bintang 1. belajar lagi.
komen saia senada dengan yang saia berikan di halaman summonvee.
dan, pelaku art battle nya gak usah saling komen. biar penonton saja yg komen.
bintang 1. belajar lagi.
lain kali art battle gambar hitam putih saja. kalian belum bisa menggambar anatomi dan gestur dengan baik, gausah dulu ngurusin editing warna dan efek.
@Vinna : anda juga sama aja kayak ini ... belom belajar dari pengalaman juga nih .. mending anda belajar memperbaiki gambar anda dulu sebelum mencari cari celah atau point miss dari orang lain ..
@Summon Vee : efek nya standar standar bawa'an photoshop .. pengaturan nya juga masih kurang pas.. numpuk sana numpuk sini .. coba di atur supaya lebih enak untuk di pandang ..
@Vinna : anda juga sama aja kayak ini ... belom belajar dari pengalaman juga nih .. mending anda belajar memperbaiki gambar anda dulu sebelum mencari cari celah atau point miss dari orang lain ..
@Summon Vee : efek nya standar standar bawa'an photoshop .. pengaturan nya juga masih kurang pas.. numpuk sana numpuk sini .. coba di atur supaya lebih enak untuk di pandang ..
@Summon_Vee : awkakakakak.. mengatakan payah pada orang lain sementara anda sendiri masih pantas untuk di sebut payah ..
anda itu sama saja dengan tong kosong nyaring bunyi nya ..
@Vinna : sepertinya anda masih kurang maksimal ..
beda banget sama gambar - gambar anda sebelumnya .. entah karena sedang ber eksperimen dengan efek dan pewarnaan atau karena memang anda tidak ada waktu untuk merapikan nya .. entahlah ..
\
First impression is powerful, and it's once in a lifetime. Jadi chapter satu sebetulnya sangat penting karena ini menentukan apakah orang akan mencari kelanjutannya atau tidak. Beberapa hal yang sebaiknya ada di chapter pertama adalah penjelasan daripada setting, karakter utama, dan konflik. Karena banyak hal yang harus dijelaskan inilah makanya banyak komik yang memiliki jumlah halaman extra banyak di chapter pertama, dan halaman berwarna sebagai eye-candy untuk membangun first impression yang baik.
Belum lama ini Sweta Kartika baru berceloteh bahwa karya itu ada 2 jenis, yang dibuat untuk dinikmati orang lain, dan yang dibuat untuk dinikmati diri sendiri. Karya yang dibuat untuk dinikmati orang lain bukan berarti sesuatu yang dibuat benar-benar berdasarkan kesukaan orang lain, tapi disesuaikan agar orang lain bisa menikmatinya. Nah untuk karya yang kali ini, saya bilang ini termasuk jenis yang kedua. Authornya sendiri juga sepertinya sadar akan hal ini karena dia bisa bilang dengan tsunderenya "ini bener2 bukan komik curhat lho!" seperti itu.
Nah sekarang, kenapa saya bisa bilang begitu? Karena dari yang saya lihat komik ini tidak berusaha menjelaskan setting karakter konflik tadi. Beberapa hal yang bisa disimpulkan dari chapter ini adalah MC (Main Character) bernama Kiko (berdasarkan tulisan di perban dadanya pada cover), seorang mahasiswi sekolah design (karena pada umumnya sekolah design adalah sederajat dengan kuliah, harus sudah lulus SMA), MC sedang gundah karena tidak bisa melaksanakan petuah gurunya, MC menggeluti seni karena ingin karyanya dapat membuat senang banyak orang (yang ini banyak penafsiran. apakah orang2 tersebut hanya terbatas pada teman-teman MC atau masyarakat luas, apakah ia hanya ingin populer). Tapi ini semua hanya hipotesa, tidak ada kepastian dari penulisnya. Pembaca hanya bisa menerka-nerka dan akhirnya jadi sama galau dengan MCnya. Menyimpan informasi itu penting supaya bisa jadi plot-twist, tapi jangan kebanyakan jadi tidak bisa untuk membangun plot.
Kalau mau disimpelkan sekali sih, sebetulnya memang orang-orang biasanya menulis cerita yang ingin dia tulis, itu bisa dibilang "menyampaikan uneg-uneg" atau "curhat". Itu adalah sebuah wujud egoisme masing-masing penulis karena mereka membentuknya sesuai kesukaan mereka. Tapi kalau tidak ditulis dengan memikirkan orang lain yang membacanya, hasilnya tidak akan efektif. Penyampaian pesan tidak akan tepat sasaran. Misalnya halaman ke 10, saya tidak mengerti itu gambar apa. Melihat chapter ini, sepertinya anda menyukai penggunaan perumpamaan dan simbol-simbol ya. Itu unik, saya suka. Tapi mungkin dalam narasi akan sebaiknya diberi penjelasan untuk membantu para pembaca muda.
Komentar ini mungkin agak pedas tapi dari yang saya amati dari tweet anda sih saya cukup yakin anda bukan anak kemarin sore yang tidak bisa terima kritik pedas. Maaf kalau terasa menggurui tapi saya cuma bisa menulis seperti ini. Intinya sih karya kali ini masih kurang berhasil, tapi yah semua orang juga begitu. Namanya juga pertama kali. Yang penting belajar dari kesalahan dan try better di chapter berikutnya.
yang ini ga rapi sih ;__;
ooo.. jadi, ini yg terbaru? ok. bagus.
(plak)
tapi masih bagusan gambar yg kelas 1 smp ah
ini masih jelek>< buatnya pas masih kelas 7 (kls 1 SMP) hahaha sankyuu~
makasih sarannya >< waktu itu aku masih SD~ hahaha
Bagus ^^
perhatikan size kepala pd masing2 charanya ya, biar pas dan sesuai ^^
ini OK banget :3 itu yg rambut ungu pasti saia... :3 makasi ya... (plak)
hehe thanks for comment!^^
yang kuning :3
sungguh
no metter what happent.. i am also be with you oneechan...
bagus kk
banyak" latihan aja
cuman pake pencil doang kok kak....
waa... yang ni keren nih.
waa... yang ni keren nih.
bintang 1. belajar lagi.
komen saia senada dengan yang saia berikan di halaman summonvee.
dan, pelaku art battle nya gak usah saling komen. biar penonton saja yg komen.
galau
yeaaah
thx anda2 yg mw komen
bintang 1. belajar lagi.
lain kali art battle gambar hitam putih saja. kalian belum bisa menggambar anatomi dan gestur dengan baik, gausah dulu ngurusin editing warna dan efek.
keren *o*
keren *o*
keren *o*
@Vinna : anda juga sama aja kayak ini ... belom belajar dari pengalaman juga nih .. mending anda belajar memperbaiki gambar anda dulu sebelum mencari cari celah atau point miss dari orang lain ..
@Summon Vee : efek nya standar standar bawa'an photoshop .. pengaturan nya juga masih kurang pas.. numpuk sana numpuk sini .. coba di atur supaya lebih enak untuk di pandang ..
@Vinna : anda juga sama aja kayak ini ... belom belajar dari pengalaman juga nih .. mending anda belajar memperbaiki gambar anda dulu sebelum mencari cari celah atau point miss dari orang lain ..
@Summon Vee : efek nya standar standar bawa'an photoshop .. pengaturan nya juga masih kurang pas.. numpuk sana numpuk sini .. coba di atur supaya lebih enak untuk di pandang ..
@Summon_Vee : awkakakakak.. mengatakan payah pada orang lain sementara anda sendiri masih pantas untuk di sebut payah ..

anda itu sama saja dengan tong kosong nyaring bunyi nya ..
@Vinna : sepertinya anda masih kurang maksimal ..
beda banget sama gambar - gambar anda sebelumnya .. entah karena sedang ber eksperimen dengan efek dan pewarnaan atau karena memang anda tidak ada waktu untuk merapikan nya .. entahlah ..
\
First impression is powerful, and it's once in a lifetime. Jadi chapter satu sebetulnya sangat penting karena ini menentukan apakah orang akan mencari kelanjutannya atau tidak. Beberapa hal yang sebaiknya ada di chapter pertama adalah penjelasan daripada setting, karakter utama, dan konflik. Karena banyak hal yang harus dijelaskan inilah makanya banyak komik yang memiliki jumlah halaman extra banyak di chapter pertama, dan halaman berwarna sebagai eye-candy untuk membangun first impression yang baik.
Belum lama ini Sweta Kartika baru berceloteh bahwa karya itu ada 2 jenis, yang dibuat untuk dinikmati orang lain, dan yang dibuat untuk dinikmati diri sendiri. Karya yang dibuat untuk dinikmati orang lain bukan berarti sesuatu yang dibuat benar-benar berdasarkan kesukaan orang lain, tapi disesuaikan agar orang lain bisa menikmatinya. Nah untuk karya yang kali ini, saya bilang ini termasuk jenis yang kedua. Authornya sendiri juga sepertinya sadar akan hal ini karena dia bisa bilang dengan tsunderenya "ini bener2 bukan komik curhat lho!" seperti itu.
Nah sekarang, kenapa saya bisa bilang begitu? Karena dari yang saya lihat komik ini tidak berusaha menjelaskan setting karakter konflik tadi. Beberapa hal yang bisa disimpulkan dari chapter ini adalah MC (Main Character) bernama Kiko (berdasarkan tulisan di perban dadanya pada cover), seorang mahasiswi sekolah design (karena pada umumnya sekolah design adalah sederajat dengan kuliah, harus sudah lulus SMA), MC sedang gundah karena tidak bisa melaksanakan petuah gurunya, MC menggeluti seni karena ingin karyanya dapat membuat senang banyak orang (yang ini banyak penafsiran. apakah orang2 tersebut hanya terbatas pada teman-teman MC atau masyarakat luas, apakah ia hanya ingin populer). Tapi ini semua hanya hipotesa, tidak ada kepastian dari penulisnya. Pembaca hanya bisa menerka-nerka dan akhirnya jadi sama galau dengan MCnya. Menyimpan informasi itu penting supaya bisa jadi plot-twist, tapi jangan kebanyakan jadi tidak bisa untuk membangun plot.
Kalau mau disimpelkan sekali sih, sebetulnya memang orang-orang biasanya menulis cerita yang ingin dia tulis, itu bisa dibilang "menyampaikan uneg-uneg" atau "curhat". Itu adalah sebuah wujud egoisme masing-masing penulis karena mereka membentuknya sesuai kesukaan mereka. Tapi kalau tidak ditulis dengan memikirkan orang lain yang membacanya, hasilnya tidak akan efektif. Penyampaian pesan tidak akan tepat sasaran. Misalnya halaman ke 10, saya tidak mengerti itu gambar apa. Melihat chapter ini, sepertinya anda menyukai penggunaan perumpamaan dan simbol-simbol ya. Itu unik, saya suka. Tapi mungkin dalam narasi akan sebaiknya diberi penjelasan untuk membantu para pembaca muda.
Komentar ini mungkin agak pedas tapi dari yang saya amati dari tweet anda sih saya cukup yakin anda bukan anak kemarin sore yang tidak bisa terima kritik pedas. Maaf kalau terasa menggurui tapi saya cuma bisa menulis seperti ini. Intinya sih karya kali ini masih kurang berhasil, tapi yah semua orang juga begitu. Namanya juga pertama kali. Yang penting belajar dari kesalahan dan try better di chapter berikutnya.