dimana aku berada sekarang, lalu sekilas aku melihat siluet ruangan.  Tapi ternyata aku terlalu cepat bergerak. Badanku seperti akan hancur.

Aku berteriak sekuat tenaga. Meminta tolong. Melonglong kesakitan.

SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT. Beribu kali aku berteriak, kenapa tak ada yang menolongku? Aku tak mau! Aku tak suka perasaan ini! TOLOOONG!

Seseorang memegang kepalaku. Menutup mataku. Tangan yang dingin. Tapi menenangkan.

Tenanglah,” suara yang sangat dalam. “ kembalilah tidur

Suara yang dalam itu seperti menyihirku. Aku menjadi tenang dan rasa sakit ditubuhku tiba-tiba menghilang seperti tak pernah ada. Dan sekilas aku melihat sesuatu seperti.....sesuatu... bercahaya... seperti... aku tahu.. sesuatu itu.. tapi, aku tak bisa mengingat sesuatu itu. Yang aku rasakan saat ini ialah bahwa suara yang dalam itu membuatku takut. Aku seperti pernah mendengarnya. Aku takut sampai membeku. Lemah dan kembali tertidur.

Suara yang dalam, dan menakutkan...tetapi..

 

>mata terbuka<

“ dia sadar! Larchgrina! Dia sadar!” suara anak lelaki itu. Sekarang suaranya jelas. Suara yang lembut. Dan sosoknya pun bisa kulihat walaupun masih agak kabur.

“syukurlah” wanita bersuara aneh itu mendekatiku dan membantuku untuk duduk. “ ini. Minumlah”

Air. Dia memberiku air. Rindu sekali rasanya manis dari air. Sangat rindu. ...Rasa manis ini...aku mengarahkan mangkuk daun berisi air yang masih tersisa pada wanita itu.

“apa? Tidak! Kau harus minum semua!”

Lalu aku mengarahkannya pada sang anak lelaki.

“bukan. Air itu semua untukmu. Larchgrina memberikannya khusus untukmu dan kau harus menghabiskannya. Aku sudah cukup meminum air” jelasnya sambil tersenyum lembut. Sangat lembut dan aku-pun lalu menghabiskan air itu. Kemudian wanita itu mengisinya kembali dan menyuruhku meminumnya. 5 mangkuk daun berisi air kuhabiskan. Aku merasa malu.

“ini..dimana..” kataku. Tetapi suaraku bergetar dan sangat kecil. Ternyata untuk bersuara juga butuh tenaga. Aku agak berat untuk bersuara kembali. Untungnya mereka mendengar suaraku.

“Ini di perkemahan para pemakan tumbuhan, Kurma kata wanita itu. Ada penekanan pada suaranya dan ia terlihat serius.” Namaku Larchgrina perawatmu dan dia bernama Bvharuto, adikku dan pemimpin perkemahan ini.” Wanita yang bernama apa itu, aku tak bisa mengingatnya adalah wanita bersuara aneh, suaranya lembut bernada anggun tetapi agak melenging. Sosokny berparas cantik dengan rambut panjang warna seperti pohon atau mungkin pasir, begitu juga telinganya. Telinganya sangat unik. Tidak tegak keatas tapi turun kebawah. begitu juga adiknya yang namanya tak bisa kuingat, ia sangat mirip dengan kakaknya hanya saja rambutnya pendek. “saudaraku salah satu penduduk perkemahan yang menemukannmu,”

Tiba-tiba ekspresi wanita itu berubah “ sebenarnya...dia yang membuatmu terluka seperti ini. Dia kira kau orang yang dicarinya,” ekspresi mereka berdua terlihat kesakitan. Aku tak peduli yang menyerangku. Aku..” maafkan saudaraku ya” aku tak ingin kalian kesakitan. Jangan--.

“aku juga minta maaf atas nama pemimpin disini.” Kata sang adik sungguh-sungguh. Aku tak senang ekspresi kesakitannya. Padahal ia masih kecil. Dadaku turut sakit.

“aku tak peduli!”kataku sekuat tenaga. “Aku tak peduli yang menyerangku.” Mereka kaget dengan responkun. Dan dengan tanganku yang belum kuat, bergetar menggapai tangan mereka berdua memakai seluruh tenagaku, aku berkata dengan sangat lirih.” Aku tak ingin kalian kesakitan”

“kesakitan?” kata kedua bersaudara itu bersamaan.

“terima kasih telah merawatku. Aku sangat menghargainya” kataku perlahan dan sungguh-sungguh. Aku tak ingin mereka khawatir aku masih lemah.”dan aku akan membalas budi!”

“apa?” kata kedua bersaudara itu kembali bersamaan.

Aku lalu mengerahkan seluruh tenagaku untuk berdiri untuk memulai tekadku membalas budi. Tapi... dengan apa? Aku baru menyadari kalau aku tak tahu harus apa untuk membalas budi mereka.

“aku bagaimana membalas budi?” tanyaku dalam posisi baru setengah duduk dengan salah satu tanganku menopang berat tubuhku siap-siap untuk bangkit, tetapi tertahan.

Saat ini entah mengapa wajah mereka seperti kesemutan.

“tak perlu! Kau istirahat saja!” kata sang adik terlihat marah.

“kau hanya perlu memulihkan tenagamu!” kata wanita itu. Suaranya makin melengking dan wajahnya menjadi seram. Aku jadi agak takut dan memutuskan menurut apa katanya. Aku menjadi heran. Kenapa sekarang mereka marah?. Jangan-jangan mereka tahu aku tak berguna? Aku menjadi makin lemas. Lalu tiba-tiba seperti ada angin. Angin yang lembut menghempaskan tubuhku yang masih sakit dengan pelan kembali terbaring. Kulihat wanita itu menggerakkan telapak tangannya dengan posisi yang aneh. Aku merasakan angin datang dari telapak tangannya itu.  Angin panggilannya atau mungkin datang dari dalam dirinya. Aku tak bisa berkata-kata. Aku baru tahu kalau non-Human dapat mendatangkan angin hanya dengan menggerakkan telapak tangan. Sepertinya mereka biasa melakukan hal itu dan aku sadar kalau aku memang benar-benar tak berguna.

Wanita itu melihat ekspresi lemasku lalu tersenyum dengan sangat lembut dan berkata. “cukup dengan kau sembuh. Itu sudah termasuk balas budi” katanya lembut tetapi tak menyembunyikan lengkingannya yang khas.

“dengan begitu.. “ aku masih tak bisa mengingat nama mereka.”kau dan kau,” kataku sambil menatap mereka bergantian.”akan senang?”

“tentu saja makhluk kecilku, dan panggil aku sesukamu saja.” Kata wanita itu bertenggang rasa pada kesulitanku.” Larchgrina ...mungkin, Rina?” sarannya dengan nada jahil. Dia sepertinya menyukai ide untuk memanggilnya dengan nama lain.

“Oh, aku mengerti” kata sang adik sepertinya baru menyadari apa yang sedang terjadi. “Bvharuto... kalau begitu aku Ruto saja. Namamu?”

“Na...” kataku lemah” To..” aku berusaha mengingat nama mereka tapi tetap sulit.

“Namamu?” tanya sang adik yang namanya bisa kuingat hanya ‘To’ sekali lagi.

“namaku” aku. Kepalaku menjadi semakin pusing. Namaku apa?

“namaku?” kataku sekali lagi. Aku mulai takut. Aku bingung. Kepalaku sakit. Berulang kali kuulang menanyakan namaku pada diriku sendiri. Wanita itu dan dan adiknya menyadari kesulitanku. adiknya hanya mengusap punggungku dan wanita itu memberiku minum sekali lagi, lalu juga menenangkanku. Aku senang dengan perhatian mereka. Tetapi tubuhku tiba-tiba lemas seperti seluruh tenagaku diambil seiring kepalaku semakin sakit. Aku kembali gemetaran. Ketidaktahuan. Rasa kekosongan ini membuatku sangat merasa buruk. Aku takut. Sangat takut.

BRAAK

Suara keras datang dari arah cahaya di pintu masuk ruangan ini. Sebuah karung besar berisi berbagai buah dan sayuran jatuh tergeletak. Dan sosok yang menjatuhkan karung itu tak pernah bisa kulupakan.  Sosok yang menyapu rasa takutku sesaat. Sosok non-human yang memiliki warna rambut yang tak pernah kulihat sebelumnya. Warnanya seperti warna tumbuhan...aku lupa tumbuhan apa.. daun? Bunga?dan yang paling tak bisa kulupakan adalah warna matanya yang menyerupai laut tetapi ada siluet warna rumput.

“rumput laut?” kataku tak sadar apa yang telah kukatakan.

“hah?” kata Larchgrina dan Bvharuto bersamaan.

Sosok itu keburu menghilang.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments

  • QuSoSek4i's picture

    ahaha~ ureshi~

    vakum 3 hari jg ni nulis ini...
    dr senin kmaren sibuk...
    hr ni jg..ampe snin minggu dpan.. ha...

  • kiky2hikaru's picture

    bagus

    2

    bagus juga..
    kamu selalu punya ide untuk story yang cukup menarik...

    KIKY HIKARU AND YUMI HIKARI.....
  • QuSoSek4i's picture

    yei~

    thx for d comment~~ ^^
    ini emang misteri.. dan sejam yg lalu benar2 jd misteri...
    pdhal mw g bwt fantasy yg ad actionny tp pas td mandi(lagi2) idenya lagi2 POP melesat jauh berubah... klo g rajin keknya 2 hari bakal selesai ni... tinggil mikirin ending..
    soalny br aj g bwt draftny cepet2 d buku 2 halaman,,, huehe..
    tinggal 2 hari ini nyari data2nya d google~ (jd curhat neh)

  • Crow's picture

    cool story and it is kinda

    2

    cool story and it is kinda mysterious too..well the paragraph seems fine this time, i said to make sure justify the page before you post in the editing panel right? well this is kinda good, but the story telling itself is kinda okay, well i am not a good commentator in the story section so i just can feel it good or not and not knowing the reasons.

    it is average, 2.5 maybe enough

    I am not person worthy of your concern

return to top