The Most Forbidden Place
Nah, ini cerita ke empat gue... gue bikin ini cerita sambil ngantuk, jadi ngertiin eke ya... oya, klo blom baca cerita sebelumnya, mending baca dulu... soalnya klo gak dibaca blom tntu ngerti...
______________________________________
Setelah aku berpisah dengan teman-temanku, aku tidak kemana aku harus pergi... entah ke utara, ke barat, ke timur, atau ke selatan. Aku tidak punya banyak pilihan kecuali terus berjalan sampai aku menemui titik tujuanku.
Lalu aku memutuskan untuk kembali ke markas yang sudah ditinggalkan oleh orang-orang organisasi tersebut dan akhirnya menemukan sebuah alat teleportasi. Aku dan teman-temanku sudah banya tentang alat, karena alat ini adalah alat yang sering diajarkan guru kami dari organisasi Lazuardian kepada kami. Lalu aku melihat keadaan mesin teleportasi tersebut. Benar-benar rusak dan aku tidak tahu apakah ini masih dipakai atau tidak.
Dan saat aku mencoba menekan tombol merah yang bertuliskan 'on', aku sangat terkejut melihat apa yang terjadi pada alat tersebut. Alat tersebut masih berfungsi walaupun tidak begitu berjalan dengan baik karena aku masih banyak mendengar aliran listrik yang berdecak. Untuk bisa menggunakan alat teleportasi ini, aku harus tahu dimana letak koordinat dunia dan wilayah yang di tuju. Karena aku tidak tahu kemana teman-temanku berada, aku memutuskan untuk pergi ke tempat yang paling aku tahu.
Tempat yang paling dilarang ayahku untuk kutuju. Saat itu aku masih sering bertanya pada ayahku tentang darimana ayah berasal. Kemudian ayah mengambil segenggam pena dan secarik kertas, dan menuliskan sesuatu yang menurutku tidak dapat kumengerti sama sekali. Setelah selesai menulis, ayah kembali berpaling padaku dan memberikan kertas tersebut kepadaku.
"Ini adalah tempat dimana ayah berasal. Simpanlah baik-baik! Tetapi ingatlah satu hal, jangan pernah pergi ke tempat itu!"
"Kenapa ayah?"
"Karena disanalah tempat segala sumber penderitaan ayah dan penderitaan yang kau terima berada."
"Baik ayah..."
Awalnya aku tidak mengerti tentang tulisan apa yang diberikan oleh ayah, tetapi setelah aku mengikuti pelajaran di sekolahku aku mendapat informasi tambahan tentang tulisan tersebut yang berhubungan dengan alat teleportasi. Ternyata kertas yang ayahku berikan berisikan koordinat dunia dan wilayah ayahku berada.Hanya saja aku masih bingung. Jika ayah tidak mau aku pergi ke tempat itu, lalu kenapa ayah memberikanku alamat ini? Bukankah lebih baik ayah menceritakannya langsung kepada ku.
Atau mungkin ayah hanya ingin mengungkapkan kebenaran itu terhadap diriku sendiri. Ayah sebenarnya tidak ingin aku pergi ke tempat itu, hanya saja ayah juga tidak ingin selalu menyembunyikan kebenaran yang sudah seharusnya diberikan kepadaku. Ayah hanya ingin menjagaku.
Tetapi maaf ayah... aku harus pergi ketempat itu...
Akulah yang seharusnya mengungkapkan kebenaran tersebut terhadap diriku sendiri. Ayah! Aku sangat menghormatimu karena keteguhan hatimu dan juga aku sangat menyayangimu karena pengorbanan yang sudah ayah berikan. Dan karena itu semua aku akan membalas semua kebaikanmu setelah aku kembali dari tempat itu.
Akhirnya aku memasukan koordinat dunia dan wilayah tersebut dalam mesin teleportasi tersebut.
Dan terjatuh ke dalam hutan yang sangar lebat. Hutan yang gelap dan sangat menakutkan.
Apa benar ayah berasal dari tempat seperti ini?
Lalu tiba-tiba ada sekelompok orang-orang yang berkemampuan sihir tinggi datang mengepungku dan membawaku ke tempat kakekku.
"Yang Mulia Levathrone! Kami menemukan seorang penyusup!"
"Bawa dia kepadaku!"
"Baik, lordshire!"
Kemudian orang-orang tersebut mengantarku ke tempat singgah sana kakekku. Ini pertamakalinya aku melihat wajah kakekku. Dia berkepala anjing gurun yang sama dengan kakek moyangku. Matanya yang seperti garnet itu sangat tajam dan terasa mati.
Pakaian kakekku sangat megah bak orang dari kerajaan tertinggi. Dengan jubahnya yang sangat tebal dan dilapisi emas yang sangat rumit motifnya dibagian bahu melalui lehernya. Dan yang aku tidak bisa bayangkan adalah tongkat sihirnya yang sangat besar yang berisi roh-roh dan jiwa-jiwa yang ingin keluar dari kurungan tersebut. Kenapa kakekku menjadi seperti ini?
"Selamat datang cucuku, Ruka Boxitatsiu! Atau... Waltocoria Severnaya!"
Lalu kakekku mengeluarkan sedikit mantera kepadaku,"Dess ursprungliga!".
Aku melihat ke arah cermin di samping singgah sana kakekku. Kemudian tubuhku perlahan-lahan mulai berubah bentuk menjadi seperti kakekku, hanya saja aku berkepala serigala dan bola mataku berwarna kuning. Dan tubuhku yang masih kecilpun berubah menjadi agak lebih tinggi dari sebelumnya.
"Inilah wujudmu yang sebenarnya! Wujud mahluk yang terhormat! Bukan mahluk lemah seperti MANUSIA!!!"
Saat kakek marah seperti itu, seluruh permukaan bumi yang kuinjak saat itu berguncang sangat hebat sampai bisa membuat seluruh istana hampir roboh.
"Hentikan, Leva! Apa kau tahu? Dengan kemarahan yang tidak jelas ini, kau bisa menghancurkan seluruh istana!!!" teriak seorang wanita di belakangku.
"Well... rupanya ada yang berani protes kepadaku ternyata..." kata kakek tersenyum keji sambil mengeluarkan sihirnya.
Sebelum kakekku mengeluarkan sihirnya, tiba-tiba sihirnya terhenti olehku.
"Kakek... siapa dia!?"
"Oh ya... dimana tata kramaku? Perkenalkan dia adalah Kierei Severnaya, istriku dan juga nenekmu. Lebih tepatnya seorang werewolf."
Kemudian aku mulai memandang nenekku ini. Dengan wujud serigala dan tubuh manusianya serta mata kuningnya, sekarang aku mengerti darimana asal kepalaku yang mirip serigala ini dan mataku yang kuning ini ku dapat.
"Bisakah kau mengatakan kalau dia istrimu kalau kau selalu-"
"Straffspark!!!" kata-kataku terputus saat Levathrone mangarahkan tongkat sihirnya kearahku dan mengeluarkan mantranya. Tubuhku mulai terasa sakit semua dan juga mengalami kejang-kejang.
"Sudah!!! Hentikan!!!" teriakku kesakitan.
"Sekali lagi kau berkata macam-macam... aku tidak segan-segan membunuhmu, sekalipun kau cucuku..."
"Tidak heran ayahku lari darimu, rupanya seperti inikah tindakanmu terhadap dia??"
Lalu kakekku mengulangi hal yang sama seperti yang barusan kakekku lakukan, hanya saja rasa sakitnya lebih parah dari sebelumnya.
"Apa yang sudah kukatakan padamu sebelumnya? Jangan membuatku mengatakannya sekali lagi. Kalau iya berarti aku harus membuatmu kesakitan terlebih dahulu."
Beberapa saat kemudian salah satu pengawalnya datang untuk memberitahu Levathrone sesuatu. Setelah mendengarkan pesan itu, Levathrone bergegas untuk pergi.
"Maaf aku tidak ada waktu untuk berurusan denganmu... Kita lanjutkan lain kali saja...." kata kakek sambil pergi meninggalkanku.
Setelah itu, nenekku datang menghampiriku untuk membantuku berdiri karena aku sudah terjatuh merasakan rasa sakit yang ku derita sejak tadi. Kemudian nenekku mulai membawaku ke kamar nenekku sendiri untuk membiarkan ku istarahat di sana.
"Nenek..."
"Kenapa kamu kesini, cucuku? Bukankah ayahmu sudah memperingatkanmu untuk tidak berada di sini? Kenapa kamu tidak di tempat ayahmu saja?"
"Ceritanya panjang nek... Markas kami di sana diserang oleh segerombolan pemberontak dan aku terpisah dengan teman-temanku. Lalu, aku menemukan alat teleportasi di markasku, tetapi aku tidak tahu kemana mereka pergi. Terus, aku teringat tentang koordinat tempat ini yang pernah diberikan ayah kepadaku. Akhirnya aku berakhir di sini."
"Tetapi setidaknyya kamu lebih baik berada di sana dibanding di sini. Percayalah! Berada di sini sama saja dengan bunuh diri!"
"Aku tahu nek... Tapi aku ingin tahu lebih tentang apa saja yang terjadi di sini sehingga ayah meninggalkan tempat ini... Dan kalau bisa aku ingin memperbaikinya karena jika kita ingin berubah menjadi lebih baik sebaiknya kita mulai dari apa yang paling mendasar di dalam hidup kita. Contohnya tempat ini... Aku tahu aku mungkin terlalu naif, tapi setidaknya aku ingin mencobanya nek..."
Kemudian nenek mendesah dan berkata kepadaku, "Baiklah kalau itu keputusanmu! Tetapi ingatlah pesan nenek. Setiap tindakan dan keputusan pasti ada resikonya. Tetapi tindakan dan keputusan yang paling fatal adalah jika kau tidak berani mengambil tindakan atau keputusan yang beresiko sama sekali terhadap sesuatu yang kau hadapi. Nah, sekarang tidurlah! Kau pasti capek sekali semenjak kejadian tadi, kan?"
"Iya, nek..." aku pun mulai tertidur dengan pulas sambil menunggu kemungkinan terburuk yang akan aku terima keesokan harinya.
Comments
-
ea
Submitted by WisangGeni on 6 January, 2011 - 13:55.ea... tu kan pade salah manggilnya... Bro? brondong kaleee... lha wong ini Kim Propet aselinya cewe.
Iye Kim, ktauan dirimu bikinya sambil ngantuk, banyak kata yg ilang, tp masih bisa dinikmati.... bentar diriku lanjut dolo mbacanya.......
eh..... di sini si Ruka masi 8 taon kan umurnya? tapi kata2 nya saat berbantahan dengan kakeknya kok dewasa banget (tuwir banget bahasanya), makanya Fokus dong Sist.... F O K U S, kalo emang lg ngantuk di tunda dolo nulisnya, cukup dicatat ide ceritanya, besok baru dikembangin lagi, Ok???
tetep smangad
if the devil is real, so God must be real too -devil's- -
lumayan lah ceritanya...bagus
Submitted by zazanami on 5 January, 2011 - 22:33.lumayan lah ceritanya...bagus bro....







































Post new comment