The Arrival of Destruction
Oke ini seri ketiga gw... sabenarnya gw pingin bkin nie cerita di part 2, cuman karena kepanjangan dan gak sesuai cerita jadi gw bikin di seri ke 3. Oke, walaupun cerita gw agak payah pliss enjoy!!
__________________________
Sekarang aku sudah berumur delapan tahun. Tidak terasa sudah dua tahun ku jalani hari-hariku bersama-sama teman-temanku. Dan tanpa terasa aku sudah menjalin ikatan yang kuat di dalam batinku dengan teman-temanku. Hari demi hari ku jalani hidupku dengan tantangan dan mengalami perselisihan dengan temanku, tetapi akhirnya aku berhasil melewati semua itu dengan bantuan dan pengertian teman-temanku yang lain.
Lalu, aku mengenal seseorang dari sepupu ibu-ku. Zetsu, namanya. Dia adalah pamanku dan dia begitu perhatian kepadaku. Dia selalu menganggapku sebagai anaknya sendiri. Dia selalu menggendongku ke atas dan ke bawah. Dia seperti pelindung yang tak pernah meninggalkanku. Di saat ada bahaya yang datang, dia selalu datang untuk melindungiku.
"Ruka... Sekarang kamu pulang ya... sudah sore! Nanti papa mama mu khawatir lho... Nanti papa mu bilang 'Mana anakku yang cantik??' Kitik... kitik..." sahut pamanku sambil menggelitiki aku.
"Hihihihihi!! Udah paman geli... Hihihihi!!!"
Kemudian pamanku menggendongku dengan mudahnya ke atas bahunya.
"Paman... kapan kita ketemu lagi?"
"Tenang saja... mungkin beberapa hari lagi, kamu bisa ketemu paman lagi..."
"Janji ya paman..."
"Iya..."
Keesokan harinya aku bangun dan memutuskan untuk bertemu dengan Ornlu dan Mike. Aku berjalan melewati berbagai ruangan di markas, dan akhirnya aku bertemu dengan Ornlu halaman depan markas Lazuardian. Aku melihat Ornlu sedang mewawancarai orang seputar pendidikan di Lazuardian. Tidak lama setelah aku datang, dia dan orang tersebut sudah selesai dengan wawancaranya.
"Ngapain loe, lu?" tanyaku penasaran.
"Gw lagi ada tugas nie... dari guru gue. Gue disuruh wawancara dengan orang-orang di sekitar lingkungan ini. Dan nanti gue harus mempresentasikan hasil dari wawancara gue di depan guru gue"
"Buseet!"
"Iya... gak masalah si... yang penting gue suka nanya-nanya orang. Jadi gak masalah..."
"Btw, mana si Mike??"
"Kalo gak salah dia di halaman belakang de..."
Lalu aku dan Ornlu pergi ke halaman belakang untuk mengunjungi Mike. Kemudian kami mendapat Mike sedang serius seperti ada sesuatu yang akan membahayakan dirinya.
Di ladang rumput yang luas dekat markas organisasi dengan angin yang berhembus.
"Mike..." sahutku.
Tetapi Mike tidak menjawab. Hanya terus menatap dan membiarkan angin berhembus melewatinya.
"Kenapa loe, Mike!?" tanya Ornlu penasaran.
Ada sela beberapa detik. Kemudian Mike berbicara.
"Ruka... Ornlu... Makasih buat semua yang udah loe lakuin buat gw... Tapi ada sesuatu yang pingin gw omongin..."
Gw dan Ornlu saling bertatap mata, kemudian Ornlu mengambil inisiatif untuk berbicara.
"Gw gak ngerti maksud loe, Mike... Tapi gw yakin itu bukan sesuatu yang baik..."
Mike tersenyum sedih, lalu berbicara...
"Loe bener, lu... Gw bisa ngerasain bakal ada kehancuran yang akan datang di sini. Mungkin loe gak bakalan percaya ama gu-"
"Tenang aja, Mike!! Kita selalu percaya ama loe! Kita kan teman loe!! Udah jadi keharusan buat percaya ama loe!!!" teriak ku.
"Iya Ruka beneer! Kita kan sahabat loe, Mike! Apa pun yang loe omongin ama kita, mau ato gak mau kita harus percaya! Walau pun loe bohong, kita harus tetep percaya! Karena kita sahabat, Mike! Dan sahabat harus saling percaya kan!?"
Melihat aku dan Ornlu begitu antusias, Mike tersenyum kembali. Dan kali ini, senyum yang Mike torehkan adalah senyum bangga karena memiliki teman seperti aku dan Ornlu. Lalu wajahnya berubah menjadi tegas.
"Ornlu, Ruka... Walaupun dunia ini mengalami kehancuran. Walaupun kau harus merintangi semua rintangan dunia ini, ingatlah perkataanku..."
Aku dan Ornlu menjadi sangat serius mendengarkan perkataannya.
"Apa pun yang terjadi di dunia ini, jangan bergantung pada orang lain. Tetapi berjuanglah dengan kekuatanmu... Namun, jika ada temanmu yang jatuh, jangan terus maju! Berbaliklah dan angkatlah temanmu yang jatuh! Karena tanpa mereka, kita tidak akan bisa berada di sini..."
Melihat Mike seperti itu, aku melihat sisi Mike yang luar biasa. Dia memiliki talenta sebagai pemimpin dan figur seorang ayah dalam dirinya. Perasaanku yang ku simpan selama ini kembali berbunga kembali.
Dua hari kemudian tiba-tiba ada serangan dari sekelompok orang dengan kekuatan yang luar biasa. Di saat itu kami sedang belajar bersama-sama dengan teman kami. Kemungkinan kelompok itu berasal dari orang-orang yang sudah berhianat dari organisasi Lazuardian. Serangan yang luar biasa sehingga dapat membuat orang-orang yang memiliki kekuatan besar pun kewalahan.
Kelompok itu membakar hampir seluruh markas di Lazuardian, dan teman-temanku semua terpisah karena serangan tersebut, termasuk dengan diri ku. Di saat aku sedang terpisah dengan teman-temanku, aku melihat pamanku 'Zetsu' berlumuran dengan darah. Dan darah itu bukan miliknya melainkan milik keluargaku yang lain yang sudah mati.
Dan bukan hanya itu saja, dia juga sudah membunuh setengah dari keluargaku. Zetsu memutilasi anggota tubuh keluargaku satu-satu, dan kemudian dia memakannya. Tempat Zetsu berada sekarang sudah banyak berlumuran darah. Melihat Zetsu membunuh dan memakan sekaligus, membuatku shock berat karena Zetsu yang ku kenal saat itu adalah paman penyayang. Zetsu yang selalu ada untukku.
Melihat hal itu semua, aku hanya bisa menangis bisu dan berdiri tegang tanpa bisa berbuat apa-apa. Air mata yang menetes dan perasaan takut di dalam diriku bercampur menjadi satu. Dan di saat aku sedang mengalami gejolak perasaan yang luar biasa, pamanku mendekatiku sambil membawa anggota tubuh yang sedang dia makan.
"Hi, Ruka! Kau mau tau apa rasa daging anggota keluargamu sendiri?"
"............"
"Rasanya saangat enaak... lebih enak dari daging mana pun...."
Mendengar perkataannya aku hanya bisa berdiri tegang dan tidak bergerak sama sekali. Aku tidak mampu menghajarnya atau menghabisi orang ini. Lebih tepatnya aku terlalu takut untuk melakukannya. Dan satu-satunya hal yang bisa ku lihat adalah mayat-mayat keluargaku yang berserakan di tanah dan penuh darah.
"Sebenarnya aku masih mau makan lagi... Tetapi aku terlalu kenyang karena aku telah memakan banyak keluargamu. Hahahahaha!!!"
Kemudian dia pergi dan sekali lagi aku hanya bisa berdiri tegang melihat keadaan yang terjadi sekarang. Pelan-pelan aku jongkok dan memeluk lututku. Dan tetap seperti itu sampai tertidur dan bangun di pagi hari. Dan di saat aku bangun, aku sudah benar-benar terpisah dengan teman-temanku dan organisasi Lazuardian.
Comments
-
tapi...
Submitted by prophet of warlock on 17 May, 2011 - 11:31.Gak kea Sasuke yang entar hdupnya jadi makin ancur... Walaupun si Ruka udah dilibas ama bencana yang besar si Ruka masih bisa berjuang menjalani hidupnya.
Sori bru bales... hehehe
Courtesy Waltocoria Severnaya ~ I will not lose my destiny over the wizard of fate -
this cannibalistic things are
Submitted by Crow on 30 April, 2011 - 13:33.this cannibalistic things are scaring me, maybe you should split this into 4 part or 3 part..it is less interesting like this, since people will see it's length from the start
I am not person worthy of your concern -
claymore style
Submitted by Crow on 16 January, 2011 - 16:42.so lazuardian is a group of people eating each other? well at least the protagonist's uncle
I am not person worthy of your concern -
bisa-bisanya
Submitted by WisangGeni on 6 January, 2011 - 13:46.wow...... serius ga nyangka diriku kalo bakalan berakhir kaya gene, diriku nebak kalo ini serangan dr kakeknya Ruka, smua kluarganya Ruka mati kcuali pamannya Zetsu, nah Ruka bakalan diasuh ama Zetsu..... ho ho ho ternyata slah besar diriku. Btw sptnya terinspirasi dr Sasuke yg nyaksiin Itachi mbante kluarganya ya?
if the devil is real, so God must be real too -devil's-







































Post new comment