POLLING: Kenapa Orang Kurang Antusias Membeli Komik Indonesia?
Halo semua, posting ketiga hari ini 
mau ngajak diskusi nih, kenapa ya kira-kira, orang-orang kurang antusias membeli komik Indonesia? Ikutan ya pollingnya, dan kalo kamu punya pendapat lain, jangan takut untuk nulis di kolom komentar di halaman dibawah ini:
http://komikoo.com/poll/menurut-kamu-kenapa-orang-orang-kurang-antusias-...
(atau bisa juga dilihat di halaman depan)
ayo kita peduli komik lokal!
Comments
-
15 August, 2010 - 04:32#2menurut ane seh.... komik di
menurut ane seh.... komik di indo kurang menariknya kebangetan......
apalagi alur ceritanya.... terus gambarnya agak kaku (kayak komik barat)
yg terakhir.......... promosinya g jelas heheheh^^
-
15 August, 2010 - 07:31#3emmmm..
kalo menurutku sih komik" indonesia udah bagus loh, pengen beli deh tp lagi susah pergi" jg nih. ngeliat di animonster komik" indonesia udah ngga kalah ama komik jepang
-
27 October, 2010 - 14:04#4Karena kurang istimewa, menurut saya
kalo ngga berkiblat ke MARVELcomics yg superhero2an dari Amrik pasti mangaKODANSHA yang dah jelas Jupun punya. Ngga gampang juga memang bikin sesuatu yang baru dari ide cerita sampai gambar. Benny & Mice yang lumayan populer di NKRI aj mirip Tintin.
-
3 November, 2010 - 09:59#5tapi rasanya seharusnya sih
tapi rasanya seharusnya sih gak masalah ya untuk meniru dulu. yang penting konsisten. bahkan negara yang sekarang sangat maju seperti Jepang pada awalnya juga meniru produk-produk Eropa / Amerika?
-
15 December, 2010 - 17:21#6The Answer Is..mungkin bagi mereka masih asing. lagipula banyak yang belum tau keberadaannya. dan banyak orang yang berpikir kalau komik indonesia low class. kalau menurutku banyak juga yang ceritanya bagus. karena itu bagi yang udah tau boleh dong share2 ke temennya yang belum tau. kali kali ikut ketagihan
temen2ku jadi ketagihan gara kusuruh baca komik indonesia punyaku.
-
15 December, 2010 - 19:11#7Apa ya???Aq dah pny 2komik Indonesia... Pancanaka n Dharmaputra... mnurutq karena sinopsis di hal. belakangnya kurang greget... kalo covernya sich dah keren2, tp aq tkut gmbar dalemnya g sma ma gmbar covernya... Kyaknya mang promosinya yg hrus lebih diutamakan...
-
19 December, 2010 - 12:37#8Promosisaya punya belasa komik indonesia. walau teman-teman saya blm semaniak saya, mereka skrg udh mulai baca komik indonesia. hehehe mungkin kita bagi yang udah kenal harus promosiin juga.
-
20 December, 2010 - 11:51#9nah ni dia
gimana ya....sebenarnya aku sudah mencoba untuk suka,tapi gak bisa-bisa.
seperti ada sekat antara komik -komik itu dengan pemikiran dan imajinasiku.
komik itu seperti untuk kaum2 tua,
gambarnya juga begitu..
asal mau coba baca,pas buka halaman pertama,haduh2,,,langsung kututup lagi.
aku pun tak bisa memaksakan untuk suka dan menikmatinya
-
24 December, 2010 - 16:01#10dari kecil mainset awalnya
dari kecil mainset awalnya orang2 kebanyakan mengenal dan membaca komik jepang dan luar, coba sebaliknya
-
24 December, 2010 - 16:08#11Saya mau bagi cerita...
Saya mau bagi cerita... minggu lalu akhirnya saya sempat ke Gr****a untuk beli komik, setelah sebelum-sebelumnya tiap weekend kepake kerja TT.TT , niatnya dari rumah memang beli komik lokal bikinan temen2 di komikoo kayak Dharmaputranya Irzaqi, dan Merdeka di Bukit Selarongnya Okto..
Sesampainya di sana, mulai saya mencari, dan susahnya minta ampunn... komik2 lokal ditaruhnya di rak paling bawah, yang kalau mau baca judul komiknya harus jongkok agak nungging baru kebaca.. Saya pikir, saya aja yang sudah sengaja dari rumah niat untuk beli komik lokal kesulitan gini.. apalagi anak2 yang bahkan mungkin belum tahu ada komik lokal sekualitas ini.
Sebetulnya apa sih ruginya toko buku naruh komik lokal di rak paling atas? justru komik-komik import yang udah terkenal, taruhlah agak bawah, toh komik import yang terkenal itu akan dicari kalaupun tak langsung terlihat selintas lalu.. akhirnya saya pindah2kan aja beberapa komik lokal, saya taruh di rak yang atas.. biar keliatan sekalian..
-
24 December, 2010 - 17:37#12kalo menurut saya sih: 1.
kalo menurut saya sih:
1. Promonya kurang, makanya org2 pada ga tau ato biasanya mereka promo cm di dlm komunitas sendiri aja, jd gaungnya ga keluar sementara yg suka ke toko buku kan ga cm komunitas mereka sendiri >>> sering saya nemuin komik Indonesia yang bagus setelah berjam2 buka2in komik 1 per 1 di toko buku sampe mas2 yg jaga mlototin saya ngirain saya cm numpang baca doank di situ .. hufff..
2. Promo oke, ceritanya ga menarik .. kebanyakan komikus kita ga konsisten, komik cuma dijadiin sampingan doank yg udah pasti efeknya bikin ceritanya juga sesempetnya doank, asal jadi, asal cepat aja ..
3. Harga mahal. 1 hal yang saya heran dengan Indonesia ini, buku dikategorikan ke dalam barang mewah :s tp disisi lain, pemerintah selalu menghimbau agar masyarakat mau membaca ... *himbauan yang aneh*
-
24 December, 2010 - 23:56#13opini dari saya
berikut ini opini saya:
1. orang yg membaca komik di Indonesia jumlahnya gak banyak, dan mungkin bukan termasuk mayoritas masyarakat pada umumnya.
2. promosi kurang. andaikan ada orang yg punya budget super banyak, terus mau bantu promo lewat iklan yg menarik di televisi. orang2 yg kurang familiar dengan komik akan mulai menaruh perhatian. dan realita yg ada saat ini, promo yg ada cuma berputar di komunitas, internet, dan acara2 offair.
3. ini sebenarnya sudah saya tulis di thread komikoo tentang style menggambar, yakni komik termasuk karya sastra, dan karya dalam bidang ini biasanya gak pernah bisa lebih populer dari karya audio-visual.
4. dari sekian banyak manga, gak semua nya bagus. begitu juga komik lokal, gak semuanya bagus. tapi komik lokal yang bagus menurut saya saat ini adalah Married with Brondong dan SEER the genchildren.
sekian opini saya. terima kasih dan mohon maaf

-
25 December, 2010 - 09:05#14kalo menurut gw pribadi
kalo menurut gw pribadi ,komik indonesia yg sekarang udah sangat "layak beli" ,contohnya komik grup koloni . kovernya udah ditata dengan menarik, ceritanya jg pilihan.
-
25 December, 2010 - 13:10#15@kingkong : komik indonesia
@kingkong : komik indonesia walau cover dan isinya menarik, tapi kan harus dibarengi promosi .hehe
-
26 December, 2010 - 01:00#16Menarikterkadang ada yang agak kurang menarik,tapi ada yang udah kliatan menarik. dan jumlahnya gak dikit.
-
3 January, 2011 - 20:40#17Berkualitas dan orisinilBerkualitas dan orisinil bukan berarti harus punya cerita yang berat tentang penyelamat dunia atau reinterpretasi dunia pewayangan. Di sini mah yang suka cerita seperti itu justru anak-anak, dan sudah susah merebut hati mereka dari komik jepang. Komik Kambing Jantan atau Benny dan Mice sukses juga kan, artinya masih banyak 'orang awam' yang mau beli komik asalkan fun dan gampang dicerna. Dan mesti punya wawasan yang luaaass lho supaya bisa bikin karya seperti itu. Jadi.. Met berkarya teman2, maaf baru bisa ngomong doang ya, hehe..
-
3 January, 2011 - 20:43#18menurut ku si mungkin karnamenurut ku si mungkin karna belum punya gaya ajah.... tapi komik" INDONESIA asik asik dan keren...
-
14 February, 2011 - 15:06#191. cover banyak menipu,1. cover banyak menipu, dalamnya gak sebagus covernya baik dari segi artwork maupun cerita. 2. karena hal 1 diatas (yang dulu disebabkan oleh E***) orang jadi trauma belinya. Banyakan minjem. 3. Kualitas yang diekspetasi pembaca nggak sesuai. Buat beberapa orang mungkin dah terbilang keren, tapi buat pembaca awam umumnya masih -___-" 4. Target remaja katanya untuk remaja perempuan, tapi kebanyakan yang terbit genre shounen... ....ditambah promosi yang kurang? tapi menurutku kalo bagus, pasti akan spread mouth to mouth. Contoh nyata: Garudayana dan SEER.
-
14 February, 2011 - 15:31#20Hmmm..... Menurut saya,Hmmm..... Menurut saya, Jumlah penjualan komik di Indonesia sulit dikarenakan banyak faktor, dan faktor yang mayoritas adalah : 1. Masyarakat masih asing dengan komik, ditambah lagi definisi komik itu sendiri dimata masyarakat masih seperti "bacaan untuk anak-anak". 2. Mengenai harga komik, menurutku itu sudah wajar. Yang jadi masalah adalah "konten"/ isi dari komik tersebut. Komik Indonesia haruslah yang dapat dikonsumsi oleh orang Indonesia. Untuk membuat sebuah cerita yang dapat diterima oleh orang Indonesia yang bahkan "konten"/ isinya tidak berbau indonesia, memerlukan pengalaman dan kepintaran dalam memainkan jalan cerita, emosi karakter, pengembangan karakter, dan masih banyak lagi. 3. Gaya gambar yang diterima oleh orang Indonesia adalah gaya gambar timur dan barat, Jadi gaya gambar tidak terlalu menjadi masalah dalam membeli komik. Namun, janganlah menggunakan gaya gambar yang terlalu "ancur" alias juelek banget. Sebab jika muka "sang" karakter utama [b]penyok,[/b] Maka membuat pembaca langsung "down" semangat membacanya. Jadi latihan gambar dan simetri itu wajib bagi komikus. 4. Background. Background komik Indonesia terkadang polos dan hanya diisi oleh tone saja. Memang boleh mengisi background dengan tone, namun jika backgroundnya "TONE" semua.... Yaa..... Jadi gak tahu dah dimana sang pemeran utama membuat filmnya. Hehehe..... 5. Paneling.... Kalau yang satu ini, sih. Tinggal penggalian diri menjadi lebih baik lagi dalam hal Paneling. ^^ 6. Kendala komik dibelinya sedikit oleh masyarakat, karena komik itu sendiri masih sulit dalam hal pengembangan, yakni di "transformasikan" dalam bentuk film (anime/ kartun). Kalau filmnya bagus, pasti komiknya pun lebih banyak terjual. Tapi, dalam membuat film anime/ kartun, dibutuhkan banyak orang ahli yang terlibat..... Yak.... Inilah pendapatku..... Mungkin yang ke-6 bisa salah bisa benar... Sebab yang no 6-lah yang paling banyak mengeluarkan modal terlebih dahulu.
-
14 February, 2011 - 15:41#21karena target pembaca yang kurang jelaskelihatannya simple, apa sih target pembaca. Tapi kalau penulis dan pembuat komik tahu kepada siapa dia menedikasikan karyanya, mungin pihak pemasaran juga lebih mengerti sebaiknya karya itu dipasarkan ke mana dan bentuk promosiyang cocok seperti apa. Apalagi di Indonesia opini bahwa komik untuk anak-anak itu sudah melekat. jadinya ya kalau target pembacanya nggak jelas, orang dewasa juga nggak mau beli komiknya. Sebaliknya kalau oran tua tau anaknya beli komik yang ratingnya D malah makin antipati dengan komik secara umum. Soal gaya gambar dan cerita itu mendingan nggak usah dipermasalahkan dulu. Sekarang komik sedang berkembang, para pembuatnya juga sedang menggali kemampuannya untuk terus menciptakan keunikannya masing-masing. Yang unik dan gayanya nyeni banget aja belum tenu ada yang mau baca saking susah ngertinya. Yang penting buat dulu. Selanjutnya kita serahkan saja pada pembaca yang menilai. Makanya KOmikoo ini ada kan? Maaf sotoy
-
14 February, 2011 - 21:32#22pendapatkalo kata saya sih, jangankan baca, nemunya juga susah komik Indonesia. bener kata @iqbal kalo nyari komik indo ke toko buku yg gede sekalipun emang susah. niat beli pun langsung ga jadi. nyari d tempat minjem komik pun mereka bilang kalo komik indo kurang peminatnya jadi mereka ga men supply komik2 tersebut walopun dah ditawarin menurut saya sih, promosi yang kurang masih jadi masalah utama dari kurangnya peminat komik indo. lagian cerita lumayan bagus n rame juga. baru nemu 2 komik indo: LUV n JALAN KOMIK.. rame kok... jadi komik Indonesia tuh sebenarnya layak diperhitungkan dan pantas dilirik oleh masyarakat Indonesia lainnya..
-
14 February, 2011 - 23:47#23mau tau kenapa?karena sekarang dunia makin maju jadinya banyak yang membaca komik lewat dunia maya (internet) selain gratis, praktis pula nah, jarang ada komik Indonesia yang bisa dibaca di internet dan juga komik Indonesia ga jauh dari wiro sableng dll gmbarnya kurang menarik dan ceritanya ya gtu kecuali komik 4 Hero (karya anak bangsa yg bagus dari segi gambar dan cerita)
-
16 March, 2011 - 15:17#24tapi dulu wa sebagai orangtapi dulu wa sebagai orang yang "membenci" komik lokal, jadi wa tau betul rasanya kalo liat komik lokal. Alias "siap-siap deh kalo kualitasnya jelek" hahaha, bahkan ada temenku bilang, liat nama pengarangnya, kalo orang indo, males beli. Kejam kagak tuh...
-
16 March, 2011 - 15:42#25alasan lainuzsalah satunya harga komik indonesia yang sepantasnya lebih mahal dari komik luar negeri yang butuh proses hak cipta dan editing bahasa...satu komik ,contoh jepang bisa mendapat ijin edar butuh waktu yang amat panjang dari penerbit luar negeri..dan lagi alih bahasa dan editing//.. sedangkan komik lokal,pagenya sedikit jika dibandingkan komik luar negeri yang jauh berkualitas,,dan harganya lebih mahal dari komik jepang..plus lagi gaya gambarnya kurang menarik... xixixixixixixi^^
-
16 March, 2011 - 17:56#26komik lokalMenurut aq komik Indonesia ga digarap "kedalaman isinya" ga seperti jaman komik Indonesia dulu.Dulu kayak komikus Man/Djair/Ganes TH mereka sampe survey lokasi,melihat candi, meniru dialog lokal setempat, sampe budaya yang ditampilkan di komik kayak beneran sehingga "merasuk" pembaca. Kalo ceritanya sekarang fantasy apapaun sah2 saja,asal semuanya "reasonable"..misalnya kayak cerita teknologi,gambar qta harus bertutur dengan isi yang mampu meyakinkan teknologi tersebut,kayak star wars. Wawasan juga penting, kita bisa meniru bukan dari komik aja,juga sinema.Kadang sinema secara sinergi mengisi cerita komik juga,angle cameranya,emosinya,ritme penceritaannya,bahasanya, tata sinematografinya...Minggu kemaren aq terharu baru dapet lagi komik indonesia karangan Man: Roseta via internet, harganya diatas seratus ribu, pas dibaca udah tahunan aq ga baca komik semengalir n sebagus itu!!! harapanku mudah2an pola pikirnya bisa diikuti komikus generasi sekarang... Open our minds!
-
16 March, 2011 - 18:29#27mungkin karena...1. gimana ya? udah disebutin sih sama yg lain. Cover kurang menarik 2. susah dapetin komik lokal. harus ke toko buku pusat yg jaraknya lumayan jauh.(biasa, saia gak modal) 3. kurang promosi mungkin? (udah banyak yg nyebutin) penerbit komik lokal hanya Koloni ya?
-
19 March, 2011 - 17:14#28@K Ponsen selain KOLONI masih@K Ponsen selain KOLONI masih ada ELEX dan Mizan, setauku.
-
19 March, 2011 - 17:20#29ga cumanpenerbit gak hanya itu saja...banyak kesempatan untuk menerbitkan komik....seperti contoh penerbit andi yang terkenal dengan buku-buku pendidikan,disamping itu mereka juga sering kali menerbitkan berbagai komik daerah yang cukup berkualitas....
-
12 May, 2011 - 19:23#30Karena komik Indonesia kurangKarena komik Indonesia kurang menjual. 1. Komik Indonesia kurang bisa dinikmati oleh kalangan pembaca komik umum. Biasanya yang bisa menikmati adalah orang-orang yang pada dasarnya memang berkeinginan untuk mendukung perkembangan komik Indonesia. Orang-orang pada umumnya (yang pokoknya ingin membaca bacaan menarik) tidak begitu peduli masalah itu. 2. Komik Indonesia kekurangan kualitas profesional. Kalau "kualitas" sih judul-judul komik lokal sudah banyak yang oke, tapi kalau "kualitas [b]profesional[/b]"... lain lagi. 3. Komik Indonesia kurang dalam memberikan suatu rasa [b]keren[/b]. Sepanjang ingatan saya, baru Garudayana yang bisa memberikan setitik rasa itu pada pembaca. Membaca Garudayana bisa membuat kita (sedikit atau banyak) bangga menjadi orang Indonesia.
-
13 May, 2011 - 04:01#31My reasonprobably because the current Indonesian comic doesn't have it's own characteristics such as China, Japan, Korea, America, Europe, etc.
-
13 May, 2011 - 04:03#32My reasonprobably because the current Indonesian comic doesn't have it's own characteristics such as China, Japan, Korea, America, Europe, etc.
-
23 August, 2011 - 09:41#33kalo aku mungkin karena dulukalo aku mungkin karena dulu komik luar begitu tinggi kualitasnya




























































Kalo nurut aku~~biasanya covernya kurang menarik sih.....trus biasanya kalo dari baca sinopsisnya udah kaya sinetron....biasa ku ud males sih...^^;;;;;