SERENTIUM

sweta kartika
Horror
4.15625
2.976 kali
5 kali
cover
Catatan Editor: 

Total 72/100. Rekomendasi: Read! Apabila bisa diterbitkan maka lebih baik diterbitkan. Tapi harus mendapat atensi lebih terutama bagian konflik dan karakter.

ditulis oleh Rendy Datriansyah dari well+done group Gambar 8/10
Konsistensi kualitas (4)
Ekspektasi kualitas (4)
Secara artistik, gambar ini memenuhi kualitas layak tayang. Tampilan lineartnya stabil dan minim tone. Corak gambar ini cocok untuk genre dewasa yang rumit. Dalam format thumbnail saja sudah terlihat jelas minimnya white space atau negative space. Mau tak mau pembaca diajak untuk serius berpikir. Konten Cerita 13/20
Cerita (5)
Setting (7)
Pesan moral (1)
Premis awalnya terbilang standar, tidak banyak yang ditawarkan bahkan bisa dikatakan sebenarnya nyaris minim konflik. Hanya twist saja yang membangun kesan kaget tapi itupun juga dirasa masih baru sampai pada tahap pembangunan konflik. Interaksi antar karakter hanya membangun penjelasan tanpa greget. Tapi begitu memasuki monolog, barulah twist berbicara. Setting: gabungan antara dunia real dan fantasi dengan sentuhan unsur lokal. Ya, Somay, jajanan sehat-tidak-sehat ini masuk dalam kehidupan sosial masyarakat. Satu yang paling patut dipuji adalah ketajaman dan kedetilan komikusnya: Sweta Kartika untuk selalu mempersembahkan background yang mantap bahkan saat angle berubah. Cara Bercerita 23/30
Paneling (4)
Alur (3)
Key plot (4)
Twist (5)
Pembangunan konflik (2)
Closing (5)
Paneling, secara garis besar panel-panel dalam Serentium dinamis dan variatif. Pengambilan angle dan fokus dari adegan terlihat beragam sehingga tidak membosankan. Texting dan dialog berjalan mulus. Tidak ditemukan kegagapan dan kejanggalan. Istilahnya, semua dilakukan wajar dan memang terasa seperti interaksi pada umumya. Text dalam monolog cukup membangun alur cerita. Terutama dalam mengungkap fakta bahwa darah tersebut dibutuhkan. Yang paling menarik dari texting-nya adalah kemampuannya membawa alur waktu dan fokus perhatian pada background terlebih dahulu. Contohnya adalah pada adegan menaruh tabung kimia di tempatnya dengan monolog “Sempurna”. Bila berbicara key plot, kami tak menemukan hal-hal yang meleset. Sedari awal sudah di-hint bahwa ada sesuatu dengan suntikan. Terutama korelasinya dengan pengambilan darah dan tugas sang dokter. Well, jujur saja, kami sempat bergidik juga membayangkan bahwa si dokter adalah *ehem* seorang *spoiler* yang justru memegang hilir utama sentra transfusi darah. Untunglah sang dokter bukan anggota PMI... Alur dalam cerita ini termasuk sedang-lambat dan masuk akal. Terdapat motif dan alasan dibalik keberadaan karakter dan tindakannya. Tapi beberapa pace lambat dari alur terkadang agak mengganggu misalnya close up bertahap 3x. Kami mengerti bahwa dengan ini diharapkan setiap panel akan memberi efek dramatis slow-approach. Tapi terkadang tidak semua bisa memahami apa yang diharapkan dari panel tersebut. Hampir bisa dikatakan sebagai pemborosan bila tidak ingin disebut mendapat kesan dramatis. Sayang, bagi saya pribadi, pembangunan konflik tidak berasa kuat. Tidak ada sentakan emosi atau kegalauan yang luar biasa. Dialog juga terkesan datar dan hanya definitif walau menguatkan kesan karakter. Secara faktual, tidak ada masalah yang terjadi. Bahkan lebih tepat bila dikatakan bahwa masalah baru diketahui belakangan. Dan emosi baru masuk belakangan. Tapi so far, ini hanyalah masalah halaman. Mungkin lebih tepat bila dijadikan chapter prologue. Twist-nya menarik, awalnya kita digiring pada karakter yang terlihat begitu noble dengan kedermawanannya. Belum lagi begitu menghamba dengan lokasi tempat tinggal yang tak layak. Tapi ternyata semua itu adalah sebuah kamuflase untuk menutupi ‘sesuatu’ dibaliknya. Hanya saja, terlalu tiba-tiba walau secara logis bisa dimengerti. Dan closing, karena berupa twist maka tentu saja kejutan menanti. Ending phrase-nya cukup bagus. Hal yang lumayan menggigit adalah jumlah purnamanya. Mengapa harus berjumlah segitu? Tentu bila kita niat menghitung akan ditemukan berapa jumlah tahun yang telah dilewati oleh dokter satu ini. Kami berasumsi, dokter ini pasti berpindah-pindah lokasi untuk mencapai tempat teraman. Dan memang mendapat darah yang diinginkan sangat sulit. Kendala jenis darah, rhesus, anti-gen dan lain-lain membuatnya masuk akal terutama darah terakhir yang diambil adalah golongan langka. Karakter 28/40
Kemunculan karakter (3)
Keunikan karakter (4)
mudah dikenali (4)
membumi (masuk akal, praktikal, realistis) (5)
kecocokan sifat karakter dengan cerita (3)
perkembangan karakter (3)
peran karakter pendukung (3)
protagonist versus antagonist (3)
Pemunculan karakter jujur saja kurang menggigit. Tapi ini wajar karena genre dewasa dan minimnya action. Tapi spot light untuk karakter utama, sang dokter, ini cukup banyak, terutama saat monolog. Facial expression dan karakteristik karakter sudah bisa dibedakan terutama antar satu dengan yang lain. Kebersihan dan ketelatenan sang dokter bisa dilihat dari bersihnya kamar yang dia pakai meski tempat tersebut reyot. However there's really nothing unique in this, unless you read it till the end. Faktor membumi adalah nilai tertinggi yang bisa kami berikan. Karakternya terasa nyata membawa motivasi pribadi. Kami cukup terpekur dengan perubahan sifat dari ketenangan menjadi sudden madness. Hampir kami menyamakannya dengan Jeckyll and Hyde. Tapi tentunya, kesan awal ini masih harus dipelajari lebih lanjut. Cool, calm, confident, and noble tapi berubah begitu masuk dalam setting tertentu. Dan err... oke, satu yang harus diakui adalah kecocokan sifat itu akan sangat kentara dalam twisted ending. Silahkan lihat saja demi kenyamanan membaca dan jangan tertipu oleh permukaan saja. Sayang karena bersifat twist maka karakter tidak mengalami perkembangan berarti. Hanya mendapat spot perubahan yang shocking. Tapi well, karena memang diakhiri seperti itu maka tidak banyak yang bisa kami beri. Dialog yang mengalir lancar terkait lokasi dan motivasi yang dilontarkan dari karakter mas Projo memang mampu membantu. Sayang, dialognya terasa begitu kering akan konflik. Untunglah, keberadaanya sedikit dan sisanya diambil monolog yang lebih menggigit. Keberadaan ibunya juga menjadi hint kecil yang menarik karena terkait identitas sang dokter sendiri. We may be wrong, but we can't see any clearly defined protagonist nor antagonist in this comic. Well, ada antagonis dan protagonis tentunya tapi antagonisnya tidak dalam bentuk fisik. Lebih berupa ide dan saat ini belum dimunculkan secara fisik saja. Final Note: All things considered, bagi kami ini hanya chapter prologue yang sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi cerita sendiri. Mainly drama. Cerita ini juga, sayang-dan-hebatnya, sudah fix 5 halaman saja. Penambahan halaman justru membuat kebosanan dan pengurangan membuat alur tensi terburu-buru. Pemilihan judul... aah, ini menarik. Berdasar dari wiki kami mendapat artinya secara kasar sebagai penggabungan atau keterikatan dalam bentuk plural. Secara filosofis, bagi yang mengerti, jelas menggambarkan sekali apa yang ingin disampaikan.
komikPages: 
click to see larger version
Klik thumbnail untuk mulai membaca
  • click to see larger version
    page 0
  • click to see larger version
    page 1
  • click to see larger version
    page 2
  • click to see larger version
    page 3
  • click to see larger version
    page 4
  • click to see larger version
    page 5

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
 
CAPTCHA
CAPTCHA diperlukan untuk mencegah spam, silakan diisi :)
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Comments


return to top