Once Upon a Time in Tirtapura part 1
oleh Re alias M. Rendi D. dari Well+Done Studio
Tema ceritanya cukup bisa dicerna. Raid. Adegan tembak-tembakan menjadi nilai jual utama dengan karakter utama anak-anak muda. Sekilas tercetus nuansa bahwa tembak-tembakan sudah menjadi makanan sehari-hari di Tirtapura. Mudah-mudahan tidak.
Kurang lebih itulah kesan utama kami dari komik berjudul “Once Upon a Time in Tirtapura” part 1 ini. Sekarang saatnya review dimulai.
Bagi kami, beberapa nilai positif yang kami lihat dari komik ini adalah:
- + Panelnya dinamis dan memberi kesan fokus yang berbeda. Angle cukup variatif sehingga kesan monoton berkurang. Pemilihan adegan antara facial/character shot dan background juga seimbang. Secara logis, informasi yang diberikan sudah terpenuhi.
- + mmm… bila diijinkan bertanya, kami ingin tahu maksud panel Nijina yang melirik tokoh utama itu maksudnya apa? [halaman 12] Kesan ekspresi dia nyiratin ada ‘rasa’ tertentu walau bisa kami tebak juga sebagai panel informasi normal. Jujur saja, arah pandangan mata Nijina membuat flow mengalir bagus tapi kesan melihatnya menjadi tanda tanya besar. Mungkinkah menjadi key plot suatu saat?
Sementara untuk beberapa hal yang mungkin bisa jadi pertimbangan:
- - flow balon dialog ada baiknya diatur mengikuti arah pandangan mata. Mindset membaca ala Indo adalah kiri-kanan dulu baru atas ke bawah. Unless dalam paneling ditetapkan sebuah blocking yang mengarahkan mata pembaca pada segmen fokus lain. Flow balon dialog ini nyaris menyebabkan kami untuk membaca ala Manga (dari kanan-kiri). Tapi ini teknis kecil. Hanya dengan mengubah susunan sudah bisa didapatkan kembali kesan waktunya.
Contohnya adalah saat Pije meminta Lastri Lari. flownya lebih baik balon dialog dulu baru Lastri terlihat lari. Dengan begini, flow pembaca akan jadi perintah dulu baru Lastri lari. Dalam adegan tersebut Lastri lari dulu baru suara terdengar. Bagi kami, agak merusak flow. - - Kurangnya ekspresi facial yang dimainkan. Semua berwajah datar... dan kesannya, semua karakter ini terlalu santai. Bagi kami bisa jadi mereka sudah terlalu terbiasa, sudah kebal, atau being hypnothized. Tapi kesan identitas kelompoknya bisa kuat apabila memang semua having less facial expression. Tentunya, harus ada kelompok lain yang terlihat bisa berekspresi. Kondisi kontras akan membuat pengarang dipercaya memiliki kemampuan membuat ekspresi.
- - Adegan action minus drama. Terlalu fast pacing dan bisa dilihat dari kurangnya parit panel serta perpindahan komposisi ruangan dan adegan ke adegan yang cepat. Dalam kategori tertentu, karena minus drama maka cengkraman tensi adegan terasa kurang.
- - Dari segi setting, kami merasa kejanggalan karena beberapa hal:
Ketiadaan reaksi atas tembak menembak. Melihat lokasi setting yang dekat dengan keramaian, bukan tidak mungkin penduduk masuk ke sana. Belum lagi, tanpa silencer? Bunyi suara tembakan yang memantul di ruang tertutup bisa menimbulkan kegaduhan setara atau kurang sedikit dari bom. Tidak memancing kecurigaan? Kami agak ragu. Yang kedua, karakternya masuk ke gedung dengan senjata dibawa. Apa tidak menimbulkan kecurigaan? Ketiga, tidak ada gambaran besar seperti apa gedung yang akan diserang dari luar. Apakah hotel, motel, kantor, ruang kuliah? Ruang 208 bisa saja menjadi salah satu nomor yang ada di sana. - - Ceritanya masih terlalu lempeng, tensi konflik belum terasa karena adegan tembak-tembakan berasa lancar. Hampir-hampir berasa nggak gigit. Apalagi kami belum menemukan antagonis yang menantang. Hanya ada para bodyguard amatir alias figuran alias cecunguk yang tewas di tangan anak-anak muda yang lebih ahli memakai pistol. Di akhir cerita baru muncul masalah dalam bentuk twist. Membaca ini membuat kami seperti melihat “Shoot’em Up” dengan premis quote yang tetap luar biasa “Sebenarnya dia yang kejagoan atau kita yang bego sih? .
- - Yang kami pertanyakan dalam setiap genre pasukan amatir adalah penggunaan senjata. Ya, rasanya hampir semua mengerti dan jago menggunakan senjata. Recoil shotgun tidak sembarang punya. Gadis muda seumur 20-30an (mungkin) tanpa latihan fisik yang kuat bisa terjengkang bila menembak show stopper ini. Well, Hollywood memang sudah menanamkan cakar kesannya terhadap senjata dan mesiu pada generasi muda: mudah digunakan, tanpa efek, dan solusi nomor satu. Tidak bisa disalahkan juga bila recoil tidak diperhitungkan karena, asumsi terbaik kami berkata “anak-anak muda ini bukan amatir tapi professional”. Tampaknya kami harus menunggu chapter 2 untuk membuktikan asumsi ini.
Terlepas dari hal diatas, kami menyukai beberapa adegan di bawah ini:
- "Siapapun yang ngomong MP3 di depan piringan hitam layak masuk penjara"< love this quote. Analogi dan kecintaan yang luar biasa inilah yang memberi kesan kuat dari karakternya. Apalagi saat ia menyesal tidak bisa mendapat piringan hitam dan disarankan untuk mendownloadnya. Kesan karakter ini kuat karena backgroundnya bisa dibaca. Belum lagi, dialah yang selalu melontarkan komentar analogi-analogi untuk menambah bumbu cerita. Sayang, jujur saja pengenalan karakternya tidak manis. Tidak grand entrance. Tapi dibalik itu, kesan keakraban antar karakter dimunculkan dengan baik. Tidak gugup. Kesan mereka sudah kenal lama terlihat jelas.
- “Menjaga api tetap menyala”. Oke this one’s funny. Mengingatkan kami akan film “Babi Ngepet”. Pengarang ini sepertinya kenal atau paham dengan musik dan film retro Indonesia.
- Karakter Nijina... moe! She look lovely. Okay, step aside that subjective comment, interaksinya yang dijadikan bahan ledekan cukup menyegarkan suasana. Satu-dua humor akan berguna untuk menurunkan tensi ketegangan dan komik ini punya beberapa.
Satu note dari kami lagi. Sifat-sifat karakter tidak terlihat berbeda satu sama lain. Apabila tidak didukung oleh dialog yang menggigit dikhawatirkan pembaca akan merasa dialog seolah dilakukan oleh satu orang saja. Dalam termin termudah, bila ekspresi kurang bisa menjadi pembeda maka kami menyarankan untuk memberi cara berbicara yang mudah dikenali –mudah-mudahan saja kami tidak salah menilai atau terburu-buru memutuskan tidak beda.
Comments
-
dewa,,,,, serasa baca Black
Submitted by Light on 26 April, 2012 - 08:44.dewa,,,,,

serasa baca Black Lagoon versi Indonesia..
Anda ini gunsmith ya???
salut...m(_ _)m -
wah2 trigger happy nih!
Submitted by zephyranthes on 24 January, 2012 - 01:09.wah2 trigger happy nih!
For The Greater Good -
Ditunggu kelanjutannya..
Submitted by sylviafarmasya on 21 January, 2012 - 09:04.Ditunggu kelanjutannya.. (semoga ga sampai dua bulan utk nunggu kelanjutannya)
Senang berkenalan dengan anda (^o^)v -
ekspresinya mereka tenang
Submitted by mathiL on 20 January, 2012 - 16:20.ekspresinya mereka tenang bangett!! ><
-
beuh .. sip siip . kembangkan
Submitted by Lharsa on 6 January, 2012 - 10:02.beuh ..
sip siip . kembangkan lagi ceritanyah ..
comen gw sih ni komik SERU ! .. -
instant fave + 5 stars!!
Submitted by jekasama on 30 October, 2011 - 21:06.instant fave + 5 stars!! art-nya ciamik, ceritanya top, semuanya AGH!!
and so I'm dreaming to be woken up. -
lanjutanya belum keluar
Submitted by Troisienne on 18 October, 2011 - 12:44.lanjutanya belum keluar yah?
bagus nih ceritanya, penasaran jadinya -
MANTAP... Keren banget
Submitted by Nata Hime on 12 October, 2011 - 19:19.MANTAP... Keren banget komiknya... lanjutin yah... saya sangat menantikan yg selanjutnya...
-
bagus banget gambarnya,
Submitted by Jerukbali on 5 October, 2011 - 23:08.bagus banget gambarnya, ceritanya juga menarik, mereka itu sebetulnya apa sih
-
keren banget kk komiknya,
Submitted by faathir95 on 5 October, 2011 - 04:53.keren banget kk komiknya, lanjutkan kk
maaf saya masih amatiran -
aq suka banget sama
Submitted by malasquarepants... on 25 September, 2011 - 16:19.aq suka banget sama gambarnya
critanya juga seru
di tunggu kelanjutannya..
-
ya ampun, santai amat nih
Submitted by Ichsan.Leonhart on 22 September, 2011 - 12:10.ya ampun, santai amat nih orang lawan para mafia.. O.o"
itu temennya bisa ketinggalan gitu sih..greetings, Human... -
smua'nya dah hebat !!!
Submitted by Kembar2011 on 14 September, 2011 - 14:45.smua'nya dah hebat !!! tapi..........cuma 1 pertanyaanku......butuh brapa lama buat bikin kya gni ???
-
uhhh gila.. penasaran saia ma
Submitted by inoreloaded on 11 September, 2011 - 10:49.uhhh gila.. penasaran saia ma komikusnya
SEKEDAR NUMPANG EKSIS
>>>>>> http://raimuraiku.blogspot.com/ <<<<<< -
bagus, namun detilnya ada
Submitted by ugik013 on 9 September, 2011 - 09:03.bagus, namun detilnya ada yang ketinggalan adegan pendobrakan diawal bisa dibuat lebih dramatis , jika pake metode pasukan khusus bisa dimulai dengan menjebol engsel pintu pake shotgun (nijina kan pake shotgun tuh), ini ada kesan penjahatnya ceroboh gak ngunci pintu, overall good
-
jujur, mantap kk cerita ma
Submitted by indra on 8 September, 2011 - 22:19.jujur, mantap kk cerita ma gambarnya, You is God
kata guru2ku bilang, GANBATEI like MOJOKERSZ -

gan, ane juga bikin komik
Submitted by embekganteng (not verified) on 2 September, 2011 - 14:40.gan, ane juga bikin komik model gini. tentang pasukan khusus. draf udah jadi, cuman bingung peralatan buat ninta dan sebagainya. pernah bikin pake spidol, jadinya ketebelan. bisa kasi saran gak gan?
- 1 of 2
- ››














































































Post new comment